"Joana,.....!" Panggil Karina kemudian wanita ini menarik Joana dengan kasar ke tempat yang lebih sepi.
"Lepas....!" Joana menepis tangan Karina.
"Kau itu sama sekali tidak pantas untuk Dave," ucap Karina dengan wajah angkuhnya.
"Jadi, menurut mu siapa yang pantas? Dirimu?"
"Dasar pembunuh, tidak berpendidikan. Sekolah saja kau tidak lulus!" Cibir Karina merendahkan Joana.
"Maling teriak maling," ucap Joana. "Pembohong, penipu!" Imbuhnya membuat emosi Karina naik.
Karina hendak melayangkan tangannya menampar Joana. Tapi, dengan cepat Joana menahan tangan Karina.
"Suatu saat kau dan mama mu itu akan bersujud di bawah kaki ku untuk meminta maaf," ucap Joana membuat Karina tertawa.
"Bermimpilah setinggi mungkin. Joana, selama ini kau tidak pernah menang melawan aku dan mama ku!"
Joana tersenyum tipis kemudian meninggalkan Karina. Joana kembali ke mobil.
"Maaf nyonya, saya mencari nyonya di dalam tapi nyonya tidak ada. Saya takut nyonya kenapa-kenapa," ucap supir yang bernama pak Hen.
"Aku menemui saudara tiri ku sebentar pak. Jadi, jangan khawatir!"
"Jika nyonya sampai kenapa-kenapa, mati saya di gantung sama tuan Dave!"
Joana tertawa.
"Tidak akan pak. Dave tidak akan berani....!"
Joana pun kemudian memutuskan untuk pulang. Tidak habis pikir, setelah sekian lama ia tak bertemu dengan Karina, sejak ia menikah dengan Dave, tiba-tiba saja semua keluarganya muncul ke permukaan.
Setibanya di rumah, Joana kembali merasa kesepian. Dave pergi bekerja, para asisten rumah tangga sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
Pukul dua siang, Dave pulang ke rumah dan mendapati istrinya yang sedang terlelap tidur. Bekas camilan menumpuk di dalam tempat sampah.
"Istri ku ini ternyata makannya banyak juga," ucap Dave dengan tawa kecilnya.
"Sudah pulang?" Tanya Joana mengejutkan Dave.
"Mengagetkan ku saja!" Seru Dave.
Huft......
Joana menghembuskan nafas kasar.
"Aku bosan di rumah sendirian," ucap Joana mengeluh.
Dave duduk di pinggir ranjang lalu membelai wajah istrinya dengan lembut.
"Lantas, apa yang ingin kau lakukan. Sayang?" Tanya Dave lembut.
"Apa saja, yang penting aku tidak bosan. Em, bagaimana jika aku kembali bekerja di club saja?"
"Berani balik ke tempat itu, akan ku gantung kau di atas tangga!" Ancam Dave.
"Suamiku, aku tidak akan melakukan hal macam-macam. Aku hanya tukang bersih-bersih di sana. Ayo lah,....!"
"Tidak, aku tidak akan mengizinkan mu bekerja!" Ucap Dave tegas.
"Menyebalkan!" Seru Joana kesal.
"Bangun dan mandilah, sudah sore!" Titah Dave.
"Emang ya, nikah sama kakek-kakek gak bisa di ajak kerja sama. Gak ada romantisnya, gak ada manis-manisnya!"
Joana mengomel.
"Siapa yang kau sebut kakek-kakek?" Tanya Dave dengan sorot mata tajam.
"Siapa lagi kalau bukan,......!" Joana tidak meneruskan ucapannya.
"Mandilah sebelum kesabaran ku habis," titah Dave dengan senyum lebarnya.
Bergegas Joana masuk ke dalam kamar mandi.
Huft,.....
Dave membuang nafas kasar.
"Seperti apa sikap romantis itu?" Tanya Dave pada dirinya sendiri. "Aku bingung, seumur Joana maunya seperti apa ya?"
Dave mengusap wajahnya kasar, sibuk bekerja hingga tak sempat memikirkan masalah wanita membuat pria ini kaku.
Sebenarnya Dave memiliki banyak teman wanita tapi tak satu pun yang di gubrisnya. Menurut Dave, melihat sikap mami dan adiknya sendiri sudah membuatnya pusing.
"Oh, aku harus bertanya pada Edric!" Ujar Dave mendapatkan ide.
Pria ini mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Edric. Kenapa harus Edric? Karena setahu Dave, Edric memiliki banyak pacar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
@shiha putri inayyah 3107
maka nya Dave baca novel romantis atau nonton film romantis biar tau cara bersikap romantis,,, jgn cuma baca buku bisnis dan kerja aja... 🤣🤣
2023-01-12
1
Dewi @@@♥️♥️
yang d baca jangan cuma buku tentang bisnis sekali² baca novel romantis supya bisa romantis ke istri
2022-09-17
1
☠ᵏᵋᶜᶟ尺მȶɦἶ_𝐙⃝🦜
oala Dave hidupmu ko lempeng Mamat 🤣🤣tu si Karin iso dicelup kecomberan dlu g🙄🙄ko pingin ngruwes aku🤣🤣😜
2022-09-09
0