Siang telah berganti malam, selesai makan malam Joana menghindari Dave. Wajar saja, mungkin Joana masih kesal pada Dave karena kejadian tadi siang. Joana duduk di ruang tamu, tidak lupa gadis ini kembali memakai lingerie berwarna merah maroon yang sengaja ia beli untuk memancing Dave.
Kaki jenjang putih bersih, mata Dave lagi-lagi tak bisa memandang ke arah lain saat ia melihat Joana yang sedang berbaring di sofa ruang tamu sambil memainkan ponselnya.
"Orang gila satu ini apa tidak kedinginan," ujar Dave.
"Selimutkan ada, kenapa aku harus kedinginan?"
Dave berdiri di depan pintu kamar, pria ini melipat kedua tangannya dengan pandangan terus tertuju ke arah Joana. Bayangan dan rasa kenyal kembali melintasi otak kotor Dave, tiba-tiba saja burung Dave kembali bangun.
"Ah, sial!" Umpat Dave dalam hati.
Pria ini kembali masuk ke dalam kamar, mondar mandir menahan hasrat yang entah datang dari mana. Selama ini Dave tidak pernah merasakan hal seperti ini. Padahal banyak perempuan nakal yang berusaha menggoda dirinya.
"Joana.....!" Panggil Dave dari dalam kamar.
"Ada apa?" Tanya Joana dari depan pintu kamar.
Belahan yang terlihat, rambut yang terurai dengan sengaja Joana kibaskan hingga nampak kulit lehernya yang begitu menggoda.
"Ganti pakaian mu!" Titah Deva seraya melemparkan baju kaos milik Dave.
"Tidak mau!" Tolak Joana. "Aku nyaman dengan pakaian ini."
"Ganti cepat!" Sekali lagi Dave meminta.
"Tidak mau!" Joana menolak.
Dave yang kesal langsung menghampiri Joana, menarik gadis ini masuk ke dalam kamar lalu memaksanya untuk mengenakan baju kaos tersebut.
"Dave, aku tidak mau!"
Joana berontak, tapi kedua kaki Dave mengunci tubuh Joana yang duduk di pinggir ranjang.
"Cepat pakai baju ini," ucap Dave geram apa lagi saat ini burungnya semakin mengeras.
"Dave lepas....!"
Nyessss.......
Sekali lagi, tanpa sengaja Dave meremas salah satu buah pepaya Joana.
"Dave,....!" Teriak Joana. "Kau meremasnya lagi."
"Aku,.....!" Dave mendadak panik. Dadanya mulai penuh dengan hasrat yang menggebu.
"Dave menyingkir!"
Dave terdiam, mata tajamnya lekat memandang wajah cantik Joana. Tiba-tiba saja,....
Cup......
Deva mencium bibir Joana, tubuh Joana menegang. Ini pertama kalinya seseorang mencium dirinya.
"Astaga, matilah aku. Aku yang memancing. Tapi, kenapa sekarang aku yang takut tenggelam," ucap Joana dalam hatinya.
Joana berontak, mendorong tubuh Dave tapi tidak. Dave malah menahan kepala Joana, memberikan ciuman yang semakin dalam terasa.
Joana yang panik masih mencoba untuk berontak, tapi Dave yang sudah di kuasai nafsu malah semakin liar mencumbu Joana.
Aaaaah ........
Joana melenguh saat Dave mengecup dirinya. Suara manja yang keluar dari bibir Joana membuat nafsu Dave semakin memuncak.
Tangan kekarnya perlahan memberanikan diri untuk meremas kedua buah pepaya milik istrinya.
"Dave, hentikan. Kau telah melampaui batasan mu," ucap Joana yang sudah tak mampu melawan.
"Kau yang memulai. Maka, kau yang harus mengakhirinya." Sahut Dave.
Pria ini tiba-tiba saja merobek lingerie milik Joana hingga terbukalah semua. Mata Dave tak berkedip saat ia melihat gundukan buah pepaya yang begitu indah di pandang mata.
"Dave, aku....!" Joana semakin panik.
Dave tidak peduli, pria ini mulai melepaskan pakaian. Joana benar-benar panik, tangannya sibuk mendorong tubuh Dave.
Tidak bisa, sekarang Dave sudah menindih tubuh Joana.
"Ingat Jo, kau yang memancing aku seperti ini." Bisik Dave.
"Dave, hentikan!"
Dave mengunci kedua tangan Joana di atas, dengan sebelah tangannya Dave memegang burungnya, pria ini berusaha membuka jalan masuk.
Aaaah.......
Di hentakan pertama Joana merintih kesakitan.
"Dave, sakit....!" Ucap Joana.
Bagaimana tidak sakit, balok panjang dan keras menghujam rawa-rawanya.
Aaaaah,......
Masih sama, di hentakan kedua Joana merintih kesakitan.
