Sweet Kiss

💞 TIGA BULAN SEBELUMNYA 💞

Sebuah mobil BMW 530i berwarna hitam berhenti di depan lobi kantor di sebuah gedung perkantoran di pusat ibu kota. Seorang laki-laki membuka pintu mobil, dan menyerahkan kunci itu pada staf yang sudah ada di depan lobi gedung.

Dengan penuh percaya diri, laki-laki tersebut masuk ke dalam gedung itu melewati beberapa orang yang menatap dan menyapanya.

"Selamat pagi, Tuan Devano!"

"Selamat pagi," jawab Devano tanpa melihat ke arah sekelilingnya. Tatapannya mata tajamnya lurus ke arah depan, meskipun dia sadar saat ini orang-orang yang dia lewati sedang menatapnya. Tampan, dan menarik itulah dirinya, dengan tinggi menjulang sekitar 180 cm, rambut cepak yang tersisir rapi, dan wajah tampan disertai bulu tipis di rahang tegas laki-laki berusia 25 tahun tersebut, tentu sangat menarik bagi kaum hawa yang melihatnya.

Saat berada di depan lift, Devano tampak mengetatkan dasi, kemudian dengan beralaskan sepatu mengkilapnya, dia memasuki lift tersebut menuju ke ruangannya di lantai 10.

Dengan langkah tegas, Devano keluar dari lift menuju ke ruangannya. Di depan ruangan tersebut, senyum nakalnya tampak tersungging pada seorang wanita yang terlihat sudah menunggunya.

"Selamat pagi, Tuan Devano."

"Selamat pagi, Helen," jawab Devano sambil melenggang masuk ke ruangannya, diikuti oleh wanita tersebut.

Setelah pintu ruangannya tertutup, tampak Devano membalikkan tubuhnya lalu mendorong tubuh Helen hingga menempel ke tembok lalu melummat bibir merahnya dengan begitu rakus.

"Emmmpttt, ahh!" sebuah legguhan pun lolos begitu saja. Mendengar leguhan wanita itu, Devano pun tersenyum, dia kemudian melepaskan ciumannya lalu membelai wajah Helen.

"Di sofa atau di ranjang private room?"

"Tidak Tuan, bukankah anda tahu hari ini saya datang ke kantor untuk berpamitan dengan anda?"

"Cihhhh, kenapa kau harus keluar Helen?"

"Tuan Devano, anda tahu satu minggu lagi saya menikah, dan setelah menikah saya harus ikut suami saya ke Bandung. Anda mengerti kan?"

"Tentu, asalkan kau juga sudah menyiapkan penggantimu untukku."

"Tentu saja, sudah. Mungkin sebentar lagi dia datang," jawab Helen sambil mengedipkan matanya.

"Bagus, kau sudah mencari sesuai dengan kriteriaku kan?"

"Tentu saja, dia cantik dan seksi. Sama sepertiku," jawab Helen dengan tatapan menggoda. Devano pun tersenyum, dia kemudian mengambil sebuah amplop berwarna cokelat yang ada di dalam tasnya, lalu memberikan amplop tersebut pada Helen.

"Bagaimana, cukup?" tanya Devano.

"Ini lebih dari cukup, Tuan," jawab Helen setelah melihat nominal yang cukup besar di dalam amplop berwarna cokelat tersebut.

"Baik, kalau begitu saya pergi dulu. Bersenang-senanglah dengan sekretaris baru anda."

"Terima kasih, Helen. Semoga acara pernikahanmu lancar, maaf aku tidak bisa datang ke pestamu. Ada beberapa pekerjaan yang harus kuselesaikan di luar kota."

"Iya Tuan, saya pamit dulu. Sampai bertemu di lain kesempatan."

"Sampai bertemu di lain kesempatan, terima kasih banyak Helen."

"Sama-sama, saya yang seharusnya berterima kasih pada anda," jawab Helen. Setelah melihat senyuman dan anggukan kepala Devano, dia keluar dari ruangan tersebut.

Sedangkan Devano, tampak berjalan ke kursinya, menanti sekretaris barunya yang membuatnya merasa penasaran.

***

Seorang wanita tampak turun dari sebuah taksi yang berhenti di depan sebuah gedung kantor. Dia berjalan dengan begitu tergesa-gesa memasuki gedung perkantoran tersebut, hingga langkah ketukan sepatunya terdengar begitu nyaring beradu dengan lantai marmer di gedung kantor itu. Langkah ketukan sepatu itu, akhirnya terhenti di depan sebuah lift. Jemari lentik wanita itu, kemudian menekan tombol di lift tersebut, hingga beberapa saat kemudian, pintu lift itu pun terbuka.

Wanita itu memasuki lift sambil menahan perasaan yang begitu berkecamuk. Dia terlihat beberapa kali menaruh tangannya di dadanya, menahan irama jantungnya yang berdegup begitu kencang.

"Semoga aku tidak terlambat," ujarnya, sambil menangkap bayangannya dirinya sendiri dari dinding bening yang ada di dalam lift. Sebuah bayangan wanita cantik, dengan tubuh proporsional, dengan bentuk buah dada yang terlihat sempurna, dan bokkong sintalnya, berbalut tanktop warna putih serta stelan blazer dan short line skirt warna cokelat muda.

Pintu lift yang membawanya ke lantai sepuluh, akhirnya terbuka. Dia kemudian berjalan keluar dari lift tersebut ke sebuah ruangan yang terletak di pojok ruangan. Ujung line skirtnya berkibar ringan takkala kakinya berayun dalam irama teratur sepanjang langkahnya menuju ke sebuah ruangan yang ditujunya. Langkah itu akhirnya terhenti di depan sebuah ruangan dengan pintu warna putih. Dia kemudian mengetuk pintu warna putih tersebut yang ada di hadapannya, meskipun sambil menahan perasaan yang begitu tak menentu.

TOK TOK TOK

"Masuk!" jawab sebuah suara di dalam ruangan. Akhirnya dia pun membuka pintu ruangan itu.

CEKLEK

Pintu berwarna putih itu pun terbuka, dia kemudian menyunggingkan senyum tipisnya pada seorang laki-laki tampan yang sedang duduk di kursinya.

'Astaga, jadi dia Tuan Devano Alexander Haidar? Dia memang sangat tampan,' batinnya sambil berjalan, kemudian berdiri dan memberi salam pada Devano.

"Selamat pagi, Tuan Devano."

"Selamat pagi, jadi kau yang bernama Luna? Luna Aurelia?"

"Iya Tuan. Perkenalkan, saya Luna."

'Cantik, dan sexy. Tubuhnya juga indah, Helen memang tidak salah pilih,' batin Devano sambil menatap wanita cantik berkulit putih, dengan wajah oval dan rambut sebahunya.

"Permisi, Tuan Devano. Apa saya sudah bisa memulai pekerjaan saya?"

Lamunan Devano yang sedang menatap tubuh indah Luna, pun buyar saat mendengar suara Luna.

"Ehemmm," jawab Devano, sambil bangkit dari atas kursinya. Dia kemudian mendekat ke arah Luna yang kini terlihat salah tingkah.

"Jadi namamu Luna Aurelia?" tanya Devano kembali.

"Iya Tuan," jawab Luna yang heran karena Devano menanyakan hal yang sama.

"Baik Luna, mulai hari ini kau yang mengatur semua scheduleku. Bekerjalah dengan baik!"

"Baik Tuan, saya permisi dulu."

Luna kemudian melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu. Namun, saat melihat bokkong sintalnya yang bergerak ke kiri dan ke kanan membuat hasrat kelaki-lakian Devano mulai terpancing.

"Tunggu!" ucap Devano saat Luna hendak membuka pintu.

"Luna, apa Helen sudah memberi tahu apa saja yang harus kau lakukan?" tanya Devano sambil mendekat ke arah Luna, lalu berdiri di hadapannya.

"Tentu saja, Tuan. Jobdesk sebagai seorang sekretaris mengatur jadwal anda, mengatur komunikasi dengan beberapa klien, mencatat hasil rapat, dan..."

Belum sempat Luna menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba bibir Devano sudah mendarat di bibirnya, lalu mengecup bibir itu, dan melummatnya dengan begitu rakus.

'Astaga, apa-apaan ini? Apa yang sedang dia lakukan? Kenapa tiba-tiba dia menciumku begitu saja? Pekerjaan macam apa ini?' batin Luna. Ingin rasanya dia melepaskan ciuman bos yang baru saja dikenalnya itu, hatinya pun begitu meronta. Tapi yang ada di dalam pikirannya saat ini adalah dia sedang membutuhkan pekerjaan. Sebuah pekerjaan karena dia membutuhkan uang dalam jumlah yang cukup besar.

Setelah puas menikmati bibir Luna yang saat ini terlihat membengkak, Devano pun melepaskan ciumannya, meskipun ciuman itu tak mendapat balasan.

"Ini salah satu tugasmu saat bekerja denganku, apa kau mengerti? Sekarang kembalilah ke mejamu. Thanks for sweet kiss in this morning, Luna," ucap Devano, meninggalkan Luna yang saat ini masih diam terpaku.

NOTE:

Halo, ketemu lagi sama othor super kece yang cakepnya kek Mak Lampir 😂😂.

Yang mampir, wajib tinggalin jejak ya. Like, komen, atau vote, karena suami kalian adalah semangatku, eh maap jejak kalian adalah semangatku 😭😭😷🤕😂😂

Terpopuler

Comments

Tosim Dewi

Tosim Dewi

hmmm membangkitkan jiwa muda ku ini cerita

2023-10-19

0

Nuryana

Nuryana

haha makin seru ni cerita nya/Pooh-pooh//Pooh-pooh/

2023-10-18

0

Benazier Jasmine

Benazier Jasmine

astagfirullah main nyosor aja devano pdhl baru kenal, dasar penjahat kelamin u devano

2023-06-16

0

lihat semua
Episodes
1 PROLOG. Farewall Gift
2 Sweet Kiss
3 Mau Kuajari?
4 Sekedar Pelampiasan
5 No Love
6 Sebuah Alasan
7 Sarapan Pagi
8 Living Together?
9 Peringatan
10 Lebih Dulu
11 Terbelenggu
12 Demam
13 Hati Untuk Dihargai
14 Sachi
15 Detik Terindah
16 Di Kantin
17 Maafkan Aku
18 Takut
19 Teruntuk Logika
20 Panti Asuhan
21 Siapa Aku Sebenarnya?
22 Kantor Cabang
23 Tentang Luna
24 Seribu Alasan
25 Puasa
26 Dibohongi
27 Selamat Pagi
28 Skenario Kehidupan
29 Dikecewakan
30 Flashback End
31 Diadu Domba
32 Waktuku Telah Habis
33 Lakukan Tugasmu
34 Tiga Hari
35 Menikah Denganku
36 Jati Diriku?
37 Bukan Dengan Berlari
38 Dimana Sachi?
39 Kutunggu Kau
40 Kamar Hotel
41 Ada Dimana?
42 Tentang Cinta
43 Bukan Shakila Tapi Sachi
44 Darah Segar
45 Bukti
46 Tante Dokter
47 Wanita Tidak Pernah Salah
48 Pilihan Yang Sulit
49 Sebatas Nikah Siri
50 Pernikahan
51 Si Cantik Dora
52 Membuat Cemburu
53 Rindu Yang Belum Tersampaikan
54 Special To Me In Every Way
55 Foto Bayi
56 Sesak
57 Panti Asuhan
58 Kau Kenapa?
59 Selidiki Sachi
60 Hilang
61 Mencari Tahu Sachi
62 Berharap Lebih
63 Pilih Siapa?
64 Luna Adalah Sachi
65 Mama
66 Istrimu Sachi
67 Siapa Dora?
68 Sensasi Berbeda
69 Apakah Itu Dea?
70 Bidadari Empang
71 Sebuah Janji
72 Pemalsuan Identitas
73 Kacamata dan Masker
74 Kepalasuan
75 Mengakui Kebenaran
76 Sebuah Pesan
77 Kau?
78 Pesan Dari Dea
79 Alasan
80 Kerjasama
81 Pengumuman
82 Harga Diri
83 Bercerai
84 Karma
85 Percaya Padaku?
86 Ciuman Manis
87 Setan Lewat
88 Setangkai Mawar
89 Melarikan Diri
90 Sakit Jantung
91 Mati?
92 Sepucuk Surat
93 Fin
94 Terjerat Pesona Suami Tanteku
95 PROMO NOVEL ADIK IPARKU KEKASIHKU
96 PROMO NOVEL MAINAN TUAN MAFIA
97 PROMO NOVEL AKU CINTA BUKAN LARA
98 PROMO NOVEL MEREBUT HATI SUAMIMU
99 PROMO NOVEL
100 PROMO NOVEL
101 GAIRAH SANG MANTAN
102 Wanita Malam Pak Polisi
Episodes

Updated 102 Episodes

1
PROLOG. Farewall Gift
2
Sweet Kiss
3
Mau Kuajari?
4
Sekedar Pelampiasan
5
No Love
6
Sebuah Alasan
7
Sarapan Pagi
8
Living Together?
9
Peringatan
10
Lebih Dulu
11
Terbelenggu
12
Demam
13
Hati Untuk Dihargai
14
Sachi
15
Detik Terindah
16
Di Kantin
17
Maafkan Aku
18
Takut
19
Teruntuk Logika
20
Panti Asuhan
21
Siapa Aku Sebenarnya?
22
Kantor Cabang
23
Tentang Luna
24
Seribu Alasan
25
Puasa
26
Dibohongi
27
Selamat Pagi
28
Skenario Kehidupan
29
Dikecewakan
30
Flashback End
31
Diadu Domba
32
Waktuku Telah Habis
33
Lakukan Tugasmu
34
Tiga Hari
35
Menikah Denganku
36
Jati Diriku?
37
Bukan Dengan Berlari
38
Dimana Sachi?
39
Kutunggu Kau
40
Kamar Hotel
41
Ada Dimana?
42
Tentang Cinta
43
Bukan Shakila Tapi Sachi
44
Darah Segar
45
Bukti
46
Tante Dokter
47
Wanita Tidak Pernah Salah
48
Pilihan Yang Sulit
49
Sebatas Nikah Siri
50
Pernikahan
51
Si Cantik Dora
52
Membuat Cemburu
53
Rindu Yang Belum Tersampaikan
54
Special To Me In Every Way
55
Foto Bayi
56
Sesak
57
Panti Asuhan
58
Kau Kenapa?
59
Selidiki Sachi
60
Hilang
61
Mencari Tahu Sachi
62
Berharap Lebih
63
Pilih Siapa?
64
Luna Adalah Sachi
65
Mama
66
Istrimu Sachi
67
Siapa Dora?
68
Sensasi Berbeda
69
Apakah Itu Dea?
70
Bidadari Empang
71
Sebuah Janji
72
Pemalsuan Identitas
73
Kacamata dan Masker
74
Kepalasuan
75
Mengakui Kebenaran
76
Sebuah Pesan
77
Kau?
78
Pesan Dari Dea
79
Alasan
80
Kerjasama
81
Pengumuman
82
Harga Diri
83
Bercerai
84
Karma
85
Percaya Padaku?
86
Ciuman Manis
87
Setan Lewat
88
Setangkai Mawar
89
Melarikan Diri
90
Sakit Jantung
91
Mati?
92
Sepucuk Surat
93
Fin
94
Terjerat Pesona Suami Tanteku
95
PROMO NOVEL ADIK IPARKU KEKASIHKU
96
PROMO NOVEL MAINAN TUAN MAFIA
97
PROMO NOVEL AKU CINTA BUKAN LARA
98
PROMO NOVEL MEREBUT HATI SUAMIMU
99
PROMO NOVEL
100
PROMO NOVEL
101
GAIRAH SANG MANTAN
102
Wanita Malam Pak Polisi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!