Sebuah Alasan

Luna menatap takjub saat Devano membuka pintu apartemen miliknya. 'Wow, aku baru pernah melihat apartemen semewah ini,' batin Luna sambil menelan ludahnya dengan berat.

"Silahkan masuk, Luna!"

Luna menganggukkan kepalanya lalu mengikutil langkah Devano masuk ke dalam apartemennya, meskipun dengan langkah berat dan hati yang masih berkecamuk. Kata hatinya sebenarnya belum bisa mempercayai Devano seutuhnya, tapi untuk saat ini dia tidak memiliki pilihan lain.

"Luna, silahkan masuk ke kamar itu, itu kamar tamu. Mandilah lalu ganti pakaianmu!"

Mendengar perkataan Devano, Luna hanya terdiam. "Kenapa Luna?"

"Maaf Tuan Devano, saya tidak membawa pakaian. Tadi saat baru saja pulang ke rumah, saya bertengkar dengan adik saya, dan langsung pergi begitu saja. Jadi, saya tidak membawa pakaian sama sekali."

"Astaga, maaf aku lupa. Lebih baik, sekarang kau mandi dan bersihkan tubuhmu. Nanti kusuruh anak buahku untuk membelikan pakaian untukmu."

"Baiklah, terima kasih banyak, Tuan," jawab Luna. Dia kemudian masuk ke dalam kamar yang ditunjuk oleh Devano.

Sementara Devano, kini tampak mengutak-atik ponselnya, menelepon salah seorang karyawan butik yang ada di seberang apartemennya untuk mengantarkan beberapa pakaian tidur dan pakaian kerja. Tak berapa lama, suara bel pun terdengar di pintu apartemen miliknya.

TETTTT TEEETTTT

Devano kemudian bergegas membuka pintu apartemen itu dan mengambil beberapa paper bag yang diantarkan oleh pelayan butik tersebut dan mengantarkan paper bag itu ke dalam kamar Luna.

"Luna, ini pakaian untukmu! Sudah kutaruh di atas tempat tidur."

"Iya Tuan, terima kasih banyak!" sahut Luna dari dalam kamar mandi.

"Jika saja aku sedang tidak berpura-pura jadi laki-laki baik di depannya, sudah kususul dia di dalam kamar mandi lalu kuterkam tubuhnya," ujar Devano sambil terkekeh.

Dia kemudian keluar dari kamar Luna, lalu masuk ke dalam kamarnya untuk mandi dan membersihkan tubuhnya. Selang beberapa saat, ketika Devano sudah keluar dari kamar miliknya dan duduk di meja makan untuk menikmati makan malam yang sudah dibelinya, meja itu tampak kosong.

"Dimana Luna? Apa dia tidak lapar?"

"Luna, Luna! Kau dimana?"

"Di kamar, Tuan," jawab Luna dengan sedikit berteriak.

"Kenapa di kamar? Ayo makan! Bukankah kau belum makan malam? Ayo makan! Nanti sakit!"

"Tidak Tuan!"

"Kenapa tidak? Nanti kau sakit, Luna!" teriak Devano, namun Luna tidak menyahut. Akhirnya Devano menghampiri Luna di kamarnya.

TOK TOK TOK

"Luna, ayo makan! Bukankah kau belum makan malam? Ayo makan nanti kau sakit!"

"Tidak Tuan, terima kasih," jawab Luna di balik pintu.

"Kenapa Luna? Apa kau takut padaku?"

"Tidak juga!"

"Lalu kenapa?"

"Saya malu, Tuan."

"Malu? Malu kenapa?"

"Tidak apa-apa."

"Luna, tolong jangan banyak basa-basi, kenapa kau tiba-tiba malu seperti ini?"

"Emhhhh, maaf Tuan. Pakaian tidur yang Tuan belikan sangat terbuka. Saya tidak biasa menggunakan pakaian seperti ini."

"Sangat terbuka?" ujar Devano sambil mengerutkan keningnya.

