Rian kini berada di kantor Polisi. Tangan kanan Rian terlihat sudah menggunakan perban. Karena Rian masih di bawah umur, pihak Kepolisian menghubungi Pak Arta sebagai walinya. Pak Arta terlihat sedikit kesal karena ia lagi - lagi di panggil karena Rian. Apalagi kali ini jam 1 dini hari.
Awalnya, Polisi menduga Rian adalah pembunuh berantai yang dilaporkan. Namun setelah pemeriksaan dan bukti video TeckTock, akhirnya mereka tahu bahwa orang yang terkapar itulah pembunuh berantai yang sebenarnya. Polisi juga menganggap apa yang dilakukan Rian adalah tindakan membela diri. Billy menderita luka yang sangat berat, namun nyawanya masih terselamatkan. Bahkan ia masih tetap sadar walau dengan kondisi seperti itu. Namun Polisi tetap tidak bisa melepaskan Rian karena ia adalah saksi utama dalam kasus ini.
Polisi mencerca Rian dengan puluhan pertanyaan yang di ulang - ulang secara acak. Setelah itu, petugas yang menangani Rian, Rudi Subroto menawarkan Rian untuk ikut dalam konferensi pers yang akan diselenggarakan setengah jam lagi.
"Pak, bolehkah aku bertanya mengenai kasus ini?"
"Oke silahkan, lagi pula kami juga akan mengumumkan kasus ini ke media."
"Apa motif Bapak Kos dan penghuni kos lainnya membantu Billy?"
"Pak Bagus bukan pemilik kos yang asli. Menurut pengakuannya, Bagus dulu hanya penghuni kos. Namun Billy membunuh keluarga pemilik kos dengan membakarnya. Motif Billy membakar mereka karena Putri mereka menolak cinta Billy."
"Berarti yang dibakar itu bukan keluarga penghuni kos, tapi pemilik kos?"
"Benar. Lalu kamar tempat kejadian itu awalnya dihuni Bagus. Billy yang akrab dengan Bagus mengiming - imingi Bagus dengan uang dan juga properti yang dimiliki keluarga pemilik kos. Bagus pun setuju dan ikut menyekap keluarga tersebut dalam kamarnya. Billy kemudian membakar mereka dan menyamarkan mereka sebagai penghuni kos. Bagus pun berpura - pura bahwa ia Bapak Pemilik kos. Ia pun memalsukan KTP nya dan kita juga kecolongan kalau KTP nya palsu. Bagus juga menderita Necrophilia, jadi ia dengan senang hati membantu Billy membunuh wanita lainnya. Karena setelah Billy membunuh target, Bagus akan menyetubuhi mayat korban sebelum di kubur dalam tembok."
"Ehem… Pak Polisi, tolong jangan bahas masalah persetubuhan. Rian masih di bawah umur." Pak Arta mengingatkan Rudi.
"Oh maaf, saya lupa kalau Rian masih di bawah umur. Pembawaan Rian terlihat seperti orang dewasa, jadinya saya lupa, maaf."
Namun Rian tidak mendengar semua itu. Yang ada benak Rian sekarang adalah bayangan Billy membunuh korbannya dan kemudian korban tersebut disetubuhi Bagus. Rasa amarah yang meledak - ledak kembali menyelimuti Rian. Pak Arta yang ada di sampingnya langsung mencengkram bahu Rian. Rian pun tersadar dari amarahnya.
Melihat Rian sudah tenang, Rudi kembali melanjutkan penjelasannya. "Penghuni kos lainnya ikut membantu awalnya karena mereka diancam akan dilaporkan Polisi. Mereka semua adalah pengguna narkoba. Bagus dan Billy menggunakan ini untuk mengancam mereka. Selain itu, uang yang dimiliki korban akan dibagi sesuai dengan job desk mereka."
Setelah berbincang sebentar, akhirnya waktu konferensi pers telah tiba. Pak Kapolrestabes Surabaya memimpin jalannya konferensi pers dan membeberkan tertangkapnya seorang pembunuh berantai beserta komplotannya. Rian sebagai orang yang membongkar kasus ini di elukan sebagai pahlawan. Sepak terjang Rian pun dijabarkan dengan lengkap. Terlebih semua itu bisa ditonton di channel TeckTock Rian, jadi tidak perlu ditutup - tutupi lagi. Semua media pun langsung memasang Headline mengenai Rian. Detektif SMA Memecahkan Kasus Pembunuhan Berantai, begitulah Headline yang mereka berikan. Namun Rian tidak tahu semua itu, karena setelah konferensi pers selesai, Rian dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Hati Sehat untuk menjalani pemeriksaan dampak psikologi dari kejadian ini.
......................
"Saya tidak menyangka mereka membuat Rujukan ke Rumah Sakit ini, apalagi ditangani langsung oleh Kakak."
"Arta, lama tak jumpa." Mereka pun saling berpelukan.
"Rian, ini kakak Bapak dan juga Dokter yang akan menangani mu."
Rian melihat Dokter tersebut sangat mirip dengan Pak Arta, dan sama - sama berkacamata juga. Yang membedakan hanyalah adanya tahi lalat di bawah bibirnya. Ia bahkan tampak muda. "Halo Dok, saya Rian murid Pak Arta."
"Saya Dokter Denis. Kalau kamu murid Arta, berarti kamu bersekolah di SMA Avernus?"
"Iya Dok."
