12. MULAI DEKAT

Lyla mengantarkan Katerina ke kamar tamu yang kemarin ditempatinya. Kamar itu kini sudah sangat bersih setelah terakhir kali Katerina menginap di sana, itu karena para maid setiap hari selalu membersihkan nya bahkan seprai kasur pun juga sudah berganti motif dan warna.

"Nona, saya sudah menyiapkan air untuk nona mandi. Apakah nona juga ingin saya membantu nona untuk mandi?" tanya Lyla menawarkan.

Katerina menggeleng. "Tidak perlu Lyla. Aku bisa mandi sendiri. Terima kasih, ya." tolaknya.

"Sama-sama nona, kalau begitu saya keluar dulu. Jika perlu apa-apa panggil saja saya nona."

"Iya, Lyla."

Katerina mendudukkan pantatnya di kasur king size. Ia menghela nafas berat ketika memikirkan tentang perjodohan dirinya dengan Zyano. Jujur saja ini terlalu mengejutkan untuknya apalagi hatinya masih terluka akibat pengkhianatan Rei.

Bagi Katerina, untuk memulai sebuah hubungan baru dia perlu memantapkan hati untuk menerima Zyano sebagai suaminya kelak. Itulah sebabnya Katerina perlu waktu untuk memikirkannya. Tapi ia tidak mungkin terus berlarut dengan luka masa lalu hidupnya harus terus berjalan, Rei adalah masa lalu yang harus ia lupakan.

"Oh tuhan, apapun keputusan ku nanti. Aku hanya berharap semoga aku tidak menyesalinya." batin Katerina memejamkan mata berdoa penuh harap.

Setelah itu Katerina memutuskan untuk mandi, badannya sudah bau dan lengket.

*****

Sedangkan ditempat lain. Saat ini Rei sedang ada di kantor nya. Ia sibuk dengan pekerjaannya tetapi tiba-tiba saja Olivia datang membawa kabar mengejutkan untuknya.

"Apaaa? Kau hamil Olivia?" Teriak Rei terkejut bukan main.

"Iya Rei, setelah aku periksa hasilnya positif. Kau bisa lihat sendiri Testpack ini." jawab Olivia sambil memberikan testpack yang menunjukkan dua garis merah menandakan jika Olivia benar-benar hamil.

Rei langsung mengambil Testpack itu dan matanya membulat sempurna saat melihat dua garis merah yang menunjukkan jika Olivia memang hamil.

"Tidak mungkin. Kau pasti berbohong kan Olivia?!"" sarkas Rei tidak percaya.

"Rei, bagaimana bisa aku berbohong jika Testpack itu menunjukkan kalau aku hamil? Apa menurutmu aku bisa membuat garis itu menjadi dua jika aku tidak hamil hah?!" tukas Olivia kesal.

"Tapi bukankah saat kita melakukan itu kau dan aku selalu memakai pengaman? Lalu, bagaimana bisa kau hamil hah! Aku tidak percaya, kau pasti menipuku Olivia!"

"Aku tidak menipumu Reino Alberto! Anak yang ada dalam perutku ini memang anakmu. Pengaman itu tidak menjamin jika aku tidak akan hamil, kau harus bertanggung jawab untuk ini semua!" teriak Olivia.

Rei tersenyum kecut lalu mencekam dagu Olivia dengan kasar.

"Dengar Olivia, aku tidak percaya jika itu anakku dan aku tidak akan bertanggung jawab. Kau sendiri yang mengantarkan tubuhmu padaku, lantas kenapa aku harus bertanggung jawab untuk kehamilan mu hah!"

Olivia terkekeh sinis. "Jika kau tidak ingin bertanggung jawab maka bersiaplah untuk kehancuran keluarga Alberto!"

"Apa maksudmu?"

"Aku akan mengatakan kepada publik jika kau menghamili ku dan tidak ingin bertanggung jawab atas kehamilan ini. Kau tau bukan apa yang akan terjadi selanjutnya?" Tukas Olivia mengancam.

Rei semakin mencekam dagu Olivia. "Beraninya kau mengancam ku Olivia. Kau tahu bukan aku bukanlah pria yang lemah lembut? Jika kau berani melakukan itu maka aku tidak akan segan untuk menghancurkan hidupmu, Olivia Natasha Cristopher!"

