Chapter 02

"Kenapa pesta pernikahannya harus semewah ini?" Protes Joana.

"Biar terlihat seperti pernikahan nyata!" Sahut Dave.

"Ya. Setelah satu tahun, kita akan menjadi janda dan duda."

"Oh, kau benar juga!"

"Aku jadi janda rasa perawan dan memiliki banyak uang. Tidak sabar menunggu satu tahun ini," ujar Joana.

Dave tidak menanggapi, pria ini sebenarnya sudah tidak tahan lagi duduk di pelaminan dengan pemandangan bunga-bunga dan hamparan manusia.

"Biasanya, berapa lama orang akan merayakan pesta pernikahan?" Tanya Dave yang sudah tidak tahan.

"Mana aku tahu. Aku kan belum menikah," jawab Joana.

Dave geram mendengar jawaban Joana. Gadis yang ia dapat di salah satu club malam. Awal pertemuan mereka pada saat itu Joana tanpa sengaja menumpahkan minuman pada Dave. Dave yang meminta ganti rugi pada akhirnya memanfaatkan Joana.

"Sungguh melelahkan. Apa semua orang kaya akan menggelar pesta seperti ini saat menikah?" Tanya Joana heran.

"Mana aku tahu, semua ini mami ku yang mengatur!"

"Sialan!" Umpat Joana. "Kaki ku lelah sekali lama-lama menggunakan sepatu tinggi seperti ini."

"Tolong jaga sikap dan bicara mu jika di depan keluarga ku. Aku tidak ingin mereka curiga pada mu!"

"Ya,...ya....aku mengerti."

Pesta usai tepat jam satu malam, Dave dan Joana langsung pergi ke kamar hotel yang sudah di persiapkan sebelumnya.

Joana yang sudah kembali ke setelan awal langsung melompat ke atas tempat tidur.

"Ya ampun, nyaman sekali." Ucap Joana yang sedang menikmati ranjang empuk dengan selimut lembut.

"Kau,....!!" Dave menunjuk ke arah Joana. "Kau tidur di sofa!" Ujar Dave.

"Tidak bisa begitu dong. Aku perempuan jadi aku yang harus tidur di sini. Kau laki-laki, harusnya kau mengalah dan tidur di sofa!"

"Di dalam surat perjanjian kita tertulis dengan jelas jika selama menikah dengan ku, kau hanya boleh tidur di sofa. Apa kau lupa itu?"

Huft,.....

Joana membuang nafas kasar. Gadis ini langsung turun dari atas tempat tidur lalu berpindah ke sofa.

"Pantesan aja gak ada yang mau sama perjaka tua ini. Sifatnya aja seperti ini," ucap Joana sengaja menyinggung Dave.

"Sekali lagi membicarakan ku, akan ku lempar kau dari jendela!" Ancam Dave.

Joana mendengus kesal, gadis ini pun merebahkan diri di atas sofa dan tak berapa lama ia terlelap tidur. Tubuh yang lelah membuat Joana tidur begitu saja tanpa bantal dan selimut.

Dave yang tidak terbiasa tidur satu kamar dengan seorang perempuan merasa risih. Pria ini tidak bisa tidur. Dave mengubah posisinya menjadi duduk, pria ini memandang ke arah Joana yang sudah terlelap tidur.

"Tidak pakai bantal dan selimut tapi dia sudah tidur enak. Dasar perempuan aneh!"

Dave yang tidak tega melihat Joana meringkuk menahan dinginnya pendingin ruangan langsung menyelimuti gadis itu.

"Dia terlihat lucu saat sedang tidur. Tidak begitu buruk!" Ujar Dave kemudian pria ini kembali ke ranjangnya.

Malam semakin larut, Dave dan Joana sudah berlayar ke alam mimpi masing-masing.

Malam telah berganti pagi, pukul sembilan pagi Dave dan Joana bangun.

"Sialan!" Umpat Joana, "Kaki ku sakit sekali. Kalau tahu begini, aku tidak akan mau menikah dengan mu!"

"Jangankan kau, aku jauh lebih tidak mau menikah. Perempuan itu ribet, menyusahkan saja!" Sahut Dave.

"Wah, di jaga tuh mulut. Enak aja bilang perempuan ribet dan menyusahkan!" Ujar Joana yang tak terima.

Dave tidak menanggapi, pria hanya memutar bola matanya malas. Dave melihat jam di ponselnya, pria ini bergegas pergi ke kamar mandi.

Belum sempat Dave masuk, Joana sudah menghalanginya duluan.

"Mau ngapain kau?" Tanya Dave.

"Mau mandilah, menurut mu kalau ke kamar mandi mau ngapain?"

"Aku yang duluan, sana keluar!" Dave mengusir.

"Tidak!" Tolak Joana. "Perempuan itu harus utama, jadi aku duluan!"

"Aku yang masuk duluan, perasaan kau tadi masih duduk di sana. Keluar cepat!"

"No. Tidak mau!"

Dave mendengus kesal, dengan entengnya pria ini mengangkat tubuh Joana membawanya jauh dari kamar mandi.

"Berani macam-macam akan ku lempar kau ke bawah!" Ancam Dave.

"Dasar laki-laki tidak berperasaan, mau menang sendiri. Aku sumpahkan kau menjomblo seumur hidup," ucap Joana yang lupa jika ia adalah istri Dave.

Dave melirik tajam sebelum masuk ke dalam kamar mandi. Dua puluh menit berlalu, tiga puluh menit hingga satu jam Dave belum juga keluar. Tentu saja Joana kesal di buatnya.

Klek....

Pintu terbuka, Dave keluar dengan wajah segar, tampan dan berkharisma. Meskipun begitu, Joana tidak tertarik memuji pria ini.

"Kau ini mengosek wc atau apa?" Tanya Joana kesal. "Kenapa lama sekali hah?"

"Terserah aku mau ngapain. Kenapa kau begitu repot?"

"Laki-laki mandi hampir satu jam. Jangan-jangan kau main dengan sabun ya....?" Tuduh Joana.

"Sabun mata mu!" Seru Dave. "Cepat mandi, atau ku tinggal kau!" Ancam Dave.

Joana menghentakkan kakinya sebelah, gadis ini cukup kesal dengan ulah Dave.

Sarapan pagi yang membuat Joana jengkel. Gadis ini biasa sarapan dengan makanan berat tapi kali ini ia harus rela makan sepotong roti dan segelas susu.

Tajam lirikan Joana pada Dave, gadis ingin sekali mencakar wajah pria yang sudah menjadi suaminya ini.

"Aku tahu aku tampan. Jadi, berhenti menatap ku seperti itu." Tegur Dave dengan percaya diri.

"Bedebah satu ini. Kenapa kau tidak mengizinkan aku untuk makan nasi hah?"

"Aku terbiasa sarapan dengan sepotong roti dan susu. Jadi, kau harus mengikuti aku!"

"Aku bukan babu mu!" Seru Joana kesal.

"Kau istri ku, kau di bayar dan kau harus menurut dengan ku!"

"Aku akan bersikap layaknya istri hanya di depan keluarga mu. Jika kita sedang berdua, aku tidak akan sungkan pada mu!"

"Dasar gadis gila!"

"Bodoh amat!"

Joana meninggalkan Dave yang sedang makan seorang diri, gadis ini lebih memilih kembali ke kamar untuk sekedar beristirahat karena tubuh masih terasa lelah.

Sementara itu, keluarga Joana yang melihat berita pernikahan Joana dengan Dave, anak salah satu pengusaha terkenal di kota meraka merasa heran dan kebingungan.

"Aku tidak percaya jika Joana sudah menikah dengan pria kaya raya ini. Kenapa dia tidak memberitahu mu?" Sarah, ibu tiri Joana bertanya pada suaminya yaitu ayah kandung Joana.

"Anak itu benar-benar keterlaluan. Tega-teganya dia tidak menganggap aku sebagai orang tua!" Ucap tuan Altan yang tak ingat jika dia sendiri yang sudah mengusir bahkan tidak mau menganggap Joana sebagai anak.

"Pasti Joana malu memperkenalkan kita pada keluarga suaminya itu." Sahut Karina, anak tiri Altan.

"Ini tidak bisa di biarkan," ucap tuan Altan. "Aku harus menemui Joana."

"Kau harus menemui Joana, suamiku. Suaminya itu kaya raya, kau bisa memanfaatkan dia untuk memperbesar perusahaan mu."

Altan terus berpikir, apa yang di bilang oleh Sarah ada benarnya juga. Jika Altan bisa memanfaatkan suami Joana untuk menaikan perusahaan miliknya yang berada di kalangan kelas menengah.

Tuan Altan pergi begitu saja tanpa berpamitan pada Sarah. Tinggallah Sarah dan Karina yang berada di ruang tamu.

"Aku tidak terima jika Joana menikah dengan lelaki itu, mah. Namanya Dave, dia pria tampan yang banyak di incar perempuan. Mah, aku mau laki-laki itu." Karina mulai merengek pada sang mamah.

"Joana tidak pantas bersanding dengan pria itu. Sayang, kau lah yang pantas." Ujar Sarah. "Kau harus bisa mendekati lelaki itu."

Terpopuler

Comments

Pricilia Latupeirissa

Pricilia Latupeirissa

wah wah ketemu Mak tiri lgii 🤣

2023-07-08

0

Henny Haerani

Henny Haerani

ibu tiri dan saudara tiri, mirip cerita cinderela

2023-01-20

0

shebina putri

shebina putri

seru ini mah ceritanya....👍👍👍👍👍 dan kesan pertama pun aku sudah saaangaaatt sukkaaaa🥰🥰🥰

2023-01-12

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!