"Sudah sore, kemana bocah itu pergi?"
Dave mondar mandir panik karena sejak pagi hingga sore begini Joana belum juga pulang ke villa.
Dave mengambil mantelnya kemudian pria ini pergi untuk mencari Joana.
"Menyusahkan ku saja!" gerutu Dave sambil melenggang pergi meninggalkan villa.
Hampir setengah jam sudah Dave mencari Joana tapi pria ini belum menemukan di mana sang istri sewaan berada.
Cuaca semakin dingin terasa, Dave mulai khawatir karena pakaian yang di kenakan Joana sangat tipis.
Dari ujung ke ujung dengan langkah lebarnya Dave terus berjalan mencari Joana. Cukup jauh meninggalkan villa, pada akhirnya Dave melihat perawakan yang mirip dengan Joana.
Dave memicingkan matanya sebentar untuk memastikan apakah perempuan yang sedang duduk memeluk kedua kakinya itu adalah istrinya.
"Jo.....!!" Panggil Dave saat pria ini menghampiri.
Wajah pucat kedinginan mendongak untuk melihat siapa yang sudah mengenali dirinya.
"Tolong," ucap Joana lirih kemudian gadis ini ambruk tidak sadarkan diri.
Dave yang panik langsung melepas mantelnya lalu menyelimutkannya pada Joana. Bergegas pria ini menggendong Joana, mengajaknya pergi dari sana.
Singkat cerita, sekarang Joana dan Dave sudah sampai di villa. Dave langsung membalut tubuh Joana dengan selimut tebal lalu memerintahkan seseorang melalui telpon untuk mengantar makanan dan teh hangat.
Untuk beberapa saat Dave menunggu Joana sadar, tak berapa lama gadis ini mulai membuka mata saat suhu tubuhnya berangsur hangat.
"Minum teh hangat dulu," ujar Dave seraya menyodorkan segelas teh hangat.
Joana tak berpikir panjang lagi, ia langsung meneguk habis hangat tersebut.
"Terimakasih," ucap Joana yang masih tampak pucat.
"Dasar bodoh!" Umpat Dave mulai naik emosi. "Menyusahkan ku saja, bisa-bisanya kau hilang seharian. Kemana kau pergi hah? Jika kau pergi seharusnya kau membeli pakaian tebal dulu!"
Huft,.....
Joana yang masih lemas seketika kuat kembali saat Dave mengomelinya.
"Kau yang bodoh!" Sahut Joana geram. "Ini negara orang, aku tidak tahu kemana aku harus membeli pakaian tebal dan makanan. Lagian, uang yang kau berikan di rampas preman!"
"Kau,...bisa-bisanya!" Dave menahan diri.
"Kalau kau tidak mau mengurus ku di negara orang ini, lebih baik kau pulangkan aku saja. Terserah kau mau liburan sendiri sampai kau tua yang penting aku mau pulang sekarang!"
"Kau pikir semudah itu kah?"
"Dave,....!" Kedua mata Joana berkaca-kaca. "Kau lihat ini?" Tunjuk Joana pada pelipis matanya. "Demi mempertahankan uang untuk makan aku di pukuli preman. Aku belum makan sejak kemarin, apa kau peduli pada ku? Aku memang perempuan bayaran mu, tapi setidaknya perlakukan aku layaknya manusia!"
Dave terdiam mencerna kata demi kata yang di ucapkan Joana. Matanya lekat memandang pelipis Joana yang memar.
Joana tidak peduli, gadis ini hendak turun dari ranjang. Ia butuh kamar mandi sekarang.
Sssssst......
Joana yang lemah karena belum makan sejak kemarin nyaris saja jatuh.
"Aku bisa sendiri," ucap Joana seraya menepis tangan Dave yang mencoba menopang tubuh Joana.
"Biar ku antar," ujar Dave.
"Tidak usah!" Tolak Joana. "Urus saja diri mu!"
Gadis ini meraba tembok untuk sampai ke kamar mandi. Joana masuk ke dalam kamar mandi lalu menutup dan menguncinya. Hatinya sedih, jika bukan karena uang yang di tawarkan Dave sangat besar, Joana tidak akan mau hidup seperti ini.
Gadis ini menangis di dalam kamar mandi, bahkan tangisnya keras hingga di dengar oleh Dave. Dave hanya bisa duduk terdiam merasa bersalah karena sudah memperlakukan Joana seperti ini.
setengah jam kemudian Joana keluar dari kamar mandi dengan mata sembab. Dave memandang istrinya, entah kenapa hatinya tiba-tiba saja dilema.
"Maafkan aku," ucap Dave. Hai,...ini adalah sejarah, sejak kapan pria keras kepala seperti Dave meminta maaf pada orang lain.
Joana hanya diam saja tidak menanggapi, gadis ini lebih memilih duduk di sofa menahan perut yang lapar.
"Oh, aku sudah menyiapkan makanan untuk mu sejak tadi. Tapi, makanannya sudah dingin. Aku akan menyuruh orang untuk menghangatkannya." Ujar Dave mulai sibuk mencari ponselnya.
"Tidak usah!" Seru Joana. "Aku benar lapar, tidak usah di hangatkan!"
Joana langsung melahap makanan dingin tersebut. Dave kembali tertegun memperhatikan Joana makan dengan lahap.
"Tapi makanan itu sudah dingin," ucap Dave yang merasa tidak enak hati.
"Aku sudah biasa makan makanan dingin bahkan makanan sisa kemarin saja masih bisa ku makan!" Sahut Joana.
"Berhenti makan, aku akan mengganti makanan mu!"
Dave yang berniat mengambil makanan yang sedang di makan oleh Joana tiba-tiba saja jatuh ke lantai berserakan.
Joana yang masih menguyah makanan sebelumnya hanya bisa menatap makanannya yang jatuh dengan ekspresi yang tidak bisa di tebak.
Bibirnya tersenyum tapi air matanya jatuh menetes. Rasanya susah sekali menelan makanan yang terakhir ia masukan ke dalam mulut tadi.
Dave terdiam, laki-laki ini sudah menghancurkan suasana hati Joana yang baru saja membaik tadi.
Joana mengusap air matanya kasar, gadis ini kemudian menarik selimut menutupi tubuhnya dengan menghadap ke sandaran sofa.
"Joa, aku minta maaf. Aku tidak bermaksud mengganggu makanan mu. Tapi, makanan itu sudah dingin dan aku ingin mengganti makanan hangat untuk mu agar perut mu tidak sakit!"
"Tidurlah, sudah malam!" Ucap Joana pelan.
Dave semakin bingung, dia adalah pria dingin dan cuek, sekarang ia tidak tahu bagaimana merayu gadis yang sedang bersikap dingin padanya ini.
"Tidak ada yang peduli pada ku," ucap Joana terisak. "Papa mengusir ku, mama meninggal saat melahirkan ku. Apa aku ini anak pembawa sial?"
Tersentuh hati Dave saat mendengar ucapan Joana. Ia baru mengetahui jika istri sewaannya ini adalah gadis yang tidak beruntung dalam segala hal.
"Aku menerima tawaran mu, kau menjanjikan uang banyak pada ku. Ku pikir itu cukup bagi ku untuk membuka usaha kecil-kecil setelah kontrak kita berakhir nanti. Tak apa lah, kau tidak salah dan tidak harus meminta maaf, seharusnya aku bisa mandiri tanpa harus merepotkan mu. Maafkan aku sudah membuat mu susah!"
"Aku tidak bermaksud menyinggung mu, aku benar-benar minta maaf," ucap Dave. "Tidurlah di ranjang, jangan di sana. Udara sangat dingin bahkan penghangat ruangan saja tidak berguna!"
"Aku sudah terbiasa tidur di tempat dingin. Jadi, jangan khawatirkan aku!" sahut Joana.
"Aku minta maaf," ucap Dave sekali lagi tapi Joana tidak menanggapi.
Dave tidak bisa tidur, ia benar-benar merasa bersalah pada Joana. Dave menunggu Joana terlelap tidur barulah ia memindahkan Joana ke atas ranjang. Dave mulai memikirkan cara untuk membuat Joana kembali ceria seperti biasanya, bahkan pria ini tidur larut malam hanya untuk memikirkan rencananya besok pagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Khairul Azam
bawa orang liburan kenegara orang gak dikasih makan gak dikasih baju tebel fix ini yg bermasalah bukan dave nya tp yg bikin cerita
2025-01-06
0
Dyah Oktina
dave kamu keterlaluan... tdk berprikemanusiaan... 😭😭😭😭😭😭😭😭 biar aja mati c joananya.. ngeselin jd orang
2025-01-15
0
Pricilia Latupeirissa
nyesek woi 😭😭
2023-07-08
1