16. LAMARAN ROMANTIS

Katerina menceritakan semua yang terjadi padanya di kantor tadi. Zyano mendengarkan dengan seksama tetapi dirinya hanya menampilkan wajahnya yang teramat datar. Tidak ada yang tahu pria itu sedang marah ataukah tidak. Zyano orang yang tenang, dia tidak akan bereaksi terlalu berlebihan.

"Lalu, apa yang akan kau lakukan Kate?" tanya Zyano menatap dalam kedua manik mata Katerina.

Katerina terdiam membisu, sejujurnya ia pun tidak tahu apa yang akan dilakukan selanjutnya. Rencananya untuk menghancurkan perusahaan itu dari dalam sudah lenyap saat dirinya dipecat. Ditambah kebenaran yang ia tahu bahwa ayahnya tidak memberikan saham itu sepenuhnya. Andi benar-benar orang yang sangat licik.

"Kate.." panggil Zyano.

Katerina tersentak kaget "Eh, iya tuan?" tanyanya dengan wajah linglung.

"Aku sedang bertanya padamu Kate!" jawab Zyano mengingatkan.

Katerina teringat "Ah ya tuan, untuk saat ini saya tidak punya rencana apapun. Semua rencana saya berantakan karena tiba-tiba dipecat seperti ini. Saya perlu memikirkan ulang untuk rencana selanjutnya."

Zyano hanya tersenyum tipis lalu menyandarkan punggung belakang ke Jok mobil yang empuk. Suasana hening menyelimuti keduanya. Tidak ada pembicaraan apapun. Mereka berdua sama-sama asik dengan pikirannya sendiri.

Zyano kagum dengan sikap Katerina yang tidak meminta bantuan padanya. Padahal bisa saja wanita itu meminta bantuan, tapi apa? dia tetap tidak ingin merepotkan orang lain. Sedangkan Katerina mengalihkan pandangannya keluar jendela mobil dengan tatapan kosong.

"Kate.." panggil Zyano.

Lamunan Katerina langsung buyar "Ya, tuan?" tanyanya.

"Menikahlah denganku." seru Zyano tiba-tiba.

Chitt!!

Dave menginjak rem mendadak hingga membuat kepala Zyano membentur jok yang ada didepannya sementara kepala Katerina lebih dulu tertahan oleh tangan Zyano sehingga kepalanya tidak terbentur.

"Dave.." tegur Zyano.

Dave segera berbalik untuk melihat kondisi Zyano dan Katerina akibat pengereman yang dia lakukan karena saking terkejutnya mendengar perkataan Zyano.

"Maaf tuan, tadi ada tikus yang tiba-tiba menyebrang. Jadi saya terpaksa merem mendadak. Apa tuan dan nona tidak apa-apa?" tanya Dave berbohong, padahal tidak ada kucing lewat.

"Kate, apa kau baik-baik saja?" tanya Zyano tidak menjawab pertanyaan Dave.

"Ah ya, saya baik-baik saja tuan." jawabnya sedikit shock.

Dave kembali menjalankan mobil seperti biasa. Kini suasana menjadi canggung.  Katerina dapat mendengar dengan jelas perkataan Zyano yang sedang melamarnya. Jujur saja Katerina juga terkejut sama seperti Dave yang tiba-tiba merem dadakan.

"Bagaimana Kate? Apa kau mau menikah denganku?" tanya Zyano memecah keheningan yang terjadi sesaat.

"Apa anda sedang melamar saya, tuan?" tanya Katerina memastikan.

"Ya, menurutmu?" Zyano balik bertanya.

Katerina menegang, degupan detak jantungnya terdengar kencang, lidahnya terasa kelu untuk berucap apalagi kini Zyano tengah menatapnya dengan tajam seolah meminta jawaban atas pertanyaan tadi.

"Kate.." Zyano memegang kedua pundak Katerina yang terlihat menegang.

Sesaat kesadaran Katerina kembali. Namun, anehnya Katerina justru tertawa terbahak-bahak. Zyano dan Dave mengerutkan keningnya bingung mengapa wanita itu malah tertawa di saat dia sedang serius bertanya.

"Kate, mengapa kau malah tertawa? apa yang lucu?" tanya Zyano heran.

"Tuan, anda melamar saya? yang benar saja. Bagaimana bisa anda melamar seorang wanita di dalam mobil. Anda sangat tidak romantis hahaha." ejek Katerina masih tertawa.

Zyano terdiam dengan wajah datar sedangkan Dave mengulum senyum. Ia sangat mengenal tuannya itu bukan pria romantis yang suka mengajak wanita ketempat yang indah. Zyano orang yang sangat datar, memiliki kekasih saja tidak. Wajar jika dia tidak berpengalaman dalam hal percintaan.

"Apa anda tahu tuan. Dulu saat saya masih remaja saya punya keinginan. Jika dilamar saya ingin momennya disebuah pantai atau jika tidak di taman yang penuh bunga juga tidak apa, yang penting suasananya penuh dengan keromantisan." seru Katerina bercerita.

"Tapi anda pria aneh yang melamar seorang wanita di dalam mobil hahaha."

