Joana mengerjapkan kedua matanya, samar-samar ia melihat pemandangan yang berbeda di dalam kamar. Joana mengucek kedua matanya, memastikan lagi apa benar yang ia lihat.
"Sejak kapan kamar ini berubah jadi kebun bunga?"
Joana menarik selimutnya, menutupi tubuh polosnya.
"Selamat pagi istriku," ucap Dave yang tiba-tiba keluar dari dalam kotak besar dengan bunga-bunga mawar merah.
"Mengejutkan ku saja!" Seru Joana sembari mengusap dadanya.
Dave tersenyum lebar, lelaki ini belum pernah sebehagia ini sebelumnya.
"Mandilah, setelah itu kita sarapan."
"Ini, ini kenapa kamar seperti pemakaman?" Tanya Joana heran.
"Wah, bisa-bisanya kau bilang kejutan yang aku buat seperti pemakaman. Dasar tidak bersyukur!"
"Ah, sudahlah. Aku mau mandi, pinggangku sakit sekali. Remaja jompo sepertiku ini harus segera berendam air hangat." Ujar Joana.
"Kau istriku, remaja dari mana kalau keperawananmu sudah ku bobol?"
"Dave,.....!"
"Suamiku!" Ujar Dave mengingatkan.
"Kau sudah menjilat ludah mu sendiri, Dave." Sahut Joana.
"Aku tidak peduli, pergi mandi cepat!"
"Cih,...tidak ada romantis-romantisnya." Sahut Joana.
"Aku sudah bersikap romantis tapi kau malah menganggap kejutan yang aku buat seperti pemakaman."
"Bukan begitu maksudku. Tiga puluh tahun hidup apa saja yang kau lakukan selain bekerja hah?"
"Aku tidak bersikap romantis seperti laki-laki di luar sana. Jika kau mengerti, tolong ajari aku." Ucap Dave membuat Joana terkejut.
"Oh,....terserah kau. Aku mau mandi...!"
Joana bergegas pergi ke kamar mandi, sedangkan Dave saat ini sedang duduk termenung memikirkan bagaimana caranya ia bisa bersikap romantis pada Joana.
Tak berapa lama Joana sudah selesai mandi dan sekarang mereka sedang duduk di meja makan.
"Tumben ada nasi?" Ujar Joana.
"Jangan banyak bicara, makanlah!"
Joana langsung menyantap nasi goreng yang masih hangat. Sesekali ia melirik ke arah suaminya yang sedang menikmati sepotong roti. Selesai sarapan Joana dan Dave bingung ingin melakukan apa.
"Jo,....!"
Tiba-tiba saja Dave memeluk Joana dari belakang. Menyandarkan dagunya di bahu sang istri.
"Aku merasa nyaman saat denganmu, Jo." Ucap Dave.
Joana bingung ingin menanggapi apa, hatinya masih ragu untuk menyatakan cinta tapi segalanya telah ia berikan pada Dave.
"Kita jalani saja," ujar Joana.
Rasanya tidak mungkin, mereka baru saling kenal lalu menikah bahkan usia pernikahan mereka saja baru berjalan dua minggu. Joana berpikir tidak akan mungkin bagi seseorang bisa jatuh cinta secepat ini.
"Jika kau benar cinta pada ku, tolong ajak aku pergi jalan-jalan atau kemana pun. Sungguh, aku bosan berada di villa ini."
"Oh, baiklah. Aku akan mengajak mu pergi ke suatu tempat sore ini," jawab Dave yang menuruti kemauan Joana.
Dave tidak mau melepaskan pelukannya, tentu saja hal ini sebenarnya membuat Joana merasa risih tapi ia tak bisa protes.
Sementara itu, tuan Altan yang baru saja pulang ke rumah terus mengomel. Sarah langsung keluar dari kamar saat mendengar suara suaminya.
"Sayang, ada apa denganmu? Kenapa kah mengomel?" Tanya Sarah heran.
"Aku pergi ke perusahaan milik Dave tapi penjaga mengusirku. Bahkan saat aku mengatakan jika aku adalah orang tua Joana, mereka sama sekali tidak peduli."
"Apa....?" Sarah terkejut mendengarnya. "Bisa-bisa mereka mengusirmu. Apa mereka tidak tahu jika kau mertua dari Dave?"
"Mereka tidak peduli dan hanya menganggapku seorang pembohong. Padahal kedatanganku ke sana hanya ingin bertemu Dave dan meminta alamat rumahnya."
"Sombong sekali mereka!" Seru Sarah tidak terima.
"Mereka bilang Dave dan Joana sedang pergi bulan madu selama satu bulan ke negera A. Benar-benar keterlaluan, Joana sudah tidak menganggap aku sebagai orang tua lagi."
