Bapak Kos Yang Tidak Ramah

Ting Tong

Sosok pria tua berjanggut putih membuka pintunya. “Ada perlu apa?”

“Bisakah saya menginap di sini?” tanya Rian yang sekarang berdiri di depan Rumah Kos di Jalan Macan No.13. Rumah kos tersebut tampak tua. Dan masih ada bekas bangunan terbakar di lantai 2 nya. Awalnya, dulu Rumah Kos ini memiliki 10 kamar, 5 kamar lantai satu dan sisanya di lantai 2. Namun satu tahun yang lalu, keluarga yang tinggal di lantai 2 di bakar hidup - hidup. Pelakunya pun masih belum ditemukan sampai sekarang. Akibatnya lantai 2 dari Rumah kos ini terbakar dan tidak bisa digunakan lagi. Entah mengapa, lantai 2 yang terbakar tersebut sampai sekarang belum di renovasi.

“Berapa lama?”

“Semalam saja bisa?”

“Tck, 100.000.”

“Oh, oke.” sambil Rian pura - pura merogoh kantongnya, padahal ia mengambil uang tersebut dari Kantong dimensi milik sistem.

Bapak tua tersebut masuk ke dalam rumah dan mengambil kunci kamar bertuliskan angka 4 pada gantungannya. “Hanya tersisa kamar ini saja, yang lainnya sudah berpenghuni. Ingat, jangan keluar kamarmu di malam hari, apa lagi naik ke lantai 2.”

“Baik pak. Sebelumnya, apakah di sini menyediakan air minum? Karena saya haus–”

“Nggak ada! Cepat pergi ke kamar, atau kamu saya usir!”

‘Apa - apaan pemilik kos ini! Apa dia nggak peduli dengan customernya?’ keluh Rian melihat Bapak Kos yang sangat tidak ramah. Namun sebelum Rian masuk, datang seorang pria berusia 30an. Pria tersebut tampak seperti kurang tidur, kantung matanya terlihat tebal.

“Pak Tua, aku tahu pasti pacarku ada di dalam sana, cepat lepaskan dia!” teriak pria berkantung mata tersebut.

“Apa maksudmu!? Jangan ngomong macam - macam ya kalau nggak ada bukti! Dasar Gila!”.Bapak Kos itu pun menendang perut pria berkantung mata tersebut. Kemudian Bapak Kos tersebut masuk dan membanting pintunya.

BRAAKK

Rian membantu pria tersebut berdiri, “Kamu nggak apa - apa?”

“Hati - hati, jangan menginap di sini. Mereka semua berkomplot dan menculik pacarku! Jangan pernah percaya satu pun dari mereka!”

“Apa mas sudah lapor Polisi?”

“Tentu saja sudah. Bahkan mereka sudah kesini untuk memeriksa Rumah Kos ini. Namun mereka tidak menemukan bukti dan petunjuk satu pun.”

“Kalau Polisi saja nggak menemukan bukti bahwa mereka menculik pacar mas, bagaimana mas yakin mereka melakukannya? Dan juga, sudah berapa lama pacar mas hilang?”

“Pacarku menghilang 3 hari yang lalu. Dan aku punya bukti kuat bahwa mereka menculiknya!” Pria berkantung mata tersebut memperlihatkan ponselnya. Di sana ada SMS dari pacarnya bernama Windi.

Rian membacanya dengan perlahan. ”Tolong .. Aku?” Sadar ini adalah SMS permintaan tolong, Rian langsung memegang kedua bahu pria tersebut. ”Apa mas sudah melaporkan SMS ini pada polisi?”

“Aku tidak bisa melaporkannya. SMS ini terkirim tiap tengah malam sejak 3 hari yang lalu. Namun ketika aku tidur setelah membacanya, SMS ini hilang! Maka dari itu hari ini aku tidak tidur sama sekali, untuk membuktikan bahwa SMS ini bukan halusinasiku! Polisi akan menganggapku gila jika melihat keadaanku seperti ini,”

Melihat penampilan pria tersebut, sudah pasti Polisi akan menganggapnya gila. Bagaimana tidak, rambut acak - acakan, kantung mata yang tebal, dan emosi yang meledak - ledak karena kehilangan pacarnya. Semua kondisi tersebut sudah bisa membuat Polisi membawanya ke dinas sosial.

“Maka dari itu, kamu jangan menginap di sini, itu sangat berbahaya. Apalagi melihat umurmu yang masih belia, itu akan menjadi sasaran empuk mereka.”

“Mohon maaf mas, bukannya aku tidak mempedulikan peringatan mas, tapi aku punya alasan tersendiri untuk tetap menginap di sini malam ini. Terima kasih atas peringatannya.” tunduk Rian pada pria itu.

“Kalau boleh tahu, siapa namamu?”

“Rian, kalau mas?”

“Billy .. Hati - hatilah di sana. Mungkin kamu akan menemukan pacarku di dalam.” Pria tersebut kemudian keluar dari pekarangan Rumah Kos.

Setelah itu, Rian berjalan menuju kamarnya melalui pintu samping Rumah kos yang memang diperuntukkan sebagai jalan bagi penghuni kos. Ketika akan masuk, Rian bertemu dengan seorang pria paruh baya merokok di depan kamarnya Ia terlihat berbincang akrab dengan penghuni kos lainnya. Tapi ketika Rian datang, merek mendadak diam dan memandang Rian penuh waspada. Mereka kemudian bubar meninggalkan pria paruh baya yang sedang merokok. “Penghuni baru?”

“Iya pak.”

“Aku mendengar ada ribut - ribut di depan. Apa pria gila itu kesini lagi?”

“Bapak mengenal pria itu?”

“Orang itu sudah sering bertengkar dengan Bapak pemilik Kos. Pasti pria itu bercerita bahwa pacarnya diculik kan?”

“Iya, katanya pacarnya hilang sejak 3 hari yang lalu. Dia juga sudah lapor Polisi dan katanya mereka juga sudah mendatangi tempat ini.”

“Itulah makanya dia disebut gila. Aku sudah tinggal di Rumah Kos ini selama 6 bulan, dan tidak ada satu pun anggota Kepolisian datang kesini. Jadi jangan hiraukan perkataannya. Dia benar - benar sudah nggak waras.”

Setelah beberapa menit berbincang, Rian masuk kamarnya. Di dalam kamar, Rian melihat kamar kos nomor 4 ini sangat berdebu, seperti tidak pernah digunakan lama. Bau apek pun terasa menyengat. Rian duduk di kasur yang berdebu dan merenung. ‘Kamar ini sepertinya sudah lama tak dihuni, apa berarti Windi nggak menginap di kamar ini? Mungkin ini maksud dari misi Kamar No.4. Aku harus menemukan petunjuk mengenai orang - orang yang hilang di rumah Kos Ini. Belum tentu juga orang yang hilang tinggal di kamar ini. Jadi cerita tentang angkernya kamar nomor 4 ini bisa saja hanya kedok untuk menutupi kejadian yang sebenarnya.’ 

‘Dari cerita Bu Dhiani, sudah ada dua orang yang hilang di kamar ini. Lalu menurut penjelasan Billy, pacarnya juga menghilang di Rumah Kos ini, yang artinya korban ketiga. Menurut penjelasan pria yang tinggal di sebelah kamarku, tidak ada polisi yang datang ke tempat ini. Tapi pria paruh baya itu tidak menolak atau menjelaskan tentang hilangnya Windi, yang artinya kejadian itu nyata.’ 

‘Dari penglihatan mata batinku, di luar kamar hanya ada dua hantu perempuan yang tidak memiliki ego, kemungkinan mereka adalah dua korban yang hilang. Oke, mari sebut saja mereka Arwah Penasaran untuk membedakannya dengan Hantu Dokter yang memiliki ego. Lalu untuk SMS Windi pada Billy. Apakah ini membuktikan bahwa Windi masih hidup dan mencoba meminta tolong, ataukah ini adalah pesan dari Arwah Penasaran Windi?’

Rian terus merenung namun menemui jalan buntu. Akhirnya Rian coba untuk memeriksa kamar yang ia tinggali. Semua sudut kamar ia periksa, namun tidak ada satu pun yang mencurigakan.

Klotak

Tiba - tiba terdengar suara benda jatuh dari kamar sebelah. Rian yang penasaran mencoba menguping dengan menempelkan telinganya ke tembok. Begitu Rian menempelkan telinganya, pria paruh baya yang tinggal di kamar sebelah mendadak menyalakan Tv nya, dan ia mengatur suaranya dengan sangat keras. ‘Kenapa malam - malam malah menyalakan Tv sangat keras? Apakah ada kegiatan yang ingin disembunyikan?’ Rian semakin penasaran dan mencoba keluar. Ketika Rian membuka pintu, di depannya telah berdiri Bapak Kos tua berjanggut putih.

