Katerina menceritakan semua yang terjadi padanya di kantor tadi. Zyano mendengarkan dengan seksama tetapi dirinya hanya menampilkan wajahnya yang teramat datar. Tidak ada yang tahu pria itu sedang marah ataukah tidak. Zyano orang yang tenang, dia tidak akan bereaksi terlalu berlebihan.
"Lalu, apa yang akan kau lakukan Kate?" tanya Zyano menatap dalam kedua manik mata Katerina.
Katerina terdiam membisu, sejujurnya ia pun tidak tahu apa yang akan dilakukan selanjutnya. Rencananya untuk menghancurkan perusahaan itu dari dalam sudah lenyap saat dirinya dipecat. Ditambah kebenaran yang ia tahu bahwa ayahnya tidak memberikan saham itu sepenuhnya. Andi benar-benar orang yang sangat licik.
"Kate.." panggil Zyano.
Katerina tersentak kaget "Eh, iya tuan?" tanyanya dengan wajah linglung.
"Aku sedang bertanya padamu Kate!" jawab Zyano mengingatkan.
Katerina teringat "Ah ya tuan, untuk saat ini saya tidak punya rencana apapun. Semua rencana saya berantakan karena tiba-tiba dipecat seperti ini. Saya perlu memikirkan ulang untuk rencana selanjutnya."
Zyano hanya tersenyum tipis lalu menyandarkan punggung belakang ke Jok mobil yang empuk. Suasana hening menyelimuti keduanya. Tidak ada pembicaraan apapun. Mereka berdua sama-sama asik dengan pikirannya sendiri.
Zyano kagum dengan sikap Katerina yang tidak meminta bantuan padanya. Padahal bisa saja wanita itu meminta bantuan, tapi apa? dia tetap tidak ingin merepotkan orang lain. Sedangkan Katerina mengalihkan pandangannya keluar jendela mobil dengan tatapan kosong.
"Kate.." panggil Zyano.
Lamunan Katerina langsung buyar "Ya, tuan?" tanyanya.
"Menikahlah denganku." seru Zyano tiba-tiba.
Chitt!!
Dave menginjak rem mendadak hingga membuat kepala Zyano membentur jok yang ada didepannya sementara kepala Katerina lebih dulu tertahan oleh tangan Zyano sehingga kepalanya tidak terbentur.
"Dave.." tegur Zyano.
Dave segera berbalik untuk melihat kondisi Zyano dan Katerina akibat pengereman yang dia lakukan karena saking terkejutnya mendengar perkataan Zyano.
"Maaf tuan, tadi ada tikus yang tiba-tiba menyebrang. Jadi saya terpaksa merem mendadak. Apa tuan dan nona tidak apa-apa?" tanya Dave berbohong, padahal tidak ada kucing lewat.
"Kate, apa kau baik-baik saja?" tanya Zyano tidak menjawab pertanyaan Dave.
"Ah ya, saya baik-baik saja tuan." jawabnya sedikit shock.
Dave kembali menjalankan mobil seperti biasa. Kini suasana menjadi canggung. Katerina dapat mendengar dengan jelas perkataan Zyano yang sedang melamarnya. Jujur saja Katerina juga terkejut sama seperti Dave yang tiba-tiba merem dadakan.
"Bagaimana Kate? Apa kau mau menikah denganku?" tanya Zyano memecah keheningan yang terjadi sesaat.
"Apa anda sedang melamar saya, tuan?" tanya Katerina memastikan.
"Ya, menurutmu?" Zyano balik bertanya.
Katerina menegang, degupan detak jantungnya terdengar kencang, lidahnya terasa kelu untuk berucap apalagi kini Zyano tengah menatapnya dengan tajam seolah meminta jawaban atas pertanyaan tadi.
"Kate.." Zyano memegang kedua pundak Katerina yang terlihat menegang.
Sesaat kesadaran Katerina kembali. Namun, anehnya Katerina justru tertawa terbahak-bahak. Zyano dan Dave mengerutkan keningnya bingung mengapa wanita itu malah tertawa di saat dia sedang serius bertanya.
