Keesokan harinya, Rian sudah diperbolehkan pulang. Berdasarkan pemeriksaan lanjutan, tidak ditemukan keanehan pada mata Rian. Tubuh Rian yang dipenuhi garam membuat Dokter yang memeriksanya tak henti memberikan tatapan aneh. Walau begitu, Dokter tersebut tetap bersikap profesional dan meresepkan Vitamin untuk Rian. Biaya rawat inap Rian ternyata telah dilunasi oleh Pak Arta semalam, Rian pun terkejut saat tahu hal itu. Rian berpikir untuk berterima kasih secara langsung.
Waktu telah menunjukkan pukul 09.00, di mana jam pelajaran SMA Avernus sudah lewat 2 jam. Sebagai Wali Kelasnya, Pak Arta telah memberikan Rian ijin masuk terlambat. Jarak rumah Rian dengan Rumah Sakit Avernus tidaklah jauh, hanya berjarak 2 KM saja. Hantu Dokter tidak mengikutinya ke Rumah, sepertinya ia terikat dengan Rumah Sakit dan tidak bisa keluar dari wilayahnya.
Saat Rian tiba di rumah, Rian melihat keanehan pada rumahnya. Jendela depan terbuka lebar. Terlihat bekas congkelan pada bingkai jendela.
"Sial, rumahku kemasukan maling. Tapi apa yang ingin dicuri dari rumahku? Tv saja aku nggak punya."
Bau pesing menyeruak ketika Rian masuk. Rian pun berkeliling rumahnya untuk mengecek apa ada yang dicuri. Namun Rian tidak menemukan satupun benda yang hilang. Rian hanya menemukan bercak air seni yang telah mengering di depan kamar mandinya. "Anjir, apakah maling tersebut masuk hanya untuk kencing?!"
Begitu masuk kamar mandi, Rian dikejutkan dengan banyaknya retakan pada cermin di atas wastafel. Rian mengira cermin yang retak adalah perbuatan sang maling. Tak ambil pusing, Rian segera bersih - bersih dan bersiap untuk sekolah. Sebelum berangkat, Rian tak lupa mengecek misi yang ia terima semalam.
______________________________________________________________________
Halaman Misi
- Tantangan Cermin (Pemula)
- Misi : Jalan Menuju Orang Paling Greget Di Dunia 1 (Spesial)
*Tingkat Kesulitan : Easy
*Hadiah : 10 poin, Uang Tunai Rp 50.000.000, Jimat Pelindung Lv 1
*Batas Waktu : 04.00 WIB
*Status Penyelesaian : 100%
*Deskripsi :
Untuk menjadi orang paling greget, langkah pertama adalah Host harus memiliki nyali yang besar. Bertahan Hiduplah dari gangguan Hantu Dokter sampai pukul 04.00
{Selesaikan Misi}
- Terkunci
- Terkunci
______________________________________________________________________
"Oke, Selesaikan misi!"
Ding
[Selamat, Host mendapat 10 poin, uang tunai Rp 50.000.000, dan Jimat Perlindungan Lv 1]
[Total Poin sekarang 11]
[Hadiah uang tunai sudah berada dalam kantong]
[Hadiah Jimat Pelindung: Gelang Daun Kelor sudah berada dalam kantong]
"Aku rasa aku belum pernah melihat halaman kantong." ucap Rian sambil menekan tombol kantong.
Dalam halaman kantong tampak 2 icon bergambar uang dan gelang berwarna hijau. Ketika Rian menekan icon gelang, muncul informasi mengenai gelang tersebut.
______________________________________________________________________
Gelang Daun Kelor
Level : 1
Jenis : Jimat Pelindung
Deskripsi :
Jimat berbentuk gelang yang terbuat dari daun kelor. Dapat melindungi pemakainya sebanyak satu kali dari serangan makhluk supranatural. Setelah digunakan, gelang ini akan hancur. ______________________________________________________________________
"Sistem, bagaimana cara aku mengambil barang dalam kantong?"
[Host hanya perlu menekan dua kali icon barang yang ingin diambil]
Klik Klik
Di tangan Rian, kini muncul Gelang Daun Kelor. Ia pun langsung memakainya pada tangan kirinya.
“Dan sekarang, saatnya main dish! Huehehehehe …” Rian tertawa penuh nafsu sampai air liurnya menetes.
Klik Klik
Setumpuk uang senilai Rp 50.000.000 muncul di atas tempat tidur Rian.