Olivia tertawa remeh "Rei, Bukankah kau sudah menghancurkan hidupku? Kau menghamili ku lalu tidak ingin bertanggung jawab? Apa kau pikir aku akan diam saja? Hidupku hancur dan kau juga harus hancur sama seperti ku!" ucap Olivia tersenyum licik.

Olivia melepaskan cengkraman tangan Rei dari dagunya.

"Dengar Reino Alberto, Jika kau tidak bertanggung jawab aku tidak akan segan untuk mengatakannya kepada publik, dan seluruh dunia akan tahu betapa bejatnya dirimu. Tidak hanya itu saja, keluarga dan citra mu akan rusak dimata masyarakat."

"Baiklah, apa yang kau inginkan?" tanya Rei tidak berkutik jika berkaitan tentang keluarganya.

Senyum licik menghiasi wajah Olivia "Aku ingin kau menikahi ku sebelum perutku semakin membesar. Kita harus sudah menikah, jika tidak publik akan tahu semuanya." jawab Olivia.

"Tidak! Aku tidak mau menikah dengan wanita licik sepertimu Olivia. Aku akan bertanggung jawab untuk kehamilan mu tapi tidak dengan menikahi mu!" sarkas Rei menolak keras.

Olivia tersenyum kecut. Ia sudah menduga Rei pasti tidak akan setuju untuk menikah dengannya, tapi Olivia tidak kehabisan akal, dia punya cara untuk membuat Rei tidak berkutik hingga bersedia menikah dengannya.

"Kau tidak punya pilihan Rei. Apa kau pikir anak ini tidak memerlukan seorang ayah? Dia juga perlu status dan kau harus menikahi ku untuk itu. Aku memberimu waktu sampai besok. Jika tidak maka bersiaplah keluarga mu akan hancur!" Ancam Olivia langsung keluar dari ruang kerja Rei.

Pranggg

"Arghhhhh sial. Dasar wanita ular." Rei membanting barang-barang yang ada di meja kerjanya. Ia sangat marah beraninya Olivia mengancamnya seperti itu. Seumur hidup Rei tidak pernah diancam seperti itu dan baru kali ini ada wanita yang berani mengancamnya.

"Awas saja kau Olivia. Aku tidak percaya jika itu anakku. Aku akan menyelidiki semua ini jika memang anak itu adalah anakku maka aku pasti akan bertanggung jawab tapi jika tidak aku akan menghancurkan hidupmu Olivia." geram Rei mengepalkan tangannya kuat.

Rei memencat telpon yang ada di meja nya "Angga, ke ruangan ku sekarang!" perintahnya.

******

Setelah makan malam bersama keluarga Brawitama. Katerina memutuskan untuk duduk di taman. Ia ingin menikmati angin sambil melihat pemandangan. Di taman itu terdapat banyak bunga ada bunga Kamboja, Lavender, Mawar, Lily, Asoka dan Bougenville.

"Bagaimana Dave? Apakah semuanya lancar?" tanya Zyano yang sedang berjalan-jalan disekitar mansion sambil memegang telpon ditelinga nya. Pria itu saat ini sedang berbicara dengan Dave di telpon.

"Iya tuan, pengiriman senjata legal kita telah berhasil, pelanggan kita sangat senang dengan barang yang kita kirimkan kali ini tuan dan mereka juga mengatakan sangat puas."

"Baguslah jika begitu, kau sangat bisa diandalkan Dave." ungkap Zyano memuji kerja asistennya itu.

"Terima kasih atas pujiannya, tuan."

"Ya sudah, kau berisitirahat karena besok pagi tugas kantor menantimu, Dave."

"Baik tuan."

Zyano mematikan sambungan telponnya dengan Dave. Ia ingin kembali ke kamarnya tapi matanya tidak sengaja menangkap ada seorang wanita cantik sedang duduk di kursi taman.

Zyano melangkahkan kakinya mendekati wanita itu. Di lihat dari samping Katerina sangat cantik bahkan sesaat Zyano terkesima dengan kecantikannya. Bulu mata yang lentik, bibir yang tipis serta kulit yang putih bersih. Siapa yang tidak terpana melihat kecantikannya itu?

