Resolusi Baru

'Gelap …'

'Gelap sekali …'

'Di mana ini?'' Tubuh Rian melayang-layang di tengah kegelapan.

'Apakah ini alam baka?'

'Apakah aku sudah mati?'

'Livia, sepertinya aku nggak bisa menepati janjiku …' Membayangkan Livia menangis di kuburannya, Rian merasa sangat kesal. Ia sudah berjanji akan selalu berada di sisinya sebagai sahabat sejak Kedua Orang Tua Livia meninggal akibat kecelakaan.

Saat itu, Livia masih kelas 4 SD. Ia begitu terpukul kehilangan kedua Orang Tuanya. Namun, semua keluarga Orang Tua Livia tidak ada yang peduli dengannya. Masing-masing sibuk membuat rencana untuk menguasai harta peninggalan Orang Tua Livia yang merupakan seorang pengusaha. Saudara-saudaranya yang tadinya baik, masing-masing mulai mengeluarkan taringnya demi harta. Ketika Livia menyetujui Pamannya yang selama ini baik padanya menjadi wali Livia, harta Livia pun dikuasai Pamannya. Setelah mendapatkannya, sikap Paman Livia mulai berubah. Dari yang awalnya baik dan lembut, menjadi suka memarahi dan memukul Livia.

Hidup di rumah Pamannya adalah neraka bagi Livia. Lambat Laun, Livia jadi orang yang kasar di sekolah. Ia menjadi seperti binatang buas yang tidak percaya pada siapa pun. Akhirnya, teman-teman sekelas Livia menjauhinya. Livia sendiri lebih senang sendiri ketimbang bersama teman lainnya. Ia menganggap suatu hari teman-temannya akan menyakitinya seperti apa yang dilakukan keluarganya. Rian yang saat itu satu kelas dengan Livia dan juga teman sejak Taman Kanak-kanak, berusaha untuk tetap berteman dengannya. Setiap kali Livia menghindarinya dan bersikap kasar padanya, Rian akan bersikeras bertahan.

Sampai suatu saat, salah satu saudara dari Ayah Livia, berusaha menculik Livia agar Livia mau menganggap Tantenya itu sebagai walinya dan membatalkan keabsahan Pamannya sebagai wali. Tante Livia menculiknya saat Livia pulang sekolah.

Karena Livia dijauhi teman-temannya, tidak ada yang tahu bahwa ada beberapa orang asing yang berusaha menculik Livia. Hanya Rian lah yang mengetahui hal tersebut. Rian kemudian berlari untuk melindungi Livia sambil berteriak kencang. Teriakan Rian pun terdengar sampai ke ruang Guru.

Para Guru kemudian lari menuju tempat Rian dan berhasil membuat para penculik Livia tertangkap. Livia sangat ketakutan akibat percobaan penculikan itu. Melihat Livia gemetaran, Rian langsung memeluknya. Saat itulah Rian berjanji akan selalu di sisi Livia. Ucapan Rian sontak membuat Livia menangis keras di pelukan Rian. Sejak itulah, mereka menjadi lebih dekat dan menjadi sahabat.

'Andai aku punya kesempatan kedua …'

"Akan kuberikan kau kesempatan kedua …"

'Suara ini … Siapa?' Sama-samar, Rian mendengar suara wanita yang sangat merdu.

"Aku Nyai Roro Kidul, penguasa wilayah ini. Aku akan memberimu kesempatan kedua sebagai kompensasi atas apa yang dilakukan anak buah ku …"

'Kompensasi?'

"Dan juga, hati-hati lah dengan sesuatu yang ada di dalam otakmu …"

'Sesuatu di dalam otakku? Sistem Uji Nyali?'

"Selamat tinggal, saatnya kau bangun!"

Rian melihat setitik cahaya di antara kegelapan. Rian mencoba menggapainya dan ia pun terbangun dengan tangannya menggenggam tangan seseorang.

"Kamu sudah sadar?"

"Pak Arta?"

"Syukurlah kamu tidak apa-apa." Pak Arta bernafas lega sambil tetap menggenggam erat tangan Rian.

"Apa yang terjadi denganku pak?" Rian melihat sekelilingnya, dan ia sangat familiar dengan tempat ini. Terlihat jam di dinding menunjukkan waktu pukul 2 pagi.

"Kamu ditemukan pingsan di pinggir jalan. Warga yang menemukanmu langsung membawamu ke Rumah Sakit."

"Pingsan? Ahhh, lukaku!” Dengan panik Rian meraba - raba dadanya, namun tidak ditemukan luka tusuk. ‘Tidak mungkin! Jelas-jelas aku ditusuk dengan tombak!’

“Kenapa Rian? Apa ada yang sakit?” tanya Pak Arta dengan penuh kekhawatiran.

“Eh, nggak pak … nggak apa - apa kok …” ucap Rian. ‘Apakah ini kesempatan kedua yang diberikan sebagai kompensasi dari Nyai Roro Kidul?’ Rian kembali mengingat momen kematiannya. Ia merasa amat kesal atas kelemahannya. ‘Untuk bisa bertahan hidup, kecerdasan saja tidak cukup! Kekuatan juga diperlukan untuk beberapa situasi tertentu. Aku nggak akan menyia-nyiakan kesempatan keduaku ini. Aku harus bertambah kuat! Demi Livia, aku harus bisa bertahan hidup! Aku tak mau membiarkannya sedih lagi! Aku tak membiarkannya sendirian lagi! Dan setelah aku memiliki kekuatan yang cukup, akan kupastikan aku akan membalasmu, Blorong!’

Ding

[Kondisi spesial telah terdeteksi]

[Misi baru telah terbuka, -Jalan Menuju Orang Paling Greget Di Dunia 2-]

[Misi ini bersifat WAJIB, Host tidak bisa menolak dan secara otomatis menerima misi ini]

______________________________________________________________________

Halaman Misi

- Tantangan Cermin (Pemula)

- Jalan Menuju Orang Paling Greget Di Dunia 1 (Spesial)

- 7 Keajaiban SMA Avernus

- Kamar Kos No.4 (Normal)

- Rumah Sakit Jiwa Terbengkalai

- Kamar Mayat Fakultas Kedokteran Universitas Avernus

- Pintu Air Jagir

- Radio Kematian

- Telepon Hantu

- Misi : Jalan Menuju Orang Paling Greget Di Dunia 2

*Tingkat Kesulitan : Spesial (Nightmare)

*Hadiah : 5000 poin, Uang Tunai 999.999.999, Keris Naga Runthing (Fake)

*Batas Waktu : Sampai Host berhasil melayangkan pukulan ke wajahnya.

*Status Penyelesaian : 0%

*Deskripsi :

Untuk menjadi orang paling greget, langkah kedua adalah Host harus memiliki kekuatan yang mendukungnya. Punya nyali namun tidak memiliki kekuatan sama saja cari mati. Jadilah kuat dan balas Nyi Blorong.

- Terkunci

______________________________________________________________________

'Hahahahaha ... Bahkan Sistem Uji Nyali pun mendukung resolusiku!' Rian mengepalkan tangannya.

“Lalu bagaimana dengan wanita yang ada di sampingku?"

"Wanita? Kamu sendirian saat ditemukan pingsan. Apakah kamu bersama seseorang?"

“Apakah Bapak percaya tentang adanya Werewolf?"

"Werewolf? Maksudmu wanita yang kau sebut itu seorang Werewolf!?" Rian mengangguk atas pertanyaan Pak Arta.

"Tidak mungkin! Seharusnya sesuai perjanjian yang ada, Werewolf tidak boleh ada di sini! Seandainya boleh pun, Werewolf tidak diperbolehkan menggunakan kekuatannya. Kalau kamu mengetahui identitas wanita itu sebagai Werewolf, berarti dia menggunakan kekuatannya di depanmu?" Rian kembali mengangguk menjawab Pak Arta.

"Hmmm, ini lebih serius dari yang Bapak duga. Bapak akan menghubungi Departemen terkait milik Pemerintah." Kemudian Pak Arta keluar kamar untuk menghubungi seseorang.

Satu jam kemudian, Pak Arta masuk bersama seorang Wanita berambut pendek sebahu. Wanita tersebut tampak memiliki ekspresi yang sangat dingin. "Saya Mira dari Departemen Penanggulangan Bencana Supranatural." sambil Mira menjabat tangan Rian.

