Dari jalan raya, tampak kedua pemuda begitu sempoyongan berjalan sambil memanggul empat tas milik para gadis yang tertinggal di mobil, keduanya terlihat begitu kelelahan setelah berjalan kaki selama dua jam dari lokasi kecelakaan sampai ke klinik.
Angel yang sedang mengobrol bersama beberapa gadis melihat keduanya karena posisinya menghadap langsung ke jalan raya.
"Kaisar! Syarif!" Panggil Angel dari depan klinik.
Kedua pemuda langsung meliriknya dengan senyum yang dipaksakan.
"Angel, kalian di sini?" Sahut Kaisar bertanya lalu menghampirinya.
Muza dan Clara langsung memberikan kedua pemuda air mineral karena iba melihatnya yang begitu kecapekan.
"Bagaimana kondisi Andin dan Violetta?" Tanya Kaisar setelah menghabiskan minumannya.
"Alhamdulillah, keduanya baik-baik saja" jawab Nisa memberitahunya.
"Syukur alhamdulillah" balas Kaisar lalu selonong masuk ke dalam klinik bersama Syarif.
"Vio! Andin! Bagaimana kondisinya sekarang?" Tanya Kaisar sambil memberikan tas kepada keduanya.
"Kami baik-baik saja, bagaimana dengan mobil rental? Apakah sudah selesai ditangani petugas?" Jawab Andin balik bertanya.
"Entahlah, di sana tidak ada sinyal, sekarang hapeku lowbat" jawab Kaisar pasrah.
"Kalian tidak perlu memikirkannya. Biar kami berdua yang mengurusinya, yang penting kalian berdua selamat" imbuh Kaisar merasa lega melihat kondisi kedua gadis.
Kriing! Kriing!
Terdengar suara handphone berbunyi di dalam tas Andin.
Ia langsung merogohnya dan melihaf layar menampilkan panggilan dari Gavin.
"Halo Vin"
"Andin, loe di mana?"
"Gue di klinik sama Vio dan lainnya, ada apa Vin?"
"Siapa yang sakit Din?"
"Gue, Vio, Clara sama Angel habis mengalami musibah di jalan. Tapi tenang saja, kami berempat baik-baik saja"
"Syukur kalau gitu, gue mau kasih tahu. Jenazah Javier sudah diberangkatkan ke Jakarta. Gue sama Julio mau balik ke hotel"
"Andin, bilangin ke Gavin mampir dulu ke klinik" potong Kaisar.
Andin mengangguk lalu melanjutkan obrolannya dengan Gavin.
"Vin, loe mampir dulu ke klinik ya. Kita di sini kekurangan mobil, gue share lokasinya sekarang"
"Ok siap, gue meluncur ke sana"
Tuut! Panggilan terputus.
Syarif yang daritadi menahan lapar langsung menyikut tangan Kaisar di sebelahnya.
"Ada apa?" Tanya Kaisar meliriknya.
Bruuk! Bruuk!
Suara keroncongan dari perut Syarif yang menjawabnya, sontak saja semua gadis langsung tertawa mendengarnya.
"Maaf semuanya, teman kita yang satu ini terlalu polos" ucap Kaisar merasa malu dilihat oleh para gadis.
"Kak, Kaisar. Di seberang klinik ada nasi goreng, kalian bisa makan di sana" ucap Alisya memberitahunya.
"Terima kasih Alisya, tadi kami mau mampir makan, Angel keburu memanggil kami" balas Kaisar lalu berbalik mendorong Syarif keluar klinik.
Tak lama sebuah mobil berhenti di depan klinik.
Tiin! Tiin!
Gavin membunyikan klakson lalu membuka kaca mobil.
"Hei, itu Bang Gavin" ucap Angel memberitahu yang lainnya.
"Masuk dulu Vin" pinta Clara memanggilnya.
Gavin dan Julio langsung turun dari mobil menghampirinya lalu menyalami para gadis yang duduk di pelataran klinik.
"Andin, Vio dan Alisya ada di dalam" ucap Clara memberitahu keduanya.
Gavin dan Julio langsung memasuki klinik dan melihat keberadaan ketiga gadis.
Andin yang melihat kedatangan keduanya langsung berdiri menghampiri Gavin dan memeluknya sambil menangis.
Violetta dan Alisya begitu heran melihatnya, keduanya berpikir Andin dan Gavin memiliki hubungan lebih dari sekedar teman kampus.
Julio yang berdiri di belakang kedua teman yang berpelukan langsung melirik jam tangannya.
"Kawan, karena lokasi hotel lumayan jauh, sebaiknya kita pergi sekarang" ucap Julio mengingatkan.
"Andin, Vio. Apa kalian berdua mau mengibap semalam di klinik atau mengikuti kami kembali ke hotel?" Sambung Gavin melirik keduanya.
"Ikut ke hotel saja, kalau di sini nanti merepotkan kalian untuk balik menjemput" jawab Violetta yang diangguki oleh Andin.
"Ok kalau begitu, biar aku yang membayar pengobatan kalian" timpal Gavin langsung melangkah ke arah loket pembayaran.
Dari arah luar, Kaisar dan Syarif kembali dengan senyum mengambang setelah keduanya selesai makan nasi goreng di seberang klinik.