Dering ponsel Katerina membuyarkan lamunannya. Ia melihat ponselnya ternyata Maya meneleponnya. Astaga Katerina sampai lupa mengabari sahabatnya itu.

"Hallo, Maya."

"Kate, maaf aku tidak bisa pulang hari ini karena aku harus pulang kampung sebab orang tuaku sedang sakit."

"Astaga, lalu sekarang bagaimana keadaannya, Maya?" tanya Katerina khawatir.

"Kau tenang saja Kate, mereka sudah baik-baik saja sekarang. Oh iya, kau tidak apa kan tidur sendiri di apartemen ku?" jawabnya.

"Aku sampai lupa mengabari mu Maya. Aku tidak menginap di apartemen mu. Malam ini aku menginap di tempat kenalanku, jadi kau tidak usah khawatir."

"Kenalan? kau punya kenalan siapa selain diriku? setahuku kau tidak punya sahabat selain aku." tanya Maya bingung.

"Emmm, itu nanti ku ceritakan padamu."

"Baiklah, Oh iya Kate. Aku ingin bertanya padamu. Apa kau benar-benar akan membalaskan dendam mu dengan keluarga Cristopher??" tanya Maya tiba-tiba.

"Emm.. maksudku apa kau akan melakukan itu semua dengan ayahmu sendiri? dia kan ayahmu. Apa kau tega menghancurkannya? Maaf Kate, jika aku bertanya seperti ini tapi aku hanya ingin memastikan apa kau tidak akan terluka jika menyakiti ayahmu. Balas dendam akan berhasil jika kau tidak mempunyai perasaan."

Katerina tersenyum kecut "Ayah? sejak dia mengusirku dari rumah aku sudah tidak menganggapnya sebagai ayahku lagi. Apakah ada seorang ayah yang membuang anak kandungnya sendiri bagai sampah tak berguna hanya karena anak tiri? Ku rasa sejahat apapun orang tua dia tidak akan mengusir anaknya sendiri dari rumah."

"Kau tenang saja Maya, hatiku sudah membatu. Aku tidak akan terluka jika melihat nya hancur, karena itu adalah sumpah ku. Menghancurkan keluarga Cristopher dan membuatnya kehilangan segala yang dia miliki terutama kedua wanita jahat itu. Dia sudah membuatku dibuang oleh ayahku sendiri." ungkap Katerina mengepalkan tangannya kuat.

"Apa kau perlu bantuan ku Kate? aku akan sangat bersedia untuk membantumu." tawar Maya dengan senang hati.

"Tidak! Aku tidak ingin melibatkan mu dalam dendam ku. Aku tidak ingin kau terkena masalah karna ku Maya. Biar aku saja yang memikirkan bagaimana caranya menghancurkan keluarga itu." tolak Katerina tegas tidak ingin melibatkan Maya.

"Tapi kau tidak akan sanggup jika melawan mereka sendirian Kate, apalagi saat ini kau tidak punya kuasa apapun. Bagaimana bisa kau menghancurkan keluarga itu hah?!"

"Sudahlah, Maya. Biar aku saja yang memikirkan itu kau tidak usah. Aku punya caraku sendiri untuk menghancurkan mereka."

"Tapi Kate..."

"Maya sudah cukup! Ini urusan ku dengan keluarga Cristopher. Kau tidak usah ikut campur, sebaiknya kau segera istirahat aku tutup dulu telponnya." Kate langsung mematikan telpon sepihak.

Katerina menghembuskan nafas kasar lalu meremas kepalanya yang terasa pusing. Ia pun sebenarnya tidak tahu rencana apa yang bisa membuat keluarga Cristopher hancur karena saat ini dia tidak punya kuasa apapun bahkan sahamnya hanya 15%. Bagaimana caranya dia bisa melawan keluarga itu? Katerina pusing sendiri dibuatnya.

"Jadi, ini alasanmu menolak ku waktu itu?" tanya seseorang membuat Katerina terkejut dan langsung berbalik. Seketika matanya langsung melotot mendapati Zyano tengah berdiri di belakangnya dengan tangan dalam saku celananya.

Katerina melonjak berdiri "Tuan, Zyano." lirihnya.

Zyano berjalan lalu duduk di kursi taman itu dengan kaki menyilang. Katerina mengigit bibirnya melihat tatapan tajam dari manusia dingin ini.