“Huehehehehe … Huehehehehe … Aku tidak miskin lagi! HAHAHAHAHA … Uhuk - uhuk …” Sadar dirinya terlalu bersemangat, Rian mulai menenangkan diri.
“Sistem, apakah aku bisa menyimpan kembali uang ini dalam Kantong ?”
[Bisa, Host hanya perlu menyentuh benda yang mau disimpan sambil berpikir untuk menyimpannya di Kantong milik sistem]
Rian mempraktekkan apa yang dijelaskan oleh sistem. Sekejap, uang tersebut hilang, dan muncul icon bergambar uang pada halaman Kantong. Rian lalu menyentuh tas ransel sekolahnya, dan dalam sekejap tas tersebut juga menghilang. Takjub, Rian tak henti mencoba untuk memasukkan semua benda yang ada di kamarnya. Meja kursi, tempat tidur, semuanya dapat masuk ke dalam Kantong. Namun saat Rian ingin menyimpan salah satu buku di raknya, buku tersebut tidak bisa masuk.
“Sistem, kenapa buku ini tidak bisa masuk? Padahal tempat tidurku yang sebesar itu saja bisa masuk?”
[Host, jumlah barang yang bisa disimpan dalam Kantong hanya terbatas 20 slot. Jika ingin menambah jumlah slot, Host harus membeli slot tambahan melalui fitur Toko]
“Omong - omong, kenapa uangnya tidak langsung masuk Rekening Bank saja? Apalagi sekarang sudah jamannya transaksi online dan Internet Banking, memiliki banyak uang tunai jadi sedikit merepotkan.” tanya Rian sambil memikirkan bagaimana ia menggunakan uangnya. Hutang yang ia harus dilunasi dalam waktu 3 bulan berjumlah 432 Juta Rupiah. Jadi uangnya masih belum cukup untuk menghentikan penyitaan rumahnya.
[Host, seluruh transaksi Perbankan di Indonesia diawasi oleh Dirjen Pajak. Jika tiba - tiba muncul uang dalam nominal besar dalam Rekening Bank yang dimiliki oleh anak remaja berusia 15 tahun dan hidup sendiri, bukan tidak mungkin Host akan menerima Surat Panggilan Pemeriksaan dari KPP. Bahkan host bisa dipidana atas tindak pencucian uang. Walau kali ini Host hanya menerima uang dalam jumlah kecil, tapi tidak menutup kemungkinan sistem akan memberikan hadiah yang lebih besar. Maka dari itu sistem hanya memberikan hadiah berupa uang tunai]
“Ughh, aku nggak nyangka bakal serumit itu …” Tak mau ambil pusing, Rian segera mengembalikan barang - barangnya yang ia masukkan Kantong dan kemudian berangkat ke Sekolah.
......................
“Woii, Rian … Akhirnya datang juga …” sapa Guntur di kelas. Sekarang waktu menunjukkan pukul 12.00 dimana jam istirahat SMA Avernus dimulai.
“Gimana, sudah enakan?” sambung Adi.
“Tentu saja sudah dong! Oh ya, ada tugas nggak nih kemarin dan pagi ini?”
“Karena minggu ini masih perkenalan, jadi masih belum ada tugas. Sepertinya mulai minggu depan deh. Kamu sudah pilih klub ekstrakurikuler belum?” balas Adi.
“Aku nggak punya waktu untuk kegiatan klub. Apalagi ada target yang harus ku raih dalam tiga bulan ini.”
“Target?”
Kemudian Rian menceritakan tentang penyitaan rumahnya 3 bulan lagi jika tidak segera dilunasi. “Maka dari itu, aku akan lebih fokus membuat konten TeckTock.”
‘Selama ada sistem, semua misi yang diberikan pasti sangat menarik untuk dijadikan konten. Aku nggak sabar menunggu misi selanjutnya.’ Antisipasi dan harapan yang berkobar terlihat pada mata Rian. Adi dan Guntur terkejut melihat hal ini. Seakan mereka melihat kembali Rian yang dulu.
“Tapi murid kelas X wajib mengikuti minimal satu klub ekstrakurikuler. Jika tidak, semester berikutnya kamu bisa dikeluarkan dari sekolah.”
“Ughhh …” Rian bingung harus bagaimana. Perkataan Guntur memang benar, sudah tradisi di SMA Avernus bahwa setiap murid harus mengikuti klub ekstrakurikuler.
