Violetta dan Clara tampak begitu kesal menunggu Andin dan Angel yang belum kembali.
"Vio, kenapa mereka belum kembali juga?" Tanya Clara yang terus menguap menahan kantuk.
Tidak ada jawaban dari sahabatnya, Clara langsung meliriknya.
"Dasar bule gila!" Rutuk Clara begitu kesal melihat Violetta sudah terlelap.
Clara tampak bingung dengan kedua temannya yang belum kembali, dilihatnya jam di layar ponsel yang menunjukkan pukul 2.30 dini hari menjelang waktu subuh.
"Sudahlah, aku menyerah" gumamnya pasrah.
Tak lama kemudian, Clara menyusul Violetta tertidur dengan sendirinya.
Esok harinya, tampak terdengar suara keributan di salah satu kamar mahasiswa.
Andin begitu marah kepada teman-teman mahasiswa yang menuduh dirinya melakukan suatu perbuatan kotor di kamar yang ditempati oleh Gavin dan Julio.
"Kalian bisa berdalih tidak melakukan apa pun di dalam kamar, tetapi apakah kami mempercayainya?" Ujar Junaedi menyindirnya.
Andin begitu kesal mendengarnya, ia semakin emosi akan situasinya.
"apa maksud ucapanmu Junaedi?" Tegur Andin.
"Ha ha ha, aku tidak bermaksud apa-apa. Kalian tentunya sudah dewasa, tapi sangat disayangkan kalian tidak punya adab" jawab Junaedi mencibirnya.
Gavin yang tersulut emosi bersiap untuk melayangkan bogem mentah.
Wuzz!
Pukulan Gavin berhasil dihindari oleh Junaedi yang langsung berkelit.
Buk!
"Wadaw!" Ringis Junaedi yang terkena dengkul Gavin.
Buk!
"Aw!" Ringis Gavin terkena pukulan dari Solihin.
Buk!
"Wadaw!" Ringis Solihin dibogem oleh Julio.
Bak! Buk! Bak! Buk!
Keempat pemuda berkelahi saling pukul, melihat teman-temannya berkelahi, membuat Andin semakin emosi. Ia lalu berinisiatif untuk nimbrung memukuli para pemuda. Namun naas, tenaganya kalah jauh dari para pemuda yang sedang berkelahi.
Buk!
Andin terkena pukulan salah satu temannya, ia langsung terhuyung jatuh namun Sopian datang bak seorang pahlawan dengan sigap menangkap tubuh Andin.
Dalam posisi saling berhadapan, Andin tampak terpana oleh Sopian yang begitu sigap menahan tubuhnya, sedangkan Sopian begitu berbinar menatapnya. Sayangnya ia tidak bisa mengendalikan diri, salivanya menetes jatuh ke wajah Andin di bawahnya.
Plak!
Andin menampar Sopian begitu keras, lalu mencengkeram wajahnya.
"Dasar pria jorok!" Bentak Andin yang merasa jijik.
Ia langsung mengelap wajahnya dengan kaos oblong Sopian yang berdiri diam.
Tak lama kemudian, Kaisar dan Syarif datang melerai keempat pemuda dibantu oleh beberapa mahasiswa yang berdatangan ke lokasi keributan.
Violetta yang baru keluar dari bertelur di kamar kecil tampak heran mendengar suara keributan tidak jauh dari kamarnya, ia langsung bergegas membangunkan Clara yang masih tertidur pulas.
"Clara, cepat bangun! Di luar ada keributan dari teman-teman kita" ujar Violetta sambil menepuk-nepuk wajah Clara.
Clara membuka matanya menatap wajah Violetta yang begitu dekat dengan wajahnya.
"Vio, aku baru tidur menjelang subuh. Kau duluan saja sarapannya, aku nanti beli makan di luar, sekarang pergilah!" balas Clara mengusirnya.
"Siapa juga yang ngajakin sarapan, tapi ya sudah kalau begitu" timpal Violetta lalu pergi keluar kamarnya melihat keributan.
"Bella, Nara. Ada apa?" Tanya Violetta ingin tahu.
Kedua gadis tersebut langsung menoleh ke arahnya, keduanya tampak tersenyum dengan tatapan yang begitu tidak enak dipandang.
"Sahabat loe tuh si Andin sama si Angel ketangkap basah tidur di kamar Gavin dan Julio, gue gak nyangka ya, mereka begitu menjijikkan ha ha ha" cemooh Bella memberitahunya.
"Jangan fitnah loe Bel, dosanya sangat besar" Sergah Violetta tidak mempercayainya.
"Hello, Nona Violetta yang paling cantik di kampus Universitas Teknologi Semesta. Makanya biasakan bangun pagi, kesiangan mulu sih loe, jadi gak lihat kelakuan busuk temen loe itu ha ha" kelakar Bella dengan tatapannya yang mengejek.
"Sana, tanya sendiri sama orangnya" usir Nara sambil mendorongnya.