"Aduh, perut saya sampai sakit karena terlalu banyak tertawa." Ungkap Katerina memegangi perutnya yang sakit menertawakan Zyano.

Zyano hanya diam dengan wajah datar. Hawa dingin mulai terasa menusuk di kulit. Sesaat Katerina tersadar jika dirinya sudah keterlaluan mengejek Zyano. Tawa yang tadi menggema kini menjadi sunyi sepi. Katerina jadi salah tingkah sendiri.

"Astaga, apa aku sudah sangat keterlaluan?" batin Katerina merasa bersalah.

"Kenapa berhenti? Bukankah itu lucu?" tanya Zyano dingin.

Katerina jadi salah tingkah. Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Em... maaf tuan, saya tidak bermaksud untuk mentertawakan anda. Sekali lagi, maafkan saya tuan Zyano." seru Katerina menundukkan kepalanya merasa bersalah sambil mengigit bibirnya.

Zyano tidak menjawab membuat Katerina tambah merasa bersalah. Katerina meremas rok selututnya dia benar-benar tidak berani menatap Zyano yang wajahnya sangat datar dan dingin.

Zyano tidak mengungkapkan jika dirinya sedang menahan marah tapi Katerina dapat merasakan itu dari hawa dingin yang dikeluarkan oleh pria itu.

Suasana kini hening dan sangat canggung. Katerina sangat tidak nyaman dengan situasi yang seperti ini. Dia meruntuki kebodohannya yang menertawakan Zyano tadi.

"Dave, putar arah kita ke, Homestay Highlands." pinta Zyano memberikan kode kepada asistennya itu.

"Baik, tuan." Dave mengangguk patuh tanda mengerti kode yang diberikan oleh tuannya itu.

Homestay Highlands adalah Villa mewah milik keluarga Brawitama yang berlokasi di sekitar pantai. Disana terdapat banyak pemandangan yang sedap dipandang mata dan tentunya sangat nyaman ketika ingin pergi berlibur.

Sesampainya, di sana mereka keluar dari mobil dan begitu keluar Katerina dihadapkan dengan pemandangan pantai yang begitu indah. Angin pantai yang berhembus kencang membuat rambut Katerina terurai dengan cantiknya.

"Bagaimana, apa kau suka Kate?" tanya Zyano menatap wanita cantik yang ada disampingnya itu.

Katerina mengangguk tersenyum bahagia. "Sangat suka tuan, ini dimana? Aku belum pernah ke sini." jawabnya memejamkan mata menikmati angin yang berhembus menerpa wajah cantiknya.

"Ini Villa pribadi milik keluarga ku, ketika aku ingin menenangkan diri aku selalu pergi ke Villa ini." ungkap Zyano.

"Ternyata keluarga anda sangat kaya tuan." Seru Katerina.

Zyano terkekeh pelan "Ini belum seberapa, ayo masuklah." ajaknya menarik tangan Katerina membawanya masuk kedalam Villa mewah itu.

Lagi-lagi Katerina dibuat bungkam melihat kemewahan yang ada dalam Villa itu. Villa ini dirancang dalam gaya modern dan minimalis, sehingga berkesan luas dan terang benderang.

Katerina nampak sangat menikmati pemandangan pantai yang ada didepan matanya saat ini. Angin yang sepoi-sepoi serta suara ombak yang menderu indah benar-benar membuat nya merasakan liburan musim panas.

Sesaat Katerina memejamkan mata menikmati hawa sejuk dan angin yang berhembus menerpa wajah cantiknya, rambut nya ia biarkan berterbangan karena hembusan angin.

Setelah dirasa momen yang pas Zyano pun tiba-tiba bersimpuh dihadapan Katerina membuat wanita itu terlonjak kaget.

"Astaga tuan, berdirilah kenapa anda malah bersimpuh?" seru Katerina membantu Zyano untuk berdiri.

Tanpa terduga Zyano meraih kedua tangan Katerina lalu menggenggamnya erat sambil menatap kedua manik mata Katerina.

"Kate, aku bukanlah pria yang romantis tapi apapun untuk membuat mu senang aku akan melakukannya meski itu sulit sekalipun."

"Aku juga tidak tahu pesona apa yang kau gunakan sehingga kau bisa menarik perhatian ku. Aku hanya merasa aku ingin melindungi mu dan selalu ada disisi mu."

"Jadi... maukah kau menikah denganku dan memulai hidup baru bersamaku, Kate." ungkap Zyano.

Deg!

Jantung Katerina berdegup kencang, hatinya berdersir hebat setelah mendengar pernyataan cinta dari Zyano. Pria yang sangat arrogant itu.

Katerina tidak menyangka Zyano melamarnya ditepi pantai sesuai dengan keinginannya tadi. Padahal Katerina hanya mengatakan dengan asal saja tadi tetapi keinginan nya benar-benar diwujudkan oleh Zyano.

Katerina tersenyum menatap manik mata Zyano. Tangannya terangkat sendiri untuk membelai wajah tampan Zyano dari rahangnya yang kokoh serta aslinya yang tebal. Pria yang ada dihadapannya ini benar-benar sangat tampan tidak ada cacat sedikitpun.

