"Dave,....!" Panggil Joana. "Masuklah, hari sudah malam dan udara semakin dingin."
Dave hanya diam saja, pria ini acuh tak menghiraukan Joana. Sejak sore ia duduk di teras villa. Udara dingin tak di hiraukan Dave, hatinya masih marah akan ucapan Joana tadi sore.
"Dave,...ayo masuk!" Bujuk Joana. "Kau belum makan malam, ayolah!"
"Pergilah tidur," titah Dave.
"Aku tidak bisa tidur. Ayolah, jangan seperti anak kecil."
"Aku tidak suka mendengar ucapan mu yang tadi. Tarik kembali...!" Titah Dave.
"Lupakan, lagian semua itu kebenaran!" Sahut Joana.
Lirikan tajam menghujam dada Joana, bulu kuduknya merinding saat melihat sorot tajam di depannya.
"Kenapa kau begitu keras kepala?" Tanya Dave dengan suara dingin.
"Aku tidak keras kepala Dave, hanya saja aku mengingat perjanjian kita. Bahkan kita sudah melanggar semua isi perjanjian."
"Kau takut dengan perjanjian kita?" Tanya Dave.
Pria ini bangkit dari duduknya kemudian berjalan masuk menuju kamar. Dave membongkar isi kopernya seperti mencari sesuatu.
"Ini yang kau takutkan?" Tanya Dave seraya mengangkat surat perjanjian antara dirinya dan Joana.
"Dave,....!!"
Krek...krek....krek.....
Dave merobek kertas yang berisi perjanjian tersebut.
"Apa yang kau lakukan Dave?" Tanya Joana panik.
"Perjanjian di antara kita sudah selesai dan kau adalah istriku yang sesungguhnya sekarang," ucap Dave tegas.
"Bagaimana bisa dengan mudahnya kau menghilangkan perjanjian kita sementara aku memiliki salinannya."
"Kalau begitu, berikan padaku salinannya!" Pinta Dave.
"Aku tidak membawanya. Aku menyimpan surat salinan perjanjian di dalam tas dan tas itu berada di dalam kamar mu!"
"Oh, kalau begitu lupakan!" Ucap Dave dengan mudahnya.
"Hubungan kita tanpa dasar cinta. Kau hanya menginginkanku karena nafsu," ucap Joana.
"Apa itu cinta?" Tanya Dave. "Setelah aku bersama mu dalam beberapa waktu, aku merasa nyaman."
"Dave, semua tidak segampang yang kau pikirkan!"
"Joana,....!" Sentak Dave. "Jangan memancing emosiku!" Ucapnya dengan nada tinggi hingga membuat Joana ketakutan.
Joana mundur saat melihat Dave mengepalkan kedua tangannya.
"Jika aku tidak mencintaimu, tidak mungkin aku menyentuh mu!"
Dave semakin mendekat kearah Joana.
"Jangan mendekat," pinta Joana memohon.
"Kau telah mematahkan benteng yang selama ini aku buat. Kau telah membuatku menjilat ludahku sendiri, kau juga yang sudah memancingku. Lalu kenapa sekarang kau memilih mundur setelah aku terperangkap kailmu?"
"Aku hanya ingin membuktikan apa benar kau seorang penyuka sesama jenis. Apa itu salah?"
"Tidak bisa!" Bantah Dave, "aku tidak menerima alasan apapun."
Joana terpojok, tubuhnya di kunci oleh Deva. Joana hanya bisa menggesekkan tubuhnya ke dinding kamar.
Dave mengangkat dagu Joana, sungguh Dave benar-benar terjerat cinta oleh istri sewaannya sendiri.
"Aku tidak pernah bercanda di dalam hidupku. Aku telah menganggap mu serius," ucap Dave pelan.
"Tapi aku,....!!" Dave menghentikan ucapan Joana.
"Mustahil bagi mu yang sudah aku gagahi beberapa kali tidak memiliki rasa cinta. Katakan padaku, sayang. Apa kau mencintaiku?" Tanya Dave lembut.
"Aku tidak pernah jatuh cinta, aku tidak pernah menjalin hubungan dengan laki-laki mana pun. Aku tidak tahu rasanya jatuh cinta bagaimana." Kata Joana dengan wajah temaram.
"Kalau begitu, akan aku ajarkan bagaimana caranya mencintai," bisik Dave yang kembali membungkam bibir Joana dengan ciuman.
Dave meraih kedua tangan Joana, menuntunnya untuk memeluk tubuh Dave. Sekali lagi, Joana mati gerak dan ucap saat seperti ini. Ia begitu penurut, Joana kembali menikmati ciuman dari suaminya.
Dave melepas ciumannya, pria ini lalu berkata pada Joana.
"Panggil aku dengan sebutan suami ku, maka aku akan meneruskan permainan kita."
Joana gugup, ia serba salah. Wajahnya sibuk mencari objek untuk di pandang asal jangan mata Dave.
"Jangan membuat aku menunggu sayang," bisik Dave.
"Aku,....!" Joana seperti orang linglung.
"Cepat panggil aku seperti itu. Kau sudah basah sayang, permainan harus segera di lanjutkan!"
Huft,....
Joana membuang nafas kasar lalu memejamkan mata sejenak.
"Suamiku,....!" Ucap Joana lalu tanpa di minta Joana langsung menyambar bibir suaminya.
Dave senang permintaan di sambut, pria ini kembali mencumbu istrinya. Memagut dengan mesra bahkan kedua lidah mereka menari-nari di dalam.
Liar langkah Dave, pria ini menuntut Joana ke arah ranjang. Dave meremas buah dada istrinya hingga membuat Joana semakin teransang.
Uuuuuh......lenguh Joana begitu menikmati. Ia melepas pakaian Dave, membuangnya ke sembarang arah begitu juga dengan Dave yang menanggalkan semua pakaian milik istrinya.
Dave semakin liar, ia mulai menggerayangi tubuh molek istrinya. Memberi tanda di tempat yang ia suka. Menghisap dalam-dalam salah satu buah dada istrinya.
Aaaah,......
Joana menggelinjang, di tambah lagi Dave menuntun tangan istrinya untuk mengocok burung Dave yang sudah mengeras sejak tadi.
Kali ini Dave bersiap untuk memasukan pedangnya. Dave tatap sebentar lubang kenikmatan sambil membelai bulu halus yang menutupinya.
"Bentuknya hanya seperti itu, tapi kenapa bisa membuatku merasa candu?" Batin Dave.
Jleb......
Tanpa permisi pedang Dave menghujam daging kenyal.
Aaaah.....
Joana merintih sedikit kesakitan.
"Mari sama-sama melayang," bisik Dave.
Dave mulai menggoyangkan pinggulnya, gerakan naik turun menjadi pemula. Pedang tumpul panjang nan keras keluar masuk menghujam, mulut Joana terus mengeluarkan desah*n manja. Apa lagi Dave saat ini sedang memainkan biji kacang di atas buah dada.
Plok.....plok.....plok.....
"Oh,.....!" Lirih Joana.
Betapa nikmat permainan dari pria tiga puluh tahun ini.
"Oh,...aku....!" lirih Joana yang sepertinya akan mengeluarkan sesuatu.
"Tahan sebentar sayang," bisik Dave yang semakin mempercepat gerakannya.
Plok...plok...plok......
Aaaaaaaah.......
Untuk yang kesekian kalinya tubuh Save dan Joana menggelinjang manahan nikmatnya *******. Pedang Dave benar-benar di jepit.
Ngos....ngos....ngos.....
Nafas Dave dan Joana tak beraturan, keringet mulai membasahi tubuh mereka.
"Di atas," titah Dave.
"Apanya di atas?" Tanya Joana tidak mengerti.
"Lihat,....!" Tunjuk Dave ke arah bawah.
Owh,...wajah Joana memerah malu saat melihat burung suaminya yang panjang dan besar.
"Itu adalah sumber kenikmatan yang tadi. Hanya benda seperti itu tapi bisa membuat aku melayang!" Batin Joana.
Dave menuntun Joana naik ke atas tubuhnya, di bantu oleh kedua tangannya Dave memasukan pedangnya ke dalam lubang.
Dave memegang pinggul Joana, membantu istrinya untuk memulai gerakan. Joana mulai melakukan gerakan naik turun, batang besar di jepit hingga membuat ekspresi Dave tak karuan, pria ini mengerang kenikmatan saat Joana mengasah pedang suaminya.
Permainan tambah panas saat Dave kembali meremas buah Dada istrinya.
Joana berhenti, kedua kakinya terasa ingin lepas. Dave yang mengerti kembali mengubah posisinya menjadi di atas. Sejauh ini, Dave dan Joana hanya bermain di atas ranjang saja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
shebina putri
hareudang🥵🥵🥵🥵🥵
2023-01-12
0
@shiha putri inayyah 3107
Dave dan Joana bikin aku yg lg jauh sama suami ku kepanasan...
2023-01-12
1
Winar hasan
hareudang euy....hareudang...🔥🔥🔥🔥🔥🔥
2022-10-07
0