Keributan

Si bapak langsung menarik bahu Marsya dengan sedikit kasar.

"Aw! Siapa ini?" Ringis Marsya merasakan tangan besar menekan bahunya.

Plak!

"Apa maksudmu merusak koper anakku?" Tanya si bapak menegurnya.

Marsya hanya diam saja merasakan sakit di wajahnya yang tertampar oleh tangan besar si bapak yang terlihat begitu menyeramkan.

Plak!

"Jawab kalau ditanya!" Ucap si bapak dengan tegas.

"Maaf, Pak. Aku kira koper itu punya temanku" jawab Marsya sambil menahan sakit di wajahnya.

"Walaupun itu bukan punya putriku, apakah pantas kau memperlakukannya seperti itu?" Tanya si bapak begitu geram memarahinya.

"Sekarang pilih. Kau menggantinya atau aku buat kakimu tidak bisa berjalan!" Imbuh si bapak mengancamnya.

"Aku ganti Pak, tolong jangan menyakitiku" balas Marsya begitu ketakutan.

Ia langsung membuka dompetnya dan memberikan si bapak uang sebanyak satu juta rupiah.

Plak!

Kembali Marsya mendapat tamparan, kali ini yang menamparnya adalah si gadis pemilik koper tersenyum menatapnya.

Dengan begitu geram sambil mengeretak giginya Marsya menahan amarah, ia langsung beralih menatap pacarnya Antoine.

Plak! Plak! Plak!

Marsya melampiaskan kemarahannya kepada Antoine pacarnya.

"Kenapa kau hanya diam saja melihatku disakiti orang lain? Di mana harga dirimu sebagai lelaki? Pria pengecut!" Cecar Marsya begitu marah dan malu dilihat banyak orang di bandara.

Setelahnya ia langsung berlalu pergi meninggalkan pacarnya dengan wajah bersemu merah.

Marsya kembali melirik pacarnya yang hanya diam di tempat.

"Kita putus!" Ucapnya lalu berlari memasuki toilet bandara.

Violetta dan beberapa temannya hanya diam saja menyaksikan keributan yang terjadi.

Setelah mengambil kopernya masing-masing, mereka semua langsung bergegas keluar bandara.

Violetta berbelok ke arah toilet dengan mendorong dua koper, satunya milik Marsya.

Hiks hiks hiks!

Terdengar suara tangisan Marsya di bilik toilet.

"Marsya, kopermu aku simpan di rak pojokan toilet" ucap Violetta langsung berbalik meninggalkannya.

Berada di area luar kedatangan, Clara dan beberapa temannya sedang menunggu bus jemputan yang membawa seluruh mahasiswa ke sebuah hotel di kota Gaib. Di belakangnya Violetta datang menghampiri.

"Vio! Bagaimana keadaan si Marsya?" Tanya Clara.

"Entahlah, dia masih menangis di dalam toilet. Semoga saja dia bisa menjadi baik setelahnya" jawab Violetta.

Tin! Tin!

"Ayo! Ayo semuanya! Busnya sudah datang" ucap seorang mahasiswa di pinggir jalan.

"Vio! Clara! Ayo cepatlah!" Pinta Andin yang sudah berada di pintu bus.

Tiba-tiba saja Violetta berlari masuk ke dalam bandara.

"Vio, kau mau kemana?" Tanya Clara melihat sahabatnya berlari ke dalam.

Violetta mengacuhkannya, ia melihat seorang gadis yang begitu sempoyongan berjalan pelan di dalam area bandara.

"Marsya, busnya sudah datang. Cepatlah!" Teriak Violetta memanggilnya.

Marsya langsung berjalan cepat menghampirinya. Namun sorot matanya tampak begitu kecewa mengetahui yang memanggilnya bukanlah sahabatnya.

Keduanya langsung berlarian ke luar bandara di mana bus masih menunggunya.

"Apakah ada teman kita yang masih tertinggal?" Tanya Javier yang menjadi ketua rombongan berdiri di depan.

Semua mahasiswa saling melirik, memastikan tidak ada temannya yang tertinggal.

Javier langsung berjalan menghitung mahasiswa satu persatu di dalam bus.

"Ok! Semuanya sudah pas, tidak ada yang tertinggal" ucapnya lalu kembali ke depan meminta sopir bus menjalankan kendaraannya.

Baru saja bus keluar dari bandara, keributan terjadi di baris kursi tengah. Marsya dan kedua sahabatnya bertikai saling menjambak rambut.

"Hei, hei, hei! Hentikan!" Tegur Javier langsung melerai ketiganya dibantu oleh beberapa teman pria lainnya yang langsung memisahkan ketiganya.

"Kalian sudah dewasa, kenapa harus bertengkar seperti anak kecil?" Tegur Javier sebagai ketua rombongan.

Seorang gadis yang berhadapan langsung dengan Javier merasa tidak terima dianggap biang keributan oleh ketua rombongan.

"Dia yang memulainya, kenapa harus gue yang disalahkan?" Kesal Bella menunjuk Marsya.

