Seharusnya Aku Tidak Membuatnya Marah

"Jangan terlalu dipikirkan!" kata eomma padaku, sepulangnya tiga anggota keluarga Kim itu dari kediaman kami. Eomma mengelus lembut kepalaku, hal yang sangat jarang eomma lakukan dan tentu saja itu membuatku terpaku. "Apa kau yakin, ini yang terbaik?" ucap appa menyela. "Jujur, aku tidak terlalu yakin dengan pilihanmu," lanjut appa mengingat Daehyun adalah tunangan pilihan eomma. Sedangkan appa lebih menginginkan aku bertunangan dengan putra sahabatnya. "Tenanglah. Tidak usah memikirkan pertunangan ini terlalu banyak. Kita tidak perlu buru-buru. Bukankah kita sudah sepakat untuk menundanya sampai kelulusan Daehyun?" kata eomma yang merasa bingung dengan tatapanku.

"Dan selama itu, Daehyun sudah berjanji untuk fokus dengan sekolahnya dan tidak akan mengganggumu lagi," lanjut eomma seraya tersenyum. Sedangkan appa hanya bisa menghela nafas panjang karena tidak bisa menolak keinginan eomma ini. "Mengganggu?" ucapku dengan kening mengerut. "Daehyun berjanji tidak akan mendekatimu dan merahasiakan pertunangan kalian sampai pesta pertunangan dilangsungkan. Jadi, kau bisa menjalani keseharianmu seperti biasa, katanya," lanjut eomma. Keningku semakin berkerut sambil bertanya dalam hatiku, "benarkah? Apa dia benar-benar tidak akan menggangguku lagi? Padahal sudah lebih dari sekali dia menggangguku dan itu jelas lebih dari sekedar nafsu untuknya!" Eomma kembali berkata, "Pelan-pelan, belajarlah agar lebih mengenal Daehyun. Percayalah, eomma memilihkan yang terbaik untukmu," seraya memelukku penuh kasih dan lagi-lagi, aku hanya bisa terdiam tanpa bisa membantah apalagi menolaknya.

***

Satu bulan berlalu begitu saja sejak kejadian itu. Setiap hari, aku bangun dan pergi ke sekolah seperti biasa. Tapi sejak Daehyun memberitahuku perihal taruhan itu, sekalipun aku tidak pernah bersedia menemui Namgil, apalagi bersedia bicara dengannya. Aku kesal karena merasa ditipu dan dipermainkan oleh Namgil. Padahal sudah berulang kali, Namgil berniat meminta maaf padaku. Tapi, aku tidak pernah memberikan kesempatan padanya, bahkan hanya untuk sekedar menyapaku. Dengan gigih, aku menghindari Namgil dan juga menjauhi Daehyun. Tapi anehnya, aku malah semakin akrab dengan Jiwon karena ia sering ditugaskan Daehyun dan Namgil sebagai perantara kedua pemuda itu untukku.

Bukan hanya hubunganku dengan mereka bertiga yang berubah, tapi perlahan, penampilanku pun ikut berubah. Sedikit demi sedikit, aku belajar menggunakan make up dan berpenampilan layaknya anak gadis seusiaku. Jika yang lain menyukai perubahanku, lain halnya dengan ketiga pria yang semakin menyebalkan di mataku. "Kenapa setelah putus, kau semakin cantik? Apa kau sengaja melakukannya untuk memanas-manasi aku?" tanya Namgil. "Sejak kapan kau berdandan seperti itu? Tidak cocok!" protes Yongju setiap kali aku bertemu dengannya. Sedangkan Daehyun mengatakan yang lain, "Apa kau puas membuatku menderita karena menahan diri untuk tidak mendekatimu?"