"I-iya tuan saya mau." jawabnya tersenyum malu-malu.

Zyano sangat senang mendengarnya dan tanpa pikir panjang dia langsung berdiri dan memeluk Katerina dengan erat untuk menyalurkan betapa bahagianya dirinya saat ini. Katerina membalas pelukan Zyano sambil mengelus punggung belakang nya.

Setelah lama berpelukan Zyano pun akhirnya melepaskan pelukan itu lalu menatap Katerina dengan dalam. Jika dilihat dari dekat Katerina sangat cantik dan ingin sekali Zyano mencium bibirnya yang merah merona itu.

"Kate, bolehkah aku mencium mu?" tanya Zyano.

"Tidak boleh." jawab Katerina langsung menutup bibirnya dengan kedua tangan mungilnya.

Zyano mendesah kecewa "Baiklah."

Tapi tidak disangka Katerina malah mencium Zyano dengan tiba-tiba membuat pria itu sedikit terkejut. Namun,  ia membalas ciuman itu. Katerina mulai kehabisan nafas dan ingin melepaskan ciumannya tetapi tangan Zyano menahan kepala Katerina untuk memperdalam ciuman itu.

Katerina hanya bisa pasrah dengan permainan bibir dari Zyano yang terlihat sangat lihai bahkan Katerina sampai terbuai dibuatnya. Katerina berniat menyerang tetapi dirinya malah diserang oleh singa jantan. Kalah telak kalau begini ceritanya.

Setelah dirasa cukup Zyano pun akhirnya melepaskan ciuman panas itu. Hembusan nafas hangat Zyano terasa di wajah Katerina seketika bulu kuduknya meremang.

Zyano kemudian menempelkan dahinya kepada Katerina. Kini dahi mereka saling menempel satu sama lain.Mata mereka saling pandang, hidung mereka bahkan saling bersentuhan. Nafas keduanya masih terengah-engah akibat ciuman panas tadi. Zyano memejamkan matanya menikmati momen romantis nya bersama Katerina begitupun sebaliknya.

"Maaf, menganggu waktunya tuan, nyonya Zahra menelepon katanya beliau ingin bicara dengan anda" kata Dave yang tiba-tiba masuk di saat tidak tepat.

Dengan refleks Katerina langsung menyembunyikan wajahnya yang memerah kedada bidang Zyano. Ia benar-benar malu apalagi setelah tercyduk oleh Dave.

Dave yang peka langsung membalikkan badannya. Ia meruntuki kebodohannya.

"Maaf tuan. A-anda bisa melanjutkan kembali, saya permisi dulu." Dave bergegas pergi meninggalkan kedua pasangan yang sedang dimabuk cinta itu.

Katerina masih menyembunyikan wajahnya di dada bidang Zyano. Aroma maskulin dari tubuh Zyano dapat tercium dengan jelas di panca indra Katerina. Sesaat Katerina nampak menikmatinya tanpa menyadari kalau Dave sudah lama pergi.

"Mau sampai kapan kau memelukku hm?" tanya Zyano menggoda.

Katering langsung tersadar, tangannya refleks mendorong dada bidang Zyano untuk menjauh darinya. Wajahnya kini memerah seperti tomat, Katerina malu bukan main.

"Maaf, tuan." ucapnya menunduk tidak berani menatap Zyano.

Zyano mendekat lalu tangan kekarnya meraih pinggang ramping Katerina, sontak saja hal itu membuat Katerina berada dalam dekapannya.

"Jangan memangil ku tuan. Aku bukan majikan mu." seru Zyano.

Katerina mendongak "Lalu, aku harus memanggilmu apa?" tanyanya dengan wajah polos.

"Panggil namaku atau kalau kau mau panggil aku sayang juga tidak apa." bisik nya ditelinga Katerina.

Katerina terdiam mematung, pipinya bersemu merah, jantungnya berdegup kencang seperti diskotik. Hembusan nafas hangat dari Zyano terasa dilehernya. Sedangkan Zyano menghirup dalam-dalam aroma Jasmine milik Katerina.

"B-baiklah Zyano."

Katerina langsung berbalik untuk melihat kembali pemandangan indah yang ada didepannya matanya. Suara ombak dan hembusan angin pantai benar-benar menenangkan hati. Pandangan mata Katerina lepas memandang cakrawala nan jauh di depan. Sementara burung camar terbang sambil sesekali meneriakkan suaranya yang khas.

Hembusan angin mengibar-ngibarkan rambut panjang Katerina. Zyano menatap wajah Katerina dari samping yang terlihat sangat cantik. Bulu mata yang lentik dan bibir tipis yang begitu menggoda iman Zyano.

Tiba-tiba saja Katerina teringat sesuatu. Ia pun memalingkan wajahnya kesamping kanan dan mendapati Zyano tengah menatapnya dengan tatapan memuja.

"Zyano." panggil Katerina.

Zyano tidak menjawab tapi pria itu masih saja menatapnya.

"Zyano." panggil Katerina sekali lagi namun masih tidak ada sahutan.

"Zyano Genta Brawitama!" pekik Katerina berdecak kesal.

Zyano tersenyum simpul "Ya sayang, aku mendengarkan mu."

Katerina terdiam menetralkan detak jantungnya yang tidak normal hanya karena panggilan sayang dari Zyano. Sungguh, Katerina terbang dibuatnya.

Semenit kemudian Katerina menghembuskan nafas panjang lalu menatap Zyano dengan wajah penuh keseriusan.

"Zyan, bisakah kau mengantarkan ku untuk bertemu dengan tante Zahra." pintanya.

Kening Zyano berkerut "Mom? kau ingin bertemu ibuku?" tanya Zyano memastikan.

Katerina mengangguk "Iya Zyan, bisa kan?"

"Untuk apa bertemu dengan ibuku?" tanyanya penasaran.

"Ada hal penting yang ingin aku tanyakan padanya." jawab Katerina apa adanya.

"Apa?"

"Kau akan tahu setelah aku bertemu dengan ibumu."

"Mengapa tidak katakan di sini saja? Aku sudah penasaran."

Katerina memutar bola mata malas "Zyan, ku mohon, ini sangat penting dan tidak bisa ditunda lagi. Kalau kau tidak mau mengantarkan ku, ya sudah aku pergi sendiri saja." tukas Katerina ingin pergi namun tangannya lebih dulu dicekal oleh Zyano.

"Jangan coba-coba pergi sendiri." sarkas Zyano langsung menggendong Katerina ala bridal style.

"Zyan, apa yang kau lakukan? turunkan aku!" pekik Katerina memberontak.

"Diamlah! lututmu sedang terluka tidak baik terlalu lama berjalan." seru Zyano.

Katerina langsung terdiam, baru teringat jika lututnya sedang luka. Katerina mengalungkan tangannya ke leher Zyano agar tubuhnya tidak jatuh.

Begitu keluar dari Villa mereka disambut oleh para pengawal dan Dave yang sedang berjaga diluar.

"Tuan, apa terjadi sesuatu dengan nona Katerina?" tanya Dave khawatir melihat Zyano yang menggendong Katerina.

"Tidak, cepat bukakan pintu!"

Dengan sigap Dave membukakan pintu mobil. Zyano pun memasukkan Katerina kedalam mobil dengan pelan dan sangat hati-hati.

"Dave, kita ke mansion." perintah Zyano.

"Baik tuan."

*******

Di mansion, lebih tepatnya di ruang tamu Zahra mondar-mandir sambil menggerutu sendiri. Beberapa kali Zahra mencoba untuk menghubungi Zyano tapi nomernya malah tidak aktif bahkan Dave juga tidak menjawab panggilan telpon darinya.  Bagaimana Zahra tidak kesal? Putranya itu selalu saja membuat darahnya tinggi.

"Sayang, duduklah. Apa kau tidak lelah mondar-mandir terus? Aku saja sampai pusing melihatnya." ucap Zeano memijit pelipisnya melihat sang istri yang terus mondar-mandir.

"Tidak bisa! Putramu itu benar-benar membuat umurku bertambah sepuluh tahun setiap harinya. Bisa mati muda aku kalau begini terus!" sungut Zahra memijit kepalanya pusing dengan kelakuan putranya.

"Jangan berkata begitu sayang. Dia juga putramu, kau yang melahirkannya. Aku hanya membantu proses pembuatannya saja." tukas Zeano menyandarkan punggungnya ke sofa empuk dengan santai.

Zahra melongo dibuatnya "Apa katamu? kau menyalahkan ku hah! ini semua juga karena air hinamu itu sehingga terciptalah Zyano."

"Air hina katamu?" Zeano mengernyit.

"Ya air hina, memangnya itu air suci?" ejek Zahra.

"Tapi kau juga menikmatinya sayang." ucap Zeano menyeringai.

"Kau..." Zahra menunjuk Zeano dengan wajah merah padam menahan amarah.

"Maaf tuan, nyonya." sela Lyla.

Kedua pasutri itu langsung menatap Lyla yang tengah berdiri dengan wajah menunduk hormat.

"Ada apa Lyla?" tanya keduanya bersamaan.

"Saya hanya ingin memberitahukan kalau tuan Zyano sudah pulang nyonya." jawab Lyla.

"Baiklah, suruh dia kemari!"

"Baik nyonya."

Tak selang waktu lama terdengar suara derap langkah kaki seseorang mendekat. Zahra yakin itu pasti putranya. Begitu menampakkan wajah Zyano disambut dengan wajah sinis Zahra yang bersindekap diatas dada. Tapi anehnya Zahra sedikit terkejut melihat Katerina yang berdiri disamping Zyano.

"Kate?"

Katerina tersenyum "Hallo, tante." sapanya.

Zahra bergegas menghampiri Katerina lalu membawanya untuk duduk di sofa tanpa mempedulikan Zyano. Zahra yang tadinya marah kini berubah menjadi ramah saat melihat kedatangan calon menantunya itu.

"Kate sayang, mengapa kau bisa bersama Zyano?" tanya Zahra heran tumben sekali putranya itu membawa Katerina kehadapan nya.

"Begini tante, ada hal penting yang ingin aku tanyakan dengan tante."