Dave tidak peduli, nafsu telah merasuki akal pikirannya sekarang.
Dave melepaskan kedua tangan Joana, kedua tangan Dave membuka lebar bibir roti sobek Joana.
"Dave hentikan!" Pinta Joana.
Tiba-tiba saja.....
Jleb.......
Dave berhasil menerobos masuk, memecah semak belukar Joana.
Aaaaaah........
Joana merintih, kedua tangannya mencengkram alas tempat tidur.
Dave begitu puas saat melihat ekspresi Joana yang begitu tersiksa. Dave tersenyum tipis, untuk beberapa saat ia membiarkan pedang tumpulnya tertanam di dalam sana sebelum akhirnya Dave mulai menggoyangkan pinggulnya.
Joana pasrah, ia benar-benar pasrah. Joana tak menyangka jika umpan pancingannya akan di sambar dalam waktu dekat.
Aaaaah.......
Dave melenguh saat pedang panjang dan tumpulnya di jepit. Keringat mulai membasahi keduanya, tiba-tiba saja joana liar, tangan sibuk meremas rambut Dave. Di tambah lagi saat ini Dave semakin mempercepat gerakannya.
Aaaaaaah......
Aaaaaaah......
Tubuh Dave dan Joana menggelinjang, pasangan suami istri bohongan ini sedang merasakan puncaknya yang begitu nikmat. Dave semakin menghujamkan pedangnya kedalam.
Perlahan tubuh keduanya melemah, Dave tumbang di samping tubuh polos Joana. Nafas mereka masih tak beraturan, Joana seperti merasakan cairan hangat mengalir di rawa-rawanya.
"Dave, bajingan kau. Hilang sudah kegadisan ku," ucap Joana yang sibuk mencari selimut untuk menutupi tubuh polosnya.
Setttttt......
Dave merampas selimut tersebut lalu membuangnya.
"Dave,.....!"
Ternyata Dave sudah berada di atas tubuh Joana lagi.
"Aku ikannya, kau sudah memancingku. Kau membuatku candu, jadi jangan salahkan aku." Ucap Dave yang kembali mencumbu bibir Joana.
Joana tak kuasa menolak, remasan demi remasan membuat ia mati gaya. Apa lagi saat Dave mengecup salah satu buah pepayanya, Joana benar-benar melayang di buatnya.
Untuk yang kedua kalinya Dave memaksa masuk pedang tumpulnya. Tentu saja Joana merintih kesakitan. Dave tidak peduli pada cairan berwarna merah istrinya yang sudah menodai seprai putih di atas sana.
Dave kembali menggoyangkan pinggulnya, memompa diri untuk sampai sampai pada puncaknya.
"Aaaaah,....Dave. Pelan-pelan....!" Ucap Joana dengan suara bergetar.
Dave tidak menangapi, pria ini semakin mempercepat gerakannya.
Joana hanya bisa melenguh, merintih menahan nikmatnya di goyang oleh Dave. Kedua tangannya hanya sibuk meremas punggung Dave, ia tak bisa melakukan apa-apa lagi termasuk perlawanan.
"Dave, aku...!!"
Ekspresi wajah Joana seperti mengisyaratkan sesuatu. Dave pria dewasa, meskipun ia belum pernah melakukan hubungan suami istri sebelumnya tapi ia paham maknanya.
Sekali lagi, Dave mulai mempercepat gerakannya, setelah ia merasa ada sesuatu yang hendak keluar, Dave langsung mengecup salah satu buah pepaya istrinya.
Aaaaaaah..........
Untuk kedua kalinya tubuh Dave dan Joana menggelinjang. Suara erangan memecah kamar, Dave dan Joana sama-sama melakukan puncaknya. Tubuh keduanya berangsur melemas, Dave mulai menjauhkan mulutnya dari buah dada istrinya.
Sekali lagi Dave tumbang tepat di samping tubuh Joana. Deru nafas lelah, terdengar berisik. Jangankan untuk bangun, untuk sekedar menggerakkan kaki saja Joana sudah tidak mampu. Perlahan namun pasti, mata Joana mulai terpejam kelelahan.
Dave menoleh ke arah istri, ia turun dari atas ranjang untuk mengambil selimut yang tadi ia buang lalu menutupi tubuh mereka yang polos.
Dave membenarkan posisi tidur Joana. Yang biasanya mereka tidur berjauhan dengan guling sebagai pembatas, tapi malam ini Dave membiarkan Joana tidur berbantalkan lengannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
shebina putri
kaaannnnnnnnnn kepanjuggaa yaaaa keterusan deh🤪🤪🤪🤪
2023-01-12
0
@shiha putri inayyah 3107
akhirnya Dave dan Joana belah duren jg...
2023-01-12
0
syintia
ahirnya belah duren 🤭
2022-12-12
1