"Makan kok berdua saja, kayak nggak punya teman lainnya" sindir Julio melihatnya.
"Salah sendiri baru datang" balas Kaisar dengan mengusap bibirnya yang masih belepotan.
"Sar, loe yang bawa mobil ke hotel ya. Biar cewek-cewek ada yang jagain" pinta Gavin memotong obrolan keduanya.
"Siap Bro, dengan senang hati" balas Kaisar lalu berbalik menemui Muza meminta kunci.
Setelahnya para mahasiswa melanjutkan perjalanan ke hotel dengan gavin membawa Julio, Vio, Clara, Angel dan Andin. Sedangkan di mobil kedua ada Kaisar yang membawa Syarif di sebelahnya dan Alisya, Muza dan Nisa yang duduk di kursi belakang.
Perjalanan berjalan lancar dan aman sampai memasuki parkiran hotel.
Semua gadis langsung memasuki kamar, sedangkan Gavin dan Julio tampak sibuk menghubungi teman-temannya yang masih tertahan di rumah sakit umum.
"Vin, sepertinya kita akan sibuk malam ini" celetuk Julio setelah menghubungi beberapa temannya.
"Ha ha, tidak masalah. Awal dari seorang pemimpin ya harus begini. Kita nikmati saja kesibukan kita" balas Gavin langsung keluar menuju mobil yang terparkir diikuti oleh Julio di belakangnya.
Kedua pemuda langsung melajukan mobil menuju rumah sakit.
Di kamar para gadis. Andin, Angel dan Clara langsung merebahkan badan di atas kasur setelah melalui hari yang begitu melelahkan, sedangkan Violetta beranjak memasuki kamar kecil untuk membersihkan diri.
Hampir satu jam lamanya Violetta di kamar kecil. Angel yang kebelet ingin buang air kecil terpaksa berjongkok di depan pintu kamar kecil menahannya.
"Vio! Loe lama banget bertelor di dalam. Cepatan! Gue dah gak kuat nih" ucap Angel dengan wajah meringis menahannya.
Violetta masih asyik saja dengan shower yang terus menyemburkan air panas ke tubuhnya mengacuhkan permintaan dari Angel di luar pintu.
Beberapa saat kemudian, ia menyelesaikan mandinya dengan melilit tubuhnya dengan handuk.
Krak!
Pintu kamar kecil terbuka, Violetta terkekeh melihat Angel terduduk dengan air yang meleber di sekitarnya.
"Dasar anak bayi, bisanya ngompol" ejek Violetta melangkahinya.
Angel yang begitu geram langsung melompat menjambaknya dari belakang.
"Aduh!" Jerit Violetta terkejut mendapati rambutnya tertarik.
Kedua gadis langsung berkelahi dengan saling menjambak.
Andin dan Clara yang masih asyik mengobrol di atas kasur langsung bergegas melerai keduanya.
"Sudah, tidak perlu bertengkar seperti anak kecil" geram Andin sambil menahan Angel.
"Lepasin gue, loe tahu kan kelakuan si Vio gimana?" Pinta Angel yang masih belum puas melampiaskan kemarahannya.
Violetta dalam diamnya menatap dingin Angel yang telah menyerangnya.
Clara langsung menarik tubuh sahabatnya menjauhi Angel yang ditahan oleh Andin.
Tak lama kemudian, kedua gadis mulai mereda emosinya karena terus diberikan nasehat oleh sahabatnya.
Angel langsung berlalu ke kamar kecil untuk membersihkan celananya yang basah, sedangkan Violetta bergegas memakai pakaiannya.
Setelah keduanya selesai dengan urusan pribadinya, Andin dan Clara langsung meminta keduanya untuk saling bermaafan.
Buk!
"Aw!" Ringis Angel menahan sakit diwajahnya setelah dipukul oleh Violetta secara tiba-tiba.
Plak!
Andin membalasnya dengan tamparan ke wajah Violetta.
"Cukup Vio!" Bentak Andin begitu kesal melihatnya.
"Gue gak mau tahu, kalian berdua harus bermaafan atau kalian berdua tidur di luar" imbuh Andin mengancam keduanya.
"Angel, maafin gue" ucap Violetta menjulurkan tangan kanannya.
Angel yang masih memegangi wajahnya hanya diam saja tidak mempedulikannya.
"Angel!" Ucap Andin tidak senang melihatnya.
Angel langsung melirik Andin dan menggelengkan kepalanya menolak berjabat tangan dengan Violetta.
"Kalau masalah sepele seperti ini tidak kelar, loe bukan lagi sahabat gue" imbuh Andin kembali mengancamnya.
Angel lalu menyambut tangan Violetta dengan terpaksa.
"Nah seperti itu, nggak susah kan?" Tanya Andin.
"Sekarang kalian berpelukan, jangan ada yang menyimpannya menjadi dendam" imbuh Andin.
Violetta langsung merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Angel.
Angel menatap Violetta dengan sayu, tampak kedua matanya masih merah karena tangisannya.
Buk!
Tiba-tiba Angel memukul Violetta dengan keras.
Plak!
Clara menampar Angel sebagai balasan.
"Cukup Angel!" Bentak Clara mendikte Andin.
Keempat gadis langsung tertawa-tawa setelahnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments