Dor Dor Dor
"Tidak mungkin!"
“Ini pasti trik sulap!”
Peluru yang ditembakkan Eddy dan Tono semuanya berhenti di depan Risky, seakan ada tembok penghalang di depannya. Hanya dengan tersenyum, peluru - peluru yang berhenti tersebut berbalik arah dan meluncur mengenai tubuh Eddy. Tubuh Eddy pun tersungkur ke tanah.
“Satu jatuh, masih ada 10 target lagi.” ucap Risky sambil melirik ke arah Tono yang masih gemetaran di samping mayat Eddy.
“To-to-tolong jangan bunuh aku! Aku hanya menjalankan perintah! Aku tahu kasus ini sedikit aneh dan tidak sesuai prosedur, tapi–”
Cetik
Dengan menjentikkan jarinya, kepala Tono terpelintir. Padahal Risky sama sekali tidak menyentuhnya. “Bagaimana menurutmu? Apa kau puas?”
“Tapi apakah ini nggak apa - apa? Aku merasa kasihan pada mereka.” ucap Risky dengan wajah sedihnya. Sesaat kemudian, wajah sedihnya hilang dan berganti dengan ekspresi mengejek. “Humph, kau sudah melakukan kontrak denganku. Kau tidak bisa mundur lagi! Aku tahu hari ini adalah pertama kalinya kau membunuh, kau harus membiasakan itu. Ingatlah, jika aku tidak membunuh mereka, mereka akan membunuhmu dengan timah panas. Ayo kita lanjutkan perburuannya.” Tak lama kemudian, muncul asap putih dari tubuh Eddy dan Tono. Asap tersebut terhisap ke dalam mulut Risky. Risky pun terlihat bertambah kuat setelah menghisap asap tersebut. Mata Risky berubah menjadi hitam legam sejenak dan kembali normal setelah proses penyerapan selesai.
“Sebelum itu, bolehkah aku menemui keluargaku? Melihat dari kejauhan saja nggak apa - apa kok. Aku rindu dengan mereka. Sudah satu bulan lebih aku melarikan diri. Pasti adikku sekarang khawatir denganku. Aku takut dia dirundung karena statusku.”
“Jika adikmu dirundung, bunuh saja perundungnya. Sebagai kontraktorku, kau juga bisa menggunakan kemampuan khusus, bahkan tanpa pertukaran sepadan.”
“Pertukaran sepadan? Apa itu?”
“Setiap menggunakan kemampuan khusus, manusia akan mengorbankan umurnya. Semakin sering menggunakan kekuatannya. Semakin pendek umur mereka. Berbeda dengan kita. Kekuatanmu bangkit karena kau melakukan kontrak denganku. Jadi kekuatanmu tidak berasal dari tubuhmu, namun dari kontrak dan keinginanmu. Dan kita bisa bertambah kuat dengan memakan jiwa manusia yang telah kita bunuh seperti tadi.”
“Jadi asap tadi jiwa manusia? Hueekk...” Risky muntah setelah mengetahui kenyataan ini. Ia ternyata telah memakan jiwa manusia. Bahkan ia merasa bahwa asap tadi sangat lezat.
“Hahahaha, enak bukan? Kau pasti ketagihan nanti, hehehe…”
“Kalau begitu, ketika adikku dirundung, aku serahkan urusan membunuhnya padamu!”
“Mohon maaf aku harus menolak hal itu. Kau harus melakukannya sendiri.”
“Lho, kenapa? Padahal kita sudah melakukan kontrak?”
“Maka dari itu aku tidak bisa melakukannya, karena itu tidak sesuai dengan isi kontrak yang kita jalin. Kecuali aku menyelesaikan kontrakku denganmu dengan membunuh 9 target lainnya, baru aku bisa membunuh manusia di luar kontrak. Lagi pula kau harus membiasakan diri dalam membunuh. Apalagi memakan jiwa manusia yang telah kau bunuh akan membuat kita jauh lebih kuat. Semakin Kuat kita, semakin mulus balas dendam mu.”
Setelah itu, mereka pergi meninggalkan kompleks rumah sakit tua terbengkalai tempat mereka membunuh dua anggota polisi tersebut. Komplek rumah sakit tersebut hanya berjarak 10 KM dari SMA Avernus. Ini adalah hari kedua sejak Risky menjalin kontrak dengan Setan. Butuh waktu sehari untuk Setan memulihkan lukanya karena gagal merasuki Rian. Setelah pulih, Setan Risky mulai berburu orang - orang sesuai dengan kontraknya. Pertama - tama, ia sengaja membocorkan tempat persembunyiannya pada pihak Kepolisian untuk memancing mereka. Akhirnya dua anggota Polisi yang juga masuk dalam daftar kontrak datang. Pada akhirnya Setan Risky membunuh mereka dengan mudah.
......................
Tiiiing
Matahari mulai terbenam. Jam sekolah telah usai, siswa siswi SMA Avernus mulai bergerombol keluar dari gedung sekolah. Risky menggunakan jaket hoodie berdiri bawah pohon yang ada di luar pagar Sekolah. Ia terus mengamati murid - murid SMA Avernus yang keluar melewati gerbang sekolah. Setelah setengah jam menunggu, ia akhirnya melihat adiknya, Tika, sedang berjalan bersama tiga cowok dan 2 cewek. Risky mengenal Alena, namun ia tidak mengenal empat murid lainnya. Tika terlihat cemberut dengan salah satu siswa yang berjalan bersamanya.
Deg Deg Deg Deg
Seketika timbul amarah dalam diri Risky. “Rian Morfran!” bisik Setan Risky yang sedang mengambil alih kendali sambil mengepalkan tangannya. "Cih…"
Risky bingung dengan alasan Setan yang tiba - tiba emosi dan ingin membunuh orang bernama Rian. Dan Risky baru tahu orang yang bernama Rian sepertinya teman adiknya. Setan tidak pernah memberitahu Risky apa alasan dia marah sampai ingin membunuh Rian, bahkan sejak awal kontrak.
Brukk
Tiba - tiba Risky jatuh tersungkur. Di belakangnya, berdiri seorang cewek pirang bertubuh pendek dengan gaya rambut twin tail. Ia tampak mengenakan seragam SMA Avernus dan masih dalam pose menendang. "Hei mesum, kenapa kau terus memandangku penuh nafsu dari tadi!?"
"Aku tidak memandang mu!" Risky terheran dengan tingkah cewek pirang ini. Risky tak menyadari bahwa cewek pirang itu ada berada di belakang Tika dan terjadi kesalahpahaman di antara mereka.
"Jangan bohong kamu, dasar cowok mesum! Aku dari tadi merasakan kamu terus melihatku!"
"Nona, apa perlu saya bersihkan sampah ini?" Dari belakang cewek pirang, muncul seorang pria tua memakai baju pelayan. Tampak ia baru turun dari mobil Rolls Royce Phantom yang berhenti di samping pohon.
"Bawa cowok ini ke rumah, aku akan menghukum sendiri cowok mesum ini!"
"Baik nona."
BUKK
Dalam sekejap, pandangan Risky mendadak kabur dan jatuh pingsan.
......................
"Ughh, kenapa sakit sekali leher belakangku?" Risky terbangun di kursi belakang mobil.
"Hohoho … saya tak menyangka anak muda sepertimu hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk sadar."
"Ugh, kamu pelayan yang tadi? Ini di mana?" Melihat sekelilingnya, Risky sadar ia berada di mobil milik cewek pirang itu. Cewek pirang itu sendiri sekarang duduk di samping Risky.
"Oh, kami sudah bangun. Bagus kalau begitu. Karen mulai sekarang, kamu juga bisa ikut berpikir bagaimana keluar dari masalah ini." ucap dengan tenang cewek pirang tersebut.
"Masalah?"
Dor Dor Dor Dor Dor
Mobil Rolls Royce Phantom tersebut bergerak zig zag menghindari tembakan dari belakang sekaligus menghindari mobil di depannya.
"Waaahhh!!!" teriak Risky yang kaget dengan manuver yang dilakukan pelayan tua itu.
Jalanan sore kota Surabaya memang agak padat, namun hal tersebut tidak menghentikan manuver mobil Rolls Royce yang ditumpanginya.
"Ini gilaa! Apa mereka nggak takut Polisi menangkap mereka?"
"Jika mereka takut, mereka nggak akan melakukan ini di jalanan yang ramai ini!."
Saat ini, mereka melaju di jalan Tunjungan yang notabene selalu ramai. Namun hal itu tidak menghentikan mobil di belakang Risky untuk tidak melepaskan tembakan.
"Siapa mereka sebenarnya?"
"Kemungkinan besar mereka ada suruhan perusahaan saingan Ayahku."
Tiba - tiba saja, mobil di belakangnya mengeluarkan RPG. "Damn, itu RPG laucher!" teriak Risky panik.
Siuuuuuu
Roket dari RPG launcher melesat dengan cepat. Tampak cewek pirang tersebut sudah pasrah dengan semua ini. Tidak ingi mati sebelum membalaskan dendamnya, Risky menggunakan kekuatannya. Dengan tangannya, ia mengirimkan gelombang telekinesis untuk mengubah jalur roket tersebut ke sebelah kirinya.
BOOOM
Salah satu bangunan di jalan Tunjungan pun hancur. Mobil yang ada mengejar mereka pun berhenti mengejarnya.
"Hah … Hah … Hah …" Risky kelelahan karena ia belum biasa menggunakan Telekinesis. Sebelumnya, Setan Risky lah yang menggunakan Telekinesis dengan ahlinya ketika membunuh kedua Polisi tadi siang.