'Astaga, pasti pelayan butik itu sudah salah sangka! Pasti dia mengambilkan lingerie untuk Luna seperti yang biasa kubelikan untuk wanita yang menemaniku di sini! Bukan baju tidur seperti yang aku pesan! Astaga! Pelayan itu menang benar-benar bodoh!' batin Devano sambil mengusap wajahnya dengan kasar.

"Baik Luna, sekarang begini saja, akan kuambilkan kaos milikku untukmu! Malam ini kau pakai kaos milikku saja."

"Emhhh, iya Tuan," jawab Luna. Devano kemudian berjalan ke kamarnya, lalu mengambil salah satu kaosnya yang berwarna putih.

"Luna, tolong buka pintunya. Ini kuambilkan kaos untukmu."

"Iya Tuan, sebentar."

CEKLEK

Luna membuka pintu kamarnya. Saat pintu kamar itu terbuka, mata Devano pun begitu terbelalak melihat Luna yang saat ini mengenakan lingerie berbahan brukat transparan warna cream dan ditutupi kimono satin dengan warna senada.

"Ini kaosku, pakailah!" perintah Devano sambil memberikan kaos miliknya. Perasaannya kini begitu campur aduk menahan hasrat kelaki-lakianyya saat melihat buah dada yang mengintip, dan hampir separuhnya terlihat karena hanya tertutup busa tebal dibalik lingerie brukat yang menutupi buah dada itu.

"Terima kasih, Tuan."

"Iya Luna, pakai dulu kaos itu. Lalu kutunggu kau di meja makan."

"Iya Tuan," jawab Luna. Dia kemudian menutup pintu kamarnya. Sedangkan Devano tampak berjalan ke arah meja makan sambil melirik ke juniornya.

"Jangan bangun, Joni! Ayo tidur lagi! Ini belum saatnya!" gerutu Devano.

Dia kemudian duduk di meja makan, lalu menikmati makan malamnya. Saat sedang asyik menikmati makan malam, tiba-tiba Luna mendekat ke arahnya.

'Astaga, godaan iman apalagi ini! Joni, tolong kendalikan dirimu! Ini belum saatnya, Joni,' batin Devano sambil melirik juniornya saat melihat Luna yang kini berjalan ke meja makan dengan menggunakan kaos miliknya, namun masih memperlihatkan bentuk pahanya yang mulus, karena dia hanya mengenakan kaos miliknya, tanpa bawahan yang menutup pahanya. Hanya tertutup sebagian dari lingerie yang dia kenakan di bawah kaos putih itu.

"A-Ayo, makan Luna!" perintah Devano.

"Iya Tuan!" jawab Luna. Dia kemudian menikmati makan malam bersama Devano.

"Tuan, kenapa anda diam saja?" tanya Kuna saat melihat Devano yang hanya termenung.

"Tidak apa-apa, Luna. Aku hanya sedang memikirkan sesuatu."

"Memikirkan apa? Apa urusan pekerjaan?"

"Bukan."

"Lalu?"

"Paha."

"Paha? Paha apa, Tuan?"

"Oh, emhhh maksudku paha ayamnya sangat enak! Ayo kau juga harus makan paha ayamnya, Luna."

Luna pun mengernyitkan keningnya sambil tersenyum getir. "Bukankah dimana-mana paha ayam sama saja?"

"Tidak Luna, ini berbeda sangat nikmat," jawab Devano dengan sedikit salah tingkah.

'Astaga, ini benar-benar berat. Semoga kau sanggup menahannya, aku akan menyelesaikan misiku secepatnya. Iya kan Joni?' batin Devano.

Setelah menyelesaikan makan malam mereka. Luna kemudian membawa piring bekas malam mereka dan mencucinya di dapur. Sedangkan Devano, kini masih ada di meja makan sambil memainkan ponselnya.

Tiba-tiba dia mendengar ponsel milik Luna yang terus menerus berbunyi. Devano yang terganggu dengan bunyi ponsel milik Luna, akhirnya mengambil ponsel itu dan melihat beberapa pesan yang masuk.

Saat sedang melihat ponsel Luna, sekilas dia membaca pesan dari seorang wanita bernama Kayla yang ditujukan padanya.

KAYLA:

Bagaimana Mba Luna? Apa Mba Luna sudah dapat pinjaman dana? Baru saja, kolektor itu datang, Mba. Jadi, tolong Mba Luna usahakan ya! Kalau tidak, rumah kita akan disita, Mba.

Setelah membaca dengan sekilas pesan yang masuk ke ponsel Luna, Devano pun menyunggingkan senyumnya.

'Jadi, sebenarnya Luna sedang membutuhkan uang? Pantas saja, gadis sepolos Luna mau bekerja di kantorku, bahkan tidak menolak saat aku berbuat nakal padanya, itu karena dia memiliki sebuah alasan? Dan alasan itu karena Luna sedang membutuhkan uang? Hmmm sepertinya ini sangat menarik. Luna sayang, kau membutuhkan uang kan? Bagaimana kalau kita membuat permainan ini semakin menarik? Dan, sekarang ayo kita mulai permainan ini,' batin Devano sambil tersenyum menyeringai.

Terpopuler

Comments

Nami chan

Nami chan

paha ayam /Curse/

2023-11-24

1

Benazier Jasmine

Benazier Jasmine

devano jahat bgt

2023-06-16

0

^⁠__⁠daena__⁠^

^⁠__⁠daena__⁠^

😂😂😂kasian deh si Joni

2022-09-11

0

lihat semua
Episodes
1 PROLOG. Farewall Gift
2 Sweet Kiss
3 Mau Kuajari?
4 Sekedar Pelampiasan
5 No Love
6 Sebuah Alasan
7 Sarapan Pagi
8 Living Together?
9 Peringatan
10 Lebih Dulu
11 Terbelenggu
12 Demam
13 Hati Untuk Dihargai
14 Sachi
15 Detik Terindah
16 Di Kantin
17 Maafkan Aku
18 Takut
19 Teruntuk Logika
20 Panti Asuhan
21 Siapa Aku Sebenarnya?
22 Kantor Cabang
23 Tentang Luna
24 Seribu Alasan
25 Puasa
26 Dibohongi
27 Selamat Pagi
28 Skenario Kehidupan
29 Dikecewakan
30 Flashback End
31 Diadu Domba
32 Waktuku Telah Habis
33 Lakukan Tugasmu
34 Tiga Hari
35 Menikah Denganku
36 Jati Diriku?
37 Bukan Dengan Berlari
38 Dimana Sachi?
39 Kutunggu Kau
40 Kamar Hotel
41 Ada Dimana?
42 Tentang Cinta
43 Bukan Shakila Tapi Sachi
44 Darah Segar
45 Bukti
46 Tante Dokter
47 Wanita Tidak Pernah Salah
48 Pilihan Yang Sulit
49 Sebatas Nikah Siri
50 Pernikahan
51 Si Cantik Dora
52 Membuat Cemburu
53 Rindu Yang Belum Tersampaikan
54 Special To Me In Every Way
55 Foto Bayi
56 Sesak
57 Panti Asuhan
58 Kau Kenapa?
59 Selidiki Sachi
60 Hilang
61 Mencari Tahu Sachi
62 Berharap Lebih
63 Pilih Siapa?
64 Luna Adalah Sachi
65 Mama
66 Istrimu Sachi
67 Siapa Dora?
68 Sensasi Berbeda
69 Apakah Itu Dea?
70 Bidadari Empang
71 Sebuah Janji
72 Pemalsuan Identitas
73 Kacamata dan Masker
74 Kepalasuan
75 Mengakui Kebenaran
76 Sebuah Pesan
77 Kau?
78 Pesan Dari Dea
79 Alasan
80 Kerjasama
81 Pengumuman
82 Harga Diri
83 Bercerai
84 Karma
85 Percaya Padaku?
86 Ciuman Manis
87 Setan Lewat
88 Setangkai Mawar
89 Melarikan Diri
90 Sakit Jantung
91 Mati?
92 Sepucuk Surat
93 Fin
94 Terjerat Pesona Suami Tanteku
95 PROMO NOVEL ADIK IPARKU KEKASIHKU
96 PROMO NOVEL MAINAN TUAN MAFIA
97 PROMO NOVEL AKU CINTA BUKAN LARA
98 PROMO NOVEL MEREBUT HATI SUAMIMU
99 PROMO NOVEL
100 PROMO NOVEL
101 GAIRAH SANG MANTAN
102 Wanita Malam Pak Polisi
Episodes

Updated 102 Episodes

1
PROLOG. Farewall Gift
2
Sweet Kiss
3
Mau Kuajari?
4
Sekedar Pelampiasan
5
No Love
6
Sebuah Alasan
7
Sarapan Pagi
8
Living Together?
9
Peringatan
10
Lebih Dulu
11
Terbelenggu
12
Demam
13
Hati Untuk Dihargai
14
Sachi
15
Detik Terindah
16
Di Kantin
17
Maafkan Aku
18
Takut
19
Teruntuk Logika
20
Panti Asuhan
21
Siapa Aku Sebenarnya?
22
Kantor Cabang
23
Tentang Luna
24
Seribu Alasan
25
Puasa
26
Dibohongi
27
Selamat Pagi
28
Skenario Kehidupan
29
Dikecewakan
30
Flashback End
31
Diadu Domba
32
Waktuku Telah Habis
33
Lakukan Tugasmu
34
Tiga Hari
35
Menikah Denganku
36
Jati Diriku?
37
Bukan Dengan Berlari
38
Dimana Sachi?
39
Kutunggu Kau
40
Kamar Hotel
41
Ada Dimana?
42
Tentang Cinta
43
Bukan Shakila Tapi Sachi
44
Darah Segar
45
Bukti
46
Tante Dokter
47
Wanita Tidak Pernah Salah
48
Pilihan Yang Sulit
49
Sebatas Nikah Siri
50
Pernikahan
51
Si Cantik Dora
52
Membuat Cemburu
53
Rindu Yang Belum Tersampaikan
54
Special To Me In Every Way
55
Foto Bayi
56
Sesak
57
Panti Asuhan
58
Kau Kenapa?
59
Selidiki Sachi
60
Hilang
61
Mencari Tahu Sachi
62
Berharap Lebih
63
Pilih Siapa?
64
Luna Adalah Sachi
65
Mama
66
Istrimu Sachi
67
Siapa Dora?
68
Sensasi Berbeda
69
Apakah Itu Dea?
70
Bidadari Empang
71
Sebuah Janji
72
Pemalsuan Identitas
73
Kacamata dan Masker
74
Kepalasuan
75
Mengakui Kebenaran
76
Sebuah Pesan
77
Kau?
78
Pesan Dari Dea
79
Alasan
80
Kerjasama
81
Pengumuman
82
Harga Diri
83
Bercerai
84
Karma
85
Percaya Padaku?
86
Ciuman Manis
87
Setan Lewat
88
Setangkai Mawar
89
Melarikan Diri
90
Sakit Jantung
91
Mati?
92
Sepucuk Surat
93
Fin
94
Terjerat Pesona Suami Tanteku
95
PROMO NOVEL ADIK IPARKU KEKASIHKU
96
PROMO NOVEL MAINAN TUAN MAFIA
97
PROMO NOVEL AKU CINTA BUKAN LARA
98
PROMO NOVEL MEREBUT HATI SUAMIMU
99
PROMO NOVEL
100
PROMO NOVEL
101
GAIRAH SANG MANTAN
102
Wanita Malam Pak Polisi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!