Sesampainya di Pool Bus, Violetta langsung menaiki bus yang akan membawanya ke bandara, sedangkan pak Anton langsung berbalik setelah melihat putrinya menaiki bus.
Dua jam perjalanan dari Bogor ke bandara Perjuangan di barat daya ibukota Jakarta.
Violetta turun dari bus sambil menarik kopernya. Ia terlihat sangat cantik hari itu, dengan rambut bergaya long curls berpadu dengan kacamata berbentuk oval berlensa polarized terlihat bagaikan seorang aktris Korea papan atas.
Ia memakai kemeja guilen oversize berwarna biru gelap dipadukan dengan celana jeans model highwaist berwarna serasi dengan kemejanya, tak ketinggalan juga di sepasang kakinya ia memakai sepatu sneakers biru bergaris putih yang semakin membuatnya begitu trendi.
Seorang gadis yang baru saja menyelesaikan kuliahnya di Universitas Teknologi Semesta yang berlokasi di tenggara kota Bogor.
"Vio!" Panggil seorang gadis yang sebaya dengannya setengah berlari menghampirinya.
"Hei Clara!" Sahutnya lalu keduanya saling mencium pipi bagian kanan dan kiri.
"Ke mana yang lainnya?" Tanya Clara sambil berjalan berdampingan melirik kanan dan kirinya memasuki terminal 9 bandara International Perjuangan.
"Aku belum tahu, baru kau saja yang aku temui" jawab Violetta tanpa meliriknya.
Keduanya lalu bergegas memasuki pemeriksaan dan berjalan ke bagian check in counter untuk menyerahkan koper dan mendapatkan boarding pass.
"Clara, apa kau sudah sarapan? Bagaimana kalau kita sarapan dulu sebelum memasuki gate?" Tawar Violetta.
"Boleh" jawab Clara cepat.
"Kau mau sarapan apa?" Tanya Violetta yang bingung menentukan pilihannya pada resto yang berderet di dalam bandara.
"Cari cemilan saja, aku sebenarnya sudah sarapan" jawab Clara.
"Sama, aku juga. Tapi waktu keberangkatan masih lama, bagaimana kalau kita ngopi saja? Aku penasaran dengan coffeeshop yang lagi trend di kalangan mahasiswa, kalau tidak salah namanya Kopi Kelam. Apa kau pernah mencobanya?" Kembali Violetta menawarkan.
"Betul juga, aku belum sempat mencobanya" ucap Clara menimpalinya.
Kedua gadis langsung mencarinya di antara resto yang berjajar.
"Di sana!" Tunjuk Clara menemukannya.
Keduanya langsung bergegas menghampiri sebuah kafe minimalis dengan berbagai varian kopi dari seluruh Nusantara.
Violetta tampak bingung membaca menu kopi yang begitu banyak.
"Kak, apakah ada kopi Naga Terbang?" Tanyanya kepada seorang barista perempuan yang melayaninya.
"Maaf, Mbak. Kami tidak menyediakannya. Apakah Mbak ingin mencoba kopi khas buatan kami yaitu kopi Kelam?" Jawab barista lalu menawarkannya.
"Boleh" jawab Violetta tanpa memikirkannya lagi.
"Kau Clara, apa mau mencobanya juga?" Tanya Violetta meliriknya.
"Yup" jawab Clara singkat.
Setelah membayar dan mengambilnya, Violetta dan Clara langsung berjalan ke arah meja kosong.
"Pahit!" Sembur Clara langsung memeletkan lidahnya.
Violetta yang melihatnya langsung terkekeh, ia lalu menyeruput kopi yang dipegangnya.
"Gila! Ini lebih kelam dari masa lalu tetangga sebelah" ucap Violetta lalu mengambil air mineralnya dan langsung meminumnya beberapa tegukan.
Kedua gadis langsung berbalik pergi tanpa menghabiskan kopinya.
Baru saja keduanya keluar dari coffeeshop, beberapa teman kampus lainnya menghampiri keduanya.
"Hei, hei, hei. Lihatlah kedua cewek sok cantik itu! Ujar seorang gadis bergaun merah yang terlihat begitu stylist menunjuknya.
"Apaan sih loe, Marsya Tikebo? Datang-datang ngajak ribut" Kesal Clara kepada gadis bernama Marsya yang menjadi musuh bebuyutan keduanya di kampus.
"Tikbo ya bukan Tikebo! Clara binti Cupatkay" timpal Marsya sedikit geram nama keluarganya diplesetkan.
"Jangan kurang ajar loe, loe kira bokap gue siluman babi. Jelas-jelas nama belakang loe Tikebo, nggak salah kan gue. Mikir loe!" Balas Clara tersulut emosinya.
"Loe yang harusnya mikir, mulut loe gampang betul memplesetkan nama orang. ****** loe Clara!" Timpal Marsya terpancing.
Violetta langsung menarik tangan Clara untuk menjauhinya.
"Sudahlah, abaikan saja cewek brengsek sepertinya. Biarkan dia menggonggong seperti kucing yang terjepit" ujar Violetta mencoba melerainya namun maksudnya memprovokasi.
"Maksud loe apa bilang gitu? Ngajak ribut loe?" Bentak Marsya tidak terima dengan perkataan Violetta.
"Sudah! Sudah! Jangan bikin ribut di sini!" Ucap pemuda bernama Antoine melerai ketiganya.