"Kamu pemilik kemampuan khusus?" tanya cewek pirang. Ia tidak menyangka bahwa Risky adalah pemilik kemampuan khusus.
"I-iya…" jawab Risky dengan canggung.
Dari arah kanan, muncul mobil Jeep yang mencoba mendahului mobil mereka. Namun mendadak Jeep tersebut banting setir. "NONA, AWAS!"
BRAAK
Cewek Pirang tersebut menutup matanya. Namun, setelah beberapa saat, tidak terjadi apa - apa. Cuma angin sepoi - sepoi saja yang ia rasakan. Begitu ia membuka matanya, ia melihat dirinya melayang.
"Cih, kalau kau tidak dalam keadaan darurat kayak begini aku nggak bakal keluar!" keluh Setan Risky sambil menggendong ala putri cewek pirang tersebut.
Setan Risky kemudian memandang dingin cewek yang digendongnya. "Hei cewek pirang, siapa namamu?"
Dengan wajah memerah, dia menjawab. "E-Elly … Namaku Elly, kalau kamu?"
"Risky."
'Waahhh, keren sekali Risky! Jauh berbeda dengan saat bertemu di depan sekolah. Benar - benar seperti orang yang berbeda. Apalagi sikap dan tatapannya, ihh~ bikin hatiku berdegup kencang!' teriak Elly dalam hati.
"Wah lihat, orang itu terbang!"
"Mana? Oh iya! Ayo cepat rekam!"
Di bawah, banyak orang yang merekam Risky melayang di udara. Menyadari hal ini, Risky terbang pergi dan mendarat di Belakang Gedung Siola Surabaya.
"Terima kasih … Terima kasih telah menyelamatkanku!" Tunduk Elly pada Risky. Respon Setan Risky hanya mengangguk sambil terus mengawasi ujung gang. "Cih, cepat sekali mereka menyusul."
Dari ujung gang, muncul dua monster berbentuk menyerupai serigala. Elly terkejut melihat kedua makhluk itu. "Werewolf! Bagaimana mungkin mereka menggunakan kekuatan Werewolf di sini!"
"Memang ada larangan menggunakan kekuatan Werewolf?"
"Karena Indonesia termasuk Eastern Region. Makhluk yang berasal dari Western Region tidak boleh masuk ke Eastern Region, kecuali ada izin dari penguasa Eastern Region. Itu pun dengan syarat Western Creature tidak boleh menggunakan kekuatannya selama dalam Eastern Region."
"Ada peraturan seperti itu?" Bahkan Setan Risky yang hidup ribuan tahun pun tidak mengetahui aturan tersebut.
"Karena mereka yang melanggar lebih dulu, anggap saja ini termasuk pembelaan diri." Elly melepas anting dengan hiasan salib. Seketika itu, aura Elly berubah. Matanya berubah menjadi merah. Giginya mulai tumbuh taring. Warna rambut pirangnya berubah menjadi perak. Yang tidak berubah hanya tingginya yang tetap 145 cm.
Setan Risky terkejut dengan perubahan Elly. Ia merasa Elly jauh lebih kuat darinya. "Risky, sepertinya kita harus cepat menjadi kuat."
Elly langsung menerjang kedua Werewolf tersebut. Salah satu Werewolf mencakar Elly, namun Elly dengan mudahnya memotong tangan Werewolf yang menyerangnya, hanya dengan menggunakan kuku nya.
Werewolf kedua menggunakan kecepatannya berlari mengitari Elly dan berusaha mencari celah untuk menyerang. Dengan tenang, Elly menendang kepal Werewolf kedua sampai terputus.
Werewolf pertama begitu ketakutan melihat Elly yang begitu kuat. Werewolf tersebut lari, namun ketika akan mencapai ujung jalan, tubuh Werewolf tersebut terpotong - potong menjadi bagian kecil.
"Mohon maaf Nona, saya terlambat." Muncul pelayan Elly dari ujung gang, ia terlihat mengendalikan senar tipis yang memotong Werewolf tadi.
"Tidak apa - apa Walter, mereka sangat lemah. Apalagi mereka yang lebih dulu menggunakan kekuatannya, jadi aku bisa menggunakan hal itu sebagai alasan membela diri."
Risky yang sudah kembali menjadi dirinya kemudian menyadari, bahwa apa yang dilakukannya di mobil tadi sia - sia. Mereka jauh lebih kuat darinya. Jadi mereka pasti tidak akan mati hanya dengan serangan roket seperti itu.
'Setan, Werewolf, dan sekarang Vampir. Sepertinya hidupku memang sudah nggak bisa kembali normal.' gumam Risky sambil mengingat petualangannya hari ini yang tak terduga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments
yusuf
mc nya rian atau riky??
2023-04-05
1
Taufik Hidayat
MC nya siapa dah
2023-03-03
1
Wong kam fung
jangan setan kak, khodam kan sudah dikontrak wk
2022-11-15
2