Peringatan

"Tuan, saya sudah mendapakan alamatnya!"

"Ayo kita pergi ke sana sekarang!"

"Iya Tuan," jawab Luna. Mereka kemudian keluar dari ruang kerja Devano.

'Ck, akhirnya. Selamat datang ke dalam pelukanku, Luna sayang,' batin Devano sambil melirik Luna yang berjalan di sampingnya.

Setengah jam kemudian, akhirnya mereka sudah sampai di alamat yang diberikan oleh Kayla. Saat mobil Devano sampai di rumah itu, tampak Kayla sudah menunggu kedatangan mereka di depan gerbang.

"Mba Luna, aku sudah ngomong sama mereka. Sekarang mereka nunggu di dalem, Mba."

"Ayo!" ujar Luna.

Mereka kemudian masuk ke halaman rumah itu, dan saat mereka sudah sampai di depan pintu, tampak beberapa orang berbadan kekar berdiri di depan pintu rumah itu.

"Kami sudah ada janji dengan bos kalian," kata Kayla.

"Anda sudah membawa uangnya kan?"

"Sudah."

"Silahkan masuk!"

Mereka kemudian masuk ke dalam rumah tersebut, lalu disambut oleh senyuman seorang laki-laki paruh baya yang sedang duduk di atas kursi goyang sambil memegang cerutu.

"Akhirnya kau datang juga, hahahaha."

"Tolong bebaskan adik saya. Kami sudah membawa uang untuk membayar hutang-hutang adik saya," ujar Luna.

Laki-laki tua itu tampak memainkan lidahnya saat melihat Luna yang membuat Devano begitu risih. Dia kemudian berdiri di depan Luna sambil menatap tajam ke arah laki-laki paruh baya itu.

"Aku tidak ingin berbasa-basi, cepat bebaskan Arka, kami sudah membawa uang yang kau minta."

"Hahahhahhahaha."

"Hai laki-laki tua! Jangan banyak tertawa! Cepat bebaskan Arka sekarang juga!"

"Ck, ck, ck! Anak muda, jangan terlalu tergesa-gesa. Bukankah masih ada jalan untuk berunding? Hahahahahahhahaha."

"Berunding? Apa maksudmu?"

'Dasar tua bangka! Aku tahu apa yang ada di pikiran dia. Pasti dia menginginkan Luna! Dasar messum!' batin Devano.

"Hahahahaha, anak muda. Aku sebenarnya orang yang sangat dermawan dan tidak seburuk yang kalian pikirkan. Bahkan, aku mau membebaskan Arka secara cuma-cuma!"

"Secara cuma-cuma? Cuihhhh, di dunia ini tidak mungkin ada yang gratis! Kau pikir kami bodoh? Ini uangmu, dan cepat bebaskan Arka! Kalau tidak aku akan memanggil polisi sekarang juga!"

"Jadi kau mengancamku? Apa kau tidak dengar jika aku menawarkan sebuah penawaran?"

"Aku tidak butuh penawaran darimu, lebih baik kau ambil uang ini dan bebaskan Arka karena aku tidak punya banyak waktu!"

"Jadi kau menolak tawaran dariku?"

"Tentu saja!"

"Anak muda, lebih baik kau simpan saja uangmu dan tolong berikan wanita muda itu padaku untuk kujadikan istriku!"

"Haiiii jaga kata-katamu, Tua Bangka! Kau benar-benar telah membuat kesabaranku habis! Asal kau tahu, aku tidak pernah main-main dengan kata-kataku! Apa kau tahu kau sedang berhadapan dengan siapa? Asal kau tahu, aku bisa saja membuat bisnis harammu hancur dalam sekejap!"

"Lancang! Memangnya kau siapa?"

"Kau tidak perlu tahu siapa aku, yang jelas aku bisa saja menghancurkan semua bisnis harammu dengan melaporkannya pada pihak yang berwajib!"

"Polisi? Hahahaha! Aku tidak takut pada polisi!"

"Tapi mereka sungkan padaku! Dan mereka tidak mungkin begitu saja mengabaikan laporanku begitu saja!"