"Saya Rian, murid SMA Avernus."

"Rian, apa benar kamu melihat Werewolf?"

"Iya, itu benar."

"Bagaimana ciri-ciri wujud manusianya?"

"Dia Wanita cantik, berumur sekitar 20an, berambut pendek lurus. Ada tahi lalat di bawah bibirnya."

"Ada tahi lalat di bawah bibirnya ya … Tidak salah lagi, dia Putri keluarga Greywolf. Terima kasih atas keterangannya. Kami mohon kalian berdua untuk merahasiakan ini." Mira menyodorkan kertas berisi kontrak Non Disclosure Agreement. Setelah Pak Arta dan Rian menandatanganinya, Mira memberikan kartu namanya dan pergi.

"Jadi ada organisasi macam itu di Indonesia?"

"Tentu saja ada. Semua negara juga memilikinya. Hanya saja mereka merahasiakannya dari khalayak umum. Dunia ini tidak seperti yang kita lihat Rian. Ada banyak kegelapan yang orang biasa tidak ketahui. Tidak hanya mafia, geng, dan bandar narkoba saja, namun juga makhluk-makhluk seperti keluarga Greywolf juga ada banyak. Mereka semua hidup berdampingan dengan kita."

"Kenapa Bapak mengetahui semua ini?"

"Sudah kubilang bukan, keluarga Bapak sedikit spesial. Suatu saat kamu akan paham kalau kau dekat dengan Alena."

Mendengar nama Alena, Rian teringat dengan mobilnya. "Mmm, Pak Arta … Saat aku ditemukan, apakah ada mobil Ferrari merah terparkir di dekat situ?"

"Bapak tidak tahu, memang mobil siapa?"

Rian mengeluarkan kunci mobil dengan gantungan berlogo kuda jingkrak. "Mobil mu?"

"Pinjem Pak. Hehehe …"

"Oke, nanti Bapak ambilkan, kemungkinan besar mobilnya masih terparkir di sana … kamu istirahat dulu di sini, masih jam setengah 4 pagi sekarang." ucap Pak Arta sambil melihat jam di dinding.

"Baik Pak. Tapi teman-temanku belum ada yang tahu kan kalau aku masuk rumah sakit?"

"Belum ada. Yang tahu cuma Bapak dan Kakak. Namun sepertinya Kakak belum memberitahu Alena. Apa perlu Bapak hubungi mereka?"

"Nggak perlu Pak, kalau bisa tolong rahasiakan ini dari mereka semua."

Setelah itu, Pak Arta keluar dan meminta Rian untuk Beristirahat dulu. Terlebih lagi nanti malam Rian akan melakukan Live Broadcast 7 Keajaiban SMA Avernus. Karena tidak adanya luka dan indikasi penyakit lainnya, Dokter jaga pada saat itu memperbolehkan Rian pulang setelah Rian sadar. Namun Pak Arta menginginkan Rian untuk istirahat di Rumah Sakit dulu sampai siang.

"Lama tak jumpa ya, Dokter …" ucap Rian sambil melihat ke pojok ruangan. Orang lain akan menganggap Rian gila karena di sana tidak ada orang. Namun di mata Rian, di sana berdiri seorang dokter yang tidak memiliki mata. Berbeda dengan saat bertemu, sekarang baju dokternya mulai muncul bercak merah.

"Cih … Sekarang kamu sudah tidak takut padaku lagi! Kenapa tiba-tiba mengajakku mengobrol? Ingat, jika ada kesempatan aku benar-benar akan memakanmu!"

Setelah sadar bahwa ini kamar Rumah Sakit, Rian langsung membeli Jimat Perlindungan. Maka dari itu Rian tenang dalam menghadapi Hantu Dokter. Hantu Dokter pun mengerti saat melihat gelang yang ada di lengan Rian.

"Aku ingin menawarkan sesuatu padamu, tertarik?"

......................

Di dalam lautan, terdapat suatu Istana megah. Ada banyak pasukan berjaga di depan Istana. Dalam sebuah Ruangan di Istana, terdapat 2 orang wanita cantik yang sedang berbicara. Salah satu wanita cantik tersebut duduk di singgasana, dan satunya lagi berlutut di depan singgasana.