"Sudah, jangan saling tunjuk. Kalian bertiga tidak ada yang benar" timpal Javier lalu meminta Marsya duduk kembali ke tempatnya.

"Vin, loe bawa Bella ke kursi depan dan loe Julio bawa si Nara ke kursi belakang, minta si Andin atau si Vio pindah ke tengah duduk bareng si Marsya" imbuh Javier mengaturnya.

"Siap Bro" sahut kedua temannya lalu membawa Bella dan Nara ke dua ujung kursi bus.

"Biar gue aja yang pindah ke tengah" ucap Violetta langsung berjalan ke baris kursi tempat Marsya duduk.

Violetta menghempaskan dirinya duduk di sebelah Marsya yang sudut kedua alisnya terangkat dengan pupil mata tampak mengecil. Ia begitu geram dengan semua yang dialaminya.

"Minumlah, jangan biarkan tenggorokan loe kering" tawar Violetta menyodorkannya.

"Sebaik apa pun loe, gue gak akan pernah sudi jadi temen loe" balas Marsya mengibaskan tangan menolaknya.

"Terserah loe Sya, najis juga gue berteman sama loe" timpal Violetta.

"Lah terus ngapain loe deketin gue? Cari muka loe!"

"What? Pede banget loe, emang siapa diri loe yang harus gue deketin sampe sebegitunya. Hello!" balas Violetta dengan raut wajah yang menyebalkan.

"Dih, biasa aja dong tuh muka, so cakep loe!"

"Suka-suka gue dong. Muka, muka gue bukan muka loe yang mengenaskan digamparin orang" ejek Violetta tidak mau kalah.

"Woi! Bisa diam gak?" Teriak seorang pemuda di kursi belakang.

"Loe ngapain teriak-teriak di dalam bus, Syarif?" Tegur Julio.

Buk! Buk! Buk!

"Diam!" Teriak Javier sambil menggedor-gedor kaca bus dengan keras.

"Criit!

Rem berdecit, sopir bus membanting setir ke kiri jalan.

"Aah!" Jerit para gadis merasa ketakutan.

Sopir bus dengan begitu sigap dan cekatan berhasil mengendalikan laju bus yang oleng. Tak lama bus langsung berhenti menyerong ke tepi jalan.

Semua mahasiswa bernapas lega setelahnya walau merasa janggal karena tidak melihat ada insiden di jalan.

Bugh!

Terdengar suara hantaman benda keras dari arah depan.

Semua mahasiswa melihat Javier dihantam oleh pak Sopir secara tiba-tiba menggunakan pemukul.

"Woi! Semuanya! Bantuin Javier" teriak Gavin meminta tolong.

Tampak Javier berdarah-darah wajahnya setelah terkena hantaman benda tumpul yang dilayangkan oleh sopir bus.

Beberapa mahasiswa langsung menolong Javier lalu memberikan kotak p3k ke Gavin yang langsung membalut kepala temannya.

Violetta begitu geram dengan perilaku sang sopir. Ia langsung menghampiri pak sopir yang mulai melajukan kembali busnya.

"Kenapa Bapak memukuli teman kami?" Tegur Violetta menanyakannya.

Bapak sopir langsung meliriknya, ia yang tadinya masih kesal dengan kelakuan beberapa mahasiswa, sekarang terlihat sangat lembut raut mukanya.

"Teman kamu tadi menggedor kaca dengan keras, bagaimana kalau sampai pecah?" Kilah pak sopir.

"Harus ya Pak, memukul orang dengan tongkat besi karena menggedor kaca?" Timpal Violetta tidak puas dengan jawaban pak sopir.

"Di kota Gaib kami terbiasa seperti itu Neng, kalau tidak begitu nanti para tamu akan berbuat seenaknya" ujar pak sopir menjelaskan alasannya.

Violetta mengangguk memahaminya. Ia lalu kembali ke barisannya.

Melewati kursi yang ditempati oleh Javier, Violetta melirik Gavin yang merawatnya.

"Vin, gimana keadaan Javier?" Tanya Violetta mengkhawatirkannya.

"Entahlah, kepalanya udah gue perban. Semoga saja nih anak tidak parah lukanya" jawab Gavin penuh harap.

"Loe udah melabraknya? Apa katanya?" Imbuh Gavin ingin tahu.

"Sopir bilang, di kota ini memang biasa keras kepada tamu dari luar kota yang tidak tahu sopan santun. Sebaiknya loe hati-hati selama berada di kota Gaib ini" jawab Violetta lalu berjalan ke tempatnya.

Hampir semua mahasiswa terlihat begitu tegang dengan semua yang terjadi.

Tidak ada satu pun yang berani membuat keributan di dalam bus setelah apa yang terjadi pada ketua rombongan Javier yang langsung tidak sadarkan diri terkena pukulan.

Terpopuler

Comments

Optimuscrime 🦊

Optimuscrime 🦊

ya ganampar juga kali pakkkkk!

2022-10-24

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!