Kau Hanya Pacarnya, Sedangkan Dia Tunangannya

Tampak sebuah instrumen telah siap di atas panggung yang megah itu. "Apa semuanya sudah siap?" tanya manajer Yongju pada semua orang di ruang tunggu itu. "Ready!" jawab semua orang, kecuali Yongju, sang artis yang selalu memasang wajah masam. Yongju masih begitu mencemaskan keberadaanku sekarang yang masih belum bisa dihubunginya. "Hei Yongju, apa kau tidak takut terkena Benjamin Button kalau selalu cemberut seperti itu? Tersenyumlah!" ucap sang manajer. Namun, Yongju hanya membalas dengan tatapan kesal. "Ayolah, ini era emasmu. Setelah 2-3 kali penampilan lagi, kau bisa langsung pulang," lanjut manajer itu seraya menepuk bahu Yongju dengan pelan.

Yongju pun mulai berjalan dengan gaya angkuhnya, bahkan setelan jas putih yang ia gunakan plus tatapan tajamnya, menambah kesan dingin yang membuatnya seolah-olah seperti harimau yang sedang menaiki singgasananya. Di penampilannya kali ini, Yongju memamerkan kemampuannya bermain piano. Sebuah penampilan spesial yang sengaja ia tampilkan untuk dipersembahkan padaku, pujaan hatinya, tapi sayangnya aku tidak bisa melihatnya secara langsung. "Asal kau tahu, Hana, perasaanku padamu tak akan lekang oleh waktu. Terus membakar jiwaku. Walaupun harus menghadapi badai atau maut sekalipun, aku akan tetap pada tujuanku, hanya mencintaimu seorang, selamanya..." ucapnya dalam hatinya seraya memainkan pianonya sambil mengenang kembali masa-masa indahnya bersamaku.

***

Aku menghela nafas panjang dengan dada yang naik turun menyertainya. Sejak kembali ke ruangan, Daehyun kembali berulah dengan mencium Bitna dengan mesra. Tapi satu tangannya yang ia susupkan di belakang Bitna, malah menggenggam tangan Sooyun. Jika Jiwon dan Namgil bersikap acuh dengan apa yang dilakukan Daehyun, meski melihatnya dengan jelas, lain halnya denganku yang kesal bercampur jijik melihatnya. "Dasar anjing birahi!" umpatku kesal dalam hati seraya menatap Daehyun dengan tajam.

Deg! Mata Daehyun yang semula terpejam menikmati ciuman Bitna, membuka dan menatap tepat ke arahku. Entah kenapa setiap kali tatapan mata kami bertemu, sepasang mata Daehyun itu seolah menyihirku sampai aku terdiam dengan jantung berdebar. Aku terpaku memandangnya. Di bawah temaram lampu, pemandangan wajah tampannya yang tidak perlu diragukan lagi itu membuat wajah-wajah lain di sekelilingnya seperti tak nampak di mataku sampai aku tidak sadar, entah berapa lama, aku dan Daehyun saling tatap dalam diam. Dalam diam aku menyadari sesuatu, "Kenapa mataku hanya terfokus padanya? Kenapa si brengsek ini selalu ada di mana-mana dan mengotori penglihatanku? Hari ini juga, jelas-jelas dia brengsek, tapi kenapa aku masih menatap wajah brengseknya itu!"

Greb! Saat tengah menatap lekat Daehyun, Namgil tiba-tiba menarik daguku dan mencium bibirku. Bahkan lidahnya memaksa masuk. Karena tersentak dengan perbuatan Namgil yang tidak aku duga, aku mendorong Namgil dengan kuat hingga tubuhnya menjauh dariku. Ternyata bukan hanya Namgil yang terkejut dengan penolakanku, tapi semua orang di ruangan itu beralih menatapku dengan tanda tanya, terlebih aku langsung berdiri dari dudukku setelah mendorong Namgil tadi dengan wajah marah. "Apa yang oppa lakukan!" bentakku seraya menyapu kasar bibirku. Aku menatap tajam Namgil yang tersandar di punggung Jiwon. "Apa memang seperti ini cara kalian pacaran?" tanyaku yang mendapat cibiran dari Sooyun.

"Hei, berhentilah berlagak polos! Apa kau pikir, pacaran itu hanya sebatas berpegangan tangan seperti anak kecil?" kata Sooyun. "Sayang, diam!" sahut Jiwon. "Kenapa? Apa aku salah bicara? Bukannya sudah biasa berciuman dengan pacar sendiri? Dia saja yang sok suci!" lanjut Sooyun. Tiba-tiba aku teringat Yongju yang menyuruhku berhati-hati malam ini dan aku pun jadi merasa takut berada di ruangan ini bersama mereka. "Jadi, bagi kalian ini biasa? Berciuman di depan orang lain, bahkan dengan pacar dari sahabat sendiri?" kataku pelan.

Namgil berdiri dan menahan tanganku, "sayang, tenanglah! Maaf, aku hanya ingin menciummu," ucapnya. "Menjijikan!" ucapku seraya menatap tajam ke arah Daehyun. Daehyun membalasku dengan tatapan marahnya. Aku menepis tangan Namgil dan semakin memundurkan langkahku ketika ia semakin mendekatiku sambil berkata, "Hei, ingat hari ini adalah hari spesialku. Aku hanya ingin mendapatkan sebuah ciuman darimu sebagai ucapan selamat ulang tahun. Apa itu salah?" katanya.

"Berhenti, jangan memaksa Hana! Kau membuatnya takut," ucap Daehyun tiba-tiba menghentikan langkah Namgil dan membuat semua mata tertuju padanya, tapi sesaat kemudian semua tatapan itu kembali padaku saat aku berkata dengan lantang, "aku ingin kita putus! Terserah suka atau tidak, sekarang aku ingin kita putus!" ulangku dengan yakin. Dengan mataku, aku bisa melihat semua orang ternganga mendengar ucapanku itu, kecuali Daehyun yang tersenyum kecil saat atensiku beralih ke arahnya.

Aku tidak menghiraukannya. Tanpa pamit, aku langsung pergi dari ruangan itu, meninggalkan Namgil yang terdiam tak berkutik sama sekali dengan keputusan sepihakku karena bagaimana pun, ini bukan yang pertama kalinya aku meminta putus darinya. "Hei, hyung! Kenapa kau diam saja? Hyung tidak mengejarnya?" tanya Jiwon, tapi Namgil malah memilih duduk sambil menghela nafasnya. "Kejar dia sekarang! Jangan sampai menyesal nantinya!" lanjut Jiwon, tapi Namgil tetap tidak menggubrisnya. "Biarkan saja. Dia memang ingin putus sejak seminggu yang lalu, tapi aku yang memaksanya bertahan sampai hari ini," sahutnya seraya menenggak minumannya. "Haaah, padahal aku sudah nyaman dengannya," lanjut Namgil.

"Ck, masih banyak gadis yang lebih baik darinya yang masih mengantri untuk jadi pacarmu! Untuk apa kau memikirkannya? Kalau dia tidak mau, biarkan saja dia pergi," ucap Daehyun santai, tapi matanya menatap tajam Jiwon sejak sahabatnya itu menyuruh Namgil mengejarku. "Tapi, bagaimana Hana pulang? Tadi Hana bilang, dia diantar supir. Kalau begitu, aku akan menemaninya sampai supirnya datang," ucap Jiwon seraya berdiri dari duduknya. Deg! Jiwon membeku saat menyadari tatapan Daehyun yang seperti ingin membunuhnya. "Sial, aku lupa lagi kalau ada tunangannya di sini!" pikirnya.

"Sayang, apa tidak sebaiknya kau saja yang menemani Hana di depan?" ucap Jiwon pada Sooyun. "Kenapa harus aku? Tidak mau! Kalau kau mau, kau saja sana atau suruh saja Bitna yang menemaninya," sahut Sooyun cuek. "Aku?" tanya Bitna seraya menunjuk dirinya sendiri. Jiwon menatap Bitna dengan wajah memelasnya. "Baiklah, biar aku yang menemani Hana," sahut Bitna. Tapi sebelum Bitna bangun dari duduknya, Daehyun berdiri dari duduknya. "Mau ke mana?" tanya Bitna. "Toilet," jawab Daehyun singkat. "Kalian tunggu saja di sini, biar aku yang memastikan karyawanku di sini yang menemani Hana sampai dijemput," lanjutnya, seraya berlalu begitu saja. "Baiklah. Terserah kau saja," sahut Bitna seraya kembali duduk.

Jiwon menatap punggung Daehyun yang menghilang di balik pintu. "Katakan saja kalau kau yang ingin menemaninya!" pikir Jiwon, lalu beralih menatap Namgil yang menyandarkan kepalanya di kursi dengan mata terpejam. Jiwon menghela nafasnya panjang. "Sebenarnya, aku kasihan padamu, tapi mau bagaimana lagi? Sejak awal, kau memilih gadis yang salah. Kau tidak akan bisa merebut Hana dari adik sepupumu itu. Kau hanya pacarnya, sedangkan dia tunangannya," pikir Jiwon.

