Chapter 14

"Aku akan pergi ke kantor. Baik-baik di rumah," ucap Dave dengan santainya berjalan keluar.

"Hai,....!" Panggil Joana menghentikan langkah Dave.

"Ada apa sayang?" Tanya Dave heran.

"Katanya kau cinta padaku, tapi kenapa kau main pergi begitu saja?"

"Em, jadi aku harus bagaimana?" Tanya Dave tidak mengerti.

"Seperti pasangan di drama, setiap kali suaminya pergi bekerja, sang suami akan mencium kening istrinya. Katakan saja dengan jujur jika kau tidak mencintai aku kan?"

Ekspresi wajah Joana berubah menjadi sedih.

"Oh, pergilah. Maaf sudah menghalangimu!"

Joana masuk begitu saja ke dalam rumah. Meskipun ia sudah menyerahkan segalanya pada Dave, tapi hatinya masih ragu untuk pria yang katanya sangat mencintai dirinya mengingat Dave pernah bersumpah jika dia tidak akan mau me memilik istri apa lagi seorang anak.

"Joana,.....!"

Dave tidak jadi pergi, pria ini malah kembali masuk ke dalam rumah.

"Apa yang kau lakukan?" Tanya Dave heran saat memasuki kamar.

"Sedang merapikan tempat tidur, apa lagi?"

"Jo, aku minta maaf." Ucap Dave bingung. "Aku tidak tahu jika harus melakukan seperti itu."

"Aku tidak menuntutmu, aku hanya bercanda. Pergilah bekerja!" Ujar Joana dengan senyum paksanya.

"Kenapa sikapmu berubah?" Tanya Dave.

"Sikapku tidak berubah, suamiku!" Sahut Joana lalu ia menghampiri Dave, membenarkan dasi yang sedikit miring.

"Jangan membuatku kepikiran," ucap Dave.

"Aku hanya bercanda, pergilah. Nanti kau kesiangan."

"Kalau begitu, aku pergi dulu. Jaga diri baik-baik," ucap Dave kemudian berlenggang santai keluar dari kamar.

Huft, ......

Joana menghembuskan nafas pelan, wanita ini duduk di pinggir ranjang.

"Apa yang kau harapankan Jo? Dia menampung mu, memberi makan dan tempat tinggal saja sudah syukur. Kau hanya istri sewaan, jangan meminta lebih."

Joana bicara pada dirinya sendiri.

"Setiap makanan, pakaian bagus dan tempat tidur enak yang aku rasakan, setimpal dengan harga yang harus aku bayar. Hai, aku bagai pel*cur pribadi suamiku."

Joana tertawa masam, tak terasa air matanya keluar begitu saja.

"Mama, andai mama masih hidup. Tidak akan mungkin aku melangkah sejauh ini."

Joana mengusap air matanya kasar, ia kembali merapikan tempat ridur. Ranjang yang akan ia tiduri selama setahun ini.

Sementara itu, Dave yang baru saja keluar dari mobil langsung di hadang oleh tuan Altan. Dave mengerutkan keningnya, ia tidak mengenal pria di depannya ini.

"Maaf tuan, orang ini hampir setiap hari datang kantor. Dia mengaku sebagai mertua anda," ucap security memberitahu.

"Hai Dave, aku mertua mu!" Ujar tuan Altan memperkenalkan diri.

"Bicara di ruangan ku!" Kata Dave kemudian dengar langkah lebarnya pria ini masuk ke dalam.

Betapa bangganya tuan Altan saat berjalan masuk dengan Dave. Senyumnya lebar seolah apa yang ia katakan selama ini adalah benar jika dirinya mertua Dave.

"Mau apa anda datang ke perusahaanku?" Tanya Dave tanpa berbasa basi lagi.

"Karena kau menantuku, kedatanganku ke sini untuk meminta bantuan mu." Ucap tuan Altan tak tahu malu.

"Apa?" Tanya Dave singkat.

"Aku memiliki perusahaan yang masih berada di kalangan kelas menengah. Kalau bisa, tolonglah mertuamu ini untuk sukses."

Dave tersenyum sinis.

"Datang kepadaku tanpa permisi bukannya menanyakan kabar anaknya malah meminta bantuanku. Anda sehat?" Tanya Dave seraya menggelengkan kepalanya.

"Untuk apa aku menanyakan pembunuh itu? Joana sudah membunuh adiknya sendiri," ucap tuan Altan.

