Serangan Balik Andin

Clara memutuskan untuk mandi daripada cuci muka, tak lama kemudian Andin dan Angel memasuki kamar sambil menggerutu.

"Hei Andin, sabar!" Pinta Violetta yang asyik ngemil keripik kentang kesukaannya.

Andin yang masih merasa dongkol menghampirinya, ia lalu melayangkan telapak tangannya untuk menampar wajah Violetta, namun Violetta berhasil menghindarinya dan menangkap pergelangan Andin dengan tangan kirinya.

Buk!

"Aduh!" Ringis Andin terkena tonjokan Violetta.

Angel yang berada di belakang langsung menarik tubuh Andin menjauhi Violetta.

"Gampang banget loe nonjok Andin? Dikira gak sakit apa" bentak Angel tidak menerimanya.

"Eh, dasar gak tahu diri loe, teman loe yang duluan mau menggampar gue. Enak saja loe main bentak gue. Sini loe kalau berani!" Balas Violetta mulai emosi.

"Sudah, Angel. Gue yang salah" potong Andin lalu menariknya duduk di pinggiran kasur.

Clara keluar dari kamar kecil, ia langsung memperhatikan wajah Andin yang sedikit lebam.

"Andin, loe kenapa?" Tanya Clara langsung jongkok di depannya.

"Teman loe tuh main nonjok sahabat gue" potong Angel menunjuk Violetta.

"Hei, mau gue tonjok loe" ancam Violetta sambil menjulurkan tangannya dengan posisi terkepal.

"Sudah, Angel!" Pinta Andin melerainya.

"Clara, mending loe pake baju dulu. Gak enak banget gue lihatnya" imbuh Andin memperhatikan Clara yang berjongkok di depannya hanya memakai handuk.

Clara cengengesan mendengarnya, ia langsung berdiri dan mengambil pakaiannya.

"Girls, lihatlah di grup. Gavin dan Julio left, teman-teman yang lainnya pada ribut masalah tiket" celetuk Violetta memperhatikan layar hapenya.

Andin yang mendengarnya tidak peduli, ia langsung merebahkan badannya dan menutupi wajahnya dengan bantal.

"Jorok!" Rutuk Andin lalu melemparkan bantal ke arah Violetta.

"Woi, tumpahkan keripik gue" geram Violetta terkejut, bungkus keripik kentang yang dipegangnya jatuh ke lantai.

"Vio, pantas saja loe jomblo, ternyata loe jorok. Lihat tuh saliva loe nempel di bantal! Apes banget gue hari ini. Udah difitnah teman sendiri, ketonjok yang berantem, ketetesan saliva Sopian, ditonjok loe, sekarang kena lagi saliva loe yang menggambar pulau di bantal. Sial! Sial! Sial!" Gerundel Andin lalu mengacak-acak sprei kasur.

Clara yang sudah berpakaian langsung menghampirinya, ia lalu merangkul Andin yang begitu kusut.

"Andin, mending kita beli tiket pesawat sendiri. Sekali-kali kita harus bodo amat sama teman, gue perhatikan. Teman-teman kita pada manja, apa-apa minta diurusin" ujar Clara.

"Gue setuju, capek juga kita di sini. Bukannya senang malah ribut tiap harinya, mending pulang terus tidur yang nyenyak sambil nonton Doraemon" seloroh Violetta menanggapinya.

"Heh, bule aneh. Pantas saja aplikasi yang loe buat nge-bug terus. Logika loe eror, mana ada orang tidur sambil nonton. Bego!" Celetuk Angel.

"Bilang apa loe?" Tegur Violetta berdiri dari kursinya lalu bersiap untuk memukuli Angel.

Andin dan Clara langsung beranjak dari kasur dan melerai keduanya.

"Stres gue lihat kelakuan loe berdua, sekali lagi kalian berdua ribut. Jangan harap gue mau berteman lagi sama kalian" ujar Andin yang semakin geram.

Setelahnya, suasana kamar kembali tenang, Violetta memakan lagi keripikinya.

Krauk! Krauk!

Hanya suara peraduan giginya saja yang terdengar jelas di kamar, keempatnya tidak lagi berbicara.

Andin melamun menatap jendela, Clara memperhatikan wajah imut Violetta yang terus menggayem keripik, sedangkan Angel sibuk dengan hapenya.

"Girls, semua teman pada left grup, tinggal kita berempat yang menjadi anggota" ucap Angel memberitahu ketiganya.

"Biarkan saja, sekarang yang harus kita pikirkan adalah nasib kita sendiri" balas Andin masih saja memperhatikan jendela kamar.

"Sebelum pulang, gue pengen ke pantai untuk melepas penat. Ada yang mau nemenin gue?" Tanya Violetta yang teringat akan mimpinya tempo hari.