"Sejak kapan tuan ada di sana?" tanya Katerina hati-hati.

"Hm. Sejak kau menerima telepon dari temanmu itu." jawabnya santai.

"Duh, apa dia mendengar semua pembicaraan ku dengan Maya tadi?" tanya Katerina dalam hatinya.

"Apa kau tidak ingin menjelaskan apapun padaku?" tanyanya sambil menyadarkan punggung belakang nya ke kursi taman itu.

"Apa maksud anda tuan?" tanya Katerina bingung.

"Bukankah sudah jelas apa maksudku? Aku bertanya padamu apa kau tidak ingin menjelaskan semua yang baru saja ku dengar? Kau pikir aku tidak mendengar pembicaraan mu dengan temanmu tadi? Kupingku masih normal, tentu saja aku mendengar semuanya."

"Kurasa tidak ada yang perlu ku jelaskan padamu tuan, Zyano. Aku tidak punya kewajiban untuk menceritakan apa permasalahan ku padamu, lagipula ini masalahku, kau tidak perlu ikut campur." seru Katerina tegas.

Zyano tersenyum kecut "Apa begitu sulit untuk mu percaya dengan ku? Kenapa kau begitu menutup rapat masalahmu? Apa yang kau takutkan Kate? Apa kau takut membawa masalah untuk keluarga ini? kau tidak usah khawatir soal itu, masalahmu tidak akan membawa dampak untuk keluarga ku."

"Bukan seperti itu tuan, aku tidak ingin kalian mengasihani ku jika tau kalau aku dibuang oleh ayahku sendiri, semua orang pasti akan berpikir betapa mirisnya hidupku dan aku tidak ingin semua orang jadi kasihan padaku."

"Duduklah, Kate."" pinta Zyano menepuk kursi yang disampingnya menyuruh wanita itu untuk duduk.

"Hah?"

"Duduk! apa kakimu tidak lelah terus berdiri sejak tadi?" tanyanya.

"I-iya tuan." Katerina menggaruk kepalanya yang tak gatal lalu duduk di samping Zyano.  Bersamaan dengan itu rambut Katerina yang tergerai langsung diterpa angin yang berhembus sehingga aroma Jasmine dapat tercium di hidung Zyano.

Zyano menatap Katerina dalam "Dengar, aku tidak mengasihani mu, kau salah berpikir jika aku kasihan padamu. Tidak semua orang bisa kau anggap sama Kate. Aku hanya ingin kau bercerita, mungkin dengan begitu beban mu akan sedikit berkurang, setidaknya kau tidak merasa sendirian."

"Kau bisa percaya padaku." kata Zyano.

Katerina menarik nafas panjang lalu menatap Zyano.

"Sebenarnya, aku punya dendam dengan keluarga ku sendiri. Ayahku mengusir dan membuang ku begitu saja. Aku kecewa dan marah, tapi aku tidak berdaya, hak yang seharusnya kudapatkan malah diberikan kepada adik tiri ku. Dia menguasai rumah itu bersama ibu tiri ku, mereka berhasil membuat ayahku membenci putri nya sendiri."

"Aku ingin membalaskan rasa sakit yang selama ini mereka berikan padaku. Mereka menyiksaku dan memperlakukan ku seperti pembantu di rumah ku sendiri. Kedua wanita jahat itu sangat lihai memainkan trik liciknya sampai-sampai ayahku bersedia memberikan setengah harta kekayaan keluarga Cristopher pada mereka secara gratis, sedangkan aku malah dibuang."

"Hatiku sakit dan hacur bukan karena harta tapi karena ayahku, orang yang paling aku sayangi malah tega membuang ku tanpa belas kasihan. Aku seperti bukan anak kandungnya saja, diperlakukan dengan tidak adil dalam rumah itu. Dia tahu, tapi dia hanya diam seolah-olah tidak melihat penyiksaan yang diberikan oleh ibu dan adik tiri ku."

"Selama ini aku diam dan aku berusaha bersabar tapi mereka semakin keterlaluan hingga hari dimana pengkhianatan itu terjadi. Kekasihku berkhianat dengan adik tiri ku sendiri dan ayahku mengusirku. Aku memutuskan hubungan darah dengannya setelah hari itu aku menganggap nya bukan lagi ayahku."

