“Rian, kamu nggak apa - apa kan? Apa ada yang sakit?” Livia memberondong Rian yang baru memasuki kelas dengan pertanyaannya. Tampak Ia begitu khawatir dengan kondisi Rian.
Bingung dengan maksud pertanyaan Livia, Rian bertanya, “Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu? Aku nggak apa - apa kok, tenang saja ….”
“Aku tuh khawatir banget sama kamu setelah nonton video TeckTock mu. Apalagi kamu juga datang hampir terlambat. Aku takut kamu kenapa-napa!”
“Lho, kamu menontonnya?”
“Tentu saja. Bukan hanya aku, teman - teman sekelas lainnya juga sudah menontonnya. Video mu sudah menjadi trending topic pagi ini dan menduduki peringkat ke 9.”
‘Se-viral itu kah?’ Karena kelelahan, Rian bangun kesiangan dan hampir terlambat. Oleh karena itu Rian tidak sempat mengecek akun TeckTocknya. Ia Senang mendengar videonya masuk daftar Trending Topic, yang artinya akan semakin banyak follower channel miliknya. Dengan follower yang banyak, akan semakin besar juga jumlah donasi yang Rian terima dari para penontonnya.
“Ehem ehem. Di sekolah kita memang tidak ada larangan untuk berpacaran, tapi tolong jangan tunjukkan afeksi kalian di depan kelas, terlebih lagi saat bel masuk sekolah sudah berbunyi. Bapak akan menutup mata kali ini, tolong kalian berdua segera kembali ke tempat duduk masing-masing.” sindir Pak Arta yang baru saja masuk.
“Hahahaha” Seisi kelas pun tertawa melihat hal ini.
Setelah Rian duduk, pak Arta mulai mengabsen satu persatu murid kelas X-6.
"Sstt … Sstt … Rian" Dari kiri Rian, dengan suara pelan Alena memanggil Rian.
"Kamu nggak apa-apa kan?"
"Iya, aku nggak apa-apa kok, hehehe" Hati Rian gembira mendengar kekhawatiran Alena.
"Aku tadi pagi waktu scroll-scroll video TeckTock, lihat ada video trending baru. Pas aku tonton, ternyata itu video mu melakukan permainan horor. Video mu beneran nakutin, apalagi pas ada suara-suara pukulan dari balik pintu. Bikin kaget dan tegang. Tapi kamu di video tersebut seperti kesakitan dan lemah. Aku sangat khawatir melihatmu seperti itu. Tolong jangan lakukan hal-hal yang berbahaya demi konten. Aku nggak mau kamu kenapa-kenapa." ucap Alena dengan tulus.
"Maaf, tapi aku harus tetap terus melakukan hal seperti ini lagi."
"Kenapa? Apakah ini alasan yang sama dengan mengapa kamu kemarin berteriak di depan gerbang sekolah?"
"Ughh ..." Jantung Rian terasa seperti ditusuk mendengar ucapan Alena. Rian pun mengangguk sebagai konfirmasi jawabannya.
"Aku nggak tahu apa yang menjadi alasanmu, tapi aku nggak mau kamu dalam bahaya lagi. Maka dari itu aku memutuskan untuk ikut membuat konten denganmu."
"Ha??? Tadi ngomong apa Alena, bisa diulangi lagi? Kayaknya tadi aku sedikit salah dengar."
"Aku serius, aku mau ikut kamu dalam pembuatan konten TeckTock."
"HAAAA~???"
"RIAN MORFRAN! Jangan berteriak dalam kelas. Dari tadi pagi kamu terus saja membuat masalah. Nanti pulang sekolah temui bapak di ruang BK."
"Ah, maaf pak." Rian berusaha meminta maaf agar tidak dipanggil ke ruang BK, namun Pak Arta tak menggubrisnya. Pak Arta terlihat marah karena Rian berteriak saat Pak Arta sedang serius mengabsen. Dari belakang Rian, Livia terus menatap tajam Alena, seakan marah karena hewan buruannya telah direbut. Tika pun menunjukkan ekspresi ketidak sukaannya dengan kedekatan antara Alena dan Rian.
Tak mau pusing dengan panggilan Pak Arta, Rian mengaktifkan sistem dan melihat halaman misi.
______________________________________________________________________
Halaman Misi
- Misi : Tantangan Cermin (Pemula)
*Tingkat Kesulitan : Easy
*Hadiah : 10 poin, Terbukanya fitur Gacha dan Kantong
*Batas Waktu : ~
*Status Penyelesaian : 93%
*Deskripsi :
Host harus mengucapkan namanya sendiri 3x di depan cermin dalam kamar mandi pukul 03.04 WIB dini hari dengan berbekal penerangan sebuah lilin.
*Catatan :
Jangan lupa kunci pintunya. Sekali memulai tantangan permainan ini, jangan pernah berhenti dan meninggalkan tantangan ini di tengah - tengah permainan.
{Selesaikan Misi}
- Terkunci
- Terkunci
______________________________________________________________________
“Sistem, kenapa Status Penyelesaiannya hanya 93%? Bukankah aku sudah menyelesaikan tantangan tersebut?”