"Kalian berdua, pergi sana!" Imbuh Antoine mengusir keduanya.
Violetta dan Clara langsung bergegas meninggalkannya.
"Sialan! Ada masalah apa sih dengan cewek gila itu? Dari pertama ngampus sampai sekarang, selalu saja bikin onar. Lama-lama gw bejek juga tuh anak" rutuk Clara meluapkan emosinya.
Violetta mengangkat kedua bahunya tidak mau memperpanjang masalah.
Memasuki ruang tunggu keberangkatan, tempat keduanya akan menaiki pesawat. Clara masih saja meracau tidak jelas meluapkan kekesalan di hatinya.
Violetta lalu merangkulnya dan menepuk bahu sahabatnya.
"Santai saja, ini liburan terakhir kita bersama teman kampus, tak perlu terlalu merisaukannya" ujarnya mencoba menenangkan hati Clara.
"Pengumuman! Diberitahukan kepada penumpang pesawat Lovebird Air dengan nomor penerbangan ABC123 keberangkatan menuju kota Gaib ditunda selama 60 menit karena alasan teknis" ujar seorang petugas bandara menyampaikan informasi.
"Selalu saja delay" keluh Clara semakin menambah kekesalan di hatinya.
Violetta langsung memasangkan sebelah earphone miliknya ke telinga Clara untuk meredam emosinya.
Tak lama Violetta terlelap tidur dalam sandaran kursinya.
Terdengar suara dari petugas di ruang keberangkatan meminta para penumpang untuk memasuki pesawat.
Keduanya langsung mengantre memasuki pesawat.
"Clara! Kau sudah tenang sekarang?" Tanya Violetta begitu duduk di kursinya.
"Sudah, thank you my bestie" jawabnya lalu mengaitkan ujung logam sabuk pengaman di perutnya.
"Aw!" Jeritnya merasakan sakit di jarinya yang tergores bagian tajam dari logam sabuk pengaman.
"Kau tidak apa-apa, Clara?" Tanya Violetta mengernyitkan dahi melihat luka kecil di jari sahabatnya.
Clara menggelengkan kepala sambil menghisap lukanya.
Dari arah depan terdengar seorang bayi menangis, sang ibu berusaha menenangkan bayinya namun si bayi masih terus menangis hingga seorang pramugari menghampirinya.
Tidak juga reda tangisan si bayi, sang ibu langsung mengambil perlengkapan bayi yang disimpannya di dalam tas yang berada di kompartemen penyimpanan.
Pramugari membantu menurunkan tas milik si ibu kemudian si ibu langsung membuatkan sebotol susu dan memberikannya kepada si bayi.
Suasana hening kembali setelah si bayi mendapatkan susunya.
Beberapa saat kemudian lewatlah seorang anak kecil berusia sekitar empat tahunan dengan wajah yang begitu menggemaskan.
"Nenek sudah tua, giginya tinggal dua" nyanyian seorang anak kecil terlihat begitu ceria melewati baris kursi Violetta dan Clara yang tersenyum lembut melihatnya.
Marsya dan beberapa teman kampus lainnya yang baru saja memasuki kabin pesawat langsung menatap tajam Violetta dan Clara. Ia membuat gestur di jari tengahnya yang langsung diarahkan kepada keduanya.
"Tenanglah, Clara!" Pinta Violetta langsung membalikkan wajah sahabatnya ke arah jendela pesawat.
Tak lama pramugari mulai mempraktikkan keselamatan penumpang sesuai dengan instruksi suara.
Beberapa saat kemudian, pesawat langsung lepas landas ke udara.
Baru saja beberapa menit pesawat terbang, cuaca yang sebelumnya terlihat cerah berubah menjadi buruk, pesawat yang belum berada pada ketinggian standar jalurnya sedikit mengalami guncangan karena harus menabrak awan hitam.
Semua penumpang terlihat begitu panik sampai ada seorang bapak yang berdoa begitu keras terdengar.
Tak lama, guncangan di dalam pesawat langsung mereda seketika. Semua penumpang bernapas lega mensyukurinya.
Satu jam berlalu dengan lancar, tiba-tiba terdengar suara dari sang pilot yang terus mengatakan
"Mayday, mayday, mayday"
Keributan pun terjadi, semua penumpang dibuat panik mendengarnya. Beberapa pramugari mengayunkan tangannya naik turun meminta semua penumpang untuk tenang dan mengikuti instruksinya.
Tiba-tiba Pesawat menukik tajam ke bawah, semua penumpang berteriak histeris.
Gemuruh terdengar keras memekakkan telinga dan hantaman keras terjadi ketika bagian moncong pesawat menabrak air laut.
Dhuar!
Api besar menyambar dengan cepat dari bagian depan ke bagian belakang kabin pesawat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments
𝐀⃝🥀Jinda🤎Team Ganjil❀∂я🧡
aku ikut terkejut hehe 😄
2023-02-10
0
𝐀⃝🥀Jinda🤎Team Ganjil❀∂я🧡
pendukung cerita horor datang untuk membaca tapi udah malam sepi sendirian lanjut besok pagi. Ok ♥️♥️ untuk pecinta horor
2023-02-10
0
DMus
Saya ingin ikut gabung di keributan ini, jadi juri ya
2022-11-20
2