"Hidupku terlalu pahit bukan?" tanya Katerina tersenyum getir.

"Tapi aku tidak ingin setelah kau mendengar ceritaku kau jadi kasihan padaku." ungkap nya menahan air mata agar tidak terjauh. Ia tidak ingin Zyano melihatnya menangis.

Tanpa diduga-duga Zyano malah menarik tubuh Katerina kedalam pelukannya. Ia dapat merasakan betapa rapuhnya wanita itu. Zyano kagum dengan sikap Katerina yang terlihat kuat disaat banyak masalah menimpanya.

Katerina tersentak kaget saat Zyano menarik tubuhnya tapi Katerina tidak menolak. Ia merasa nyaman dalam dekapan pria itu. Apalagi Zyano mengelus kepalanya dengan lembut memberikan kenyamanan untuknya.

Sejenak mereka berdua menikmati pelukan itu. Zyano meletakkan dagunya dipunuk kepala Katerina sambil memejamkan matanya menghirup aroma Jasmine yang begitu memabukkan untuknya.

Sedangkan Katerina menyandarkan kepalanya dengan nyaman ke dada bidang Zyano sambil memejamkan matanya. Ia merasa tenang dan damai dalam pelukan Zyano.

Beberapa menit berlalu namun pelukan itu masih belum terlepas, suasana nya hening hanya ada suara angin yang berhembus.

"Kate?" panggil Zyano namun tidak ada sahutan.

"Katerina." panggilnya sekali lagi namun tidak ada jawaban.

Zyano pun melepaskan pelukan itu dan betapa terkejutnya ia mendapati Katerina yang tertidur. Senyum terbit di wajah tampan Zyano melihat Katerina yang tertidur pulas.

"Astaga, dia malah ketiduran." gumam Zyano tersenyum.

Zyano menatap intens wajah Katerina yang menurutnya sangat cantik. Apalagi saat melihat bibir Katerina, ingin sekali ia mencium nya seperti waktu itu tapi Zyano tidak mungkin melakukannya saat wanita itu tidur. Ia bukan pria yang mengambil kesempatan dalam kesempitan.

Zyano menggendong tubuh Katerina, lalu membawanya masuk ke dalam. Ia membuka pintu kamar tamu lalu membaringkan Katerina dengan sangat hati-hati agar wanita itu tidak terbangun.

Zyano memandangi wajah Katerina sesaat lalu mendekatkan wajahnya dan mencium kening Katerina dengan lembut.

"Tidur yang nyenyak, Kate." bisiknya ditelinga Katerina.

Setelah itu ia keluar dan segera menuju kamarnya untuk beristirahat.

Bersambung 😎

______________________________________________

Haduh meleleh hatiku 😭🤧

Zyano sweet sekalih

JANGAN LUPA LIKE, VOTE, KOMEN DAN SHARE CERITA INI YA GUYS!!

TERIMA KASIH :)

^^^Coretan Senja ✍️^^^

Terpopuler

Comments

febby fadila

febby fadila

dari luar garang eee ternyata bisa romontis juga...gimana mom/Drool/

2024-12-30

1

Riska Munaya

Riska Munaya

mulai bucin akut nih

2023-07-09

2

Astri

Astri

aku berharap mama zahra melihat mereka😍

2023-04-01

3

lihat semua
Episodes
1 1. AWAL KEHANCURAN
2 2. PINGSAN
3 3. KEDATANGAN TUAN DAN NYONYA BESAR
4 4. TIDAK TERTARIK
5 5. TAMPARAN
6 6. MENCARI TAHU TENTANGNYA
7 7. WANITA PENGGODA
8 8. BERJODOH
9 9. FIRST KISS
10 10. PERMINTAAN ZAHRA
11 11. SURAT PERJODOHAN
12 12. MULAI DEKAT
13 13. KONFERENSI PERS
14 14. MISI RAHASIA
15 15. RATU DRAMA
16 16. LAMARAN ROMANTIS
17 17. KABAR BAHAGIA
18 18. SIAPA PRIA ITU?
19 19. MULAI CURIGA
20 20. KEKEJAMAN ZYANO
21 21. MELEPAS RINDU
22 22. WANITA SELALU BENAR!
23 23. PAKET MENGERIKAN
24 24. KEHANCURAN BLACK SHADOW
25 25. WEDDING DAY
26 26. DINNER WITH FAMILY
27 27. BERTEMU PASANGAN GILA
28 28. MALAM KEBAHAGIAAN
29 29. RENCANA JAHAT
30 30. BERITA MENGEJUTKAN
31 31. PERMINTAAN GILA
32 32. TERLUKA
33 33. ANDI MASUK PENJARA?
34 34. TIDAK PANDAI MERAYU
35 35. SALING MENYALAHKAN
36 36. TAMU TERHORMAT
37 37. HUKUMAN UNTUK ANDI
38 38. MENEROBOS MASUK
39 39. KEDATANGAN TAMU TAK DI UNDANG
40 40. KENZIE SANG HACKER
41 41. BEKAS LUKA CAMBUK
42 42. TERANCAM BATAL
43 43. HOT NEWS
44 44. KEPULANGAN ZAHRA DAN ZEANO
45 45. RAPAT DADAKAN
46 46. UNGKAPAN CINTA
47 47. MENGAMBIL ALIH
48 48. KECURIGAAN KATERINA
49 49. TIDAK! DIA BUKAN ANAKMU!
50 50. TERPAKSA BERBOHONG
51 51. SELALU TAU
52 52. KOTAK MAKANAN UNTUK SUAMI
53 53. SALAH PAHAM
54 54. MARAH TAPI MASIH PEDULI
55 55. SALING BERJANJI
56 56. MASA LALU OLIVIA
57 57. KESUCIAN YANG DIRENGGUT
58 58. NIAT JAHAT
59 59. HANYA MILIKMU
60 60. CARI TAHU LEBIH JELAS!
61 61. MENGAJAK BERTEMU
62 62. WANITA YANG MENARIK
63 63. MEMINTA BANTUAN KENZIE
64 64. HAMIL?
65 65. DIAMBANG KEMATIAN
66 66. KABUR BERSAMA
67 67. KEMATIAN BRYAN #1
68 68. KEMATIAN BRYAN #2
69 69. LIKE FATHER LIKE SON
70 70. SHOPPING BERSAMA IBU MERTUA
71 71. SERANGAN BALIK
72 72. ZAHRA SAKIT
73 73. TIDAK BISA DIREMEHKAN!
74 74. RATU AKTING
75 75. BERBEDA PENDAPAT
76 76. MEMBERI PELAJARAN
77 77. NASEHAT ZEANO
78 78. KENYATAAN PAHIT
79 79. BERSIKAP MANJA
80 80. MENCARI ALASAN UNTUK BERTEMU
81 81. PULANG KE MANSION LAMA
82 82. DIRETAS BALIK
83 83. GAIRAH YANG TERTAHAN
84 84. PENAWARAN BERSYARAT
85 85. KESALAHAN FATAL IRENE
86 86. MENUNTASKAN HAL YANG TERTUNDA
87 87. AJAKAN BULAN MADU
88 88. MEMINTA MAAF
89 89. TIDAK PUNYA PILIHAN LAIN
90 90. KESALAHPAHAMAN
91 91. HILANG KENDALI
92 92. FLASHBACK MASA KECIL ZYANO #1
93 93. FLASHBACK MASA KECIL ZYANO #2
94 94. FLASHBACK MASA KECIL ZYANO #3
95 95. TAK DIANGGAP
96 96. HILANGNYA KERAGUAN
97 97. TERPAKSA MENYETUJUI
98 98. KEGUNDAHAN HATI ZYANO
99 99. KEJUTAN ANNIVERSARY UNTUK ZYANO
100 100. TANTANGAN GILA
101 101. TERJEBAK BERSAMA DI PERUSAHAAN
102 102. BULAN MADU
103 103. SERA MENGUNJUNGI ANDI DI PENJARA
104 104. OLIVIA DI PERMALUKAN
105 105. DINNER ROMANTIS
106 106. SALING CURIGA
107 107. KEPOSESIFAN ZYANO
108 108. TERMAKAN EGO
109 109. CEMBURU
110 110. BERBAIKAN KEMBALI
111 111. BERNIAT MEREBUT
112 112. KEBAHAGIAAN MU ITU TUGASKU
113 113. BERTEMU TEMAN LAMA
114 114. POSITIF HAMIL
115 115. THE END SEASON 1
116 PENGUMUMAN SEASON 2
117 S2: EPISODE 116
118 S2 : EPISODE 117
119 S2 : EPISODE 118
120 S2 : EPISODE 119
121 S2 : EPISODE 120
122 S2 : EPISODE 121
123 S2 : EPISODE 122
124 S2 : EPISODE 123
125 S2 : EPISODE 124
126 S2 : EPISODE 125
127 S2 : EPISODE 126
128 S2 : EPISODE 127
129 S2 : EPISODE 128
130 S2 : EPISODE 129
131 S2 : EPISODE 130
132 S2 : EPISODE 131
133 S2 : EPISODE 132
134 S2 : EPISODE 133
135 S2 : EPISODE 134
136 S2 : EPISODE 135
137 S2 : EPISODE 136
138 S2: EPISODE 137
139 S2 : EPISODE 138
140 S2 : EPISODE 139
141 S2 : EPISODE 140
142 S2 : EPISODE 141
143 S2 : EPISODE 142
144 S2 : EPISODE 143
145 S2 : EPISODE 144
146 S2 : EPISODE 145
147 S2 : EPISODE 146
Episodes

