11. SURAT PERJODOHAN

Semua orang langsung bergegas menghampiri Zahra, bahkan Sean terlihat sangat panik. Ia segera memeriksa keadaan Zahra dan kali ini bibinya tidak berakting. Dia benar-benar pingsan.

Sean melakukan pertolongan pertama dengan membaringkan tubuh Zahra dengan benar. Selanjutnya, ia mengambil guling untuk menyangga kaki Zahra sehingga letak kaki lebih tinggi daripada kepala. Itu bertujuan agar aliran darah dapat lebih banyak mengalir menuju otak. Semua orang nampak sangat cemas melihat Zahra yang kembali pingsan.

Zyano menatap Katerina penuh amarah. "Lihatlah, ini semua karena kau! Jika kau tidak menolak permintaan ibuku maka dia tidak mungkin pingsan. Kalau terjadi sesuatu dengan ibuku aku tidak akan pernah memaafkan mu!" tukas Zyano menyalahkan Katerina.

"Maaf tuan, aku tidak bermaksud untuk membuat kondisi nyonya Zahra semakin memburuk. Aku hanya tidak ingin kalian terlibat dalam masalahku." ungkap Katerina jujur.

"Aku tidak perlu maaf darimu, yang pasti jika kondisi ibuku memburuk itu semua karena kau dan kau harus bertanggung jawab untuk itu!" sarkas Zyano murka.

Katerina menundukkan kepala merasa bersalah. Ia juga tidak ingin kondisi Zahra memburuk tapi disatu sisi dirinya bingung harus bagaimana. Katerina tidak ingin melibatkan keluarga Brawitama dalam dendamnya, sebab ia takut jika nanti keluarga Brawitama akan terkena masalah besar.

"Sudahlah Zyan, Kau jangan memarahi Katerina seperti itu. Ini tidak sepenuhnya salahnya." sahut Zeano.

"Tapi Dad.."

"Bibi... akhirnya kau sadar juga." Seru Sean tersenyum bahagia melihat Zahra membuka kedua matanya.

Zeano duduk di samping istrinya "Sayang, apa yang kau rasakan saat ini?" tanya Zeano sambil mengelus pucuk kepala Zahra dengan lembut.

Zahra mengerjapkan matanya kali ini kepalanya memang terasa pusing. Ia melirik Katerina yang terlihat menundukkan kepalanya, dia benar-benar merasa bersalah.

"Kate, kemarilah aku ingin berbicara denganmu." lirih Zahra dengan suara serak.

Katerina melangkahkan kakinya mendekati Zahra yang sedang terbaring lemah. Ia kemudian mendudukkan pantatnya di kursi menghadap Zahra.

Zahra bangun dengan perlahan, lalu menyandarkan punggungnya di headboard agar ia bisa leluasa berbicara dengan Katerina, calon menantunya itu.

"Kate, aku ingin memberitahu mu sesuatu."

"Apa nyonya?" tanyanya dengan kening mengerut.

Zahra menatap suaminya "Sayang, bisakah kau mengambilkan foto yang ada di lemari ku." pinta Zahra.

"Tentu saja bisa sayang, sebentar."

Zeano berjalan lalu membuka sebuah lemari. Disana terdapat satu foto berbingkai. Zeano dapat melihat jelas siapa orang yang ada didalam Foto itu yang tidak lain adalah istrinya sendiri bersama seorang wanita cantik. Setelah itu ia memberikan nya kepada Zahra.

"Kate, apa kau kenal dengan wanita cantik ini?" tanya Zahra memperlihatkan foto itu kepada Katerina.

Katerina memperhatikan foto itu dengan seksama. Dalam foto itu ada dua orang wanita cantik memakai baju wisuda sedang tertawa bahagia. Mereka saling berpelukan dengan bahagianya. Katerina tentu saja kenal siapa wanita itu, dia adalah Ghina ibunya sendiri.

"Bukankah ini ibuku?" tanya Katerina menatap Zahra.

Zahra tersenyum "Ya, kau benar wanita cantik ini memang ibumu Kate. Dia Ghina, sahabat ku." jawab Zahra tersenyum melihat fotonya bersama Ghina saat hari wisuda nya.

"Jadi, nyonya mengenal ibuku?" tanya Katerina memastikan.

"Tentu saja, Ghina itu sahabat baikku dan dia sudah seperti saudara perempuan untukku. Apa kau tau? ibumu itu wanita yang sangat pemberani. Saat aku dirundung oleh banyak orang dia langsung berdiri didepan ku untuk melindungi ku dari orang-orang jahat itu, seolah-olah dia tidak ingin ada orang yang menyakitiku." Seru Zahra tersenyum tipis mengingat kenangan masa lalunya.

"Benarkah? tapi kenapa nyonya sampai dirundung?" tanya Katerina mulai penasaran.

"Kate, aku bukanlah anak dari keluarga kaya. Aku hanyalah mahasiswi yang mendapatkan beasiswa untuk bersekolah, tapi sayangnya disana memandang seseorang dari status keluarga nya."

"Jika kau bukan dari keluarga kaya maka kau akan dihina dan diusik. Itu sistem yang menjengkelkan, tapi apalah dayaku yang hanya anak dari keluarga tidak mampu yang ingin bersekolah dengan mengandalkan kepintaran tetapi aku malah dirundung."

Zahra menghela nafas panjang. "Tapi aku senang karena kejadian itu aku jadi bisa mengenal ibumu. Ghina, berasal dari keluarga bangsawan dan tentu saja semua orang sangat menghormatinya. Itulah sebabnya setelah aku berteman dengan ibumu tidak ada orang yang berani mengusikku lagi."

"Meskipun ibumu dari keluarga bangsawan dia tidak pernah membedakan orang lain dari segi kasta, kekayaan ataupun jabatan karna baginya semua orang itu sama dan sederajat. Kita manusia ini mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Aku sangat beruntung bisa mengenal ibumu, Kate." ungkap Zahra tersenyum bahagia.

Katerina tersenyum bahagia bisa mengenal ibunya dari cerita Zahra. Selama ini Katerina tidak tahu tentang bagaimana kehidupan ibunya di masa lalu karena Ghina meninggal saat usianya masih 5 tahun.

Zahra meraih tangan Katerina, lalu menggenggamnya erat sambil menatap kedua manik mata Katerina.

"Kate, aku tahu permintaanku untuk menikahkan mu dengan putraku pasti akan sangat mengejutkan untukmu. Tapi aku sangat yakin kau cocok bersanding dengan putraku Zyano."

"Kau tidak usah khawatir tentang masalahmu, bukankah setiap permasalahan akan selalu ada penyelesaian? jadi kau harus percaya keluarga itu ada untuk saling melengkapi.

Jika ada masalah kau bisa mengatakan nya dengan keluargamu sehingga kau tidak akan merasa sendirian dan jangan menanggung beban sendiri kau tidak akan sanggup Kate." seru Zahra.

"Tapi nyonya...."

"Tunggu Kate, aku belum selesai berbicara. Dengarkan aku dulu. Ada satu hal yang harus kau ketahui." sanggah Zahra.

Zahra membuka bingkai foto tadi dan keluarlah secarik kertas yang dilipat-lipat dengan sangat kecil. Ia membuka kertas itu lalu memberikannya kepada Katerina.

"Apa ini nyonya?" tanya Katerina.

"Bacalah Kate, setelah itu kau boleh berkomentar."

Katerina terlihat bingung tapi kemudian ia membaca kertas kusut itu. Disana ada tulisan tangan yang sedikit acak-acakan namun Katerina masih dapat membacanya.

Mata Katerina melebar saat membaca surat pernyataan yang berisikan tentang perjodohannya dengan Zyano. Antara percaya dengan tidak apakah ia sudah ditakdirkan untuk bersama manusia dingin seperti Zyano? Katerina sampai tidak bisa berkata-kata lagi saking kagetnya dirinya. Sebelum dilahirkan saja ternyata dia sudah dijodohkan dengan putra sahabat ibunya.

"Bagaimana, Kate? apa kau sudah membacanya?" tanya Zahra.

Katerina mengangguk pelan. "Sudah nyonya."

"Lalu, apa pendapatmu? Apa kau akan setuju atau ingin membantahnya?" tanyanya.

Katerina diam. Ia tidak tahu harus menjawab bagaimana. Hatinya sedang dilanda kebimbangan antara yakin atau tidak tapi surat itu sudah lebih dari cukup untuk membuatnya menyetujui pernikahan ini hanya saja Katerina masih ragu dan takut.

Apa yang akan terjadi setelah ia menikah dengan Zyano nanti itu yang dia pikirkan, apalagi mereka berdua tidak saling mencintai. Akankah pernikahan itu bertahan lama?

Zyano penasaran dengan surat yang diberikan mommy nya kepada Katerina, apalagi setelah melihat ekspresi Katerina yang bimbang, tanpa pikir panjang Zyano langsung mengambil nya dari tangan Katerina hingga membuat wanita itu tersentak kaget.

Zyano melotot setelah membaca surat itu. Pantas saja Katerina terdiam ternyata surat itu berisikan pertanyaan perjodohannya. Sebelum lahir pun mereka berdua sudah dijodohkan. Tapi entah mengapa Zyano merasa senang artinya Katerina tidak akan menolak pernikahan ini lagi.

"Kate." panggil Zahra yang melihat Katerina termenung.

Katerina tersentak kaget menatap Zahra yang sedang meminta jawaban darinya. Katerina menguatkan dirinya sambil menghembuskan nafas panjang.

Katerina meraih tangan Zahra lalu menggenggamnya erat.

"Nyonya, bisakah kalian memberikan ku waktu untuk berpikir? Saat ini aku sedang menata hatiku yang terluka akibat pengkhianatan mantan kekasihku dan ini semua terlalu mengejutkan untukku nyonya."

"Aku hanya perlu waktu sejenak untuk menenangkan diri dan berpikir mengenai hubungan baru, apalagi ini tentang pernikahan yang hanya terjadi satu kali seumur hidupku, tapi nyonya tenang saja aku tidak akan lama. Setelah itu aku pasti akan memberikan jawabannya." pinta Katerina mengatakan isi hatinya.

Katerina baru saja dikhianati oleh Rei. Wajar jika hatinya masih terluka. Bagi seseorang yang hatinya terluka akan sangat sulit untuk menyembuhkannya. Bahkan mungkin perlu waktu yang lama untuk sembuh apalagi jika ingin memulai sebuah hubungan baru.

Katerina juga tidak ingin menyakiti orang lain atas perasaanya, itulah sebabnya Katerina perlu waktu untuk menyakinkan dirinya bahwa pilihannya untuk menikah dengan Zyano tidak salah. Biar bagaimanapun ia hanya ingin menikah sekali dalam seumur hidup agar tidak ada penyesalan nantinya.

Zahra tersenyum. "Tidak apa Kate, aku tahu kau pasti perlu waktu untuk menyakinkan dirimu dan pernikahan bukanlah senda gurau yang bisa dilakukan sesuka hati.  Perlu hati yang mantap untuk menikah."

"Kami semua akan memberikan mu waktu dan ruang untuk berpikir. Jangan tergesa-gesa,  aku tidak akan memaksamu untuk menjawabnya sekarang. Tapi aku senang karena kau mau mempertimbangkan nya, itu artinya ada kesempatan jika kau akan bersedia menikah dengan putraku."

Katerina tersenyum lebar. "Terima kasih nyonya anda sangat pengertian. Jika hatiku sudah siap aku pasti akan mengatakan nya kepada nyonya."

"Jangan memanggilku nyonya. Mulai sekarang panggil aku tante." pinta Zahra serius.

"Iya, tante." panggil Katerina tersenyum malu.

"Wah-wah ada yang mau nikah nih." sahut Sean menggoda sepupunya.

"Aku jadi tidak sabar melihat manusia Arrogant sepertimu menikah, Zyan." sindir Sean terkikik sendiri membayangkan Zyano menikah dengan Katerina.

"Diam kau Sean atau mulutmu aku sobek." sarkas Zyano dengan tatapan tajam.

"Uwuwu takut." kata Sean mengejek.

Sean menatap Katerina "Kate, jika nanti kau benar-benar menikah dengan Zyano. Aku harap kau bisa sabar dengan sikap dingin dan arrogant nya itu, tapi dibalik itu semua sebenarnya dia pria yang hangat hanya saja dia tidak menunjukkan nya kepada orang lain."

"Benar kan bro?" Tanya Sean mengalungkan tangannya di leher Zyan.

"Lepas!" sentak Zyano melepaskan tangan Sean dari lehernya. Dia benar-benar tidak suka.

"Sean, kau tenang saja nanti setelah menikah Zyano tidak mungkin bersikap arrogant dengan Katerina" seru Zahra sok tau.

"Benarkah? dari mana bibi tahu?" tanya Sean tidak percaya.

Zahra terkekeh "Ada lah, kau lihat saja nanti."

Katerina hanya tersenyum lalu melirik jam yang melingkar manis ditangan kirinya ternyata sudah menunjukkan pukul 17:55. Astaga, sudah sore Katerina sampai lupa kembali ke kantor, pasti sudah banyak orang yang pulang.

"Tante maaf, sepertinya aku harus segera pulang. Sebentar lagi akan malam sahabatku pasti sedang mencari ku." kata Katerina tidak ingin Maya khawatir padanya.

"Kate, apa sebaiknya kau menginap saja disini?" tawar Zahra.

"Tidak tante, aku tidak ingin merepotkan kalian semua." tolaknya.

"Kau tidak merepotkan Kate. Aku malah senang jika kau menginap di sini. Jadi aku punya teman untuk ngobrol." tukas Zahra.

"Tapi tante.."

"Kate, ayolah, mau ya?" Pinta Zahra dengan wajah memelas.

"Baiklah, aku akan menginap di sini tante." Jawab Katerina pasrah.

Senyum merekah terbit di wajah Zahra. Ia langsung memeluk Katerina saking bahagianya. Zahra berjanji pada dirinya sendiri dia akan menjaga dan memperlakukan Katerina seperti anak kandungnya sendiri. Apalagi dirinya kini sangat menyayangi Katerina calon menantunya itu.

Katerina membalas pelukan Zahra. Entah mengapa hatinya sangat bahagia. Ia merasakan seperti ibunya sendiri yang memeluknya. Katerina sangat merindukan pelukan seorang ibu yang selama ini tidak ia dapatkan. Tanpa sadar air matanya menetes membasahi punggung belakang Zahra.

Zahra merasa punggung belakanganya basah. Ia pun melepaskan pelukannya dari Katerina, dan betapa terkejutnya dirinya saat melihat Katerina sedang menangis.

"Astaga Kate, kenapa kau menangis?" tanya Zahra bingung.

Katerina menyeka air matanya "Tidak apa tante. Aku hanya senang saja, ternyata pelukan seorang ibu itu sangat hangat dan nyaman." jawabnya tersenyum getir.

Zahra terperangah "Astaga, apa ibu tirimu tidak pernah memelukmu?" tanya Zahra.

Katerina menggeleng "Tidak pernah, dia hanya peduli dengan anaknya Olivia."

Zahra kembali memeluk Katerina sambil memejamkan matanya. Hatinya bagai teriris setelah mendengar jika Katerina tidak pernah mendapatkan pelukan hangat dari seorang ibu. Zahra dapat merasakan betapa rapuhnya Katerina bahkan tubuhnya bergetar terisak.

"Jika kau mau, kau bisa memelukku setiap hari Kate." seru Zahra menitikkan air matanya.

Katerina melepaskan pelukannya "Terima kasih tante, kau sangat baik."

"Ya sudah kau pasti lelah, sebaiknya kau istirahat."

"Bukan aku tapi tante. Bukankah tante sedang sakit? Jadi yang harusnya istirahat itu tante."

"Baiklah, aku akan istirahat." Kata Zahra sambil membelai wajah Katerina.

Zahra beralih menatap para maid yang sedang berdiri.

"Lyla, kau siapkan kamar untuk Katerina dan layani dirinya dengan baik." perintah Zahra.

Lyla mengangguk paham "Baik, Nyonya."

"Bi Asri, tolong siapkan makanan yang enak untuk makan malam nanti." perintah Zahra.

"Baik nyonya."

"Kate, istirahatlah."

"Iya tante." Katerina beranjak dari duduknya lalu keluar bersama dengan Lyla.

"Zyan, Sean, kalian berdua istirahat juga." kata Zahra.

"Mom, apa kau sudah baikkan?" tanya Zyano.

Zahra tersenyum "Iya Zyan, sudah lebih mendingan daripada yang tadi. Cepatlah kau istirahat." pinta Zahra pada Zyano.

"Syukurlah, aku senang mendengarnya." seru Zyan bernafas lega.

"Bibi, jangan sampai sakit lagi." sindir Sean.

"Hm, kan ada kau Sean. Bibi tidak mungkin sakit." balas Zahra.

"Baiklah, aku akan keluar sekarang, mom istirahat." Zyano dan Sean keluar dari kamar Zahra.

Setelah Zyano dan Sean keluar Zeano langsung menatap istrinya.

"Sudah puas beraktingnya sayang?" tanya Zeano memicingkan matanya tajam menatap sang istri.

Zahra menghela nafas "Zean, aku tidak berakting tadi aku memang pingsan." jawab Zahra apa adanya.

"Benarkah? Aku sampai tidak bisa membedakan mana akting dan mana yang asli."

"Artinya kau mengakui jika aku memang hebat."

"Ya, kau memang hebat sayang sampai aku tidak tahu ingin berkata apa padamu."

"Tapi rencana ku berhasil bukan? intinya sebentar lagi kita akan punya cucu." ungkap Zahra tersenyum lebar.

"Hm, terserah kau saja."

"Ghina, aku pasti akan menepati janjiku untuk menikahkan kedua anak kita. Kau tidak perlu khawatir lagi karena aku akan menjaga putrimu Ghina." batin Zahra.

Bersambung 😎

______________________________________________

Hohoho Rencana Zahra berjalan lancar tanpa hambatan 🤣🤣

Jangan lupa LIKE, VOTE, KOMEN, AND SHARE YA :)

Terima kasih sudah mampir 😚

^^^Coretan Senja ✍️^^^

Terpopuler

Comments

febby fadila

febby fadila

mom emang the best

2024-12-30

1

Dede

Dede

lanjuut lg thor

2023-03-28

2

chaaa

chaaa

eh Zyan..bisa ya mau nikahi nya maksa gtu? hak setiap org donk mau nolak atau nerima.jgn mentang2 kaya jadi ngerasa semua dlm kendali nya..emak nya yg sakit, Kate yg d suruh tanggungjawab..gak menghargai perempuan bgt.

2023-02-16

2

lihat semua
Episodes
1 1. AWAL KEHANCURAN
2 2. PINGSAN
3 3. KEDATANGAN TUAN DAN NYONYA BESAR
4 4. TIDAK TERTARIK
5 5. TAMPARAN
6 6. MENCARI TAHU TENTANGNYA
7 7. WANITA PENGGODA
8 8. BERJODOH
9 9. FIRST KISS
10 10. PERMINTAAN ZAHRA
11 11. SURAT PERJODOHAN
12 12. MULAI DEKAT
13 13. KONFERENSI PERS
14 14. MISI RAHASIA
15 15. RATU DRAMA
16 16. LAMARAN ROMANTIS
17 17. KABAR BAHAGIA
18 18. SIAPA PRIA ITU?
19 19. MULAI CURIGA
20 20. KEKEJAMAN ZYANO
21 21. MELEPAS RINDU
22 22. WANITA SELALU BENAR!
23 23. PAKET MENGERIKAN
24 24. KEHANCURAN BLACK SHADOW
25 25. WEDDING DAY
26 26. DINNER WITH FAMILY
27 27. BERTEMU PASANGAN GILA
28 28. MALAM KEBAHAGIAAN
29 29. RENCANA JAHAT
30 30. BERITA MENGEJUTKAN
31 31. PERMINTAAN GILA
32 32. TERLUKA
33 33. ANDI MASUK PENJARA?
34 34. TIDAK PANDAI MERAYU
35 35. SALING MENYALAHKAN
36 36. TAMU TERHORMAT
37 37. HUKUMAN UNTUK ANDI
38 38. MENEROBOS MASUK
39 39. KEDATANGAN TAMU TAK DI UNDANG
40 40. KENZIE SANG HACKER
41 41. BEKAS LUKA CAMBUK
42 42. TERANCAM BATAL
43 43. HOT NEWS
44 44. KEPULANGAN ZAHRA DAN ZEANO
45 45. RAPAT DADAKAN
46 46. UNGKAPAN CINTA
47 47. MENGAMBIL ALIH
48 48. KECURIGAAN KATERINA
49 49. TIDAK! DIA BUKAN ANAKMU!
50 50. TERPAKSA BERBOHONG
51 51. SELALU TAU
52 52. KOTAK MAKANAN UNTUK SUAMI
53 53. SALAH PAHAM
54 54. MARAH TAPI MASIH PEDULI
55 55. SALING BERJANJI
56 56. MASA LALU OLIVIA
57 57. KESUCIAN YANG DIRENGGUT
58 58. NIAT JAHAT
59 59. HANYA MILIKMU
60 60. CARI TAHU LEBIH JELAS!
61 61. MENGAJAK BERTEMU
62 62. WANITA YANG MENARIK
63 63. MEMINTA BANTUAN KENZIE
64 64. HAMIL?
65 65. DIAMBANG KEMATIAN
66 66. KABUR BERSAMA
67 67. KEMATIAN BRYAN #1
68 68. KEMATIAN BRYAN #2
69 69. LIKE FATHER LIKE SON
70 70. SHOPPING BERSAMA IBU MERTUA
71 71. SERANGAN BALIK
72 72. ZAHRA SAKIT
73 73. TIDAK BISA DIREMEHKAN!
74 74. RATU AKTING
75 75. BERBEDA PENDAPAT
76 76. MEMBERI PELAJARAN
77 77. NASEHAT ZEANO
78 78. KENYATAAN PAHIT
79 79. BERSIKAP MANJA
80 80. MENCARI ALASAN UNTUK BERTEMU
81 81. PULANG KE MANSION LAMA
82 82. DIRETAS BALIK
83 83. GAIRAH YANG TERTAHAN
84 84. PENAWARAN BERSYARAT
85 85. KESALAHAN FATAL IRENE
86 86. MENUNTASKAN HAL YANG TERTUNDA
87 87. AJAKAN BULAN MADU
88 88. MEMINTA MAAF
89 89. TIDAK PUNYA PILIHAN LAIN
90 90. KESALAHPAHAMAN
91 91. HILANG KENDALI
92 92. FLASHBACK MASA KECIL ZYANO #1
93 93. FLASHBACK MASA KECIL ZYANO #2
94 94. FLASHBACK MASA KECIL ZYANO #3
95 95. TAK DIANGGAP
96 96. HILANGNYA KERAGUAN
97 97. TERPAKSA MENYETUJUI
98 98. KEGUNDAHAN HATI ZYANO
99 99. KEJUTAN ANNIVERSARY UNTUK ZYANO
100 100. TANTANGAN GILA
101 101. TERJEBAK BERSAMA DI PERUSAHAAN
102 102. BULAN MADU
103 103. SERA MENGUNJUNGI ANDI DI PENJARA
104 104. OLIVIA DI PERMALUKAN
105 105. DINNER ROMANTIS
106 106. SALING CURIGA
107 107. KEPOSESIFAN ZYANO
108 108. TERMAKAN EGO
109 109. CEMBURU
110 110. BERBAIKAN KEMBALI
111 111. BERNIAT MEREBUT
112 112. KEBAHAGIAAN MU ITU TUGASKU
113 113. BERTEMU TEMAN LAMA
114 114. POSITIF HAMIL
115 115. THE END SEASON 1
116 PENGUMUMAN SEASON 2
117 S2: EPISODE 116
118 S2 : EPISODE 117
119 S2 : EPISODE 118
120 S2 : EPISODE 119
121 S2 : EPISODE 120
122 S2 : EPISODE 121
123 S2 : EPISODE 122
124 S2 : EPISODE 123
125 S2 : EPISODE 124
126 S2 : EPISODE 125
127 S2 : EPISODE 126
128 S2 : EPISODE 127
129 S2 : EPISODE 128
130 S2 : EPISODE 129
131 S2 : EPISODE 130
132 S2 : EPISODE 131
133 S2 : EPISODE 132
134 S2 : EPISODE 133
135 S2 : EPISODE 134
136 S2 : EPISODE 135
137 S2 : EPISODE 136
138 S2: EPISODE 137
139 S2 : EPISODE 138
140 S2 : EPISODE 139
141 S2 : EPISODE 140
142 S2 : EPISODE 141
143 S2 : EPISODE 142
144 S2 : EPISODE 143
145 S2 : EPISODE 144
146 S2 : EPISODE 145
147 S2 : EPISODE 146
Episodes

Updated 147 Episodes

1
1. AWAL KEHANCURAN
2
2. PINGSAN
3
3. KEDATANGAN TUAN DAN NYONYA BESAR
4
4. TIDAK TERTARIK
5
5. TAMPARAN
6
6. MENCARI TAHU TENTANGNYA
7
7. WANITA PENGGODA
8
8. BERJODOH
9
9. FIRST KISS
10
10. PERMINTAAN ZAHRA
11
11. SURAT PERJODOHAN
12
12. MULAI DEKAT
13
13. KONFERENSI PERS
14
14. MISI RAHASIA
15
15. RATU DRAMA
16
16. LAMARAN ROMANTIS
17
17. KABAR BAHAGIA
18
18. SIAPA PRIA ITU?
19
19. MULAI CURIGA
20
20. KEKEJAMAN ZYANO
21
21. MELEPAS RINDU
22
22. WANITA SELALU BENAR!
23
23. PAKET MENGERIKAN
24
24. KEHANCURAN BLACK SHADOW
25
25. WEDDING DAY
26
26. DINNER WITH FAMILY
27
27. BERTEMU PASANGAN GILA
28
28. MALAM KEBAHAGIAAN
29
29. RENCANA JAHAT
30
30. BERITA MENGEJUTKAN
31
31. PERMINTAAN GILA
32
32. TERLUKA
33
33. ANDI MASUK PENJARA?
34
34. TIDAK PANDAI MERAYU
35
35. SALING MENYALAHKAN
36
36. TAMU TERHORMAT
37
37. HUKUMAN UNTUK ANDI
38
38. MENEROBOS MASUK
39
39. KEDATANGAN TAMU TAK DI UNDANG
40
40. KENZIE SANG HACKER
41
41. BEKAS LUKA CAMBUK
42
42. TERANCAM BATAL
43
43. HOT NEWS
44
44. KEPULANGAN ZAHRA DAN ZEANO
45
45. RAPAT DADAKAN
46
46. UNGKAPAN CINTA
47
47. MENGAMBIL ALIH
48
48. KECURIGAAN KATERINA
49
49. TIDAK! DIA BUKAN ANAKMU!
50
50. TERPAKSA BERBOHONG
51
51. SELALU TAU
52
52. KOTAK MAKANAN UNTUK SUAMI
53
53. SALAH PAHAM
54
54. MARAH TAPI MASIH PEDULI
55
55. SALING BERJANJI
56
56. MASA LALU OLIVIA
57
57. KESUCIAN YANG DIRENGGUT
58
58. NIAT JAHAT
59
59. HANYA MILIKMU
60
60. CARI TAHU LEBIH JELAS!
61
61. MENGAJAK BERTEMU
62
62. WANITA YANG MENARIK
63
63. MEMINTA BANTUAN KENZIE
64
64. HAMIL?
65
65. DIAMBANG KEMATIAN
66
66. KABUR BERSAMA
67
67. KEMATIAN BRYAN #1
68
68. KEMATIAN BRYAN #2
69
69. LIKE FATHER LIKE SON
70
70. SHOPPING BERSAMA IBU MERTUA
71
71. SERANGAN BALIK
72
72. ZAHRA SAKIT
73
73. TIDAK BISA DIREMEHKAN!
74
74. RATU AKTING
75
75. BERBEDA PENDAPAT
76
76. MEMBERI PELAJARAN
77
77. NASEHAT ZEANO
78
78. KENYATAAN PAHIT
79
79. BERSIKAP MANJA
80
80. MENCARI ALASAN UNTUK BERTEMU
81
81. PULANG KE MANSION LAMA
82
82. DIRETAS BALIK
83
83. GAIRAH YANG TERTAHAN
84
84. PENAWARAN BERSYARAT
85
85. KESALAHAN FATAL IRENE
86
86. MENUNTASKAN HAL YANG TERTUNDA
87
87. AJAKAN BULAN MADU
88
88. MEMINTA MAAF
89
89. TIDAK PUNYA PILIHAN LAIN
90
90. KESALAHPAHAMAN
91
91. HILANG KENDALI
92
92. FLASHBACK MASA KECIL ZYANO #1
93
93. FLASHBACK MASA KECIL ZYANO #2
94
94. FLASHBACK MASA KECIL ZYANO #3
95
95. TAK DIANGGAP
96
96. HILANGNYA KERAGUAN
97
97. TERPAKSA MENYETUJUI
98
98. KEGUNDAHAN HATI ZYANO
99
99. KEJUTAN ANNIVERSARY UNTUK ZYANO
100
100. TANTANGAN GILA
101
101. TERJEBAK BERSAMA DI PERUSAHAAN
102
102. BULAN MADU
103
103. SERA MENGUNJUNGI ANDI DI PENJARA
104
104. OLIVIA DI PERMALUKAN
105
105. DINNER ROMANTIS
106
106. SALING CURIGA
107
107. KEPOSESIFAN ZYANO
108
108. TERMAKAN EGO
109
109. CEMBURU
110
110. BERBAIKAN KEMBALI
111
111. BERNIAT MEREBUT
112
112. KEBAHAGIAAN MU ITU TUGASKU
113
113. BERTEMU TEMAN LAMA
114
114. POSITIF HAMIL
115
115. THE END SEASON 1
116
PENGUMUMAN SEASON 2
117
S2: EPISODE 116
118
S2 : EPISODE 117
119
S2 : EPISODE 118
120
S2 : EPISODE 119
121
S2 : EPISODE 120
122
S2 : EPISODE 121
123
S2 : EPISODE 122
124
S2 : EPISODE 123
125
S2 : EPISODE 124
126
S2 : EPISODE 125
127
S2 : EPISODE 126
128
S2 : EPISODE 127
129
S2 : EPISODE 128
130
S2 : EPISODE 129
131
S2 : EPISODE 130
132
S2 : EPISODE 131
133
S2 : EPISODE 132
134
S2 : EPISODE 133
135
S2 : EPISODE 134
136
S2 : EPISODE 135
137
S2 : EPISODE 136
138
S2: EPISODE 137
139
S2 : EPISODE 138
140
S2 : EPISODE 139
141
S2 : EPISODE 140
142
S2 : EPISODE 141
143
S2 : EPISODE 142
144
S2 : EPISODE 143
145
S2 : EPISODE 144
146
S2 : EPISODE 145
147
S2 : EPISODE 146

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!