Dave menatap kagum pada sosok perempuan yang berdiri di hadapannya ini. Joana tampak cantik dengan gaun yang ia beli tadi siang. Rambutnya ia biarkan tergerai, gadis yang biasa mengenakan pakaian bebas ini ternyata bisa merias diri secantik ini.
"Diam saja, kenapa? Kagum ya melihat kecantikan ku?" Tegur Joana membuat Dave sadar.
"Ciiih,.... kenapa kau ini selalu percaya diri hah?"
"Ya memang aku cantik. Kau saja yang menutup diri."
"Ayo cepat!" Ajak Dave.
Dave dan Joana pun pergi, Joana sendiri tidak tahu kemana ia akan pergi. Gadis ini hanya mengikuti Dave saja.
"Wow,....mewah sekali tempat ini," ucap Joana yang saat ini sedang berdiri di depan restoran mewah.
"Ayo masuk!" Ajak Dave.
Dave dan Joana masuk tanpa bergandengan tangan. Baru saja mereka duduk, Dave langsung menghubungi papinya untuk memberitahukan jika ia dan Joana sedang makan malam romantis sekarang.
Tuan Darius tampak senang sekali, ia begitu yakin jika anaknya sekarang sedang menikmati bulan madunya.
"Cepat habiskan makan mu setelah itu kita pulang," ujar Dave membuat Joana kesal.
"Tidak bisakah aku menikmati makanan dan tempat ini lebih lama?"
"Bisa," jawab Dave. "Tapi kau pulang sendiri."
"Dasar Dave, awas saja kau!"
Baru saja Joana selesai makan, bahkan makanannya belum turun sampai perut tapi Dave sudah mengajaknya pulang.
Hati Joana jengkel, rasanya sesak juga merasakan sikap Dave yang seperti ini tapi Joana tidak bisa protes.
Setibanya di Villa, Dave langsung berganti pakaian lalu naik ke atas ranjang. Pria ini memainkan ponselnya, mengecek laporan apakah perusahaan baik-baik saja selama di tinggalkan.
Mata Dave tiba-tiba saja terbelalak saat melihat Joana yang baru saja keluar dari kamar mandi. Bagaimana tidak terbelalak sedangkan Joana saat ini mengenakan lingeri berwana merah maroon dengan bahan yang tipis dan terawang.
Glek,.....
Nyatanya Dave menelan ludahnya kasar, secara bersamaan belalainya di bawah mulai mengeras besar.
"Heh, kenapa kau mengenakan pakaian seperti itu?" protes Dave.
"Kenapa memangnya?" Joana balik bertanya.
"Bisa mati kedinginan kau!" Sahut Dave.
"Tidak akan, aku sudah membeli ini." Ujar Joana seraya menunjukan mesin penghangat.
"Joana, cepat ganti pakaian mu!" Titah Dave yang mulai merasakan hawa berbeda di dalam kamar ini. Batang yang semakin mengeras, urat yang mulai menegang.
"Kenapa, apa kau tergoda dengan ku?" Tanya Joana dengan senyum manisnya.
"Cih, siapa juga yang akan tergoda dengan mu!"
Joana tidak menanggapi, gadis ini merebahkan diri di atas sofa sambil mengangkat kakinya tinggi bahkan ****** ******** yang berwarna merah ikut kelihatan.
Dave semakin panas, pria ini tidak fokus menatap layar ponselnya. Pada akhirnya Dave memutuskan untuk keluar dari kamar.
"Sialan!" Umpat Dave. "Pasti dia sedang menguji ku!"
Dave berjalan mondar mandir sambil memegang burungnya yang mengeras.
Cukup lama berada di luar membuat Dave kedinginan. Pada akhirnya pria ini memutuskan untuk masuk ke dalam. Dave melihat Joana sudah tidur berbalut selimut tebal di atas sofa.
Dave merebahkan diri di atas ranjang, bayangan Joana yang tadi kembali terngiang. Dave tidak bisa tidur malam ini.
Malam telah berganti pagi, Dave memandang tajam ke arah Joana saat mereka sedang sarapan bersama.
"Suka sekali melihat ku seperti itu. Kenapa?" Joana bertanya sambil menguyah rotinya.
"Bilang saja aksi mu tadi malam itu sengaja untuk menguji ku kan?" Tanya Dave.
"Tidak....!" Bohong Joana.
"Ngaku saja, kau pasti ingin membuktikan aku ini laki-laki normal atau penyuka sesama jenis. Iya kan?"
"Terserah kau ingin bilang apa," ucap Joana.
"Awas saja kau memakai pakaian seperti tadi malam. Aku akan melemparmu keluar!" Ancam Dave.
"Oh Dave. Katanya kau seorang penyuka sesama jenis. Kenapa kau melarang ku untuk mengenakan pakaian seperti itu? Bukankah kaum sepertimu tidak akan tergoda pada wanita?"
Huft,......
Dave mendengus kesal, seharusnya apa yang di katakan Joana ini benar.
"Dave,....!" Panggil Joana.
"Apa?"
"Aku bosan. Tidak bisakah kau mengajak ku pergi jalan-jalan?"
"Tidak!" Jawab Dave singkat.
Huft.....
Gantian Joana mendengus kesal. Gadis ini buru-buru menghabiskan sarapannya kemudian keluar dari villa.
Melihat pemandangan pantai yang indah, Joana tertarik untuk menyusuri bibir pantai.
"Dave, aku pergi ke pantai sebentar!" Teriak Joana dari luar.
"Jangan pergi jauh-jauh!" Sahut Dave yang ternyata sejak tadi berdiri di depan pintu.
"Lelaki satu ini sangat membosankan!" Seru Joana kemudian pergi.
Dave memilih berjemur di depan villa yang langsung menghadap ke pantai. Matahari pagi ini cukup terik hingga membuat Dave tertarik untuk berjemur.
Mata elangnya liar memperhatikan Joana yang sedang bermain sendirian di tepi pantai. Entah kenapa Dave ingin menyusul Joana.
"Heh,....!" Tegur Dave membuat Joana terkejut.
"Mengejutkanku saja!" Sentak Joana kesal.
"Sedang apa kau?" Tanya Dave.
"Membuat istana dari pasir!" Jawab Joana yang sambil memainkan pasir pantai yang putih bersih.
"Kekanakan!" Seru Dave.
"Suka sekali merusak kebahagiaan orang. Pergi sana!" Usir Joana.
Dengan sengaja Dave menyenggol istana pasir yang di bangun oleh Joana. Tentu saja Joana marah, gadis ini menatap tajam ke arah Dave seperti orang yang hendak menerkam.
"Bajingan satu ini memang selalu memancing emosi ku," ucap Joana geram.
Joana langsung melompat ke arah Dave, duduk di atas dada pria ini sambil menggelitik tubuh Dave.
"Rasakan kau!" Ucap Joana geram.
"Joana hentikan!" Pinta Dave.
Cekrek......
Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang mengambil gambar mereka dari kejauhan.
"Perjaka tua ini suka mengganggu orang, tapi kalau di ganggu balik tidak terima. Awas saja kau Dave!"
Joana terus menggelitik tubuh Dave.
Dengan tenaganya yang kuat, Dave berhasil membalik tubuh Joana menjadi di bawah. Kali ini Dave berhasil duduk di atas tubuh Joana yang tak seberapa besar.
"Dave turun!" Titah Joana.
"Aku harus membalas mu!" Ujar Dave yang bergantian menggelitik tubuh Joana.
Dengan tenaga kecilnya Joana mencoba berontak, gadis ini seperti cacing kepanasan di atas pasir pantai.
Nyeees.......
Tiba-tiba saja, tanpa sengaja Dave meremas salah satu bukit kenyal milik Joana. Dave terdiam dengan tangan yang masih berada di atas dada Joana.
"Dave, sialan kau!" Umpat Joana lalu menyingkir dari Dave.
"Aku tidak sengaja!" Ucap Dave.
"Tidak sengaja mata mu. Kau meremas buah dada ku!"
"Sumpah, aku tidak sengaja!"
"Pergi sana, aku ingin bermain sendirian!"
Joana yang kesal memutuskan untuk kembali ke Villa. Sedangkan Dave masih terdiam di tepi pantai sambil memandang telapak tangannya yang sudah meremas buah dada Joana.
"Kenapa terasa kenyal?" Tanya Dave pada dirinya sendiri. "Kenapa rasanya ingin meremas lagi?"
Dave semakin kacau saat burungnya bangun, pria ini mulai panik karena urat syaratnya menegang seperti meminta pelepasan.
"Ah sial!" Umpat Dave.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
May Keisya
nagih ya😂
2025-04-02
0
Pricilia Latupeirissa
langsu g di terkam sja 🤣🤣
2023-07-08
0
Akasha
😂😂😂
2023-01-20
0