“Bagaimana kalau kita buat klub baru? Dengan klub baru, kita bisa lebih bebas.” Suara Alena terdengar dari belakang Rian.
“Ide bagus itu, ayo kita buat klub sendiri yang beranggotakan tim Pemburu Hantu Official! Nanti kegiatannya membuat konten misteri di TeckTock.” ajak Livia yang ada di samping Alena.
“Oke, kalau begitu kita putuskan nama klub kita klub Pemburu Hantu. Yaaay …”
“Umm, Alena … Apakah klub dengan nama seperti itu bakal diterima?” Rian tidak yakin nama seperti itu bakal diterima. Walau begitu, ia senang dengan ide Alena untuk membentuk klub sendiri. Dengan adanya Klub, ia bisa menggunakan dana dari sekolah untuk membeli perlengkapan Live Broadcast yang lebih baik.
“Pastilah~”
“Okelah … Sekarang tinggal mencari guru yang mau jadi penanggung jawab klub.”
“Kalau itu serahkan padaku, hehehe …“ Alena terlihat yakin sekali dengan ini. Melihatnya begitu, Livia hanya bisa menggelengkan kepalanya seakan paham dengan apa yang akan dilakukan Alena.
......................
“Pak Arta~ ...“ Alena muncul dari belakang Pak Arta
‘Mau apa lagi ini anak … Biasanya kalau gaya bicaranya manja dan centil begini pasti ada maunya.’
Melihat Alena membawa formulir pembuatan klub ekstrakurikuler baru, Pak Arta sadar apa yang diinginkan keponakannya itu. “Bapak tidak mau jadi penanggung jawab klub ini.” Jawab Pak Arta dengan tegas setelah melihat nama klub tersebut.
“Tapi Pak– “
“Tidak ada tapi - tapian! Apa - apaan dengan nama klub ini? Sudah pasti OSIS menolaknya!”
“Ta-tapi cuma ini nama yang terpikir olehku. Apalagi nama ini sesuai banget dengan kegiatan klub, dimana kita membuat konten TeckTock misteri bersama Rian. Ayolah Pak ...”
Mendadak, mata Pak Arta terbelalak. Ia pun terlihat sangat senang dan bersemangat. “Rian juga ikut?”
"Iya Pak"
"Oke, sini formulirnya, Bapak tanda tangani sekarang." senyum Pak Arta.
'Ughh, apa keimutan ku masih kalah sama Rian? Begitu mendengar namanya, mood Om Arta langsung berubah. Masak Om Arta lebih sayang sama Rian daripada keponakannya sendiri? Tunggu dulu, sayang?! Nggak - nggak - nggak - nggak. Jangan memikirkan itu Alena, kamu masih kecil, jangan bayangkan itu!!!'
"Ini formulirnya."
Dengan canggung, Alena menerimanya. "Iya, makasih Pak."
"Hmm?" Pak Arta sedikit heran dengan sikap Alena. Jika ia tahu apa yang dipikirkan keponakannya itu, Pak Arta pasti menjitak kepala Alena.
......................
"Lihat nih, berhasil kan aku dapat guru penanggung jawab, huhu …" Alena memamerkan formulir yang Pak Arta telah tanda tangani.
Clap Clap Clap
Rian, Livia, Tika, Guntur, dan Adi bertepuk tangan atas keberhasilan Alena. Dengan semangat, mereka berenam bersama - sama menuju ruang OSIS untuk mendaftarkan Klubnya. Ruang OSIS berada di lantai dasar, bersebelahan dengan Mushola dan gereja.
Tok Tok Tok
"Masuk…" Terdengar suara wanita dari balik pintu. Setelah mereka masuk, mereka melihat seorang siswi kelas XI yang sedang sibuk mengerjakan sesuatu. Siswi berkacamata tersebut terlihat cantik dan anggun dengan rambut panjangnya.
"Ada yang bisa saya bantu?"
"Maaf kak, kami mau menyerahkan formulir pembuatan klub ekstrakurikuler." jawab Rian. Alena kemudian memberikan formulir yang ia pegang.
Setelah membaca sejenak, wajah ramah kakak kelas tersebut berubah menjadi kesal. Dengan nada ketus, ia menjawab "Kami tidak bisa menerima permintaan kalian!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments
Adico
Ganteng dan juga baik 👍👍👍
2022-09-26
2
クロスケフジン:キツネ
terus visual Rian mana
2022-09-19
1
biawakman
pak Arta ganteng juga
2022-09-01
1