"Terserah aku karena ini hidupku!" sahutku ketika Daehyun menahanku yang lewat di depan kamar kecil khusus siswa saat jam pelajaran masih berlangsung. "Sepertinya, kau sangat menikmati menjadi pusat perhatian, ya?" sindirnya yang kesal mendengar jawabanku tadi. "Aku tidak peduli. Yang penting, aku nyaman," balasku seraya berniat melaluinya. Srett! Dengan cepat, ia menarikku ke dalam toilet dan langsung menyambar tepat bibirku. Semula, aku memberontak dengan kuat mengingat ini masih wilayah sekolah. Namun, saat kami menyadari ada beberapa siswa lain yang masuk ke dalam kamar kecil itu, ia langsung mengangkatku agar kakiku tidak terlihat dari pintu toilet yang menggantung.

Karena takut terjatuh dan ketahuan, aku semakin melingkarkan kedua kakiku di pinggangnya dan tak lupa tanganku berpegangan di bahunya. Dengan posisi seperti ini, aku bisa menatap jelas wajah tampan Daehyun untuk pertama kalinya setelah kejadian itu. "Ssttt..." ucapnya mengisyaratkan aku untuk tidak membuat suara apa pun dan aku pun mengangguk pelan. Melihat aku yang begitu penurut kali ini, ia tersenyum, lalu berbisik, "aku merindukanmu." Kemudian, ia pun memanfaatkan situasi dengan kembali menyambar bibirku. Lama ia mengecapnya, tanpa berniat melepaskan tautannya karena dengan bodohnya, perlahan aku juga membalas ciuman lembutnya.

"Jangan lupa, kau milikku!" bisiknya setelah ia mengakhiri ciumannya. Pikiranku benar-benar kosong dibuatnya. Bahkan sampai Daehyun memastikan kami keluar dari kamar kecil tanpa ketahuan siapa pun, aku masih seperti orang bodoh dengan tatapan kosong. "Astaga, apa yang aku lakukan!" pikirku tak habis pikir dengan apa yang baru saja aku lakukan. Seketika aku merasa jijik dengan diriku sendiri. Tatapan benciku yang seperti pisau tajam selalu berubah tumpul di depan seorang Kim Daehyun.

***

Melihat penampilanku yang semakin hari semakin cantik, membuat kerutan-kerutan di dahi Yongju. Pria tampan yang baru saja menginjak usia 21 tahun itu, semakin takut dengan perubahanku yang akan mengundang saingan cintanya. Seperti saat ini saja, Yongju yang melihatku datang ke agensi karena mengantarkan barang eomma yang tertinggal di rumah, menyambutku dengan kesal. Terlebih saat ia menyadari tatapan Junghwa yang hanya terarah kepadaku.

"Jika hyung bisa melihat ke dalam kepalaku, hyung mungkin akan mengejekku karena menyukai adik dari seniorku, apalagi gadis yang lebih tua dariku," pikir Junghwa yang mengalihkan tatapannya saat menyadari tatapan tidak suka Yongju padanya. Bukan hanya Junghwa yang menyadari tatapan tajam Yongju, tapi salah satu teman sesama trainee Junghwa. Trainee itu menyeringai pada Junghwa yang kehilangan arah pandangannya setelah Yongju menatapnya tajam.

"Penampilan macam apa itu? Apa kau tidak mempunyai baju yang lain? Ini juga, untuk apa harus berdandan segala? Centil! Mau pamer?" kata Yongju marah-marah di depanku. Aku pun malu karena di sana, selain aku dan eomma, juga ada banyak orang di sana. Aku bisa mendengar beberapa karyawan eomma yang tertawa kecil mendengar perkataan Yongju itu. Wajahku seketika berubah cemberut dengan kedua pipi putihnya yang menggembung dan bibirku yang mengerucut imut. "Apaan, sih! Tidak berdandan, diejek jelek. Sudah berdandan, malah dikira mau centil! Tidak memakai aksesoris, disebut seperti orang miskin! Giliran memakai aksesori, dituduh mau pamer! Cuma diam di kamar, katanya aneh! Aku jalan-jalan keluar rumah malah marah-marah! Mau oppa apa, sih?!" balasku kesal.

