Chapter 06

"Maaf. Aku tidak bisa mengenakan gaun ini," ucap Joana seraya memasukan kembali gaun tersebut ke dalam paper bag.

"Kenapa?" Tanya Dave singkat.

"Ini terlalu terbuka," bohong Joana seperti menyembunyikan sesuatu.

"Apanya yang terlalu terbuka?" Tanya Dave heran sambil membolak balik gaun tersebut.

"Kalau ada gaun yang tertutup bagian belakangnya, aku akan mengenakannya." Ujar Joana.

"Tidak ada, cepat pakai. Kita sudah terlambat."

"Tidak bisa, Dave!" Sekali lagi Joana menolak.

"Cepatlah Jo,....!!" Dave menekan.

Huft,......

Joana menghela nafas panjang, ia kembali mengambil gaun tersebut.

"Joana cepat!"

Joana memaksa senyumnya kemudian ia bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk berganti pakaian.

Untuk beberapa saat Joana berdiam diri di dalam kamar mandi. Perempuan ini tidak mau keluar.

"Joana cepat keluar!" Titah Dave sambil mengetuk pintu. "Kau ini kenapa?"

Joana tak juga keluar.

"Joana keluar atau aku dobrak pintu ini." Ancam Dave.

Klek,...

Joana membuka pintu kamar mandi.

"Kau ini kenapa?" Tanya Dave heran.

"Aku malu mengenakan gaun ini," ucap Joana pelan.

"Kenapa?"

Joana membalikan tubuhnya, betapa terkejutnya Dave saat melihat bekas luka di tubuh bagian belakang Joana.

"Siapa yang sudah membuat mu menjadi seperti ini?" Tanya Dave marah.

Joana diam tertunduk.

"Joana jawab aku!" Sentak Dave dengan nada tinggi.

Air mata Joana jatuh, tiba-tiba Joana memeluk Dave. Dave yang bingung hanya bisa menerima saat Joana memeluk dirinya.

"Papa, papa sudah mencambuk sampai tubuh ku terluka," ucap Joana dengan suara bergetar. Joana kembali mengingat rasa sakit yang di hantamkan pada dirinya.

"Apa maksud mu? Kenapa papa mu sampai mencambuk mu separah ini?" Tanya Dave tidak habis pikir.

"Aku di tuduh menjadi penyebab anak yang di kandung ibu tiri ku meninggal," jawab Joana membuat Dave terdiam.

"Duduk dulu di sini. Aku akan keluar sebentar, makan malamnya kita undur besok!"

Dave menuntun Joana duduk di sofa, gadis ini terisak mengingat betapa pedihnya ia di siksa.

Dave keluar kamar sambil menelpon papinya mengabarkan jika acara makan malam mereka undur besok. Tak berapa lama Dave kembali masuk ke dalam kamar. Ia masih mendapati sang istri sewaan menangis.

"Kau bisa bercerita pada ku, aku siap mendengarkan cerita mu." Ujar Dave mencoba menenangkan Joana.

"Malam itu, aku tidak sengaja mendengar percakapan ibu tiri dan saudara tiri ku di dalam kamar saudara tiri ku yang bernama Karina. Papa sangat menginginkan seorang anak laki-laki, tapi kehamilan itu palsu. Aku mendengar jika mereka akan merencanakan sesuatu, agar ibu tiri ku itu keguguran. Aku mendengar semua rencananya."

Joana bercerita sambil terisak.

"Lalu?"

"Aku yang tidak terima jika papa sudah di bohongi langsung keluar. Memaki mereka bahkan aku berniat melaporkan semua kebohongan mereka pada papa. Tapi, saat di tangga entah kenapa tante Sarah menjatuhkan dirinya sendiri. Dia terguling-guling di atas tangga. Dia bilang perutnya sakit, papa membawa tante Sarah ke rumah sakit. Entah kenapa Dokter bilang anak yang ada di dalam kandungan tante Sarah tidak bisa di selamatkan. Dia bersikap seperti orang depresi lalu menuduhku sebagai pembunuh dari anaknya."

"Kejam sekali," ucap Dave.

"Papa tidak terima, di rumah papa langsung menghajarku. Papa tidak mau mendengarkan penjelasanku. Aku di hajar sampai tak berdaya kemudian atas permintaan tante Sarah, papa mengusirku dalam keadaan lemah."

"Bekas cambukan ini sangat membekas, papa mu benar-benar keterlaluan."

"Cambukan itu sangat membekas di fisik dan hatiku," ucap Joana dengan mata sembab. "Sekarang kau sudah tahu alasan kenapa aku hidup sendirian."

Dave sudah tak bisa berkata-kata lagi, ia tidak percaya jika ada seorang ayah yang tega menyiksa anak kandungnya sendiri.

"Menerima tawaran mu, aku hanya ingin hidup lebih baik. Aku ingin membuktikan pada papa jika aku bisa hidup tanpa uang dan kasih sayangnya. Uang yang kau bayarkan padaku, akan aku bukakan tempat usaha." Kata Joana memberitahu Dave isi hati yang sebenarnya.

"Apa kau tidak memiliki saudara yang bisa jadi tempat kau untuk pulang?" Tanya Dave.

Joana menggelengkan kepalanya lalu berkata. "Tante Sarah begitu licik. Dia menghasut semua keluarga dan saudara-saudaraku. Aku di kucilkan dari keluarga papa begitu juga dengan keluarga mama. Dave,....!" Joana mengangkat wajahnya, menatap lekat wajah pria tampan di hadapannya. "Aku di tuduh sebagai pembunuh," ucap Joana kembali terisak.

Huft,.....

Dave menghela nafas panjang, entah kenapa pria ini sangat ingin memeluk Joana. Membiarkan gadis ini bersandar di dadanya.

"Perempuan seperti apa yang aku nikahi ini? Kenapa masalahnya berat sekali?" Batin Dave.

Pria ini memeluk Joana, mata elangnya tiba-tiba saja melihat kembali bekas cambukan yang begitu dalam. Hati Dave panas, emosinya terbakar. Entah kenapa ia tidak terima Joana di perlakukan tidak adil seperti ini.

Malam semakin larut, Dave menyelimuti tubuh Joana yang baru saja terlelap sehabis menangis. Wajah cantik Joana terlihat sembab, Dave tidak suka melihatnya.

"Mereka harus membayar rasa sakit yang kau rasakan dan air mata yang kau buang," ucap Dave marah.

Pria ini duduk di tepi ranjang, memperhatikan wajah yang saat ini sedang tertidur pulas. Setelah di rasa mengantuk, Dave memutuskan untuk tidur di samping Joana.

*****

Malam telah berganti pagi, Dave merasa sesak di dadanya. Pria ini membuka mata dan betapa kagetnya saat Dave melihat sebagian tubuh Joana sudah menimpa dirinya.

"Joana,.....!!"

Dave langsung mendorong tubuh Joana hingga membuatnya jatuh terguling di lantai.

"Dave.....!!" Teriak Joana sambil menahan sakit di tubuhnya.

"Bisa-bisanya kau menindih tubuh ku sampai aku sesak nafas. Dasar batu....!!"

"Kau dan aku, berat mana?" Tanya Joana. "Sudah pasti berat kau, enak aja mengatai aku batu."

"Wah, berani-beraninya mengatai ku. Mulai nanti malam kau akan tidur di sofa!" Ancam Dave.

"Dave,...tidak bisa begitu dong."

"Aku tidak mau tahu, mulai malam nanti kau kembali tidur di sofa. Tempat tidur ini, hanya milik ku!"

Joana mendengus kesal, matanya menatap tajam ke arah Dave. Perempuan ini berdiri lalu melompat ke arah Dave yang duduk di atas ranjang. Joana mengacak-acak di atas sana, mencubit bahkan menjambak Dave.

"Joana hentikan!" Pinta Dave kewalahan.

"Rasakan,....!" Sahut Joana sambil menggelitiki tubuh Dave.

Dave yang sudah tidak tahan lagi tiba-tiba saja memeluk tubuh Joana lalu menindihnya. Joana mati gerak, kedua mata mereka saling tatap. Untuk beberapa saat Dave berada di atas tubuh Joana.

Joana yang sadar langsung mendorong tubuh kekar Dave. Tapi, entah kenapa Dave tak juga melepaskannya.

"Dave, menyingkirlah!" Joana berteriak, Dave terkejut lalu turun dari atas tubuh Joana.

"Aku,....!" Dave mendadak gugup, wajahnya memerah. Tanpa banyak bicara pria ini masuk ke dalam kamar mandi.

"Dave,...sialan kau!" Umpat Joana kesal.

Terpopuler

Comments

Pricilia Latupeirissa

Pricilia Latupeirissa

🤣🤣 mulai ad getar2 cinta

2023-07-08

0

Akasha

Akasha

mulai bucin ni wkwkwk 🤭🤭

2023-01-20

0

shebina putri

shebina putri

luccuu banget dav... kok bisa malu-malu begitu yaaaa🤭🤭🤭

2023-01-12

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!