"Anak saya kebetulan juga sekolah di sana. Dia baru masuk SMA beberapa hari yang lalu."
"Kakak, dia juga baru masuk SMA dan juga sekelas dengan Alena. Bahkan mereka cukup akrab." jelas Pak Arta.
"Wah, kebetulan sekali!" Senyum Dokter Denis
Mendengar Dokter Denis adalah Ayah Alena, Rian langsung mencium tangan Dokter Denis. "Iya Ayah Mertua, mohon bantuannya mulai sekarang!"
"Ayah mertua? Hubungan kalian sudah sedekat itu? Kenapa Alena tidak cerita sama sekali?"
Buuk
"Aduh!"
"Jangan dengarkan dia Kak. Rian memang dekat dengan Alena, namun menurut pengamatanku, Alena tidak ada perasaan sama sekali pada anak ini. Bisa di bilang hanya satu sisi saja." jelas Pak Arta setelah memukul kepala Rian.
"Kalau begitu semangat ya! Saya tidak melarang Alena berpacaran dengan siapa, yang penting tidak mengganggu prestasi kalian di sekolah."
"Baik Ayah Mertua!"
"Ok, kalau begitu ayo ke ruangan saya. Arta, kamu tunggu di luar ya."
"Oke."
Dokter Denis dan Rian masuk ke ruang pemeriksaan. Satu setengah jam, akhirnya Rian keluar dari ruang pemeriksaan. Rian diminta menunggu di luar ruangan, sementara Pak Arta berbicara berdua di dalam ruangan.
"Bagaimana hasilnya kak? Apakah Rian mengalami gangguan stres pasca trauma?"
"Iya, dari hasil pemeriksaan, Rian mengalami gejala PTSD. Emosi Rian sering tidak stabil. Aku akan melakukan terapi untuknya seminggu sekali."
"Baik Kak, nanti akan kuantarkan Rian kesini tiap kali jadwal terapi."
Di saat Pak Arta dan Dokter Denis berbincang, Rian mengecek sistemnya.
______________________________________________________________________
Halaman Misi
- Tantangan Cermin (Pemula)
- Jalan Menuju Orang Paling Greget Di Dunia 1 (Spesial)
- 7 Keajaiban SMA Avernus
- Misi : Kamar Kos No.4
*Tingkat Kesulitan : Normal
*Hadiah : 50 poin, terbukanya fitur Toko
*Batas Waktu : -
*Status Penyelesaian : 100%
*Deskripsi :
Penghuni kamar kos tersebut selalu menghilang. Apakah ini perbuatan makhluk supranatural atau perbuatan manusia? Temukan misteri dibaliknya dengan menginap di Rumah Kos tersebut.
{Selesaikan Misi}
- Rumah Sakit Jiwa Terbengkalai
- Kamar Mayat Fakultas Kedokteran Universitas Avernus
- Pintu Air Jagir
- Radio Kematian
- Telepon Hantu
- Terkunci
______________________________________________________________________
"Oke, selesaikan misi!"
Klik
Ding
[Selamat, Host mendapat 50 Poin. Fitur Toko terbuka.]
[Total Poin sekarang 61]
Rian tak sabar untuk melihat apa isi Toko. Namun ketika ia melihatnya, ia langsung menutupnya. 'Apa - apaan dengan benda yang di jual, kenapa poin yang dibutuhkan untuk barang - barang penting besar sekali! Jimat Perlindungan : Gelang Daun kelor aja butuh 50 poin dan itu paling murah. Senjata Terkutuk : Keris Mpu Gandring 1.700 poin, Teknik Kutukan : Rawa Rontek 15.000 poin … Damn, betapa miskinnya aku!' Rian pun akhirnya membeli Jimat Perlindungan : Gelang Daun Kelor untuk persiapan Live Broadcast Sabtu besok.
"Rian, ayo pulang. Bapak antarkan!" ajak Pak Arta yang baru keluar dari ruang pemeriksaan. Waktu telah menunjukkan Pukul 5 pagi dan sekolah di mulai pukul 7. Rian masih ada waktu untuk mempersiapkan diri ke sekolah.
......................
Tok Tok Tok
"Masuk!"
Seorang wanita masuk ke sebuah ruangan dengan membawa map bertuliskan "Subjek Eksperimen 2". Wanita tersebut menyerahkan map kepada seorang Pria Tua dengan rambut dan jenggot yang telah memutih.
"Jadi efek samping yang dialami Subjek Eksperimen 1 juga dialami Subjek Eksperimen 2?"
"Itu benar, ketua…"
"Sepertinya menginstal sistem langsung pada otak manusia akan membuat emosi Subjek tidak stabil. Setelah itu, Subjek lambat laun akan kehilangan jati dirinya. Kali ini, Subjek Eksperimen 2 mulai menunjukkan gejala itu."
"Apa yang selanjutnya harus kami lakukan?"
"Terus awasi!"
"Baik!" Wanita itu kemudian keluar dari ruangan.
Pria tua yang di panggil ketua tersebut terus memandang laporan bertuliskan Subjek Eksperimen 2. Dalam laporan itu, ada foto Rian dan juga profil lengkapnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments
Elok Fauziah
Thor saran, sebaiknya disana tertulis Halaman Misi Selesai. supaya bisa membedakan misi yang telah selesai sama yang belum
2024-05-11
0
Adico
Ntar Roh tersebut gentayangan
2022-09-27
1