"Kenapa kau melihati aku terus?" Protes Joana yang membuat selera makannya pagi ini mendadak hilang.
"Percaya diri sekali, siapa yang melihatmu hah?"
"Tidak mau mengaku, dasar laki-laki...!"
"Aku hanya melihat mata mu itu, masih sembab atau tidak?"
"Halah, alasan. Bilang saja kau sudah jatuh cinta pada ku, iyakan?"
"Ciiih,....tidak akan!" Bantah Dave.
"Sombong!" Seru Joana. "Katakan terus terang jika kau sudah mulai menyukai ku."
"Najis....!" Seru Dave dengan gaya hendak muntah.
"Jangan-jangan kau penyuka sesama jenis ya?" Tuduh Joana.
"Sembarang!" Sanggah Dave. "Kalau bicara jangan asal mangap!"
"Kenyataan. Buktinya kau tidak mau menikah dengan perempuan, bisa jadi kau penyuka sesama kaum mu!"
"Berhenti bicara, lama-lama ku tendang keluar." Ancam Dave.
"Dari pada di tendang keluar, lebih baik kau tendang aku ke atas ranjang." Sahut Joana dengan senyum lebarnya.
"Gatal sekali perempuan satu ini," ucap Dave.
"Terserah kau, Dave. Bicara dengan mu lama-lama membuat darah tinggi ku naik."
Joana beranjak dari meja makan, perempuan ini memilih duduk di ruang tamu sambil menonton televisi.
"Ayo ikut aku," ajak Dave.
"Kemana?" Tanya Joana singkat.
"Membeli gaun untuk mu, kau bebas memilih gaun yang terpenting bekas luka mu tertutupi." Jawab Dave.
Pria ini hendak masuk ke dalam kamar untuk mengambil mantel dan dompetnya.
"Dave,....!" panggil Joana dengan suara pelan.
"Ada apa?"
"Tolong jangan beritahu siapa pun jika aku memiliki bekas luka. Aku malu!"
"Aku tidak bodoh, mana mungkin aku menyebarkan aib istri ku sendiri," ucap Dave membuat Joana tertegun. "Ayo pergi....!!"
Joana yang tersadar langsung mengambil mantelnya kemudian berlari kecil menyusul Dave yang sudah berjalan keluar villa.
"Kau punya mobil?" Tanya Joana heran.
"Kenapa memangnya? Cepat masuk!"
"Kenapa kemarin kita pergi dari ujung ke ujung berjalan kaki?" protes Joana.
"Biar kau sehat!" Jawab Dave.
Mereka berdua pun pergi, Joana merasa senang saat Dave mengajaknya ke tempat-tempat baru yang begitu indah. Dave tersenyum tipis saat melihat wajah Joana yang begitu bahagia padahal baru tadi malam gadis ini menangis sampai wajahnya bengkak.
Di salah satu butik yang menjual gaun bermerek, Joana tidak ingin masuk. Dave mulai kesal di buatnya.
"Ayo Jo, masuk!" Ajak Dave.
"Tempat ini sangat mahal, aku tidak mau!" Tolak Joana.
"Cepat masuk dan pilih gaun mu!" Titah Dave.
"Dave, mahal. Bukankah kau tidak suka menemani perempuan belanja? Ada baiknya kita pergi dari tempat ini." Ajak Joana.
Huft, .......
Dave menghembuskan nafas kasar.
"Jangan menguji kesabaran ku," ucap Dave. "Ini sangat membuang waktu. Cepat masuk dan pilih gaun yang bisa menutupi bekas luka mu atau kau,....!!"
"Iya,...iya,...bawel!" Joana menggerutu sambil berjalan masuk ke dalam butik. Dave ikut masuk ke dalam lalu duduk di sofa yang sudah di sediakan.
"Oh, ternyata tidak buruk menemani perempuan berbelanja." Ucap Dave. "Tapi, kenapa mami dan Davina kalau berbelanja lama sekali? Menyebalkan!"
"Dave,....!" panggil Joana.
Dave menoleh.
"Ada apa?"
"Gaun yang ini saja," ujar Joana seraya menunjukan gaun setengah betis berwarna hitam dengan punggung yang menutup.
"Ya, terserah kau!" Sahut Dave lalu pria ini mengeluarkan sebuah kartu untuk membayar gaun tersebut.
Setelah membayar gaun tersebut mereka berdua kembali ke mobil.
Huft,.....
Dave menghembuskan nafas panjang.
"Panjang sekali nafasmu," ucap Joana. "Cuma beli gaun satu aja seperti orang yang tidak ikhlas."
"Mulutmu ini lama-lama minta di buang ke tengah laut!"
"Jangan,....!" Ujar Joana. "Kemana kita setelah ini?" Tanya Joana.
"Pulang, aku ingin segera berendam air hangat!"
"Ngaku saja, kau sebenarnya penyuka sesama jeniskan?"
Sekali lagi Joana menuduh.
Dave tidak menjawab, pria ini langsung menghidupkan mesin mobil kemudian menancap gas.
Setibanya di villa, Joana yang penasaran kembali bertanya dengan hal yang sama.
"Dave, ngaku aja lah. Kau ini sebenarnya penyuka sesama jenis kan?"
"Kalau iya, memangnya kenapa?" Dave bertanya balik.
"Astaga Tuhan. Wajah ganteng, poster tubuh bagus tapi kenapa kau seperti itu? Sayang sekali." Ucap Joana bergeleng kepala.
"Bertanya terus, kenapa?" Sentak Dave.
"Ya tidak apa-apa. Hanya penasaran saja. Tenang Dave, aku tidak akan bicara pada siapa pun termasuk keluarga mu."
"Baguslah!" Sahut Dave. "Jika kau berani berkata apa pun tentang diri ku, akan ku mutilasi diri mu!" Ancam Dave.
"Sadarlah Dave, menyukai perbedaan itu bagus tapi tidak dengan penyimpangan. Kau harus segera merubah kelainan mu itu." Joana memberikan nasehat.
"Aku tidak butuh nasehat mu!" Seru Dave kemudian berlalu masuk begitu saja.
Joana memandang iba pada nasib Dave.
"Masa iya demi mengubah dia ke jalan yang benar aku harus mengorbankan keperawanan ku?"
Joana berpikir keras.
"Ah, tidak apa-apa. Jika aku bercerai dengan Dave semua orang juga akan tahu jika aku janda dari seorang Dave. Akan lebih gampang menikah nantinya," ucap Joana meracau.
"Dave, aku akan membantu mu kembali menjadi pria sejati," ucap Joana begitu yakin.
*******
Joana ikut masuk ke dalam kamar, gadis ini tidak menemukan Dave itu artinya pria ini benar-benar sedang berendam air hangat.
Masa bodoh, Joana yang kelelahan memilih tiduran di sofa sambil memainkan ponselnya. Keasyikan bermain ponsel, pada akhirnya Joana terlelap tidur.
Setengah jam kemudian Dave keluar dari kamar mandi hanya dengan sehelai handuk membalut tubuh bagian bawahnya. Dave yang melihat Joana tertidur dengan ponsel yang jatuh ke lantai membuat Dave berniat memungut ponsel tersebut.
Dave tersenyum saat melihat foto walpaper Joana kecil yang sedang di peluk oleh ibunya. Saat Dave sedang asyik melihat, tiba-tiba saja Joana memeluk kaki Dave. Kepalanya bersandar pada burung yang di balut handuk hingga membuat burung Dave bangun mengeras.
Dave yang ingin menyingkirkan kepala Joana tidak jadi saat melihat gadis ini kembali menangis. Burung Dave pun kembali tidur.
"Mama, ajak Joana ma. Papa kejam, papa memukuli Joana terus," ucap Joana yang mengigau. "Mama, Joana gak punya siapa-siapa lagi. Kenapa mama pergi....!!"
Joana terisak sambil memeluk kedua kaki Dave. Tapi, perlahan gadis ini melepaskan pelukannya dengan air mata yang membasahi pipi seperti orang yang sedang di tinggal pergi.
Setelah Joana melepaskan pelukannya, barulah Dave membangunkan Joana.
"Jo, bangun....!" Dave menyentuh pipi istrinya.
Joana membuka mata, gadis ini langsung mengubah posisinya menjadi duduk.
"Aku menangis," ucap Joana seraya mengusap air mata di pipinya.
"Ada apa denganmu? Kau mimpi apa?" Tanya Dave penasaran.
Joana hanya diam seperti orang linglung, Dave bertambah bingung di buatnya.
"Kau ini kenapa?" Dave yang penasaran kembali bertanya pada istrinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Emy Leo
🤣🤣🤣🤣
2025-01-28
0
Pricilia Latupeirissa
🤣🤣🤣
2023-07-08
0
Akasha
Joana 🥰
2023-01-20
0