"Yang Mulia, kenapa Yang Mulia menyelamatkan bocah itu?"

"Blorong, sudah kubilang kita harus menjalin hubungan baik dengan manusia! Jangan asal bunuh!"

"Tapi—"

"Tidak ada tapi-tapian! Dan apakah kamu tahu bahwa bocah laki-laki itu ada hubungannya dengan 'mereka' ?

"Mereka? Maksud Yang Mulia adalah He–?"

"JANGAN SEBUT NAMANYA!"

Blorong langsung muntah darah karena teriakan Nyai Roro Kidul. "Ma-Maafkan Blorong, Yang Mulia." Blorong bersujud di hadapan Nyai Roro Kidul.

"Jangan! Pernah! Sebut namanya! Ingat itu baik-baik! Dia dapat merasakan siapa pun yang menyebut namanya. Dan aku tidak menginginkan hal itu."

"Baik Yang Mulia!"

"Aku hanya tidak habis pikir, apa yang sebenarnya mereka rencanakan. Memasukkan hal seperti itu ke dalam otak seorang anak muda, sungguh sangat berbahaya. Tunggu dulu, apakah mungkin …" Nyai Roro Kidul menyadari apa yang mereka lakukan.

...~End Of Arc 1~...

Terpopuler

Comments

Wong kam fung

Wong kam fung

dari mereka semua

2022-11-16

0

Adico

Adico

Rian pikirkan dirimu sendiri sebelum memikirkan livia

2022-09-27

1

Syahrul

Syahrul

mantap dan terima kasih ya dah mampir. novelmu sudah saya masukan ke faforit. mari kita saling dukung satu sama lain kakak :D

2022-09-12

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Hari Pertama
3 Tantangan Cermin
4 Kemampuan Khusus
5 Pembicaraan Antar Wanita
6 Hantu
7 Kontrak
8 Klub Ekstrakurikuler
9 Misi Baru
10 Petualangan Tak Terduga Risky (I)
11 Rapat Pertama Tim
12 Bapak Kos Yang Tidak Ramah
13 Misteri Terpecahkan
14 Pembunuh
15 Motif
16 Mendadak Viral
17 Perubahan
18 Kencan
19 Mati
20 Resolusi Baru
21 Alicia
22 Tangisan
23 Rika
24 Penelusuran Ditunda
25 Operasi Menangkap Buaya (I)
26 Operasi Menangkap Buaya (II)
27 Penjara
28 Dukun?
29 Petualangan Tak Terduga Risky (II)
30 Dukungan Banyak Orang
31 Sigit
32 Rusak
33 Bebas
34 Nightmare
35 Cincin
36 Salah Paham
37 Penghasilan Dari TeckTock
38 Memulai Kembali Penelusuran
39 Side Story : Yohan (I)
40 Tangga Tak Berujung (I)
41 Tangga Tak Berujung (II)
42 Kemampuan Khusus Mata Baru
43 Alter
44 Kembali
45 Sistem Baru?
46 Pensiun?
47 Konsultasi Tentang Mimpi (I)
48 Konsultasi Tentang Mimpi (II)
49 Apartemen Keluarga Sejahtera
50 Bukan Kamar 303?
51 Penyebab Winny Sering Keramas
52 Misteri Di Balik Kamar 303
53 Masuk Ke Kamar 303
54 Cepat Bangunkan Dia!
55 Kabur
56 Tak Terkontrol
57 Terasa Tidak Enak
58 Keluarga Greywolf
59 Penjelasan Tono (I)
60 Penjelasan Tono (II)
61 Misi Berantai
62 Pak Effendi Kembali
63 Rencana Besar Nightmare
64 Sang Pemimpi
65 Ekstrim
66 Ledakan
67 Marah
68 Melacak
69 Bertemu Dengan Handler
70 Musnahnya Keluarga Sugiharto
71 Berlibur
72 Pak Arta Sang Dewa Judi
73 Bermain Dadu
74 Khilaf
75 Kembali Ke Indonesia
76 Pasien
77 Terkunci Di Dalam
78 Acara Berkabung
79 Tiga Kandang
80 Arti Dan Maksud Kandang Besi
81 Pasien Berbahaya
82 Kisah William
83 Eksperimen Rumah Sakit
84 Catatan Direktur
85 Pentunjuk Tentang Pintu
86 Siaran Dimatikan Paksa
87 Pengakuan Langsung Direktur
88 Winny Alter
89 Kontrak Roh Jahat Pertama
90 Jaka Dan Sigil
91 Janji
92 Kencan Dengan Alicia
93 Kemampuan Khusus Rio
94 Membeli Tanah
95 Bunuh Diri Masal
96 Bunuh Diri Berlanjut
97 Memetic Effect
98 Cerita
99 Makan Steak Manusia
100 Jebakan
101 Fase Berikutnya
102 Kesedihan Rian
103 Kekacauan
104 Rio Beraksi Lagi
105 Rata
106 Pertarungan Rio
107 Bertemu Nightmare
108 Berakhir?
Episodes

