*******
Sementara ditempat lain Olivia dan Rei pergi meninggalkan perusahaan Cristopher. Begitu masuk mobil Rei langsung melepaskan kasar tangan Olivia dari lengannya. Dari tadi Rei menahan diri karena Olivia selalu bergelut manja di lengannya. Jika tidak ada para wartawan sudah dari tadi Rei melepaskannya.
"Akh Rei, kenapa kau begitu kasar padaku hah!" tukas Olivia merintih.
Rei mencekam dagu Olivia kasar membuat wajahnya mendongak.
"Jangan coba-coba untuk bersikap manja denganku. Bagiku kau tidak lebih seperti wanita ****** diluar sana." sarkas Rei.
"Akhh sakit Rei." rintih Olivia di saat Rei semakin mencekam dagunya.
"Kau baru tahu rasanya sakit? ini tidak seberapa dengan apa yang kau lakukan untuk menghancurkan hidupku dan juga Katerina!" sungut Rei marah. Urat-urat lehernya terlihat sakit marahnya dia dengan Olivia.
"Lepas! Jangan coba-coba bersikap kasar padaku Rei, atau aku akan mengungkapkan betapa bejatnya dirimu." ancam Olivia melepaskan paksa cengkraman tangan Rei dari dagunya.
"Beraninya kau mengancam ku Olivia."
"Kenapa harus takut? aku mengatakan yang sebenarnya bukan?? aku ****** dan kau pria bejat, kita berdua sama Rei. Dan ingat, aku memegang kunci mati untuk kehancuran keluarga mu!" ungkap Olivia menyeringai.
"Jika kau masih saja bersikap kasar padaku. Aku tidak akan segan-segan untuk mengungkapkan kepada media kalau aku hamil diluar nikah bersamamu. Kau tau bukan apa yang akan terjadi selanjutnya?" lanjut Olivia mengancam Rei.
"DASAR WANITA GILA!" bentak Rei mengepalkan tangannya kuat. Rahangnya mengeras menahan amarah.
Olivia tersenyum miring dia tahu Rei sedang menahan amarah. Tangan Olivia terangkat untuk membelai rahang kokoh Rei.
"Jangan marah Rei sayang, kau tau aku sangat mencintaimu dan anak yang ada dalam kandunganku ini bukti cinta kita." seru Olivia mengelus lembut perutnya yang masih rata.
"Kau tahu Olivia, jika dia benar-benar anakku maka aku akan memperlakukan mu selayaknya seorang istri dan aku juga akan menyayangi anak itu, tapi jika dia bukan anakku. Aku akan membuat hidupmu terasa di neraka!" ungkap Rei membelai wajah Olivia dengan siratan tajam dan mencekam.
Olivia menelan saliva susah tapi dia berusaha tenang agar rencananya tidak terbongkar.
"T-tentu saja dia anakmu Rei." sahut Olivia sedikit gugup.
"Baiklah, kita akan buktikan nanti." ujar Rei menyeringai.
*******
"Apaaaaa? jadi kau dan pria tadi akan menikah Minggu depan?" tanya Maya shock setelah mendengar cerita Katerina.
Katerina manggut-manggut "Iyaa, Maya."
Maya terdiam mematung tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. Tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba Katerina mengatakan akan menikah dengan pria yang Maya sendiri tidak kenal siapa.
"Maya, kau tidak apa kan?" tanya Katerina khawatir melihat Maya yang terdiam seperti patung, tidak bergerak dalam beberapa detik.
Maya meraih tangan Katerina lalu menatapnya dalam.
"Kate? apa ini mimpi?" tanya Maya masih tidak bisa mempercayai.
"Tidak Maya. Ini kenyataan." bantah Katerina.
"Tapi...kau...oh tuhan apa yang sedang terjadi? ini terlalu mengejutkan untukku Kate." tutur Maya memijit pelipisnya yang terasa berdenyut.
"Maya, aku tau kau pasti terkejut dengan semua ini begitupun aku. Aku juga tidak menyangka sebentar lagi akan menikah." ungkap Katerina menggenggam tangan Maya.
"Tunggu, siapa nama pria itu?" tanya Maya.
"Zyano."
"Tidak nama panjangnya."
"Ohh nama panjangnya, Zyano Genta Brawitama."
Mata Maya melebar setelah mendengar nama panjang Zyano. Maya jelas tahu marga Brawitama adalah keluarga kaya raya yang menguasai dunia bisnis. Maya semakin schok dibuatnya hingga lidahnya terasa sulit untuk berbicara.
Setahu Maya keluarga Brawitama tidak bisa ditemui secara sembarangan bahkan untuk menjalin kerjasama bisnis saja sangat sulit apalagi bertemu dengan pimpinan nya yang tidak lain adalah Zyano.
Dan sekarang sahabatnya malah akan menikah dengan salah satu putra keluarga Brawitama. Bagaimana Maya tidak schok jika begini ceritanya.
"Maya?" panggil Katerina.
Maya tersadar" Kate....apa kau tahu? keluarga Brawitama itu keluarga yang sangat berpengaruh dan dihormati. Setahu ku jika ingin bertemu dengan mereka akan sangat sulit dan mustahil. Mereka menutup diri dari media bahkan sampai detik ini tidak ada yang tahu bagaimana wajah CEO yang memimpin perusahaan Brawitama company." ungkap Maya.
"Benarkah?"
Maya mengangguk "Iya Kate, aku saja dulu saat ingin melamar pekerjaan di perusahaan itu tidak diterima saking ketatnya. Tidak heran sih yang bekerja di sana hanya orang-orang pilihan." tukas Maya.
"Jujur Maya, aku sama sekali tidak tahu ternyata mereka sangat berpengaruh dan dihormati. Jika begini aku jadi tidak percaya diri saat bersanding dengan, Zyano." lirih Katerina menunduk.
"Hei Kate, jangan bersedih. Menurutku kau pantas bersanding dengan, Zyano." seru Maya mengangkat dagu Katerina.
"Aku? pantas? kurasa tidak. Aku hanyalah putri buangan Maya, sedangkan dia seperti raja." tutur Katerina tersenyum getir.
"Sudahlah Kate, yang penting mereka mau menerimamu apa adanya." seru Maya menarik Katerina dalam pelukan hangatnya.
Katerina mengangguk dan membalas pelukan Maya. Dia sangat bersyukur mempunyai sahabat seperti Maya yang selalu ada disaat suka maupun duka.
"Kate...kau sangat pantas bersanding dengan Zyano karena kau akan menjadi pewaris kekayaan keluarga Agrawihana yang juga dihormati seluruh dunia." batin Maya sambil mengelus punggung belakang Katerina.
"Oh iya Kate? Bagaimana wajah Zyano? apa dia tampan atau malah buruk rupa? sampai detik ini tidak banyak orang yang tahu bagaimana rupanya CEO Brawitama company." tanya Maya seraya melepaskan pelukan itu lalu menatap wajah cantik Katerina.
"Zyano, memang sangat tampan dan tidak ada cacat apapun pada wajahnya. Benar-benar bibit unggul." jawab Katerina apa adanya.
"Wah, aku jadi semakin penasaran bagaimana rupanya Zyano. Kate, saat kau menikah nanti aku boleh datang kan?" tanya Maya antusias.
Katerina terkekeh "Tentu saja boleh, kau orang pertama yang ku undang untuk datang di acara pernikahan ku nanti."
Maya langsung berteriak kegirangan, matanya berbinar "Kau memang terbaik Kate." seru Maya memeluk sebentar Katerina.
Katerina tersenyum lebar melihat Maya yang begitu kegirangan.
"Sepertinya kau sangat bahagia Maya??"
"Tentu saja. Akuu sangat bahagia melihat sahabatku yang sebentar lagi akan menikah dan menjadi seorang istri."
"Lalu kau kapan akan menyusul Maya?" tanya Katerina menggoda sahabatnya itu.
"Jangan menggoda ku Kate, aku belum tertarik untuk menjalin hubungan dengan pria manapun."
"Kau masih tidak dapat melupakan itu Maya?"
Maya menghela nafas berat "Tidak. Sejujurnya aku sudah move on, hanya saja hatiku belum siap untuk menjalin hubungan lagi. Aku masih ingin menikmati kebebasan ku." jawab Maya jujur.
Katerina tersenyum "Maya...kau selalu bilang padaku, jangan terus terpuruk dengan masa lalu tapi kau sendiri juga seperti itu."
"Kate...aku bukan terpuruk hanya saja aku tidak siap. Jika aku sudah siap aku akan menjalin hubungan lagi tapi untuk sekarang aku ingin menikmati kesendirian ku."
"Hm, baiklah terserah mu saja, aku akan selalu mendukung mu Maya."
"Kau harus berbahagia Kate." pinta Maya menatap dalam Katerina.
"Pasti."
Mereka berdua sama-sama berpelukan, menyalurkan kasih sayang.
"Aku harus menyelidiki apa tujuan keluarga Brawitama ingin menikahkan Katerina dengan putra mereka. Aku yakin mereka pasti tahu identitas Katerina. Tidak mungkin mereka sembarangan menikahkan Katerina dengan putra mereka tanpa tahu siapa Katerina. Aku harus memastikan hal itu." batin Maya.
Bersambung 😎
______________________________________________
Nah kan Maya jadi curiga 😌
Jangan lupa Like, Vote Komen dan Share ya guys :)
Terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca :)
^^^Coretan Senja ✍️^^^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
febby fadila
makin seru ni...
maya emang the best
2024-12-30
1
Ratu Colection
semakin seru
2023-07-02
1
Nina Wahyudi
kok rasa aneh sama cerita ini. umurnya maya berapa ya? sepeninggal bapak nya kate. usianya kate 5 thn, maya sudah lama bekerja sama kake nya katetrina. usianya maya ini yg jadi pertanyaan saya. masih bingung. kenapa maya belum nikah apakah perawn tua🤭
2023-06-07
1