Deg

Sontak Rian terkejut melihatnya. Dengan nada sedikit gugup Rian bertanya padanya.  “I-iya Pak, ada apa ya?”

“Saya hanya mengantarkan minum. Tadi katanya haus? Ini saya bawakan.” sambil menyodorkan air mineral botol.

“Terima kasih Pak!”

“Emm …” jawab Bapak Kos itu. Kemudian ia langsung pergi menuju ruangannya.

‘Sungguh mengagetkan, tiba - tiba sudah berdiri di depan pintu tanpa suara. Hmm, tunggu … Bagaimana jika seandainya aku tidak ingin keluar dan membuka pintu, akankah Bapak Kos itu akan menunggu di depan pintu terus tanpa suara?’ Rian langsung merinding memikirkan hal itu.

‘Ini aneh … Bapak Kos itu sungguh nggak normal! Semua orang yang aku temui disini mencurigakan. Kalau begini caranya nyawaku bisa terancam! Damn, apanya yang misi tingkat normal, ini jelas - jelas lebih berbahaya daripada menghadapi Hantu!’ Rian pun teringat bahwa misinya bertahan hidup dari hantu hanyalah tingkat Easy. Jadi sudah sewajarnya tingkat normal seberbahaya ini.

‘Sebenarnya aku tidak mau membuat misi ini sebagai konten Live Broadcast. Aku juga berencana menyelesaikan misi ini diam - diam tanpa sepengetahuan teman - temanku. Namun sepertinya ini sulit untuk dilakukan. Nyawaku kali ini benar - benar terancam. Apalagi lawanku kali ini bukanlah makhluk supranatural yang tidak bisa melukaiku secara langsung, tapi manusia yang jelas bisa membunuhku. Dengan Live Broadcast, jika terjadi apa - apa padaku, orang - orang yang menonton ku pasti akan segera menghubungi pihak berwenang untuk menyelamatkanku!’ Tanpa ragu, Rian memulai Live Broadcast nya.

Terpopuler

Comments

Adico

Adico

Iiih Rian 😄😄

2022-09-27

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Hari Pertama
3 Tantangan Cermin
4 Kemampuan Khusus
5 Pembicaraan Antar Wanita
6 Hantu
7 Kontrak
8 Klub Ekstrakurikuler
9 Misi Baru
10 Petualangan Tak Terduga Risky (I)
11 Rapat Pertama Tim
12 Bapak Kos Yang Tidak Ramah
13 Misteri Terpecahkan
14 Pembunuh
15 Motif
16 Mendadak Viral
17 Perubahan
18 Kencan
19 Mati
20 Resolusi Baru
21 Alicia
22 Tangisan
23 Rika
24 Penelusuran Ditunda
25 Operasi Menangkap Buaya (I)
26 Operasi Menangkap Buaya (II)
27 Penjara
28 Dukun?
29 Petualangan Tak Terduga Risky (II)
30 Dukungan Banyak Orang
31 Sigit
32 Rusak
33 Bebas
34 Nightmare
35 Cincin
36 Salah Paham
37 Penghasilan Dari TeckTock
38 Memulai Kembali Penelusuran
39 Side Story : Yohan (I)
40 Tangga Tak Berujung (I)
41 Tangga Tak Berujung (II)
42 Kemampuan Khusus Mata Baru
43 Alter
44 Kembali
45 Sistem Baru?
46 Pensiun?
47 Konsultasi Tentang Mimpi (I)
48 Konsultasi Tentang Mimpi (II)
49 Apartemen Keluarga Sejahtera
50 Bukan Kamar 303?
51 Penyebab Winny Sering Keramas
52 Misteri Di Balik Kamar 303
53 Masuk Ke Kamar 303
54 Cepat Bangunkan Dia!
55 Kabur
56 Tak Terkontrol
57 Terasa Tidak Enak
58 Keluarga Greywolf
59 Penjelasan Tono (I)
60 Penjelasan Tono (II)
61 Misi Berantai
62 Pak Effendi Kembali
63 Rencana Besar Nightmare
64 Sang Pemimpi
65 Ekstrim
66 Ledakan
67 Marah
68 Melacak
69 Bertemu Dengan Handler
70 Musnahnya Keluarga Sugiharto
71 Berlibur
72 Pak Arta Sang Dewa Judi
73 Bermain Dadu
74 Khilaf
75 Kembali Ke Indonesia
76 Pasien
77 Terkunci Di Dalam
78 Acara Berkabung
79 Tiga Kandang
80 Arti Dan Maksud Kandang Besi
81 Pasien Berbahaya
82 Kisah William
83 Eksperimen Rumah Sakit
84 Catatan Direktur
85 Pentunjuk Tentang Pintu
86 Siaran Dimatikan Paksa
87 Pengakuan Langsung Direktur
88 Winny Alter
89 Kontrak Roh Jahat Pertama
90 Jaka Dan Sigil
91 Janji
92 Kencan Dengan Alicia
93 Kemampuan Khusus Rio
94 Membeli Tanah
95 Bunuh Diri Masal
96 Bunuh Diri Berlanjut
97 Memetic Effect
98 Cerita
99 Makan Steak Manusia
100 Jebakan
101 Fase Berikutnya
102 Kesedihan Rian
103 Kekacauan
104 Rio Beraksi Lagi
105 Rata
106 Pertarungan Rio
107 Bertemu Nightmare
108 Berakhir?
Episodes