"Lantas, untuk apa anda datang kemari dengan mengaku sebagai mertuaku?" Dave bertanya balik.

"Ehem,....sebenarnya Joana tidak pantas menjadi istri mu," ucapan tuan Altan membuat Dave terkejut. Entah apa yang sedang di rencanakan olehnya.

"Lalu siapa yang pantas menurut anda?" Tanya Dave penasaran.

"Aku masih memiliki seorang anak, meskipun dia anak tiri. Tapi Karina jauh lebih baik dari Joana. Karina berpendidikan, Anaknya baik, dan berbakti pada orang tua. Tidak seperti Joana yang kasar, pembangkang dan yang lebih parah lagi dia sudah tega membunuh calon adiknya sendiri."

Dave hanya manggut-manggut tanda mengerti.

"Bagaimana Dave, apa kau mau membantu ayah mertuamu ini?" Tanya tuan Altan.

"Aku belum bisa memutuskan sekarang. Aku masih harus mempelajari perusahaanmu dulu. Pulanglah, nanti akan aku beri kabar." Jawab Dave benar-benar membuat tuan Altan senang.

Dengan senyum lebar tuan Altan keluar dari ruangan Dave.

"Dasar tidak sopan!" Ucap Dave.

Baru saja Dave akan memulai pekerjaannya, ia teringat akan istrinya yang berada di rumah seorang diri. Dave gelisah, rasa hatinya tidak tenang. Pada akhirnya pria ini memutuskan untuk pulang.

Sebelum melajukan mobil mewahnya, Dave menghubungi Edric untuk mengurus semua pekerjaan Dave.

Setibanya di rumah, Dave yang mendapati kamar kosong langsung panik. Ia begitu takut jika Joana kabur meninggalkan dirinya.

"Di mana istriku?" Tanya Dave pada salah satu asisten rumah tangganya.

"Nona sedang berada di taman samping," jawabnya sopan.

Bergegas Dave pergi ke taman samping rumahnya. Dave melihat Joana yang sedang duduk melamun di saung taman.

"Apa yang kau lamunkan?" Tanya Dave sungguh mengejutkan Joana.

"Mengejutkan ku saja!" Seru Joana seraya mengusap dadanya. "Kenapa pulang lagi?" Tanya Joana.

"Aku tidak bisa bekerja, aku terus memikirkan istriku." Jawab Dave.

"Masa sih?"

"Hem, aku serius. Sini turun," titah Dave.

Joana yang begitu penurut langsung turun dari saung.

Dave memeluk Joana dari belakang, aroma tubuh wanita ini sungguh membuat Dave candu hingga membuat rindu.

"Papa mu datang ke kantorku," ujar Dave memberitahu istrinya.

Joana langsung melepaskan pelukan Dave.

"Apa yang dia lakukan?" Tanya Joana penasaran.

"Memintaku untuk membantu perusahaannya. Sisanya menjelekanmu!"

"Dan kau percaya?"

"Tentu saja tidak, aku lebih percaya padamu."

"Sekian tahun mengusirku, setelah tahu aku menikah dengan laki-laki kaya sepertimu, mereka merencanakan sesuatu." Kata Joana.

"Dia bilang kau tidak pantas untuk menjadi istriku."

"Apa yang di katakan papa ku itu benar!" Sahut Joana membuat Dave kesal.

"Apanya yang benar?" Tanya Dave dengan nada tinggi hingga membuat Joana takut.

Dave yang melihat istrinya mundur, langsung memeluk Joana.

"Maafkan aku, maafkan aku sudah membentakmu. Aku tidak suka kau berkata seperti itu," ucap Dave.

"Tidak apa-apa. Aku sudah biasa mendapatkan perlakuan kasar," jawab Joana semakin membuat Dave merasa bersalah.

Joana, gadis yang semua ceria tapi sejak menikah dengan Dave hatinya begitu sensitif. Joana belum siap jika hatinya akan terluka kembali apa lagi dirinya hanya seorang istri sewaan.

Terpopuler

Comments

Pricilia Latupeirissa

Pricilia Latupeirissa

mewek lagii 😭😭

2023-07-08

1

shebina putri

shebina putri

dalem banget trauma nya Joana🥺🥺🥺

2023-01-12

0

@shiha putri inayyah 3107

@shiha putri inayyah 3107

kasian Joana,,,😭😭😭 ayah kandung nya lebih percayalah dan sayang sama istri baru dan anak tirinya...

2023-01-12

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!