"Eomma, ayo ke ruangan eomma saja. Oppa menyebalkan!" ucapku merajuk dan langsung pergi seraya menarik tangan eomma. "Hei!" panggil Yongju, "aish, dasar manja!" lanjutnya, tapi kemudian karena merasa bersalah, ia malah menyusul kami ke ruangan eomma. "Hei, oppa hanya menunjukan penilaian oppa! Apa itu salah? Yang oppa ingin lakukan hanyalah untuk melindungimu. Apa kau tidak bercermin? Kau sekarang cantik seperti boneka dan itu membuat oppa takut," ketik Yongju, lalu mengirimkannya ke ponselku. Yongju terpaksa mengirimkan pesan padaku karena aku yang masih merajuk dan tidak mengizinkannya masuk ke ruangan eomma. Sedangkan eomma juga tidak mengizinkan kami bertengkar seperti kucing dan tikus di depannya. Jadi, eomma juga menyuruh Yongju keluar.

"Kau tahu, oppa mencintaimu. Ada terlalu banyak pikiran tak terbatas di kepala oppa. Salah satunya, bagaimana bisa dengan penampilan secantik itu, oppa merasa tenang melepaskan kau di luar sana?" lanjut Yongju frustasi karena aku hanya membaca tanpa membalasnya. Ia menghela nafasnya berat. "Seharusnya, aku tidak membuatnya marah! Padahal jarang-jarang kami bisa bertemu seperti ini," sesalnya seraya menatap pintu ruang kerja eomma. Ia pun memasukan ponselnya ke dalam saku celananya dan menyingkirkan dirinya dari depan ruang kerja eomma, kembali melakukan aktivitasnya sambil menunggu aku berhenti merajuk dan membalas pesannya tadi.