"Kau ingin bertanya apa, Kate?" Zahra menyeritkan keningnya.

"Tapi tante harus menjawabnya dengan jujur." pinta Katerina.

"Baiklah, apa yang ingin kau tanyakan sayang?" tanya Zahra menyingkap rambut Katerina ke telinga.

Katerina meraih tangan Zahra lalu menggenggamnya erat. Kedua matanya menatap Zahra dalam.

"Kemarin, tante mengatakan padaku kalau ibuku adalah sahabat terdekat tante. Itu artinya tante tau segala hal tentang ibuku bukan?"

"Yah kau benar, memangnya kenapa, Kate?"

"Tante, aku hanya ingin tahu apakah Andi Cristopher benar-benar ayahku atau bukan?" tanyanya.

Zahra langsung terdiam seribu kata. Mulutnya seakan terkunci. Zahra termenung memikirkan mengapa Katerina tiba-tiba menanyakan tentang ayah kandungnya? Apa dia sudah tahu kalau Andi bukan ayahnya? pikir Zahra.

"Tante..." panggil Katerina.

Zahra tersentak "Ah ya, mengapa kau tiba-tiba bertanya tentang itu Kate?" Zahra bukannya menjawab dia malah balik bertanya.

"Aku hanya ingin tahu apa dia benar-benar ayahku atau bukan. Aku merasa dia bukan ayahku, selama ini dia memperlakukan ku dengan berbeda terlebih lagi setelah kedatangan ibu dan adik tiri ku, sikapnya bahkan sangat dingin padaku."

"Saat itu aku hanya berkata asal kalau dia bukan ayah kandungku, tapi dia langsung marah dan sikapnya juga aneh. Aku jadi curiga kalau ada sesuatu yang dia sembunyikan. Itulah sebabnya aku bertanya dengan tante karena tante adalah teman dekat ibuku. Aku yakin ibuku pasti menceritakan tentang kehidupannya pada tante." ungkap Katerina.

"Jadi tante, kumohon jujurlah. Aku tidak ingin hidup dalam kebohongan terus-menerus." pinta Katerina sendu.

Zahra tidak berdaya, Katerina memang berhak tahu tentang kebenaran jati dirinya. Lagipula tidak ada salahnya dirinya memberitahukan itu semua.

"Kate, setelah kau mendengar ceritaku nanti. Aku harap kau bisa lebih tenang. Aku akan menceritakan semuanya padamu, kau memang berhak untuk tahu kebenaran ini." seru Zahra menggenggam tangan Katerina.

Katerina mengangguk setuju. "Iya tante."

"Sebenarnya, Andi memang bukan ayah kandungmu, dia ayah tiri mu, Kate." ungkap Zahra.

Bagai dihantam batu karang yang keras. Katerina terkejut bukan main ternyata Andi memang bukan ayah kandungnya. Terbesit dalam benak Katerina perlakuan kasar Andi selama ini menunjukkan kalau dirinya tidak lebih dari sekedar anak tiri. Pantas saja perlakuan tidak adil yang didapatnya itu semua karena Andi bukan ayahnya.

"Lalu, siapa ayahku?" tanyanya mulai penasaran.

"Gavin Mahendra, dia ayah kandung mu Kate."

"Siapa dia? Mengapa aku tidak pernah mendengar nama itu?"

"Gavin itu pengusaha sukses yang terkenal dimana-mana. Ibumu dan Gavin menikah tapi setelah 5 bulan pernikahan, ayahmu mengalami kecelakaan maut, dia meninggal ditempat. Ibumu yang saat itu sedang mengandung mu shock berat. Dia tidak menyangka suaminya akan meninggalkannya secepat itu."

"Ibumu merasa janggal atas kematian suaminya, ibumu pun akhirnya menyelidiki kasus itu dan benar saja kematian ayahmu direncanakan seseorang. Dia menyabotase mobil ayahmu hingga remnya blong dan menyebabkan kecelakaan itu terjadi."

"Setelah diselidiki ternyata Andi lah dalang di balik itu semua, tapi sayangnya Ghina tidak mempunyai bukti akurat untuk menjebloskan Andi kedalam penjara. Dia memiliki ide gila untuk membuat Andi mengaku, Ghina berpura-pura mendekati Andi, tapi tidak disangka ibumu malah jatuh hati dengannya, hingga akhirnya ibumu menikah lagi dengan Andi."

"J-jadi, orang yang selama ini ku panggil ayah, dia adalah orang yang sudah membunuh ayah kandungku sendiri?" tanya Katerina tergagap tidak menyangka. Matanya memanas mendengar kenyataan pahit itu.

"Iya, Kate." jawab Zahra.

Katerina memejamkan matanya rapat. Bulir bening membahasi kedua pipinya, hatinya teriris, dadanya terasa sesak bahkan untuk bernafas saja rasanya sangat sulit. Katerina begitu terpukul kala mengetahui kalau orang yang dianggapnya ayah ternyata orang yang sudah membunuh ayah kandungnya sendiri. Hancur sudah perasaanya.