"Biasa saja dong, Ladies" balas Violetta lalu pergi menghampiri Angel yang terduduk sambil menangis.
"Angel, loe baik-baik saja?" Tanya Violetta sambil mengusap wajah Angel yang basah.
"Vio, loe percaya kan sama gue?" Tanya balik Angel.
"Iya, gue percaya sama loe juga Andin. Loe tahu, Clara nunggu loe sampe subuh, kenapa loe gak balik ke kamar?" Jawab Violetta melemparkan tanya.
"Hei, gue sama Andin sudah gedor-gedor pintu sama teriak manggil loe berdua, tapi gak ada sahutan sama sekali dari dalam. Gak hanya kamar yang loe tempati, gue sama Andin juga sudah menggedor-gedor kamar lainnya, tapi sama juga tidak ada yang mau keluar membukakan pintu" kilah Angel menceritakannya.
Violetta langsung terdiam, ia memikirkan kejadian beberapa hari lalu di lantai 3.
"Ngel, kita sebaiknya pindah dari hotel ini, gue rasa masalah loe tidak terlepas dari keangkeran hotel ini" ujar Violetta yang bulu kuduknya berdiri merinding.
"Benar juga kata loe Vio, tapi gue heran, kenapa anak-anak yang lainnya tidak terganggu berada di hotel ini?" Tanya Angel merasa hanya dia dan teman-teman dekatnya saja yang diganggu.
"Entahlah. Oh iya, bukannya kalian harus ke kantor polisi untuk melaporkan kehilangan Antoine dan Marsya?" Violetta mengingatkannya.
"Iya, tapi gue malas jadinya. Anak-anak memandang gue cewek gak benar. Lupain saja" balas Angel yang tidak bersemangat lagi.
"Ya sudah, gue samperin Andin dulu"
"Jangan Vio, loe tahu kan Andin kalau emosi kayak gimana?" Larang Angel menahannya.
"Biar gue saja, loe mending balik ke kamar" ucap Angel langsung berdiri dan menghampiri Andin yang masih menggerutu kesal, sedangkan Violetta langsung berbalik ke kamarnya.
Belum juga sampai ke kamarnya, Bella dan Nara menghadangnya.
"Ngapain sih loe ngalangin jalan gue?" Protes Violetta tidak senang.
Bella dan Nara cengengesan melihat Violetta begitu kesal lalu berkata
"Vio, Loe gak nanya Angel gimana rasanya maen berempat dalam satu kamar? Ah, gue masih susah ngebayanginnya"
Violetta menyeringai menatap wajah penasaran keduanya, ia lalu mendekatkan wajahnya ke arah Bella dan Nara.
"Loe berdua penasaran ya, gue kasih tahu sama loe berdua rasanya" ucap Violetta menggantungnya.
Bella dan Nara saling pandang dengan bibirnya yang mengerucut dan tatapannya yang mengejek.
Dug!
"Aduh!" Ringis keduanya sambil mengusapi jidatnya yang beradu.
"Ha ha ha, begitulah rasanya. Gimana? Enak kan?" Canda Violetta lalu pergi meninggalkan keduanya yang langsung menggerutu tak karuan sambil mengumpat.
Di dalam kamarnya, Violetta kembali berusaha membangunkan sahabatnya Clara.
"Clara, aku mau kasih berita bagus hari ini. Kamu mau dengar gak?" Ucapnya sambil menggelitiki pinggang Clara.
"Geli, Vio. Hentikan!" Berang Clara sontak memukuli tangan Violetta.
"Andin sama Angel ketangkap basah tidur bersama Gavin dan Julio" bisik Violetta.
Jreng!
Dua bola mata Clara langsung bersinar cerah, ia yang sudah bangun daritadi semenjak diganggu Violetta langsung beranjak duduk menatap tajam Violetta yang sedang mengunyah keripik kentang.
"Vio, kamu serius?" Clara meminta kepastian.
Krauk!
Suara renyah keripik yang sudah berada di tengah mulut Violetta akhirnya bisa digigit dengan sempurna.
Violetta menganggukan kepala, ia begitu heran melihat kedua mata Clara yang mau keluar dari tempatnya.
"Vio, kamu gak bohong kan?" Tanya kembali Clara memastikannya.
"Susah ngomong sama kamu tuh, lihat sendiri sana di luar" jawab Violetta memalingkan muka ke arah jendela.
Clara langsung saja beranjak bangun lalu selonong keluar kamar dengan begitu tergesa-gesa, Violetta yang melihatnya langsung berlari menyusulnya.
"Clara, tunggu!" Teriak Violetta memanggilnya.
Clara langsung menghentikan langkahnya mendengar Violetta memanggilnya kemudian menoleh ke arahnya.
"ada apa?" Tanya Clara merasa heran.
"Cuci muka dulu, jangan malu-maluin diriku yang perfect ini"jawab Violetta lalu menarik tangan sahabatnya masuk kembali ke dalam kamar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments