Malam telah berganti pagi, Joana mulai membuka matanya. Tubuhnya begitu lelah, matanya bengkak bahkan perih terasa.
"Selamat pagi sayang," ucap Dave lalu mengecup kening istrinya.
Untuk beberapa saat Joana termangu menerima kecupan dari Dave.
"Sejak kapan ada adegan kecup kening?" Tanya Joana heran.
"Jangan seperti itu, aku suamimu sudah seharusnya aku melakukan hal seperti itu. Apa kau sudah memaafkan aku?" Tanya Dave.
"Aku mau mandi," ucap Joana yang mengalihkan pertanyaan Dave.
"Kita mandi berdua!" Ajak Dave.
"Dave....!"
"Di mana panggilan mu yang begitu mesra kemarin?" Protes Dave saat Joana memanggil namanya.
"Suamiku, ayolah. Aku tidak biasa mandi berdua dengan orang lain."
"Aku bukan orang lain, aku suami mu!" Ucap Dave begitu tegas.
"Tapi, tetap saja aku tidak terbiasa!"
"Kalau begitu mulai sekarang kau harus membiasakannya!"
Lagi dan Lagi, Dave menggendong tubuh polos istrinya pergi ke kamar mandi.
Dave langsung memasukan tubuh istrinya ke dalam bathtup. Bahkan Dave ikut masuk ke dalam sana.
"Mau apa?" Tanya Joana kesal.
"Mandi bersama istriku, apa lagi?"
"Aku tidak bisa mandi berdua. Aku malu....!"
Tidak mau mendengarkan protes dari istrinya Dave langsung membungkam mulut Joana dengan ciuman. Di dalam bathtup yang berisi air dan busa, Dave sengaja menggesekkan burungnya. Kedua tangannya lembut meremas buah dada milik istrinya.
Uuh......
Joana melenguh, itu artinya Dave sudah berhasil membuat istrinya terangsang.
Dave menuntun Joana keluar dari bathtup, pria ini menghidupkan keran shower dan di bawah air yang mengguyur Dave kembali menikmati tubuh istrinya.
Kurang puas dengan gaya berdiri, Dave mengarahkan tubuh istri agar menghadap dinding lalu pria ini langsung menggenjotnya dari belakang.
Rasanya begitu licin, Dave suka bermain seperti ini. Joana seolah mati ucap dan gerak, ia hanya bisa menikmati permainan dari suaminya.
Setelah puas bermain, akhirnya Dave dan Joana berendam bersama di dalam bathtub. Dave memangku istrinya, sungguh rasanya nyaman dan membuat hati Dave bahagia. Tiga puluh tahun hidup baru sekarang Dave benar-benar menikmati hari-harinya yang bahagia.
Melihat bekas luka cambuk, hati Dave begitu sakit. Pria ini ingin membalas apa mereka yang sudah membuat tubuh istrinya cacat seperti ini.
"Sayang,....!" Panggil Dave.
"Hem, iya. Ada apa?" Tanya Joana.
Dave mengusap punggung istrinya.
"Sebenarnya tujuanku mengundang mereka kemarin hanya untuk membuat mereka merasa terangkat sebelum aku menjatuhkan mereka. Melihat bekas luka ini, hati ku begitu sakit. Ada harga yang harus mereka bayar!"
"Seharusnya kau bicara dulu pada ku. Aku sangat tidak suka jika masalah pribadi yang sudah aku lupakan mati-matian kembali muncul kepermukaan."
"Aku minta maaf, ku mohon jangan marah apa lagi sampai meminta pisah dari ku."
"Mau sampai kapan kita berendam di sini? Aku lapar!"
"Oh, kalau begitu mari ku bilas tubuhmu!"
"Biar aku sendiri, aku malu!" Tolak Joana.
"Ana ku sayang, ayo lah!" Bujuk Dave.
"Namaku Joana!"
"Tapi, aku lebih senang memanggil nama mu seperti itu!"
"Ah, terserah kau. Aku lapar, katanya cinta tapi kenapa membiarkan aku lapar?"
"Aku minta maaf, ayo...ayo....!"
Dave dan Joana keluar dari kamar mandi dan langsung berpakaian.
"Sayang,....!" panggil Dave.
"Hemmm....!"
"Gunakan pakaian yang panjang untuk menutupi leher mu!"
"Kenapa?" Tanya Joana heran.
Dave menarik Joana untuk menghadap cermin.
"Hasil karyaku," ucap Dave seraya menunjukkan cap merah di leher istrinya.
Huft.....
Joana mendengus kesal.
"menyebalkan!" Serunya.
Seolah tak terjadi apa-apa semalam, entah Joana sudah melupakan pertengkarannya dengan Dave atau hanya sekedar tidak ingin membahas.
"Sayang,....!"
Dave memeluk Joana dari belakang, menghirup dalam-dalam aroma tubuh istrinya.
"Jangan marah lagi pada ku, ya." Ucap Dave dengan nada membujuk.
"Aku tidak marah. Ayolah suamiku, aku lapar."
"Aku tidak lapar, tapi rasa aku ingin lagi dan lagi menghisap di sini," ujar Dave seraya meremas buah dada istrinya.
Plak,....
Joana yang kesal memukul pelan tangan suaminya.
"Aku heran denganmu. Kenapa tangan mu ini tidak bisa diam hah?"
"Saat sedang berdua denganmu, rasa-rasanya aku tidak mengizinkan mu mengenakan pakaian." Sahut Dave semakin membuat Joana kesal.
"Jika kau bermain cepat keluar, jangan banyak bicara wahai suamiku. Apa kau lupa jika aku yang selalu membangunkan burung mu ini?"
"Jangan berkata seperti itu. Aku malu," Kata Dave tidak terima. "Katakan padaku, kau mau minta keluar berapa kali?"
"Sepuluh kali,...!" Jawab Joana ngasal.
"Kalau begitu nanti malam aku akan membuat mu melayang," bisik Dave.
"Sudahlah. Kapan aku makannya? Perutku sangat lapar!" Protes Joana.
"Iya, ayo kita turun untuk sarapan setelah itu kita pulang. Aku sudah tidak sabar untuk menggoyang ranjang kita nanti malam."
Joana hanya bisa memutar bola matanya malas, sejak Dave menikah dengan dirinya, yang di bahas pria ini hanya seputar ranjang saja setiap waktu.
Dave mengajak Joana turun untuk sarapan di restoran hotel. Selesai sarapan mereka langsung pulang. Dave membukakan pintu mobil untuk Joana.
"Sayang, tunggu di dalam sebentar. Ada Edric, mungkin ada sesuatu yang penting." Ujar Dave.
"Oh, baiklah." Jawab Joana.
Dave pergi menghampiri Edric yang baru saja keluar dari mobilnya.
"Ada apa menyuruh ku datang kemari?" Tanya Edric penasaran.
"Tolong belikan aku obat kuat yang paling kuat," titah Dave.
Edric mengernyitkan keningnya.
"Untuk apa kau minum obat seperti itu?" Tanya Edric penasaran.
"Urusan ranjang ku, kenapa aku harus memberitahu mu?"
"Aku belum menikah, beli saja sendiri...!" Tolak Edric.
"Lima juta, nah. Ambilah uang cash ini," ujar Dave merayu.
"Baiklah, nanti siang akan ku antar langsung ke rumah mu kalau perlu sampai dalam kamar mu sekalian." Ujar Edric yang menerima.
"Kalau urusan uang saja, kau sangat cepat." Dave menggerutu.
"Kau yang enak-enak aku yang susah, kalau seperti ini kan hitungan impas." Kata Edric seraya mengibaskan uang tersebut.
Dave hanya mendengus kesal, pria ini langsung kembali lagi ke mobilnya lalu pergi meninggalkan hotel.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Pricilia Latupeirissa
obat kuat obat kuat 🤣🤣🤣
2023-07-08
1
shebina putri
mam aku benerya si Deva🤦🤦🤦🤦
2023-01-12
0
@shiha putri inayyah 3107
ya ampun Dave sampai nyuruh Edric beli obat kuat...🤭😂😂😂
2023-01-12
0