[Status Penyelesaian Misi dihitung berdasarkan proses dan kinerja Host dalam menyelesaikan Misi. Jika ada proses ataupun kinerja yang dirasa kurang, maka Status Penyelesaian tidak akan mencapai 100%. Host tetap bisa menyelesaikan misi Status Penyelesaian tidak mencapai 100% dengan menekan tombol {Selesaikan Misi}. Tombol ini akan muncul ketika Status Penyelesaian mencapai angka 70%]
“Sistem, Apa kinerjaku ada yang kurang? Atau ada proses yang salah?”
[Host harus memikirkan sendiri masalah tersebut.]
“Hmmm, apakah karena aku tidak langsung menyebut namaku tiga kali? Atau karena aku hampir terlena dengan kembaranku dalam cermin? Hmmm, Lupakan dulu dah, yang penting sekarang aku coba dulu untuk menyelesaikan misi ini.” Gumam Rian sambil menekan tombol {Selesaikan Misi} pada layar Sistem uji Nyali.
Ding
[Selamat, Host mendapat 9 Poin. Fitur Gacha dan Kantong telah terbuka.]
"Kok cuma 9 poin? Bukannya hadiahnya 10 poin?"
[Jumlah Poin yang diterima menyesuaikan dengan tingkat Status Penyelesaian. Karena Status Penyelesaian dalam misi ini hanya 93%, maka Poin yang didapatkan adalah 90% dari total Poin yang dijanjikan]
"Jadi begitu ya. Tapi walau aku mendapat 10 poin penuh pun aku tetap tidak bisa melakukan Gacha. Apakah tidak ada event khusus pemula supaya mendapat diskon untuk pertama kali Gacha?"
Ding
[Penawaran Terbatas. Cuma hari ini, 1x Gacha hanya 8 Poin. Terbatas untuk pengguna baru dan hanya berlaku satu kali]
'Anjir, sudah kayak klaim voucher di toko online orange aja, ada syarat dan ketentuan berlaku seperti itu'
Melihat adanya diskon Gacha, Rian segera membuka halaman Gacha. Dalam halaman Gacha, terdapat 2 buah tombol, yaitu tombol {1x Gacha} dan {10x Gacha}. Dibawah tombol tersebut tertera jumlah poin yang harus dibayarkan. Untuk 1x Gacha, dibutuhkan biaya 20 Poin, namun angka tersebut dicoret menjadi 8 Poin. 10x Gacha membutuhkan biaya 189 Poin. Rian pun tak ragu menekan tombol {1x Gacha}.
Tampilan layar sistem mulai berubah. Muncul simbol tongkat dengan dua ular yang melilit tongkat tersebut. 'Lagi - lagi simbol ini. Kalau nggak salah ini adalah tongkat Kadukeus, tongkat milik Hermes.'
Simbol Kadukeus itu mulai bercahaya dan berganti-ganti warna. Putih, merah, ungu, perak, dan emas, warna-warna tersebut terus bergantian muncul pada simbol Kadukeus. Sampai akhirnya, cahaya pada Kadukeus berhenti pada warna perak.
Ding
[Selamat, Host telah mendapatkan Kemampuan Khusus, Mata Batin. Proses Instalasi dimulai sekarang]
Seketika itu juga, mata kedua ular yang ada pada simbol Kadukeus mengeluarkan cahaya merah, kemudian kedua ular tersebut bergerak keluar dari Layar sistem dan menggigit kedua mata Rian.
Rian terkejut hingga terjatuh dari kursinya. Ia pun meringis kesakitan sambil memegang kedua matanya. "ARGHH!!!"
Seisi kelas terkejut dengan kejadian ini. Livia dan Alena yang duduk dekat dengan Rian langsung bereaksi dan coba menenangkan Rian. Pak Arta yang sedang mengabsen pun langsung berlari menghampiri Rian. Namun Rian terus berguling - guling di lantai sambil berteriak kesakitan. Dari sudut matanya, mengalir cairan berwarna merah.
“Rian, kamu kenapa?”
“Rian …”
Hal ini terjadi selama 5 menit. Tidak ada yang berani menyentuh Rian, karena setiap ada yang menyentuhnya, Rian akan berteriak lebih keras lagi seakan sentuhan mereka menyakitinya. Livia sampai menangis melihat kondisi Rian.
Ding
[Instalasi selesai]
[Selamat, Host sekarang telah menjadi pengguna Kemampuan Khusus]
Rasa sakit pada mata dan tubuh Rian telah menghilang, namun karena proses instalasi kemampuan khusus ini menyakitkan dan membebani tubuh Rian, ia pun jatuh pingsan.
Melihat Rian jatuh pingsan serta darah yang mengalir dari matanya, Pak Arta segera menggendong tubuh Rian dan bergegas menuju Rumah Sakit Universitas Avernus, yang masih satu kompleks dengan Fakultas Kedokteran Universitas Avernus. Livia yang sesenggukan kemudian lari mengikuti Pak Arta ke Rumah Sakit. Alena pun juga ikut mengejar Pak Arta.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments
Adico
eem livia cemas
2022-09-26
2
🍁🐇ana🐾
next,,
2022-09-06
0