Zahra menarik Katerina kedalam pelukan hangatnya. Ia dapat merasakan betapa hancurnya perasaan Katerina saat ini. Seketika tangis Katerina pecah, ia menangis terisak dalam pelukan Zahra. Kenyataan ini terlalu pahit untuk di terima.

Zahra mengelus punggung belakang Katerina dengan lembut untuk memberikan ketenangan, layaknya seorang ibu yang mengasihi anaknya sendiri. Sementara Zyano dan Zeano yang sedari tadi ada di ruangan itu hanya diam, mereka juga dapat merasakan betapa rapuhnya Katerina saat ini.

Setelah puas menangis Katerina menghapuskan sisa-sisa air mata yang ada di wajah cantiknya. Ia menghela nafas pelan, perasaanya sudah lebih tenang daripada yang tadi. Meskipun hatinya masih berat menerima kebenaran yang amat menyakitkan ini.

Biar bagaimanapun karena perbuatan Andi dia harus kehilangan ayah dan keluarganya. Kasih sayang orang tua yang harusnya dia dapatkan sejak kecil lenyap karena Andi. Katerina semakin yakin untuk membalaskan dendam nya tanpa rasa ampun.

"Terima kasih tante, sekarang aku sudah tahu kebenarannya." seru Katerina serak.

Zahra tersenyum "Sama-sama sayang, kau berhak tau siapa ayahmu, lalu apa yang akan kau lakukan setelah mengetahui kebenaran ini, Kate?" tanyanya sambil merapikan rambut Katerina yang berantakan.

"Yang pasti aku akan membuat mereka semua membayar atas rasa sakit yang mereka berikan padaku, terutama untuk Andi Cristopher. Dia harus mendekam di penjara dan kalau perlu dia dihukum mati!"

"Nyawa harus dibayar dengan nyawa! itu baru impas!" tegas Katerina mengepalkan tangannya kuat, sorot matanya menggambarkan kemarahan yang menggebu-gebu. Kali ini dia tidak akan tinggal diam lagi. Dendamnya harus terlaksana.

Bersambung 😎

______________________________________________

Hohoho kebenaran terungkap juga🤧🤧

Jangan Lupa like,Vote, Komen, and Share ya teman-teman :)

Terimakasih sudah mampir 🤭🌝

^^^Coretan Senja ✍️^^^

Terpopuler

Comments

febby fadila

febby fadila

tenang kate ada calon suamimu zyano

2024-12-30

1

Ayu Ayra

Ayu Ayra

katering 😂😂 ya ampun othor... mau ada acara hajatan yaa

2023-04-03

2

Dede

Dede

lanjuut thor

2023-03-28

1

lihat semua
Episodes
1 1. AWAL KEHANCURAN
2 2. PINGSAN
3 3. KEDATANGAN TUAN DAN NYONYA BESAR
4 4. TIDAK TERTARIK
5 5. TAMPARAN
6 6. MENCARI TAHU TENTANGNYA
7 7. WANITA PENGGODA
8 8. BERJODOH
9 9. FIRST KISS
10 10. PERMINTAAN ZAHRA
11 11. SURAT PERJODOHAN
12 12. MULAI DEKAT
13 13. KONFERENSI PERS
14 14. MISI RAHASIA
15 15. RATU DRAMA
16 16. LAMARAN ROMANTIS
17 17. KABAR BAHAGIA
18 18. SIAPA PRIA ITU?
19 19. MULAI CURIGA
20 20. KEKEJAMAN ZYANO
21 21. MELEPAS RINDU
22 22. WANITA SELALU BENAR!
23 23. PAKET MENGERIKAN
24 24. KEHANCURAN BLACK SHADOW
25 25. WEDDING DAY
26 26. DINNER WITH FAMILY
27 27. BERTEMU PASANGAN GILA
28 28. MALAM KEBAHAGIAAN
29 29. RENCANA JAHAT
30 30. BERITA MENGEJUTKAN
31 31. PERMINTAAN GILA
32 32. TERLUKA
33 33. ANDI MASUK PENJARA?
34 34. TIDAK PANDAI MERAYU
35 35. SALING MENYALAHKAN
36 36. TAMU TERHORMAT
37 37. HUKUMAN UNTUK ANDI
38 38. MENEROBOS MASUK
39 39. KEDATANGAN TAMU TAK DI UNDANG
40 40. KENZIE SANG HACKER
41 41. BEKAS LUKA CAMBUK
42 42. TERANCAM BATAL
43 43. HOT NEWS
44 44. KEPULANGAN ZAHRA DAN ZEANO
45 45. RAPAT DADAKAN
46 46. UNGKAPAN CINTA
47 47. MENGAMBIL ALIH
48 48. KECURIGAAN KATERINA
49 49. TIDAK! DIA BUKAN ANAKMU!
50 50. TERPAKSA BERBOHONG
51 51. SELALU TAU
52 52. KOTAK MAKANAN UNTUK SUAMI
53 53. SALAH PAHAM
54 54. MARAH TAPI MASIH PEDULI
55 55. SALING BERJANJI
56 56. MASA LALU OLIVIA
57 57. KESUCIAN YANG DIRENGGUT
58 58. NIAT JAHAT
59 59. HANYA MILIKMU
60 60. CARI TAHU LEBIH JELAS!
61 61. MENGAJAK BERTEMU
62 62. WANITA YANG MENARIK
63 63. MEMINTA BANTUAN KENZIE
64 64. HAMIL?
65 65. DIAMBANG KEMATIAN
66 66. KABUR BERSAMA
67 67. KEMATIAN BRYAN #1
68 68. KEMATIAN BRYAN #2
69 69. LIKE FATHER LIKE SON
70 70. SHOPPING BERSAMA IBU MERTUA
71 71. SERANGAN BALIK
72 72. ZAHRA SAKIT
73 73. TIDAK BISA DIREMEHKAN!
74 74. RATU AKTING
75 75. BERBEDA PENDAPAT
76 76. MEMBERI PELAJARAN
77 77. NASEHAT ZEANO
78 78. KENYATAAN PAHIT
79 79. BERSIKAP MANJA
80 80. MENCARI ALASAN UNTUK BERTEMU
81 81. PULANG KE MANSION LAMA
82 82. DIRETAS BALIK
83 83. GAIRAH YANG TERTAHAN
84 84. PENAWARAN BERSYARAT
85 85. KESALAHAN FATAL IRENE
86 86. MENUNTASKAN HAL YANG TERTUNDA
87 87. AJAKAN BULAN MADU
88 88. MEMINTA MAAF
89 89. TIDAK PUNYA PILIHAN LAIN
90 90. KESALAHPAHAMAN
91 91. HILANG KENDALI
92 92. FLASHBACK MASA KECIL ZYANO #1
93 93. FLASHBACK MASA KECIL ZYANO #2
94 94. FLASHBACK MASA KECIL ZYANO #3
95 95. TAK DIANGGAP
96 96. HILANGNYA KERAGUAN
97 97. TERPAKSA MENYETUJUI
98 98. KEGUNDAHAN HATI ZYANO
99 99. KEJUTAN ANNIVERSARY UNTUK ZYANO
100 100. TANTANGAN GILA
101 101. TERJEBAK BERSAMA DI PERUSAHAAN
102 102. BULAN MADU
103 103. SERA MENGUNJUNGI ANDI DI PENJARA
104 104. OLIVIA DI PERMALUKAN
105 105. DINNER ROMANTIS
106 106. SALING CURIGA
107 107. KEPOSESIFAN ZYANO
108 108. TERMAKAN EGO
109 109. CEMBURU
110 110. BERBAIKAN KEMBALI
111 111. BERNIAT MEREBUT
112 112. KEBAHAGIAAN MU ITU TUGASKU
113 113. BERTEMU TEMAN LAMA
114 114. POSITIF HAMIL
115 115. THE END SEASON 1
116 PENGUMUMAN SEASON 2
117 S2: EPISODE 116
118 S2 : EPISODE 117
119 S2 : EPISODE 118
120 S2 : EPISODE 119
121 S2 : EPISODE 120
122 S2 : EPISODE 121
123 S2 : EPISODE 122
124 S2 : EPISODE 123
125 S2 : EPISODE 124
126 S2 : EPISODE 125
127 S2 : EPISODE 126
128 S2 : EPISODE 127
129 S2 : EPISODE 128
130 S2 : EPISODE 129
131 S2 : EPISODE 130
132 S2 : EPISODE 131
133 S2 : EPISODE 132
134 S2 : EPISODE 133
135 S2 : EPISODE 134
136 S2 : EPISODE 135
137 S2 : EPISODE 136
138 S2: EPISODE 137
139 S2 : EPISODE 138
140 S2 : EPISODE 139
141 S2 : EPISODE 140
142 S2 : EPISODE 141
143 S2 : EPISODE 142
144 S2 : EPISODE 143
145 S2 : EPISODE 144
146 S2 : EPISODE 145
147 S2 : EPISODE 146
Episodes