Updated 108 Episodes

1
Prolog
2
Hari Pertama
3
Tantangan Cermin
4
Kemampuan Khusus
5
Pembicaraan Antar Wanita
6
Hantu
7
Kontrak
8
Klub Ekstrakurikuler
9
Misi Baru
10
Petualangan Tak Terduga Risky (I)
11
Rapat Pertama Tim
12
Bapak Kos Yang Tidak Ramah
13
Misteri Terpecahkan
14
Pembunuh
15
Motif
16
Mendadak Viral
17
Perubahan
18
Kencan
19
Mati
20
Resolusi Baru
21
Alicia
22
Tangisan
23
Rika
24
Penelusuran Ditunda
25
Operasi Menangkap Buaya (I)
26
Operasi Menangkap Buaya (II)
27
Penjara
28
Dukun?
29
Petualangan Tak Terduga Risky (II)
30
Dukungan Banyak Orang
31
Sigit
32
Rusak
33
Bebas
34
Nightmare
35
Cincin
36
Salah Paham
37
Penghasilan Dari TeckTock
38
Memulai Kembali Penelusuran
39
Side Story : Yohan (I)
40
Tangga Tak Berujung (I)
41
Tangga Tak Berujung (II)
42
Kemampuan Khusus Mata Baru
43
Alter
44
Kembali
45
Sistem Baru?
46
Pensiun?
47
Konsultasi Tentang Mimpi (I)
48
Konsultasi Tentang Mimpi (II)
49
Apartemen Keluarga Sejahtera
50
Bukan Kamar 303?
51
Penyebab Winny Sering Keramas
52
Misteri Di Balik Kamar 303
53
Masuk Ke Kamar 303
54
Cepat Bangunkan Dia!
55
Kabur
56
Tak Terkontrol
57
Terasa Tidak Enak
58
Keluarga Greywolf
59
Penjelasan Tono (I)
60
Penjelasan Tono (II)
61
Misi Berantai
62
Pak Effendi Kembali
63
Rencana Besar Nightmare
64
Sang Pemimpi
65
Ekstrim
66
Ledakan
67
Marah
68
Melacak
69
Bertemu Dengan Handler
70
Musnahnya Keluarga Sugiharto
71
Berlibur
72
Pak Arta Sang Dewa Judi
73
Bermain Dadu
74
Khilaf
75
Kembali Ke Indonesia
76
Pasien
77
Terkunci Di Dalam
78
Acara Berkabung
79
Tiga Kandang
80
Arti Dan Maksud Kandang Besi
81
Pasien Berbahaya
82
Kisah William
83
Eksperimen Rumah Sakit
84
Catatan Direktur
85
Pentunjuk Tentang Pintu
86
Siaran Dimatikan Paksa
87
Pengakuan Langsung Direktur
88
Winny Alter
89
Kontrak Roh Jahat Pertama
90
Jaka Dan Sigil
91
Janji
92
Kencan Dengan Alicia
93
Kemampuan Khusus Rio
94
Membeli Tanah
95
Bunuh Diri Masal
96
Bunuh Diri Berlanjut
97
Memetic Effect
98
Cerita
99
Makan Steak Manusia
100
Jebakan
101
Fase Berikutnya
102
Kesedihan Rian
103
Kekacauan
104
Rio Beraksi Lagi
105
Rata
106
Pertarungan Rio
107
Bertemu Nightmare
108
Berakhir?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!