"Kate, mengapa kau malah tertawa? apa yang lucu?" tanya Zyano heran.
"Tuan, anda melamar saya? yang benar saja. Bagaimana bisa anda melamar seorang wanita di dalam mobil. Anda sangat tidak romantis hahaha." ejek Katerina masih tertawa.
Zyano terdiam dengan wajah datar sedangkan Dave mengulum senyum. Ia sangat mengenal tuannya itu bukan pria romantis yang suka mengajak wanita ketempat yang indah. Zyano orang yang sangat datar, memiliki kekasih saja tidak. Wajar jika dia tidak berpengalaman dalam hal percintaan.
"Apa anda tahu tuan. Dulu saat saya masih remaja saya punya keinginan. Jika dilamar saya ingin momennya disebuah pantai atau jika tidak di taman yang penuh bunga juga tidak apa, yang penting suasananya penuh dengan keromantisan." seru Katerina bercerita.
"Tapi anda pria aneh yang melamar seorang wanita di dalam mobil hahaha."
"Aduh, perut saya sampai sakit karena terlalu banyak tertawa." Ungkap Katerina memegangi perutnya yang sakit menertawakan Zyano.
Zyano hanya diam dengan wajah datar. Hawa dingin mulai terasa menusuk di kulit. Sesaat Katerina tersadar jika dirinya sudah keterlaluan mengejek Zyano. Tawa yang tadi menggema kini menjadi sunyi sepi. Katerina jadi salah tingkah sendiri.
"Astaga, apa aku sudah sangat keterlaluan?" batin Katerina merasa bersalah.
"Kenapa berhenti? Bukankah itu lucu?" tanya Zyano dingin.
Katerina jadi salah tingkah. Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Em... maaf tuan, saya tidak bermaksud untuk mentertawakan anda. Sekali lagi, maafkan saya tuan Zyano." seru Katerina menundukkan kepalanya merasa bersalah sambil mengigit bibirnya.
Zyano tidak menjawab membuat Katerina tambah merasa bersalah. Katerina meremas rok selututnya dia benar-benar tidak berani menatap Zyano yang wajahnya sangat datar dan dingin.
Zyano tidak mengungkapkan jika dirinya sedang menahan marah tapi Katerina dapat merasakan itu dari hawa dingin yang dikeluarkan oleh pria itu.
Suasana kini hening dan sangat canggung. Katerina sangat tidak nyaman dengan situasi yang seperti ini. Dia meruntuki kebodohannya yang menertawakan Zyano tadi.
"Dave, putar arah kita ke, Homestay Highlands." pinta Zyano memberikan kode kepada asistennya itu.
"Baik, tuan." Dave mengangguk patuh tanda mengerti kode yang diberikan oleh tuannya itu.
Homestay Highlands adalah Villa mewah milik keluarga Brawitama yang berlokasi di sekitar pantai. Disana terdapat banyak pemandangan yang sedap dipandang mata dan tentunya sangat nyaman ketika ingin pergi berlibur.
Sesampainya, di sana mereka keluar dari mobil dan begitu keluar Katerina dihadapkan dengan pemandangan pantai yang begitu indah. Angin pantai yang berhembus kencang membuat rambut Katerina terurai dengan cantiknya.
"Bagaimana, apa kau suka Kate?" tanya Zyano menatap wanita cantik yang ada disampingnya itu.
Katerina mengangguk tersenyum bahagia. "Sangat suka tuan, ini dimana? Aku belum pernah ke sini." jawabnya memejamkan mata menikmati angin yang berhembus menerpa wajah cantiknya.
"Ini Villa pribadi milik keluarga ku, ketika aku ingin menenangkan diri aku selalu pergi ke Villa ini." ungkap Zyano.
"Ternyata keluarga anda sangat kaya tuan." Seru Katerina.
Zyano terkekeh pelan "Ini belum seberapa, ayo masuklah." ajaknya menarik tangan Katerina membawanya masuk kedalam Villa mewah itu.
Lagi-lagi Katerina dibuat bungkam melihat kemewahan yang ada dalam Villa itu. Villa ini dirancang dalam gaya modern dan minimalis, sehingga berkesan luas dan terang benderang.
Katerina nampak sangat menikmati pemandangan pantai yang ada didepan matanya saat ini. Angin yang sepoi-sepoi serta suara ombak yang menderu indah benar-benar membuat nya merasakan liburan musim panas.
Sesaat Katerina memejamkan mata menikmati hawa sejuk dan angin yang berhembus menerpa wajah cantiknya, rambut nya ia biarkan berterbangan karena hembusan angin.
Setelah dirasa momen yang pas Zyano pun tiba-tiba bersimpuh dihadapan Katerina membuat wanita itu terlonjak kaget.
"Astaga tuan, berdirilah kenapa anda malah bersimpuh?" seru Katerina membantu Zyano untuk berdiri.
Tanpa terduga Zyano meraih kedua tangan Katerina lalu menggenggamnya erat sambil menatap kedua manik mata Katerina.
"Kate, aku bukanlah pria yang romantis tapi apapun untuk membuat mu senang aku akan melakukannya meski itu sulit sekalipun."
"Aku juga tidak tahu pesona apa yang kau gunakan sehingga kau bisa menarik perhatian ku. Aku hanya merasa aku ingin melindungi mu dan selalu ada disisi mu."
"Jadi... maukah kau menikah denganku dan memulai hidup baru bersamaku, Kate." ungkap Zyano.
Deg!
Jantung Katerina berdegup kencang, hatinya berdersir hebat setelah mendengar pernyataan cinta dari Zyano. Pria yang sangat arrogant itu.
Katerina tidak menyangka Zyano melamarnya ditepi pantai sesuai dengan keinginannya tadi. Padahal Katerina hanya mengatakan dengan asal saja tadi tetapi keinginan nya benar-benar diwujudkan oleh Zyano.
Katerina tersenyum menatap manik mata Zyano. Tangannya terangkat sendiri untuk membelai wajah tampan Zyano dari rahangnya yang kokoh serta aslinya yang tebal. Pria yang ada dihadapannya ini benar-benar sangat tampan tidak ada cacat sedikitpun.
"I-iya tuan saya mau." jawabnya tersenyum malu-malu.
Zyano sangat senang mendengarnya dan tanpa pikir panjang dia langsung berdiri dan memeluk Katerina dengan erat untuk menyalurkan betapa bahagianya dirinya saat ini. Katerina membalas pelukan Zyano sambil mengelus punggung belakang nya.
Setelah lama berpelukan Zyano pun akhirnya melepaskan pelukan itu lalu menatap Katerina dengan dalam. Jika dilihat dari dekat Katerina sangat cantik dan ingin sekali Zyano mencium bibirnya yang merah merona itu.
"Kate, bolehkah aku mencium mu?" tanya Zyano.
"Tidak boleh." jawab Katerina langsung menutup bibirnya dengan kedua tangan mungilnya.
Zyano mendesah kecewa "Baiklah."
Tapi tidak disangka Katerina malah mencium Zyano dengan tiba-tiba membuat pria itu sedikit terkejut. Namun, ia membalas ciuman itu. Katerina mulai kehabisan nafas dan ingin melepaskan ciumannya tetapi tangan Zyano menahan kepala Katerina untuk memperdalam ciuman itu.
Katerina hanya bisa pasrah dengan permainan bibir dari Zyano yang terlihat sangat lihai bahkan Katerina sampai terbuai dibuatnya. Katerina berniat menyerang tetapi dirinya malah diserang oleh singa jantan. Kalah telak kalau begini ceritanya.
Setelah dirasa cukup Zyano pun akhirnya melepaskan ciuman panas itu. Hembusan nafas hangat Zyano terasa di wajah Katerina seketika bulu kuduknya meremang.
Zyano kemudian menempelkan dahinya kepada Katerina. Kini dahi mereka saling menempel satu sama lain.Mata mereka saling pandang, hidung mereka bahkan saling bersentuhan. Nafas keduanya masih terengah-engah akibat ciuman panas tadi. Zyano memejamkan matanya menikmati momen romantis nya bersama Katerina begitupun sebaliknya.
"Maaf, menganggu waktunya tuan, nyonya Zahra menelepon katanya beliau ingin bicara dengan anda" kata Dave yang tiba-tiba masuk di saat tidak tepat.
Dengan refleks Katerina langsung menyembunyikan wajahnya yang memerah kedada bidang Zyano. Ia benar-benar malu apalagi setelah tercyduk oleh Dave.
Dave yang peka langsung membalikkan badannya. Ia meruntuki kebodohannya.
"Maaf tuan. A-anda bisa melanjutkan kembali, saya permisi dulu." Dave bergegas pergi meninggalkan kedua pasangan yang sedang dimabuk cinta itu.
Katerina masih menyembunyikan wajahnya di dada bidang Zyano. Aroma maskulin dari tubuh Zyano dapat tercium dengan jelas di panca indra Katerina. Sesaat Katerina nampak menikmatinya tanpa menyadari kalau Dave sudah lama pergi.
"Mau sampai kapan kau memelukku hm?" tanya Zyano menggoda.
Katering langsung tersadar, tangannya refleks mendorong dada bidang Zyano untuk menjauh darinya. Wajahnya kini memerah seperti tomat, Katerina malu bukan main.
"Maaf, tuan." ucapnya menunduk tidak berani menatap Zyano.
Zyano mendekat lalu tangan kekarnya meraih pinggang ramping Katerina, sontak saja hal itu membuat Katerina berada dalam dekapannya.
"Jangan memangil ku tuan. Aku bukan majikan mu." seru Zyano.
Katerina mendongak "Lalu, aku harus memanggilmu apa?" tanyanya dengan wajah polos.
"Panggil namaku atau kalau kau mau panggil aku sayang juga tidak apa." bisik nya ditelinga Katerina.
Katerina terdiam mematung, pipinya bersemu merah, jantungnya berdegup kencang seperti diskotik. Hembusan nafas hangat dari Zyano terasa dilehernya. Sedangkan Zyano menghirup dalam-dalam aroma Jasmine milik Katerina.
"B-baiklah Zyano."
Katerina langsung berbalik untuk melihat kembali pemandangan indah yang ada didepannya matanya. Suara ombak dan hembusan angin pantai benar-benar menenangkan hati. Pandangan mata Katerina lepas memandang cakrawala nan jauh di depan. Sementara burung camar terbang sambil sesekali meneriakkan suaranya yang khas.
Hembusan angin mengibar-ngibarkan rambut panjang Katerina. Zyano menatap wajah Katerina dari samping yang terlihat sangat cantik. Bulu mata yang lentik dan bibir tipis yang begitu menggoda iman Zyano.
Tiba-tiba saja Katerina teringat sesuatu. Ia pun memalingkan wajahnya kesamping kanan dan mendapati Zyano tengah menatapnya dengan tatapan memuja.
"Zyano." panggil Katerina.
Zyano tidak menjawab tapi pria itu masih saja menatapnya.
"Zyano." panggil Katerina sekali lagi namun masih tidak ada sahutan.
"Zyano Genta Brawitama!" pekik Katerina berdecak kesal.
Zyano tersenyum simpul "Ya sayang, aku mendengarkan mu."
Katerina terdiam menetralkan detak jantungnya yang tidak normal hanya karena panggilan sayang dari Zyano. Sungguh, Katerina terbang dibuatnya.
Semenit kemudian Katerina menghembuskan nafas panjang lalu menatap Zyano dengan wajah penuh keseriusan.
"Zyan, bisakah kau mengantarkan ku untuk bertemu dengan tante Zahra." pintanya.
Kening Zyano berkerut "Mom? kau ingin bertemu ibuku?" tanya Zyano memastikan.
Katerina mengangguk "Iya Zyan, bisa kan?"
"Untuk apa bertemu dengan ibuku?" tanyanya penasaran.
"Ada hal penting yang ingin aku tanyakan padanya." jawab Katerina apa adanya.
"Apa?"
"Kau akan tahu setelah aku bertemu dengan ibumu."
"Mengapa tidak katakan di sini saja? Aku sudah penasaran."
Katerina memutar bola mata malas "Zyan, ku mohon, ini sangat penting dan tidak bisa ditunda lagi. Kalau kau tidak mau mengantarkan ku, ya sudah aku pergi sendiri saja." tukas Katerina ingin pergi namun tangannya lebih dulu dicekal oleh Zyano.
"Jangan coba-coba pergi sendiri." sarkas Zyano langsung menggendong Katerina ala bridal style.
"Zyan, apa yang kau lakukan? turunkan aku!" pekik Katerina memberontak.
"Diamlah! lututmu sedang terluka tidak baik terlalu lama berjalan." seru Zyano.
Katerina langsung terdiam, baru teringat jika lututnya sedang luka. Katerina mengalungkan tangannya ke leher Zyano agar tubuhnya tidak jatuh.
Begitu keluar dari Villa mereka disambut oleh para pengawal dan Dave yang sedang berjaga diluar.
"Tuan, apa terjadi sesuatu dengan nona Katerina?" tanya Dave khawatir melihat Zyano yang menggendong Katerina.
"Tidak, cepat bukakan pintu!"
Dengan sigap Dave membukakan pintu mobil. Zyano pun memasukkan Katerina kedalam mobil dengan pelan dan sangat hati-hati.
"Dave, kita ke mansion." perintah Zyano.
"Baik tuan."
*******
Di mansion, lebih tepatnya di ruang tamu Zahra mondar-mandir sambil menggerutu sendiri. Beberapa kali Zahra mencoba untuk menghubungi Zyano tapi nomernya malah tidak aktif bahkan Dave juga tidak menjawab panggilan telpon darinya. Bagaimana Zahra tidak kesal? Putranya itu selalu saja membuat darahnya tinggi.
"Sayang, duduklah. Apa kau tidak lelah mondar-mandir terus? Aku saja sampai pusing melihatnya." ucap Zeano memijit pelipisnya melihat sang istri yang terus mondar-mandir.
"Tidak bisa! Putramu itu benar-benar membuat umurku bertambah sepuluh tahun setiap harinya. Bisa mati muda aku kalau begini terus!" sungut Zahra memijit kepalanya pusing dengan kelakuan putranya.
"Jangan berkata begitu sayang. Dia juga putramu, kau yang melahirkannya. Aku hanya membantu proses pembuatannya saja." tukas Zeano menyandarkan punggungnya ke sofa empuk dengan santai.
Zahra melongo dibuatnya "Apa katamu? kau menyalahkan ku hah! ini semua juga karena air hinamu itu sehingga terciptalah Zyano."
"Air hina katamu?" Zeano mengernyit.
"Ya air hina, memangnya itu air suci?" ejek Zahra.
"Tapi kau juga menikmatinya sayang." ucap Zeano menyeringai.
"Kau..." Zahra menunjuk Zeano dengan wajah merah padam menahan amarah.
"Maaf tuan, nyonya." sela Lyla.
Kedua pasutri itu langsung menatap Lyla yang tengah berdiri dengan wajah menunduk hormat.
"Ada apa Lyla?" tanya keduanya bersamaan.
"Saya hanya ingin memberitahukan kalau tuan Zyano sudah pulang nyonya." jawab Lyla.
"Baiklah, suruh dia kemari!"
"Baik nyonya."
Tak selang waktu lama terdengar suara derap langkah kaki seseorang mendekat. Zahra yakin itu pasti putranya. Begitu menampakkan wajah Zyano disambut dengan wajah sinis Zahra yang bersindekap diatas dada. Tapi anehnya Zahra sedikit terkejut melihat Katerina yang berdiri disamping Zyano.
"Kate?"
Katerina tersenyum "Hallo, tante." sapanya.
Zahra bergegas menghampiri Katerina lalu membawanya untuk duduk di sofa tanpa mempedulikan Zyano. Zahra yang tadinya marah kini berubah menjadi ramah saat melihat kedatangan calon menantunya itu.
"Kate sayang, mengapa kau bisa bersama Zyano?" tanya Zahra heran tumben sekali putranya itu membawa Katerina kehadapan nya.
"Begini tante, ada hal penting yang ingin aku tanyakan dengan tante."
"Kau ingin bertanya apa, Kate?" Zahra menyeritkan keningnya.
"Tapi tante harus menjawabnya dengan jujur." pinta Katerina.
"Baiklah, apa yang ingin kau tanyakan sayang?" tanya Zahra menyingkap rambut Katerina ke telinga.
Katerina meraih tangan Zahra lalu menggenggamnya erat. Kedua matanya menatap Zahra dalam.
"Kemarin, tante mengatakan padaku kalau ibuku adalah sahabat terdekat tante. Itu artinya tante tau segala hal tentang ibuku bukan?"
"Yah kau benar, memangnya kenapa, Kate?"
"Tante, aku hanya ingin tahu apakah Andi Cristopher benar-benar ayahku atau bukan?" tanyanya.
Zahra langsung terdiam seribu kata. Mulutnya seakan terkunci. Zahra termenung memikirkan mengapa Katerina tiba-tiba menanyakan tentang ayah kandungnya? Apa dia sudah tahu kalau Andi bukan ayahnya? pikir Zahra.
"Tante..." panggil Katerina.
Zahra tersentak "Ah ya, mengapa kau tiba-tiba bertanya tentang itu Kate?" Zahra bukannya menjawab dia malah balik bertanya.
"Aku hanya ingin tahu apa dia benar-benar ayahku atau bukan. Aku merasa dia bukan ayahku, selama ini dia memperlakukan ku dengan berbeda terlebih lagi setelah kedatangan ibu dan adik tiri ku, sikapnya bahkan sangat dingin padaku."
"Saat itu aku hanya berkata asal kalau dia bukan ayah kandungku, tapi dia langsung marah dan sikapnya juga aneh. Aku jadi curiga kalau ada sesuatu yang dia sembunyikan. Itulah sebabnya aku bertanya dengan tante karena tante adalah teman dekat ibuku. Aku yakin ibuku pasti menceritakan tentang kehidupannya pada tante." ungkap Katerina.
"Jadi tante, kumohon jujurlah. Aku tidak ingin hidup dalam kebohongan terus-menerus." pinta Katerina sendu.
Zahra tidak berdaya, Katerina memang berhak tahu tentang kebenaran jati dirinya. Lagipula tidak ada salahnya dirinya memberitahukan itu semua.
"Kate, setelah kau mendengar ceritaku nanti. Aku harap kau bisa lebih tenang. Aku akan menceritakan semuanya padamu, kau memang berhak untuk tahu kebenaran ini." seru Zahra menggenggam tangan Katerina.
Katerina mengangguk setuju. "Iya tante."
"Sebenarnya, Andi memang bukan ayah kandungmu, dia ayah tiri mu, Kate." ungkap Zahra.
Bagai dihantam batu karang yang keras. Katerina terkejut bukan main ternyata Andi memang bukan ayah kandungnya. Terbesit dalam benak Katerina perlakuan kasar Andi selama ini menunjukkan kalau dirinya tidak lebih dari sekedar anak tiri. Pantas saja perlakuan tidak adil yang didapatnya itu semua karena Andi bukan ayahnya.
"Lalu, siapa ayahku?" tanyanya mulai penasaran.
"Gavin Mahendra, dia ayah kandung mu Kate."
"Siapa dia? Mengapa aku tidak pernah mendengar nama itu?"
"Gavin itu pengusaha sukses yang terkenal dimana-mana. Ibumu dan Gavin menikah tapi setelah 5 bulan pernikahan, ayahmu mengalami kecelakaan maut, dia meninggal ditempat. Ibumu yang saat itu sedang mengandung mu shock berat. Dia tidak menyangka suaminya akan meninggalkannya secepat itu."
"Ibumu merasa janggal atas kematian suaminya, ibumu pun akhirnya menyelidiki kasus itu dan benar saja kematian ayahmu direncanakan seseorang. Dia menyabotase mobil ayahmu hingga remnya blong dan menyebabkan kecelakaan itu terjadi."
"Setelah diselidiki ternyata Andi lah dalang di balik itu semua, tapi sayangnya Ghina tidak mempunyai bukti akurat untuk menjebloskan Andi kedalam penjara. Dia memiliki ide gila untuk membuat Andi mengaku, Ghina berpura-pura mendekati Andi, tapi tidak disangka ibumu malah jatuh hati dengannya, hingga akhirnya ibumu menikah lagi dengan Andi."
"J-jadi, orang yang selama ini ku panggil ayah, dia adalah orang yang sudah membunuh ayah kandungku sendiri?" tanya Katerina tergagap tidak menyangka. Matanya memanas mendengar kenyataan pahit itu.
"Iya, Kate." jawab Zahra.
Katerina memejamkan matanya rapat. Bulir bening membahasi kedua pipinya, hatinya teriris, dadanya terasa sesak bahkan untuk bernafas saja rasanya sangat sulit. Katerina begitu terpukul kala mengetahui kalau orang yang dianggapnya ayah ternyata orang yang sudah membunuh ayah kandungnya sendiri. Hancur sudah perasaanya.
Zahra menarik Katerina kedalam pelukan hangatnya. Ia dapat merasakan betapa hancurnya perasaan Katerina saat ini. Seketika tangis Katerina pecah, ia menangis terisak dalam pelukan Zahra. Kenyataan ini terlalu pahit untuk di terima.
Zahra mengelus punggung belakang Katerina dengan lembut untuk memberikan ketenangan, layaknya seorang ibu yang mengasihi anaknya sendiri. Sementara Zyano dan Zeano yang sedari tadi ada di ruangan itu hanya diam, mereka juga dapat merasakan betapa rapuhnya Katerina saat ini.
Setelah puas menangis Katerina menghapuskan sisa-sisa air mata yang ada di wajah cantiknya. Ia menghela nafas pelan, perasaanya sudah lebih tenang daripada yang tadi. Meskipun hatinya masih berat menerima kebenaran yang amat menyakitkan ini.
Biar bagaimanapun karena perbuatan Andi dia harus kehilangan ayah dan keluarganya. Kasih sayang orang tua yang harusnya dia dapatkan sejak kecil lenyap karena Andi. Katerina semakin yakin untuk membalaskan dendam nya tanpa rasa ampun.
"Terima kasih tante, sekarang aku sudah tahu kebenarannya." seru Katerina serak.
Zahra tersenyum "Sama-sama sayang, kau berhak tau siapa ayahmu, lalu apa yang akan kau lakukan setelah mengetahui kebenaran ini, Kate?" tanyanya sambil merapikan rambut Katerina yang berantakan.
"Yang pasti aku akan membuat mereka semua membayar atas rasa sakit yang mereka berikan padaku, terutama untuk Andi Cristopher. Dia harus mendekam di penjara dan kalau perlu dia dihukum mati!"
"Nyawa harus dibayar dengan nyawa! itu baru impas!" tegas Katerina mengepalkan tangannya kuat, sorot matanya menggambarkan kemarahan yang menggebu-gebu. Kali ini dia tidak akan tinggal diam lagi. Dendamnya harus terlaksana.
Bersambung 😎
______________________________________________
Hohoho kebenaran terungkap juga🤧🤧
Jangan Lupa like,Vote, Komen, and Share ya teman-teman :)
Terimakasih sudah mampir 🤭🌝
^^^Coretan Senja ✍️^^^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
febby fadila
tenang kate ada calon suamimu zyano
2024-12-30
1
Ayu Ayra
katering 😂😂 ya ampun othor... mau ada acara hajatan yaa
2023-04-03
2
Dede
lanjuut thor
2023-03-28
1