Updated 108 Episodes

1
Prolog
2
Hari Pertama
3
Tantangan Cermin
4
Kemampuan Khusus
5
Pembicaraan Antar Wanita
6
Hantu
7
Kontrak
8
Klub Ekstrakurikuler
9
Misi Baru
10
Petualangan Tak Terduga Risky (I)
11
Rapat Pertama Tim
12
Bapak Kos Yang Tidak Ramah
13
Misteri Terpecahkan
14
Pembunuh
15
Motif
16
Mendadak Viral
17
Perubahan
18
Kencan
19
Mati
20
Resolusi Baru
21
Alicia
22
Tangisan
23
Rika
24
Penelusuran Ditunda
25
Operasi Menangkap Buaya (I)
26
Operasi Menangkap Buaya (II)
27
Penjara
28
Dukun?
29
Petualangan Tak Terduga Risky (II)
30
Dukungan Banyak Orang
31
Sigit
32
Rusak
33
Bebas
34
Nightmare
35
Cincin
36
Salah Paham
37
Penghasilan Dari TeckTock
38
Memulai Kembali Penelusuran
39
Side Story : Yohan (I)
40
Tangga Tak Berujung (I)
41
Tangga Tak Berujung (II)
42
Kemampuan Khusus Mata Baru
43
Alter
44
Kembali
45
Sistem Baru?
46
Pensiun?
47
Konsultasi Tentang Mimpi (I)
48
Konsultasi Tentang Mimpi (II)
49
Apartemen Keluarga Sejahtera
50
Bukan Kamar 303?
51
Penyebab Winny Sering Keramas
52
Misteri Di Balik Kamar 303
53
Masuk Ke Kamar 303
54
Cepat Bangunkan Dia!
55
Kabur
56
Tak Terkontrol
57
Terasa Tidak Enak
58
Keluarga Greywolf
59
Penjelasan Tono (I)
60
Penjelasan Tono (II)
61
Misi Berantai
62
Pak Effendi Kembali
63
Rencana Besar Nightmare
64
Sang Pemimpi
65
Ekstrim
66
Ledakan
67
Marah
68
Melacak
69
Bertemu Dengan Handler
70
Musnahnya Keluarga Sugiharto
71
Berlibur
72
Pak Arta Sang Dewa Judi
73
Bermain Dadu
74
Khilaf
75
Kembali Ke Indonesia
76
Pasien
77
Terkunci Di Dalam
78
Acara Berkabung
79
Tiga Kandang
80
Arti Dan Maksud Kandang Besi
81
Pasien Berbahaya
82
Kisah William
83
Eksperimen Rumah Sakit
84
Catatan Direktur
85
Pentunjuk Tentang Pintu
86
Siaran Dimatikan Paksa
87
Pengakuan Langsung Direktur
88
Winny Alter
89
Kontrak Roh Jahat Pertama
90
Jaka Dan Sigil
91
Janji
92
Kencan Dengan Alicia
93
Kemampuan Khusus Rio
94
Membeli Tanah
95
Bunuh Diri Masal
96
Bunuh Diri Berlanjut
97
Memetic Effect
98
Cerita
99
Makan Steak Manusia
100
Jebakan
101
Fase Berikutnya
102
Kesedihan Rian
103
Kekacauan
104
Rio Beraksi Lagi
105
Rata
106
Pertarungan Rio
107
Bertemu Nightmare
108
Berakhir?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!