Episodes
1 Prolog
2 Aku Kesepian, Tapi Hari Ini Aku Bahagia
3 Bungamu Adalah Bungaku
4 Dia, Aku Memilihnya
5 Seharusnya Kau Lihat Sendiri
6 Karena Aku Pacarmu
7 Kau Cintaku Satu-satunya
8 Tidak Perlu Ikut Campur Dengan Hubunganku
9 Hanya Aku Yang Berjuang Mengejarmu
10 Tak Bisa Sembunyikan Detak Jantungmu
11 Bukankah Itu Yang Kau Inginkan?
12 Apa Yang Kau Lakukan Disana?
13 Tidak Akan Ada Yang Bisa Menghentikan Aku
14 Kau Hanya Pacarnya, Sedangkan Dia Tunangannya
15 Katakan Siapa! Karena Aku Yakin Bukan Dia
16 Apa Yang Terjadi Denganmu?
17 Jauhi Dia!
18 Sungguh Sempurna Untuk Jadi Istriku
19 Seharusnya Aku Tidak Membuatnya Marah
20 Selalu Membohongiku
21 Mendengarkan Cerita Masa Lalu
22 Tolong, Jangan Terlalu Keras Padanya
23 Cinta Akan Menemukan Jalannya
24 Menangis Hanya Karena Satu Gadis
25 Ceritakan Padaku Ceritamu
26 Tuan Muda Kim Yang Tampan
27 Jawabannya Sudah Ada, Aku Bahagia
28 I Am Not Your Baby
29 Sepertinya, Aku Juga Menyukainya
30 Yang Bagimu Biasa Saja, Bagiku Istimewa
31 Bagaimana Aku Bisa Bahagia Jika Kau Pergi
32 Mengering Karena Patah Hati
33 Berhentilah Bermain-main, Peterpan!
34 Maaf, Jika Dia Lebih Menyebalkan Dariku
35 Tolong, Bantu Aku Mencintaimu
36 Mari Kita Berpesta, Sayang!
37 Kau Yang Berpacaran Dengan Tunanganku
38 Aku Bertahan Bukan Untuk Akhir Seperti Ini
39 Otakku Yang Kotor Atau Dia Yang Beracun?
40 Persahabatan Tenggelam Karena Terjebak Kata Cinta
41 Mau Apa Lagi Kau Mencarinya?
42 Perkenalkan, Tuan Muda Kedua Keluarga Jeon
43 Pasang Saja Sendiri Cincin Sialan Itu Di Jarimu!
44 Aku Tidak Akan Menyerah Melindungimu
45 Selamat Siang, Bungaku
46 Sepertinya, Aku Memang Butuh Kehangatan
47 Jangan Salahkan Aku Karena Sudah Tak Tahan
48 Hukuman Karena Sudah Membuatku Cemburu
49 Beritahu Aku Jika Rasa Sakit Ini Bahkan Tidak Nyata
50 Hujan Cemburu Di Matamu
51 Di Atas Dua Hati Yang Retak
52 Perlahan, Aku Mulai Menyukai Permainanmu
53 Aku Akan Menerkammu Setiap Malam!
54 Sweet Strawberry Kiss
55 Merubah Good Girl Menjadi Bad Girl
56 Maukah Kau Menikah Denganku?
57 Kado Ulang Tahun Dariku Untukmu
58 Kali Ini, Aku Mengalah Demi Dirimu
59 Kemana Pun, Aku Akan Menuntutmu Bertanggung Jawab!
60 Untuk Siapa, Aku Sampai Semarah Ini?
61 Hukum Saja Aku Semaumu, Tapi Tidak Untuk Pergi Meninggalkan Aku
62 Jika Kau Rela Kehilanganku
63 Jika Ada Yang Menginjak Kakimu, Injak Balik Kepalanya!
64 Aku Tidak Peduli Apapun Lagi
65 Kalian Tidak Bisa Bersama Lagi
66 Aku Yang Menghamili Dan Aku Akan Bertanggung Jawab Menikahinya
67 Maaf, Kami Sudah Melakukan Sebisanya
68 Bungaku Yang Agung
69 Tolong, Lindungi Dia Untukku!
70 Aku Serahkan Semuanya Padamu Untuk Melanjutkannya
71 Satu Nama Untuk Diberi Karma
72 Di Antara Senyuman Manis, Senyumam Imut Dan Senyuman Hangat
73 Aku Takut, Aku Trauma
74 Katanya, Mirip Itu Jodoh
75 Aku Nelangsa Merindukanmu
76 Hari Ini Manis dan Kau Benar-benar Sangat Manis
77 Cinta Sejati Yang Tak Akan Pernah Berakhir
78 Kau Selalu Menjadi Satu-satunya Bungaku
79 Mawar Merah Darah
80 Benar-benar Mencurigakan
81 Kau Tak Sendiri, Ada Aku Di Sini
82 Secarik Surat Untukmu
83 Tiba-tiba Saja Menghilang
84 Undangan Untuk Teman Lama
85 Pesta Pernikahan Mantan
86 Aku Hanya Mengkhawatirkanmu
87 Membantu Dengan Caraku
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Prolog