Updated 147 Episodes

1
1. AWAL KEHANCURAN
2
2. PINGSAN
3
3. KEDATANGAN TUAN DAN NYONYA BESAR
4
4. TIDAK TERTARIK
5
5. TAMPARAN
6
6. MENCARI TAHU TENTANGNYA
7
7. WANITA PENGGODA
8
8. BERJODOH
9
9. FIRST KISS
10
10. PERMINTAAN ZAHRA
11
11. SURAT PERJODOHAN
12
12. MULAI DEKAT
13
13. KONFERENSI PERS
14
14. MISI RAHASIA
15
15. RATU DRAMA
16
16. LAMARAN ROMANTIS
17
17. KABAR BAHAGIA
18
18. SIAPA PRIA ITU?
19
19. MULAI CURIGA
20
20. KEKEJAMAN ZYANO
21
21. MELEPAS RINDU
22
22. WANITA SELALU BENAR!
23
23. PAKET MENGERIKAN
24
24. KEHANCURAN BLACK SHADOW
25
25. WEDDING DAY
26
26. DINNER WITH FAMILY
27
27. BERTEMU PASANGAN GILA
28
28. MALAM KEBAHAGIAAN
29
29. RENCANA JAHAT
30
30. BERITA MENGEJUTKAN
31
31. PERMINTAAN GILA
32
32. TERLUKA
33
33. ANDI MASUK PENJARA?
34
34. TIDAK PANDAI MERAYU
35
35. SALING MENYALAHKAN
36
36. TAMU TERHORMAT
37
37. HUKUMAN UNTUK ANDI
38
38. MENEROBOS MASUK
39
39. KEDATANGAN TAMU TAK DI UNDANG
40
40. KENZIE SANG HACKER
41
41. BEKAS LUKA CAMBUK
42
42. TERANCAM BATAL
43
43. HOT NEWS
44
44. KEPULANGAN ZAHRA DAN ZEANO
45
45. RAPAT DADAKAN
46
46. UNGKAPAN CINTA
47
47. MENGAMBIL ALIH
48
48. KECURIGAAN KATERINA
49
49. TIDAK! DIA BUKAN ANAKMU!
50
50. TERPAKSA BERBOHONG
51
51. SELALU TAU
52
52. KOTAK MAKANAN UNTUK SUAMI
53
53. SALAH PAHAM
54
54. MARAH TAPI MASIH PEDULI
55
55. SALING BERJANJI
56
56. MASA LALU OLIVIA
57
57. KESUCIAN YANG DIRENGGUT
58
58. NIAT JAHAT
59
59. HANYA MILIKMU
60
60. CARI TAHU LEBIH JELAS!
61
61. MENGAJAK BERTEMU
62
62. WANITA YANG MENARIK
63
63. MEMINTA BANTUAN KENZIE
64
64. HAMIL?
65
65. DIAMBANG KEMATIAN
66
66. KABUR BERSAMA
67
67. KEMATIAN BRYAN #1
68
68. KEMATIAN BRYAN #2
69
69. LIKE FATHER LIKE SON
70
70. SHOPPING BERSAMA IBU MERTUA
71
71. SERANGAN BALIK
72
72. ZAHRA SAKIT
73
73. TIDAK BISA DIREMEHKAN!
74
74. RATU AKTING
75
75. BERBEDA PENDAPAT
76
76. MEMBERI PELAJARAN
77
77. NASEHAT ZEANO
78
78. KENYATAAN PAHIT
79
79. BERSIKAP MANJA
80
80. MENCARI ALASAN UNTUK BERTEMU
81
81. PULANG KE MANSION LAMA
82
82. DIRETAS BALIK
83
83. GAIRAH YANG TERTAHAN
84
84. PENAWARAN BERSYARAT
85
85. KESALAHAN FATAL IRENE
86
86. MENUNTASKAN HAL YANG TERTUNDA
87
87. AJAKAN BULAN MADU
88
88. MEMINTA MAAF
89
89. TIDAK PUNYA PILIHAN LAIN
90
90. KESALAHPAHAMAN
91
91. HILANG KENDALI
92
92. FLASHBACK MASA KECIL ZYANO #1
93
93. FLASHBACK MASA KECIL ZYANO #2
94
94. FLASHBACK MASA KECIL ZYANO #3
95
95. TAK DIANGGAP
96
96. HILANGNYA KERAGUAN
97
97. TERPAKSA MENYETUJUI
98
98. KEGUNDAHAN HATI ZYANO
99
99. KEJUTAN ANNIVERSARY UNTUK ZYANO
100
100. TANTANGAN GILA
101
101. TERJEBAK BERSAMA DI PERUSAHAAN
102
102. BULAN MADU
103
103. SERA MENGUNJUNGI ANDI DI PENJARA
104
104. OLIVIA DI PERMALUKAN
105
105. DINNER ROMANTIS
106
106. SALING CURIGA
107
107. KEPOSESIFAN ZYANO
108
108. TERMAKAN EGO
109
109. CEMBURU
110
110. BERBAIKAN KEMBALI
111
111. BERNIAT MEREBUT
112
112. KEBAHAGIAAN MU ITU TUGASKU
113
113. BERTEMU TEMAN LAMA
114
114. POSITIF HAMIL
115
115. THE END SEASON 1
116
PENGUMUMAN SEASON 2
117
S2: EPISODE 116
118
S2 : EPISODE 117
119
S2 : EPISODE 118
120
S2 : EPISODE 119
121
S2 : EPISODE 120
122
S2 : EPISODE 121
123
S2 : EPISODE 122
124
S2 : EPISODE 123
125
S2 : EPISODE 124
126
S2 : EPISODE 125
127
S2 : EPISODE 126
128
S2 : EPISODE 127
129
S2 : EPISODE 128
130
S2 : EPISODE 129
131
S2 : EPISODE 130
132
S2 : EPISODE 131
133
S2 : EPISODE 132
134
S2 : EPISODE 133
135
S2 : EPISODE 134
136
S2 : EPISODE 135
137
S2 : EPISODE 136
138
S2: EPISODE 137
139
S2 : EPISODE 138
140
S2 : EPISODE 139
141
S2 : EPISODE 140
142
S2 : EPISODE 141
143
S2 : EPISODE 142
144
S2 : EPISODE 143
145
S2 : EPISODE 144
146
S2 : EPISODE 145
147
S2 : EPISODE 146

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!