"Aku temanin, tapi jangan kelamaan" jawab Clara di depannya.

"Gue ikut" sambung Andin yang butuh refreshing.

"Gue juga ikut" timpal Angel yang tidak mau ditinggal.

"Yes! Ya udah ayok siap-siap. Kita ke konter dulu beli tiket pesawat lalu ke mall beli daleman dan kita cek ombak" ucap Violetta begitu gembira.

"Andin, kita langsung check out saja dari hotel, biasanya di sekitar pantai banyak penginapan. Kita bisa nginap semalam di sana, jadi tidak harus pulang sore" Cetus Angel mengemukakan ide.

"Cakep, gue setuju" balas Andin yang diangguki Clara dan Violetta.

Keempatnya langsung bergegas mengganti pakaian lalu berkemas. Setelahnya keempat gadis berjalan ke lobi hotel untuk check out.

Gavin dan Julio yang baru kembali dari luar menatap heran melihat Andin berdiri di depan front office dengan memegang handel koper.

"Andin, loe sudah dapat tiket pesawat?" Tanya Gavin.

"Belum, gue baru mau ke konter untuk membelinya" jawab Andin masih menunggu bill hotel dicetak.

"Terus, kenapa loe bawa koper?" Lanjut tanya Gavin.

"Gue sama ketiga teman gue mau ke pantai dan menginap di sana" jawab Andin memberitahunya sambil melirik ketiga gadis yang duduk santai di sofa.

Gavin menoleh ketiga gadis, ia begitu tertarik mengikutinya lalu melirik Julio di sampingnya.

"Yo, kita ikut yuk ke pantai" ajak Gavin kepada Julio.

"Ide bagus tuh bro, setuju gue" balas Julio dengan pemikiran yang sama.

"Andin, loe mau nunggu gue gak?" Tanya Gavin.

"Sorry Vin, nama gue udah jelek gara-gara tidur sama loe. Jadi kalau loe berdua mau ikut, nyusul saja" jawab Andin.

"Ok, gak masalah" balas Gavin langsung berbalik pergi ke kamarnya.

"Ehem, ehem! Cie, ada yang mau pindah biar gak keganggu anak-anak" cemooh Bella yang tiba-tiba sudah berdiri di dekat Andin.

"Kenapa? Mau ikut juga, ayolah. Enak loh" tanya balik Andin menggodanya.

"Dih, sorry ya. Gue bukan cewek murahan kaya loe" balas Bella lalu berbalik.

"Jangan kira gue gak tahu perselingkuhan loe sama Antoine, jahat banget loe nikung sahabat loe sendiri, kasihan kan Marsya" imbuh Andin tersenyum mengejeknya.

Bella berhenti melangkah, ia langsung berbalik menatap Andin dengan sorot mata yang tajam.

"Jangan sembarangan loe ngomong" tegur Bella tidak menerima.

Andin langsung merogoh hapenya, ia lalu meng-scroll video di galerinya dan menunjukkannya pada Bella.

"Sudah ya lihatnya, tahu gak sih loe, gue suka banget lihat ekspresi loe dalam video skandal ini. Sekarang siapa yang sebenarnya cewek murahan, gue atau loe?" Serangan balik Andin mengeluarkan kartu As.

Bella begitu geram setelah melihatnya langsung, ia tidak menyangka rekaman pribadi bisa tersebar ke teman kampusnya. emosinya bahkan sudah mencapai ubun-ubun kepalanya dan gemertak suara giginya terdengar jelas menahan amarah.

"Hapus!" Gertak Bella sambil mengepalkan jemarinya.

"Mbak Andin, ini billnya" potong petugas hotel menyerahkan kertas bill hotel.

"Terima kasih, Mbak" balas Andin lalu melirik kembali Bella yang masih diam menatapnya.

"Tenang saja Bel, gue gak akan bocorin rahasia loe, jadi sebaiknya loe kembali ke kamar loe. Gue akan pergi hari ini, semoga saja kita tidak pernah bertemu lagi. Bye!" Ujar Andin lalu menghampiri ketiga temannya yang duduk di kursi lobi.

Di sebelah Bella, Nara berkeringat dingin setelah mengetahui bukan dirinya saja yang memiliki hubungan gelap dengan Antoine, bahkan sahabatnya sendiri. Ia langsung berbalik pergi meninggalkan Bella yang masih mematung.

"Din, loe apain si Bella? Sampai dia kayak patung manekin di toko baju" tanya Angel.

Violetta dan Clara langsung tertawa terbahak-bahak mendengarnya.

"Ssst! Jangan berisik, kasihan kan jadinya" pinta Andin tidak enak hati dengan Bella yang masih menatap ke arahnya.

"Ayo, kita cek ombak" ajaknya lalu mendahului ketiga temannya yang baru berdiri bangkit dari sofa.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!