Episodes
1 Prolog
2 Aku Kesepian, Tapi Hari Ini Aku Bahagia
3 Bungamu Adalah Bungaku
4 Dia, Aku Memilihnya
5 Seharusnya Kau Lihat Sendiri
6 Karena Aku Pacarmu
7 Kau Cintaku Satu-satunya
8 Tidak Perlu Ikut Campur Dengan Hubunganku
9 Hanya Aku Yang Berjuang Mengejarmu
10 Tak Bisa Sembunyikan Detak Jantungmu
11 Bukankah Itu Yang Kau Inginkan?
12 Apa Yang Kau Lakukan Disana?
13 Tidak Akan Ada Yang Bisa Menghentikan Aku
14 Kau Hanya Pacarnya, Sedangkan Dia Tunangannya
15 Katakan Siapa! Karena Aku Yakin Bukan Dia
16 Apa Yang Terjadi Denganmu?
17 Jauhi Dia!
18 Sungguh Sempurna Untuk Jadi Istriku
19 Seharusnya Aku Tidak Membuatnya Marah
20 Selalu Membohongiku
21 Mendengarkan Cerita Masa Lalu
22 Tolong, Jangan Terlalu Keras Padanya
23 Cinta Akan Menemukan Jalannya
24 Menangis Hanya Karena Satu Gadis
25 Ceritakan Padaku Ceritamu
26 Tuan Muda Kim Yang Tampan
27 Jawabannya Sudah Ada, Aku Bahagia
28 I Am Not Your Baby
29 Sepertinya, Aku Juga Menyukainya
30 Yang Bagimu Biasa Saja, Bagiku Istimewa
31 Bagaimana Aku Bisa Bahagia Jika Kau Pergi
32 Mengering Karena Patah Hati
33 Berhentilah Bermain-main, Peterpan!
34 Maaf, Jika Dia Lebih Menyebalkan Dariku
35 Tolong, Bantu Aku Mencintaimu
36 Mari Kita Berpesta, Sayang!
37 Kau Yang Berpacaran Dengan Tunanganku
38 Aku Bertahan Bukan Untuk Akhir Seperti Ini
39 Otakku Yang Kotor Atau Dia Yang Beracun?
40 Persahabatan Tenggelam Karena Terjebak Kata Cinta
41 Mau Apa Lagi Kau Mencarinya?
42 Perkenalkan, Tuan Muda Kedua Keluarga Jeon
43 Pasang Saja Sendiri Cincin Sialan Itu Di Jarimu!
44 Aku Tidak Akan Menyerah Melindungimu
45 Selamat Siang, Bungaku
46 Sepertinya, Aku Memang Butuh Kehangatan
47 Jangan Salahkan Aku Karena Sudah Tak Tahan
48 Hukuman Karena Sudah Membuatku Cemburu
49 Beritahu Aku Jika Rasa Sakit Ini Bahkan Tidak Nyata
50 Hujan Cemburu Di Matamu
51 Di Atas Dua Hati Yang Retak
52 Perlahan, Aku Mulai Menyukai Permainanmu
53 Aku Akan Menerkammu Setiap Malam!
54 Sweet Strawberry Kiss
55 Merubah Good Girl Menjadi Bad Girl
56 Maukah Kau Menikah Denganku?
57 Kado Ulang Tahun Dariku Untukmu
58 Kali Ini, Aku Mengalah Demi Dirimu
59 Kemana Pun, Aku Akan Menuntutmu Bertanggung Jawab!
60 Untuk Siapa, Aku Sampai Semarah Ini?
61 Hukum Saja Aku Semaumu, Tapi Tidak Untuk Pergi Meninggalkan Aku
62 Jika Kau Rela Kehilanganku
63 Jika Ada Yang Menginjak Kakimu, Injak Balik Kepalanya!
64 Aku Tidak Peduli Apapun Lagi
65 Kalian Tidak Bisa Bersama Lagi
66 Aku Yang Menghamili Dan Aku Akan Bertanggung Jawab Menikahinya
67 Maaf, Kami Sudah Melakukan Sebisanya
68 Bungaku Yang Agung
69 Tolong, Lindungi Dia Untukku!
70 Aku Serahkan Semuanya Padamu Untuk Melanjutkannya
71 Satu Nama Untuk Diberi Karma
72 Di Antara Senyuman Manis, Senyumam Imut Dan Senyuman Hangat
73 Aku Takut, Aku Trauma
74 Katanya, Mirip Itu Jodoh
75 Aku Nelangsa Merindukanmu
76 Hari Ini Manis dan Kau Benar-benar Sangat Manis
77 Cinta Sejati Yang Tak Akan Pernah Berakhir
78 Kau Selalu Menjadi Satu-satunya Bungaku
79 Mawar Merah Darah
80 Benar-benar Mencurigakan
81 Kau Tak Sendiri, Ada Aku Di Sini
82 Secarik Surat Untukmu
83 Tiba-tiba Saja Menghilang
84 Undangan Untuk Teman Lama
85 Pesta Pernikahan Mantan
86 Aku Hanya Mengkhawatirkanmu
87 Membantu Dengan Caraku
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Prolog