2
Aku Kesepian, Tapi Hari Ini Aku Bahagia
3
Bungamu Adalah Bungaku
4
Dia, Aku Memilihnya
5
Seharusnya Kau Lihat Sendiri
6
Karena Aku Pacarmu
7
Kau Cintaku Satu-satunya
8
Tidak Perlu Ikut Campur Dengan Hubunganku
9
Hanya Aku Yang Berjuang Mengejarmu
10
Tak Bisa Sembunyikan Detak Jantungmu
11
Bukankah Itu Yang Kau Inginkan?
12
Apa Yang Kau Lakukan Disana?
13
Tidak Akan Ada Yang Bisa Menghentikan Aku
14
Kau Hanya Pacarnya, Sedangkan Dia Tunangannya
15
Katakan Siapa! Karena Aku Yakin Bukan Dia
16
Apa Yang Terjadi Denganmu?
17
Jauhi Dia!
18
Sungguh Sempurna Untuk Jadi Istriku
19
Seharusnya Aku Tidak Membuatnya Marah
20
Selalu Membohongiku
21
Mendengarkan Cerita Masa Lalu
22
Tolong, Jangan Terlalu Keras Padanya
23
Cinta Akan Menemukan Jalannya
24
Menangis Hanya Karena Satu Gadis
25
Ceritakan Padaku Ceritamu
26
Tuan Muda Kim Yang Tampan
27
Jawabannya Sudah Ada, Aku Bahagia
28
I Am Not Your Baby
29
Sepertinya, Aku Juga Menyukainya
30
Yang Bagimu Biasa Saja, Bagiku Istimewa
31
Bagaimana Aku Bisa Bahagia Jika Kau Pergi
32
Mengering Karena Patah Hati
33
Berhentilah Bermain-main, Peterpan!
34
Maaf, Jika Dia Lebih Menyebalkan Dariku
35
Tolong, Bantu Aku Mencintaimu
36
Mari Kita Berpesta, Sayang!
37
Kau Yang Berpacaran Dengan Tunanganku
38
Aku Bertahan Bukan Untuk Akhir Seperti Ini
39
Otakku Yang Kotor Atau Dia Yang Beracun?
40
Persahabatan Tenggelam Karena Terjebak Kata Cinta
41
Mau Apa Lagi Kau Mencarinya?
42
Perkenalkan, Tuan Muda Kedua Keluarga Jeon
43
Pasang Saja Sendiri Cincin Sialan Itu Di Jarimu!
44
Aku Tidak Akan Menyerah Melindungimu
45
Selamat Siang, Bungaku
46
Sepertinya, Aku Memang Butuh Kehangatan
47
Jangan Salahkan Aku Karena Sudah Tak Tahan
48
Hukuman Karena Sudah Membuatku Cemburu
49
Beritahu Aku Jika Rasa Sakit Ini Bahkan Tidak Nyata
50
Hujan Cemburu Di Matamu
51
Di Atas Dua Hati Yang Retak
52
Perlahan, Aku Mulai Menyukai Permainanmu
53
Aku Akan Menerkammu Setiap Malam!
54
Sweet Strawberry Kiss
55
Merubah Good Girl Menjadi Bad Girl
56
Maukah Kau Menikah Denganku?
57
Kado Ulang Tahun Dariku Untukmu
58
Kali Ini, Aku Mengalah Demi Dirimu
59
Kemana Pun, Aku Akan Menuntutmu Bertanggung Jawab!
60
Untuk Siapa, Aku Sampai Semarah Ini?
61
Hukum Saja Aku Semaumu, Tapi Tidak Untuk Pergi Meninggalkan Aku
62
Jika Kau Rela Kehilanganku
63
Jika Ada Yang Menginjak Kakimu, Injak Balik Kepalanya!
64
Aku Tidak Peduli Apapun Lagi
65
Kalian Tidak Bisa Bersama Lagi
66
Aku Yang Menghamili Dan Aku Akan Bertanggung Jawab Menikahinya
67
Maaf, Kami Sudah Melakukan Sebisanya
68
Bungaku Yang Agung
69
Tolong, Lindungi Dia Untukku!
70
Aku Serahkan Semuanya Padamu Untuk Melanjutkannya
71
Satu Nama Untuk Diberi Karma
72
Di Antara Senyuman Manis, Senyumam Imut Dan Senyuman Hangat
73
Aku Takut, Aku Trauma
74
Katanya, Mirip Itu Jodoh
75
Aku Nelangsa Merindukanmu
76
Hari Ini Manis dan Kau Benar-benar Sangat Manis
77
Cinta Sejati Yang Tak Akan Pernah Berakhir
78
Kau Selalu Menjadi Satu-satunya Bungaku
79
Mawar Merah Darah
80
Benar-benar Mencurigakan
81
Kau Tak Sendiri, Ada Aku Di Sini
82
Secarik Surat Untukmu
83
Tiba-tiba Saja Menghilang
84
Undangan Untuk Teman Lama
85
Pesta Pernikahan Mantan
86
Aku Hanya Mengkhawatirkanmu
87
Membantu Dengan Caraku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!