"Memangnya kau siapa?"

"Itu tidak penting! Jika kau tidak percaya pada kata-kataku, baik aku akan menuruti permintaanmu untuk berurusan dengan yang berwajib dan rasakan sendiri kehancuranmu, Tua Bangka!"

Devano lalu mengutak-atik ponselnya. Dan di saat dia mulai menempelkan ponselnya di telinganya, tiba-tiba laki-laki paruh baya itu mencegahnya.

"Baik anak muda! Baik, aku akan membebaskan Arka."

Laki-laki itu lalu menyuruh anak buahnya untuk membebaskan Arka yang saat ini berada di salah satu kamar di rumah itu. Setelah Arka bebas, Devano kemudian mendekat ke arah laki-laki paruh baya itu dan memberikan sebuah amplop cokelat berisi uang sebanyak seratus juta.

"Ini uangmu! Dan tolong jangan coba-coba berurusan dengan keluarga mereka! Apalagi berharap agar Luna menjadi istrimu! Daripada kau bermimpi menikah dengan Luna lebih baik kau buka sajadahmu sebelum kau tidur di depan sajadah! Apa kau mengerti?"

Laki-laki itu hanya terdiam, Devano lalu membalikkan tubuhnya, namun sebelum dia melangkahkann kakinya, dia membalikkan tubuhnya kembali ke hadapan laki-laki paruh baya itu.

"Aku calon suami Luna! Laki-laki bau tanah sepertimu tidak pantas bersaing denganku! Apa kau mengerti?" bentak Devano dengan berbisik.

Laki-laki paruh baya itu tampak mengangguk perlahan.

"Ayo kita pergi dari sini!" perintah Devano pada Luna serta Kayla dan Arka. Devano kemudian menggandeng Luna sambil melirik sinis ke arah rentenir paruh baya itu yang kini hanya bisa menatapnya.

Mereka kemudian keluar dari rumah itu. "Kalian pulanglah, dan jangan membuat ulah lagi! Hiduplah sesuai porsi dan kemampuan kalian! Dan kau Arka, lebih baik kau cari pekerjaan untuk menghidupi istri dan anak yang ada di dalam kandungan istrimu!"

Arka dan Kayla terdiam. "Luna, tolong kau tunggu aku di dalam mobil, aku akan menyusulmu. Ada hal penting yang ingin kubicarakan dengan adikmu."

"Apa?" ucap Luna sambil mengerutkan keningnya.

"Masuk mobil Luna!"

"Baik Tuan," jawab Luna. Dia kemudian melangkahkan kakinya menuju ke mobil Devano. Sementara Devano menatap tajam ke arah Arka dan Kayla. Setelah sosok Luna tidak lagi terlihat, Devano kemudian mengangkat tangannya lalu menampar Arka.

PLAK PLAK PLAK

"Tu.. Tuan Devano," ucap Arka sambil memegang pipinya.

"Kenapa? Kau tidak terima aku bersikap seperti ini?"

Arka dan Kayla tampak menundukkan kepalanya. "Sekarang kalian dengarkan aku! Tolong hentikan semua perilaku menjijikkan kalian seperti ini yang hanya bisa merepotkan orang lain! Apa kalian tidak bisa berfikir, hah? Dimana akal sehat kalian? Apalagi kau, Arka! Kau benar-benar adik dan anak yang tidak tahu diri dan hanya bisa merepotkan kakak dan orang tuamu saja!"

"Maaf," jawab Arka lirih.

"Ini yang terakhir! Jika kau bersikap kekanak-kanakan lagi, aku tidak segan-segan untuk mematahkan batang lehermu! Apa kau mengerti?"

"Iya Tuan!"

"Besok, datanglah ke alamat ini dan bilang pada kepala cabang di kantor itu jika aku yang memberimu pekerjaan di kantor itu, dan jangan sekali-kali membuat ulah! Bekerjalah dengan baik dan jangan pernah sekali-kali kau ganggu hidup Luna lagi dengan sikap menjijikkanmu itu! Apa kau mengerti?" ucap Devano sambil memberikan sebuah kertas.

"I-iya Tuan Devano."

"Aku pegang janjimu!" ucap Devano sambil meninggalkan Arka dan Kayla yang masih menunduk ketakutan.

"Tuan, apa yang anda katakan pada Arka?" tanya Luna saat Devano masuk ke dalam mobil.

"Hanya sebuah peringatan agar dia tidak melakukan kesalahan yang sama."

"Terima kasih banyak, Tuan," ucap Luna sambil tersenyum dengan begitu manis di bibir tipisnya.

"Sama-sama," jawab Devano yang menahan gejolak di dalam hatinya saat melihat senyuman Luna.

"Emhhhh, E... Luna."

"Ada apa, Tuan?"

"Cium," ucap Devano lirih.

NOTE:

Mampir juga ya ke karya keren punya Kak Kieranah dijamin ceritanya keren abis loh.

Blurb:

Karena kondisi ibunya yang sudah tidak mampu menyangga keuangan keluarga, Afrin pun terpaksa bekerja sebagai ART di rumah Kyai Muhsin, sang pemilik pondok pesantren modern paling terkenal di kotanya.

Berkat kecerdasan dan sifat baik Afrin, sang kyai berniat menikahkan Afrin dengan putranya Ziyan. Sedangkan Ziyan telah memiliki hubungan dengan sosok gadis beragama katholik bernama Siren.

Akankah pernikahan Ziyan dan Afrin akan berjalan mulus, atau justru digagalkan oleh kekuatan cinta antara Ziyan dengan Siren yang begitu kuat?

Terpopuler

Comments

Kg Mughni Siddiq

Kg Mughni Siddiq

suruh pak tua gelar sajadah😀, emang devano pernah gelar sajadah 😆

2023-10-19

2

yumna

yumna

tapi devano baek mash mau kash adenya luna kerjaan

2022-09-02

0

yumna

yumna

kashan luna ya

2022-09-02

0

lihat semua
Episodes
1 PROLOG. Farewall Gift
2 Sweet Kiss
3 Mau Kuajari?
4 Sekedar Pelampiasan
5 No Love
6 Sebuah Alasan
7 Sarapan Pagi
8 Living Together?
9 Peringatan
10 Lebih Dulu
11 Terbelenggu
12 Demam
13 Hati Untuk Dihargai
14 Sachi
15 Detik Terindah
16 Di Kantin
17 Maafkan Aku
18 Takut
19 Teruntuk Logika
20 Panti Asuhan
21 Siapa Aku Sebenarnya?
22 Kantor Cabang
23 Tentang Luna
24 Seribu Alasan
25 Puasa
26 Dibohongi
27 Selamat Pagi
28 Skenario Kehidupan
29 Dikecewakan
30 Flashback End
31 Diadu Domba
32 Waktuku Telah Habis
33 Lakukan Tugasmu
34 Tiga Hari
35 Menikah Denganku
36 Jati Diriku?
37 Bukan Dengan Berlari
38 Dimana Sachi?
39 Kutunggu Kau
40 Kamar Hotel
41 Ada Dimana?
42 Tentang Cinta
43 Bukan Shakila Tapi Sachi
44 Darah Segar
45 Bukti
46 Tante Dokter
47 Wanita Tidak Pernah Salah
48 Pilihan Yang Sulit
49 Sebatas Nikah Siri
50 Pernikahan
51 Si Cantik Dora
52 Membuat Cemburu
53 Rindu Yang Belum Tersampaikan
54 Special To Me In Every Way
55 Foto Bayi
56 Sesak
57 Panti Asuhan
58 Kau Kenapa?
59 Selidiki Sachi
60 Hilang
61 Mencari Tahu Sachi
62 Berharap Lebih
63 Pilih Siapa?
64 Luna Adalah Sachi
65 Mama
66 Istrimu Sachi
67 Siapa Dora?
68 Sensasi Berbeda
69 Apakah Itu Dea?
70 Bidadari Empang
71 Sebuah Janji
72 Pemalsuan Identitas
73 Kacamata dan Masker
74 Kepalasuan
75 Mengakui Kebenaran
76 Sebuah Pesan
77 Kau?
78 Pesan Dari Dea
79 Alasan
80 Kerjasama
81 Pengumuman
82 Harga Diri
83 Bercerai
84 Karma
85 Percaya Padaku?
86 Ciuman Manis
87 Setan Lewat
88 Setangkai Mawar
89 Melarikan Diri
90 Sakit Jantung
91 Mati?
92 Sepucuk Surat
93 Fin
94 Terjerat Pesona Suami Tanteku
95 PROMO NOVEL ADIK IPARKU KEKASIHKU
96 PROMO NOVEL MAINAN TUAN MAFIA
97 PROMO NOVEL AKU CINTA BUKAN LARA
98 PROMO NOVEL MEREBUT HATI SUAMIMU
99 PROMO NOVEL
100 PROMO NOVEL
101 GAIRAH SANG MANTAN
102 Wanita Malam Pak Polisi
Episodes

Updated 102 Episodes

1
PROLOG. Farewall Gift
2
Sweet Kiss
3
Mau Kuajari?
4
Sekedar Pelampiasan
5
No Love
6
Sebuah Alasan
7
Sarapan Pagi
8
Living Together?
9
Peringatan
10
Lebih Dulu
11
Terbelenggu
12
Demam
13
Hati Untuk Dihargai
14
Sachi
15
Detik Terindah
16
Di Kantin
17
Maafkan Aku
18
Takut
19
Teruntuk Logika
20
Panti Asuhan
21
Siapa Aku Sebenarnya?
22
Kantor Cabang
23
Tentang Luna
24
Seribu Alasan
25
Puasa
26
Dibohongi
27
Selamat Pagi
28
Skenario Kehidupan
29
Dikecewakan
30
Flashback End
31
Diadu Domba
32
Waktuku Telah Habis
33
Lakukan Tugasmu
34
Tiga Hari
35
Menikah Denganku
36
Jati Diriku?
37
Bukan Dengan Berlari
38
Dimana Sachi?
39
Kutunggu Kau
40
Kamar Hotel
41
Ada Dimana?
42
Tentang Cinta
43
Bukan Shakila Tapi Sachi
44
Darah Segar
45
Bukti
46
Tante Dokter
47
Wanita Tidak Pernah Salah
48
Pilihan Yang Sulit
49
Sebatas Nikah Siri
50
Pernikahan
51
Si Cantik Dora
52
Membuat Cemburu
53
Rindu Yang Belum Tersampaikan
54
Special To Me In Every Way
55
Foto Bayi
56
Sesak
57
Panti Asuhan
58
Kau Kenapa?
59
Selidiki Sachi
60
Hilang
61
Mencari Tahu Sachi
62
Berharap Lebih
63
Pilih Siapa?
64
Luna Adalah Sachi
65
Mama
66
Istrimu Sachi
67
Siapa Dora?
68
Sensasi Berbeda
69
Apakah Itu Dea?
70
Bidadari Empang
71
Sebuah Janji
72
Pemalsuan Identitas
73
Kacamata dan Masker
74
Kepalasuan
75
Mengakui Kebenaran
76
Sebuah Pesan
77
Kau?
78
Pesan Dari Dea
79
Alasan
80
Kerjasama
81
Pengumuman
82
Harga Diri
83
Bercerai
84
Karma
85
Percaya Padaku?
86
Ciuman Manis
87
Setan Lewat
88
Setangkai Mawar
89
Melarikan Diri
90
Sakit Jantung
91
Mati?
92
Sepucuk Surat
93
Fin
94
Terjerat Pesona Suami Tanteku
95
PROMO NOVEL ADIK IPARKU KEKASIHKU
96
PROMO NOVEL MAINAN TUAN MAFIA
97
PROMO NOVEL AKU CINTA BUKAN LARA
98
PROMO NOVEL MEREBUT HATI SUAMIMU
99
PROMO NOVEL
100
PROMO NOVEL
101
GAIRAH SANG MANTAN
102
Wanita Malam Pak Polisi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!