2
Aku Kesepian, Tapi Hari Ini Aku Bahagia
3
Bungamu Adalah Bungaku
4
Dia, Aku Memilihnya
5
Seharusnya Kau Lihat Sendiri
6
Karena Aku Pacarmu
7
Kau Cintaku Satu-satunya
8
Tidak Perlu Ikut Campur Dengan Hubunganku
9
Hanya Aku Yang Berjuang Mengejarmu
10
Tak Bisa Sembunyikan Detak Jantungmu
11
Bukankah Itu Yang Kau Inginkan?
12
Apa Yang Kau Lakukan Disana?
13
Tidak Akan Ada Yang Bisa Menghentikan Aku
14
Kau Hanya Pacarnya, Sedangkan Dia Tunangannya
15
Katakan Siapa! Karena Aku Yakin Bukan Dia
16
Apa Yang Terjadi Denganmu?
17
Jauhi Dia!
18
Sungguh Sempurna Untuk Jadi Istriku
19
Seharusnya Aku Tidak Membuatnya Marah
20
Selalu Membohongiku
21
Mendengarkan Cerita Masa Lalu
22
Tolong, Jangan Terlalu Keras Padanya
23
Cinta Akan Menemukan Jalannya
24
Menangis Hanya Karena Satu Gadis
25
Ceritakan Padaku Ceritamu
26
Tuan Muda Kim Yang Tampan
27
Jawabannya Sudah Ada, Aku Bahagia
28
I Am Not Your Baby
29
Sepertinya, Aku Juga Menyukainya
30
Yang Bagimu Biasa Saja, Bagiku Istimewa
31
Bagaimana Aku Bisa Bahagia Jika Kau Pergi
32
Mengering Karena Patah Hati
33
Berhentilah Bermain-main, Peterpan!
34
Maaf, Jika Dia Lebih Menyebalkan Dariku
35
Tolong, Bantu Aku Mencintaimu
36
Mari Kita Berpesta, Sayang!
37
Kau Yang Berpacaran Dengan Tunanganku
38
Aku Bertahan Bukan Untuk Akhir Seperti Ini
39
Otakku Yang Kotor Atau Dia Yang Beracun?
40
Persahabatan Tenggelam Karena Terjebak Kata Cinta
41
Mau Apa Lagi Kau Mencarinya?
42
Perkenalkan, Tuan Muda Kedua Keluarga Jeon
43
Pasang Saja Sendiri Cincin Sialan Itu Di Jarimu!
44
Aku Tidak Akan Menyerah Melindungimu
45
Selamat Siang, Bungaku
46
Sepertinya, Aku Memang Butuh Kehangatan
47
Jangan Salahkan Aku Karena Sudah Tak Tahan
48
Hukuman Karena Sudah Membuatku Cemburu
49
Beritahu Aku Jika Rasa Sakit Ini Bahkan Tidak Nyata
50
Hujan Cemburu Di Matamu
51
Di Atas Dua Hati Yang Retak
52
Perlahan, Aku Mulai Menyukai Permainanmu
53
Aku Akan Menerkammu Setiap Malam!
54
Sweet Strawberry Kiss
55
Merubah Good Girl Menjadi Bad Girl
56
Maukah Kau Menikah Denganku?
57
Kado Ulang Tahun Dariku Untukmu
58
Kali Ini, Aku Mengalah Demi Dirimu
59
Kemana Pun, Aku Akan Menuntutmu Bertanggung Jawab!
60
Untuk Siapa, Aku Sampai Semarah Ini?
61
Hukum Saja Aku Semaumu, Tapi Tidak Untuk Pergi Meninggalkan Aku
62
Jika Kau Rela Kehilanganku
63
Jika Ada Yang Menginjak Kakimu, Injak Balik Kepalanya!
64
Aku Tidak Peduli Apapun Lagi
65
Kalian Tidak Bisa Bersama Lagi
66
Aku Yang Menghamili Dan Aku Akan Bertanggung Jawab Menikahinya
67
Maaf, Kami Sudah Melakukan Sebisanya
68
Bungaku Yang Agung
69
Tolong, Lindungi Dia Untukku!
70
Aku Serahkan Semuanya Padamu Untuk Melanjutkannya
71
Satu Nama Untuk Diberi Karma
72
Di Antara Senyuman Manis, Senyumam Imut Dan Senyuman Hangat
73
Aku Takut, Aku Trauma
74
Katanya, Mirip Itu Jodoh
75
Aku Nelangsa Merindukanmu
76
Hari Ini Manis dan Kau Benar-benar Sangat Manis
77
Cinta Sejati Yang Tak Akan Pernah Berakhir
78
Kau Selalu Menjadi Satu-satunya Bungaku
79
Mawar Merah Darah
80
Benar-benar Mencurigakan
81
Kau Tak Sendiri, Ada Aku Di Sini
82
Secarik Surat Untukmu
83
Tiba-tiba Saja Menghilang
84
Undangan Untuk Teman Lama
85
Pesta Pernikahan Mantan
86
Aku Hanya Mengkhawatirkanmu
87
Membantu Dengan Caraku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!