Satu bulan telah berlalu, pada akhirnya Joana dan Dave sudah kembali ke negera tercinta. Dave menggenggam tangan Joana dengan erat saat mereka keluar dari bandara.
Kacamata hitam bertengger di atas hidung mancung Dave. Menambah ketampanan pria ini naik berkali lipat.
"Selamat datang kembali, tuan." Sapa sang supir yang menjemput kepulangan Dave dan Joana. "Selamat datang nona," sapanya juga pada Joana.
Joana hanya tersenyum menanggapi sapaan tersebut.
"Bagaimana Kabar perusahaan?" Tanya Dave pada Edric. Asisten pribadi sekaligus sahabat Dave.
"Aman terkendali. Kau tenang saja!"
"Oh, kalau begitu kita langsung pulang ke rumahku," titah Dave.
"Tapi, tuan Darius meminta tuan Dave dan nona Joana pulang ke rumah utama." Ujar sang supir yang biasa di panggil pak Pet.
"Pulang ke rumahku. Aku dan istriku akan beristirahat!"
Tidak mau membantah, pak Pet langsung memutar arah menuju rumah pribadi milik Dave.
Satu jam perjalanan akhirnya mereka tiba di rumah. Beberapa orang pelayan langsung menyambut kepulangan Dave dan Joana.
"Sayang, kau istirahat duluan. Aku ada pekerjaan sebentar." Ujar Dave sambil mengelus rambut istrinya. "Kalian, tolong antar istriku ke kamar utama!" Titah Dave.
Joana mengikuti beberapa asisten rumah tangga yang akan mengantar ke kamar Dave. Sedangkan Dave, pria ini pergi ke ruang kerja bersama dengan Edric.
"Cepat katakan!" Ujar Dave.
"Mertua mu berulang kali datang ke perusahaan untuk bertemu denganmu dan meminta alamat rumahmu," kata Edric memberitahu.
"Mau apa dia?"
"Aku juga tidak tahu. Tapi, tuan Altan hanya mencari mu, tidak dengan Joana!"
"Aku tidak menganggap tuan Altan sebagai mertuaku." Sahut Dave. "Dia adalah penyebab Joana menderita selama ini."
"Kau jatuh cinta pada Joana?" Tanya Edric curiga.
"Aku sudah membobolnya," jawab Dave dengan santai.
"Lalu, bagaimana dengan perjanjian kalian?"
"Kami sepakat untuk mengakhirinya."
"Kau serius?" Tanya Edric tidak percaya.
"Apa aku terlihat sedang bercanda sekarang?" Dave bertanya balik.
"Oh, satu lagi. Aku menemukan akun sosial media ini selalu menjelekan nama Joana. Mengatakan Joana seorang pembunuh. Aku tidak mengerti apa maksudnya?" Ujar Edric memberitahu.
Dave melihat akun sosial media tersebut. Meskipun Dave tidak tahu siapa di balik akun tersebut tapi Dave sudah tahu semua masalahnya.
"Aku ada pekerjaan untuk mu," kata Dave.
"Apa?" Tanya Edric penasaran.
"Cari Dokter ini, di rumah sakit xxxxx....." Titah Dave yang memberikan satu nama pada Edric.
"Siapa dia?" tanya Edric penasaran.
"Kerjakan saja, jangan banyak tanya. Nanti akan aku ceritakan semuanya padamu!"
Dave kembali ke kamar, pria ini melihat istrinya yang sedang duduk di sofa.
"Sayang, kenapa kau duduk di situ? Kenapa kau tidak beristirahat?"
Joana tersenyum tipis, ia merasa tidak pantas berada di dalam kamar Dave yang sangat mewah.
"Aku menunggumu," bohong Joana.
"Ayo istirahat, nanti malam kita akan pergi ke rumah utama."
Joana menurut, ia merebahkan diri di atas lengan suaminya yang menjadi bantal.
"Sayang,...!" Panggil Dave.
"Hem, iya. Ada apa?"
"Aku melihat beberapa cerita tentang bayi. Sepertinya tidak terlalu buruk, mereka cukup menggemaskan."
"Kau juga berasal dari bayi. Tidak ada alasan untuk membenci bayi," sahut Joana.
"Em, itu. Bagaimana jika membuat bayi sekarang!"
"Tapi ini masih siang, suamiku!"
"Coba pegang!" Ujar Dave yang meraih tangan istrinya lalu menyuruhnya untuk menyentuh pedang tumpul Dave.
"Katakan pada burungmu itu untuk tidur. Kita baru saja tiba di rumah, masa iya udah mau melakukan hal begituan."
"Kalau begitu aku akan menahannya sampai malam tapi kau harus janji dulu padaku," ujar Dave.
"Janji untuk apa?" Tanya Joana curiga.
"Jinji jika kau malam ini akan memuaskan aku. Kau main di atas!"
"Astaga, kenapa isi kepalamu mesum semua?"
"Sayang,....!" Dave merengek.
"Iya,...iya....!!"
"Sebenarnya aku menyesal telah menjomblo selama ini. Ternyata menikah tidak buruk, kita bisa bebas melakukan apa pun dengan pasangan kita."
"Jika ada lomba menjilat ludah sendiri, maka aku akan mendaftarkan kau. Sudah pasti kau akan mendapatkan juara pertama!"
"Jangan mengingat sumpahku dulu. Aku malu," ujar Dave yang langsung memeluk istrinya.
Mencintai Joana adalah satu kebenaran dari Dave. Hanya menginginkan Joana seorang juga satu kebenaran dari Dave. Sumpah yang dulu mati-matian Dave jaga dan pertahanan kini hancurkan setelah ia hidup bersama dengan Joana.
Siang telah berganti malam, Dave menggandeng tangan Joana dengan mesra saat mereka memasuki rumah utama. Dave tahu betul di mana semua keluarganya saat ini berada.
Dave dan Joana mendapatkan sambutan hangat dari tuan Darius dan nyonya Andina.
"Oleh-olehmu ada di luar. Ambilah!" Kata Dave pada adiknya.
"Bagaimana dengan oleh-oleh yang kuminta?" Tanya Davina mengingatkan.
Dave mengerutkan dahinya bingung.
"Oleh-oleh mana lagi yang kau maksud?" Tanya Dave.
"Keponakan!" Jawab Davina membuat wajah Joana memerah malu.
"Kami sedang memprosesnya. Tunggu saja kabar dari kami," ucap Dave membuat semua orang tersenyum.
"Kalau begitu mari kita makan malam bersama," ujar nyonya Andina.
"Bagaimana Joana, apa bajingan ini sudah membuatmu susah?" Tanya tuan Darius.
"Tidak pi, Dave memperlakukan aku dengan sangat baik." Jawab Joana.
"Apa dia memberimu makan dengan layak selama di luar negeri?" Tanya nyonya Andina.
"Suamiku selalu memperhatikan apa yang aku makan," jawab Joana lagi.
"Apa kak Dave mau menemani kak Joana shopping?" Tanya Davina penasaran.
"Kakakmu selalu menyuruhku untuk membeli apa pun yang aku mau. Tapi, aku tidak mau menghamburkan uang."
"Apa dia memberimu uang nafkah yang cukup?" Tanya tuan Darius.
"Tidak bisakah kalian makan dengan tenang?" Tegur Dave. "Berhenti menginterogasi istriku!"
"Kami tidak menginterogasi. Kami hanya bertanya," ujar Davina membela diri.
Huft,.....
Dave mendengus kesal.
"Sayang, cepat selesaikan makanmu setelah itu kita pulang!" Ujar Dave.
Joana memandang semua orang yang ada di meja makan bergantian. Ia merasa kurang nyaman sekarang dengan sikap Dave yang begitu keras.
Selesai makan malam sebenarnya nyonya Andina ingin mengajak Joana mengobrol tapi Dave mengajaknya pulang.
"Kalian bisa bertemu besok. Biarkan kami pulang malam ini," ucap Dave.
"Ngapain juga sih pulang?" Tanya Davina. "Aku juga ingin mengenal kakak iparku ini lebih jauh!"
"Aku ingin membajak ladang istriku, menyebar benih jagung agar tumbuh dan menghasilkan jagung yang berkualitas super," ucap Dave seketika membuat kedua orang tuanya paham.
"Oh, kalau begitu segeralah pulang!" Ujar ruan Darius.
"Apa maksud dari ucapan kakak ini?" Tanya Davina tidak mengerti.
"Tidak usah mengerti sayang, kembali ke kamar mu!",Kata nyonya Andina.
Dave dan Joana akhirnya pulang, rasanya lega sekali saat Joana bisa keluar dari rumah utama.
"Aku bingung menghadapi keluargamu, mereka banyak tanya dan aku takut salah jawab!" Ujar Joana.
"Mereka memang seperti itu, abaikan saja!"
"Oh,....!!"
Dave melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Pria ini sudah tidak sabar untuk segara sampai di rumahnya.
Butuh waktu dua puluh menit untuk mereka tiba di rumah.
Keluar dari dalam mobil, Dave langsung menarik tangan istrinya masuk ke dalam kamar.
"Ada apa sih?" Tanya Joana heran.
"Kau sudah janji mau main di atas. Mari kita lakukan sekarang!" Jawab Dave.
"Oh. Astaga. Kau ini benar-benar gila, apa tidak lelah siang malam main?"
"Lebih gila lagi kalau aku tidak bisa mencumbu mu satu hari." Sahut Dave.
Dave melepas gaun yang di kenakan istrinya, pria ini langsung menciumi punggung Joana yang ada bekas lupa. Dave, pria ini berhenti sejenak memandang bekas luka ini. Ada dendam yang ia simpan atas kesakitan yang Joana rasakan dulu.
Joana mengerti apa yang sedang suaminya pikirkan. Perempuan ini langsung mengambil alih kendali untuk mengalihkan pandangan Dave dari bekas luka cambuknya.
Krek.......
Dave memalingkan pandangannya saat Joana membuka resleting celana suaminya.
Dave kembali bernafsu, pria ini langsung menggendong istrinya naik ke atas ranjang.
"Mulai nakal ya,...!" bisik Dave.
Mereka saling berciuman bibir, Dave benar-benar melayang di buat oleh istrinya yang sekarang menindih tubuh kekarnya. Semakin dalam ciuman, Dave semakin meremas kedua buah dada milik istrinya.
Joana melepaskan ciumannya, perempuan ini duduk di atas pedang tumpul suaminya lalu dengan sendiri Joana mulai memasukan pedang tumpul itu ke dalam lubang miliknya.
Aaaaaah.........
Dave, ekspresi pria ini sungguh gila, baru saja burungnya masuk tapi ia sudah kenikmatan menahan kedut berdenyut di dalam rahim istrinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Pricilia Latupeirissa
huaaachhh menanti Dave junior 🤣🤣
2023-07-08
0
shebina putri
klo udah bicin,pasti mode hareudang terus yaaa🥵🥵🥵
2023-01-12
0
dewi musnida
bukannya pedang panjang thor? wkwk wk..... 😃😃😃
2022-09-17
0