Detik Terindah

"Sudah," ucap Luna setelah mengecup bibir Devano. Devano kemudian mendekatkan wajahnya ke samping telinga Luna.

"Lagi," bisik Devano.

"Dasar!"

"Tanggung, Luna," ujar Devano lirih sambil mengecup telinga Luna.

"Devano, kau masih demam. Sebaiknya kau istirahat karena besok kita ada pertemuan penting dengan Tuan Brian, iya kan?"

"Menyebalkan," gerutu Devano.

"Ayo istirahat!"

"Temani aku!"

Luna kemudian menganggukan kepalanya. "Ayo ke kamar sekarang!"

"Sabar sayang, kau tidak sabaran sekali! Bagian mana yang ingin kusentuh?" ledek Devano.

"Devanooooo!"

"Hahhahhahaaaaaa!"

"Aku bosan di kamar, kita nonton di sini saja!" ujar Devano sambil menunjuk sofa bed di depan televisi. Luna pun mengangguk. Mereka kemudian duduk di atas sofa.

"Kau mau nonton apa, Devano?" tanya Luna saat memilihkan film yang akan mereka tonton.

"Horor."

"Aku benci horor."

"Kau tidak perlu takut, ada aku. Dadaku kuat untuk memelukmu seharian, Neng Luna," ujar Devano sambil mengedipkan mata kanannya.

"Idihhhhhh," jawab Luna sambil bergidik ngeri.

Luna kemudian menyetel film horor Thailand seperti yang diminta Devano. Dia kemudian duduk di samping Devano sambil menggerutu.

"Lunaaaa!" panggil Devano saat Luna mulai merapatkan tubuhnya pada tubuh Devano saat mulai merasa takut karena film yang ditontonnya.

"Apa!!" jawab Luna ketus.

"Temani aku."

"Bukannya aku sudah menemanimu?"

"Nanti malam temani aku tidur. Aku janji tidak minta apapun darimu, paling cuma peluk-peluk dikit," ujar Devano sambil terkekeh.

"Dasar manja!"

"Luna please! Bukankah kau tahu aku sedang sakit? Coba pikir, bagaimana kalau sakitku bertambah parah? Bagaimana kalau tiba-tiba aku pingsan? Apa kau mau besok presentasi sendiri?"

"Alasan!"

"Lunaaaa."

"Iya, iya," jawab Luna sambil menggerutu.

***

Luna perlahan membuka matanya saat mendengar suara alarm di ponselnya. "Oh sudah pagi," ujar Luna. Dia kemudian mengangkat tangan Devano yang masih mendekap tubuhnya.

"Jangan pergi, Luna! Di sini saja!" ucap Devano sambil mengeratkan pelukannya.

"Devano, aku harus menyiapkan sarapan dan berkas untuk persiapan presentasi kita pagi ini."

"Menyebalkan sekali!" gerutu Devano. Luna kemudian bangkit dari atas ranjang sambil tersenyum kecut.

Dua jam kemudian, Devano tampak sudah memarkirkan mobilnya di basemen kantornya. Dia kemudian melirik pada Luna yang duduk di sampingnya, setelah pagi ini mati-matian membujuk Luna agar mau berangkat dengannya. Devano mengamati Luna yang kini sedang asyik merapikan berkas di atas pangkuannya.

"Sudah, ayo kita turun Tuan Devano."

"Devano!"

"Ini di kantor Devano, jadi aku harus memanggilmu dengan sebutan Tuan, aku tidak mau ada yang curiga pada kita."

"Memangnya kenapa?"

"Apa anda mau Nyonya Viona berfikir hal yang buruk lagi padaku?"

"Ck! Mama, tidak usah kau pikirkan."

"Tapi bagaimanapun juga aku bekerja di perusahaan keluarga kalian."

"Tapi kau bekerja untukku!"

"Aku tidak mau berdebat, Devano. Ayo kita turun!" ujar Luna sambil membalikkan tubuhnya, berniat untuk membuka pintu mobil. Namun, tiba-tiba Devano mencekal tangannya.

"Ada apa lagi Devano!"

"Ciummmm.."

"Devano, ini di kantor!"

"Ini di dalam mobil Luna! Ini di dalam mobil yang terparkir di basemen."

"Astaga! Kau memang sangat menyebalkan!" gerutu Luna. Dia kemudian mendekatkan wajahnya lalu mengecup pipi Devano.

"Jangan di situ, Luna. Kurang menantang."

"Astaga! Selain manja kau juga banyak permintaan! Ayo cepat turun!"

"Turun saja sendiri! Presentasi saja sendiri!"

"Astagaaaaa!" teriak Luna yang membuat Devano terkekeh.

"Sayang!" panggil Devano sambil merengkuh wajah Luna kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Luna.

"Aku tidak mau, nanti lipstikku terhapus."

"Akan kubelikan seluruh lipstik yang ada di toko untukmu!"

"Gombal!"

"Baik, kalau kau tidak percaya akan kutelepon sekarang juga!"

"Astaga, tidak usah! Aku bawa peralatan make up," ujar Luna lirih.

"Boleh kucium kan?"

"Memangnya kalau kau menciumku pernah permisi padaku?" Devano pun terkekeh. Dia kemudian memegang tengkuk Luna, mendekatkan wajahnya dan mengecup lembut bibir Luna yang membuat Luna memejamkan matanya. Devano kemudian mulai memagggutnya perlahan, dan dibalas paguttan lembut oleh Luna.

"Sudah Devano! Ini sudah lama, bisa-bisa bibirku bengkak!" keluh Luna setelah melepaskan bibirnya dari bibir Devano.

"Lagiiii..."

"Devanoooo ayo cepat turun!" teriak Luna. Dia kemudian mendengus kesal, lalu turun dari mobil Devano. Sedangkan Devano hanya terkekeh sambil berjalan di belakang Luna.

"Thanks for sweet kiss in this morning, Luna," ucap Devano lirih saat mereka masuk ke dalam lift. Luna pun hanya tersenyum simpul.

Setelah mereka keluar dari lift, masuk ke ruangan meeting. Saat mereka masuk ke dalam ruang meeting tersebut, tampak Brian dan beberapa anak buahnya sudah menunggu mereka.

"Selamat pagi, Tuan Devano! Sepertinya anda terlambat," ujar Brian sambil tersenyum kecut.

"Selamat pagi juga, Tuan Brian. Saya tidak terlambat, tapi saya tidak mau melewatkan detik-detik terindah dalam hidup saya, jadi saya harus menikmati setiap detik hembusan nafas dalam hidup saya."

"Wow, kiasan yang sangat indah. Anda pasti sedang mengalami saat-saat yang luar biasa dalam hidup anda."

"Tentu saja," jawab Devano.

Brian kemudian mengalihkan pandangannya pada sosok cantik yang berdiri di belakang Devano. "Dia sekretarismu?" tanya Brian.

"Ya, dia sekretarisku. Namanya Luna," jawab Devano.

"Pantas saja harimu indah Tuan Devano, kau memiliki sekretaris secantik Luna," ucap Brian sambil mengulurkan tangannya pada Luna.

Luna kemudian membalas uluran tangan itu. Namun, saat mereka sedang bersalaman, tiba-tiba Brian menarik tangan Luna lalu mengecup punggung tangan itu.

CUP

'BRENGSEK!' umpat Devano di dalam hati.

BRAKKKK

Terpopuler

Comments

yumna

yumna

devano cwmburu

2022-09-06

1

tata 💕

tata 💕

kaget aku, devano kau kan hanya bersenang2 saja sm luna, tp kok marah lihat tangan luna dicium brian 😁

2022-09-03

0

Erni Handayani

Erni Handayani

Inget devano just sex no love.. Gak usah cemburu gak usah gerbak2 meja...bikin kaget aja😂

2022-09-03

0

lihat semua
Episodes
1 PROLOG. Farewall Gift
2 Sweet Kiss
3 Mau Kuajari?
4 Sekedar Pelampiasan
5 No Love
6 Sebuah Alasan
7 Sarapan Pagi
8 Living Together?
9 Peringatan
10 Lebih Dulu
11 Terbelenggu
12 Demam
13 Hati Untuk Dihargai
14 Sachi
15 Detik Terindah
16 Di Kantin
17 Maafkan Aku
18 Takut
19 Teruntuk Logika
20 Panti Asuhan
21 Siapa Aku Sebenarnya?
22 Kantor Cabang
23 Tentang Luna
24 Seribu Alasan
25 Puasa
26 Dibohongi
27 Selamat Pagi
28 Skenario Kehidupan
29 Dikecewakan
30 Flashback End
31 Diadu Domba
32 Waktuku Telah Habis
33 Lakukan Tugasmu
34 Tiga Hari
35 Menikah Denganku
36 Jati Diriku?
37 Bukan Dengan Berlari
38 Dimana Sachi?
39 Kutunggu Kau
40 Kamar Hotel
41 Ada Dimana?
42 Tentang Cinta
43 Bukan Shakila Tapi Sachi
44 Darah Segar
45 Bukti
46 Tante Dokter
47 Wanita Tidak Pernah Salah
48 Pilihan Yang Sulit
49 Sebatas Nikah Siri
50 Pernikahan
51 Si Cantik Dora
52 Membuat Cemburu
53 Rindu Yang Belum Tersampaikan
54 Special To Me In Every Way
55 Foto Bayi
56 Sesak
57 Panti Asuhan
58 Kau Kenapa?
59 Selidiki Sachi
60 Hilang
61 Mencari Tahu Sachi
62 Berharap Lebih
63 Pilih Siapa?
64 Luna Adalah Sachi
65 Mama
66 Istrimu Sachi
67 Siapa Dora?
68 Sensasi Berbeda
69 Apakah Itu Dea?
70 Bidadari Empang
71 Sebuah Janji
72 Pemalsuan Identitas
73 Kacamata dan Masker
74 Kepalasuan
75 Mengakui Kebenaran
76 Sebuah Pesan
77 Kau?
78 Pesan Dari Dea
79 Alasan
80 Kerjasama
81 Pengumuman
82 Harga Diri
83 Bercerai
84 Karma
85 Percaya Padaku?
86 Ciuman Manis
87 Setan Lewat
88 Setangkai Mawar
89 Melarikan Diri
90 Sakit Jantung
91 Mati?
92 Sepucuk Surat
93 Fin
94 Terjerat Pesona Suami Tanteku
95 PROMO NOVEL ADIK IPARKU KEKASIHKU
96 PROMO NOVEL MAINAN TUAN MAFIA
97 PROMO NOVEL AKU CINTA BUKAN LARA
98 PROMO NOVEL MEREBUT HATI SUAMIMU
99 PROMO NOVEL
100 PROMO NOVEL
101 GAIRAH SANG MANTAN
102 Wanita Malam Pak Polisi
Episodes

Updated 102 Episodes

1
PROLOG. Farewall Gift
2
Sweet Kiss
3
Mau Kuajari?
4
Sekedar Pelampiasan
5
No Love
6
Sebuah Alasan
7
Sarapan Pagi
8
Living Together?
9
Peringatan
10
Lebih Dulu
11
Terbelenggu
12
Demam
13
Hati Untuk Dihargai
14
Sachi
15
Detik Terindah
16
Di Kantin
17
Maafkan Aku
18
Takut
19
Teruntuk Logika
20
Panti Asuhan
21
Siapa Aku Sebenarnya?
22
Kantor Cabang
23
Tentang Luna
24
Seribu Alasan
25
Puasa
26
Dibohongi
27
Selamat Pagi
28
Skenario Kehidupan
29
Dikecewakan
30
Flashback End
31
Diadu Domba
32
Waktuku Telah Habis
33
Lakukan Tugasmu
34
Tiga Hari
35
Menikah Denganku
36
Jati Diriku?
37
Bukan Dengan Berlari
38
Dimana Sachi?
39
Kutunggu Kau
40
Kamar Hotel
41
Ada Dimana?
42
Tentang Cinta
43
Bukan Shakila Tapi Sachi
44
Darah Segar
45
Bukti
46
Tante Dokter
47
Wanita Tidak Pernah Salah
48
Pilihan Yang Sulit
49
Sebatas Nikah Siri
50
Pernikahan
51
Si Cantik Dora
52
Membuat Cemburu
53
Rindu Yang Belum Tersampaikan
54
Special To Me In Every Way
55
Foto Bayi
56
Sesak
57
Panti Asuhan
58
Kau Kenapa?
59
Selidiki Sachi
60
Hilang
61
Mencari Tahu Sachi
62
Berharap Lebih
63
Pilih Siapa?
64
Luna Adalah Sachi
65
Mama
66
Istrimu Sachi
67
Siapa Dora?
68
Sensasi Berbeda
69
Apakah Itu Dea?
70
Bidadari Empang
71
Sebuah Janji
72
Pemalsuan Identitas
73
Kacamata dan Masker
74
Kepalasuan
75
Mengakui Kebenaran
76
Sebuah Pesan
77
Kau?
78
Pesan Dari Dea
79
Alasan
80
Kerjasama
81
Pengumuman
82
Harga Diri
83
Bercerai
84
Karma
85
Percaya Padaku?
86
Ciuman Manis
87
Setan Lewat
88
Setangkai Mawar
89
Melarikan Diri
90
Sakit Jantung
91
Mati?
92
Sepucuk Surat
93
Fin
94
Terjerat Pesona Suami Tanteku
95
PROMO NOVEL ADIK IPARKU KEKASIHKU
96
PROMO NOVEL MAINAN TUAN MAFIA
97
PROMO NOVEL AKU CINTA BUKAN LARA
98
PROMO NOVEL MEREBUT HATI SUAMIMU
99
PROMO NOVEL
100
PROMO NOVEL
101
GAIRAH SANG MANTAN
102
Wanita Malam Pak Polisi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!