"Apa....? Negara A....?" Ujar Karina yang sejak tadi berdiri di depan pintu kamarnya. "Papa, aku juga mau pergi liburan ke negara A." Rengek Karina.
"Suamiku, di banding Joana. Sebenarnya Karina jauh lebih pantas. bersanding dengan Dave. Kau tahu sendiri jika Karina memiliki pendidikan tinggi, beda dengan anakmu yang hanya lulusan sekolah menengah atas."
Sarah mulai menghasut.
Tuan Altan melirik Karina, lalu berkata. "Kenapa kau tidak mencari laki-laki kaya sama seperti Dave saja?"
"Papa, di kota ini Dave terkenal sebagai pria tampan dan kaya raya. Bahkan selama ini tidak ada rumor yang mengabarkan Dave dekat dengan perempuan mana pun. Tapi kenapa dia tiba-tiba menikah dengan Joana?"
"Ya suamiku. Tidak ada laki-laki sekaya Dave. Kalau pun ada tapi masih berada jauh di bawah Dave." Sahut Sarah.
"Papa, percayalah pada ku. Di banding Joana aku adalah anak yang berbakti. Aku akan mengurusmu di masa tua, bukan Joana yang sudah tega membunuh calon adikku."
Tuan Altan hanya diam saja, ia kembali teringat pada Joana yang sudah membunuh calon anaknya apa lagi tuan Altan sangat menginginkan anak laki-laki.
Sarah dan Karina semakin menghasut tuan Altan, menjelekan Joana dengan kebohongan yang mereka buat dulu.
Sore menjelang di negara A, Joana merasa senang sekali saat Dave mengajaknya ke bukit savana yang menghadap langsung ke laut.
"Kenapa baru mengajakku sekarang?" Protes Joana.
"Karena aku malas," jawab Dave. "Tapi, berhubung aku mencintaimu sekarang, aku akan mengajak mu kemana pun kau mau!"
"Mencintaiku sekarang, tapi nanti kau akan menendang diriku bukan?" Tabak Joana.
Dave memandang Joana sejenak lalu memeluk istrinya dari belakang.
"Maksudnya mencintaimu sekarang dan selamanya." Dave memperjelas.
"Oh, apa buktinya?" Tanya Joana tidak percaya.
"Mari membuat anak!" Ajak Dave.
"Hai,...aku minta bukti. Bukan membuat anak!" Protes Joana.
"Tapi, kemarin aku ada melihat kata-kata yang mengatakan jika tanda cinta antara suami istri adalah kehadiran seorang anak."
"Ah, kenapa harus meniru kata-kata orang. Seharusnya bukti cinta itu muncul atas ide mu sendiri," sahut Joana.
"Sayang, aku juga tidak tahu. Lagian aju juga masih belajar, jika kau tahu banyak. Tolong ajari aku!" Rengek Dave manja.
"Sudahlah, jangan di bahas. Aku hanya ingin menikmati matahari senja," ucap Dave.
Mereka duduk, Dave masih memeluk Joana dari belakang. Terasa nyaman dan damai, Joana memejamkan mata seraya bersandar di dada suaminya.
"Seberapa kuat dirimu?" Tanya Dave membuka suara.
"Di tinggal mama meninggal, papa menikah lagi. Kasih sayangnya lenyap, aku sering di siksa. Aku di tuduh sebagai pembunuh, di usir, kelaparan, jadi gelandangan, dapat pekerjaan dan mulai menjalani kehidupan. Sangat buruk!" Jawab Joana.
"Apa kau dendam pada mereka?" Tanya Dave lagi.
"Aku hanya ingin melihat mereka berlutut meminta maaf di bawah kaki ku. Luka fisik yang mereka buat sangat membekas di hatiku. Aku di siksa atas kesalahan yang tidak aku buat."
"Jahat sekali mereka!" Seru Dave.
"Di masa depan, jika kau sama seperti mereka. Percayalah, aku akan membunuh kalian semua!" Ancam Joana.
"Aku tidak akan seperti itu. Kau adalah satu-satunya perempuan yang telah menghancurkan sumpahku sendiri," sahut Dave.
"Mana tahu jika kau mau merasa perempuan lain juga!" Singgung Joana.
"Tidak akan!" Ucap Dave tegas.
Pria ini meraih dagu istrinya, menatap kedua netra indah lalu memagut bibir manis miilik istrinya. Di bawah hamparan langit senja, Dave dan Joana memadu cinta dengan ciuman mesra.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Pricilia Latupeirissa
langgeng selalu ya Dave dan Jo 😇
2023-07-08
0
shebina putri
jangan tergoda oleh bujuk rayu wanita lain ya Dave.....
2023-01-12
0
Novianti Ratnasari
semoga Dave ga tergoda am ce lain
2022-10-07
1