Updated 147 Episodes

1
1. AWAL KEHANCURAN
2
2. PINGSAN
3
3. KEDATANGAN TUAN DAN NYONYA BESAR
4
4. TIDAK TERTARIK
5
5. TAMPARAN
6
6. MENCARI TAHU TENTANGNYA
7
7. WANITA PENGGODA
8
8. BERJODOH
9
9. FIRST KISS
10
10. PERMINTAAN ZAHRA
11
11. SURAT PERJODOHAN
12
12. MULAI DEKAT
13
13. KONFERENSI PERS
14
14. MISI RAHASIA
15
15. RATU DRAMA
16
16. LAMARAN ROMANTIS
17
17. KABAR BAHAGIA
18
18. SIAPA PRIA ITU?
19
19. MULAI CURIGA
20
20. KEKEJAMAN ZYANO
21
21. MELEPAS RINDU
22
22. WANITA SELALU BENAR!
23
23. PAKET MENGERIKAN
24
24. KEHANCURAN BLACK SHADOW
25
25. WEDDING DAY
26
26. DINNER WITH FAMILY
27
27. BERTEMU PASANGAN GILA
28
28. MALAM KEBAHAGIAAN
29
29. RENCANA JAHAT
30
30. BERITA MENGEJUTKAN
31
31. PERMINTAAN GILA
32
32. TERLUKA
33
33. ANDI MASUK PENJARA?
34
34. TIDAK PANDAI MERAYU
35
35. SALING MENYALAHKAN
36
36. TAMU TERHORMAT
37
37. HUKUMAN UNTUK ANDI
38
38. MENEROBOS MASUK
39
39. KEDATANGAN TAMU TAK DI UNDANG
40
40. KENZIE SANG HACKER
41
41. BEKAS LUKA CAMBUK
42
42. TERANCAM BATAL
43
43. HOT NEWS
44
44. KEPULANGAN ZAHRA DAN ZEANO
45
45. RAPAT DADAKAN
46
46. UNGKAPAN CINTA
47
47. MENGAMBIL ALIH
48
48. KECURIGAAN KATERINA
49
49. TIDAK! DIA BUKAN ANAKMU!
50
50. TERPAKSA BERBOHONG
51
51. SELALU TAU
52
52. KOTAK MAKANAN UNTUK SUAMI
53
53. SALAH PAHAM
54
54. MARAH TAPI MASIH PEDULI
55
55. SALING BERJANJI
56
56. MASA LALU OLIVIA
57
57. KESUCIAN YANG DIRENGGUT
58
58. NIAT JAHAT
59
59. HANYA MILIKMU
60
60. CARI TAHU LEBIH JELAS!
61
61. MENGAJAK BERTEMU
62
62. WANITA YANG MENARIK
63
63. MEMINTA BANTUAN KENZIE
64
64. HAMIL?
65
65. DIAMBANG KEMATIAN
66
66. KABUR BERSAMA
67
67. KEMATIAN BRYAN #1
68
68. KEMATIAN BRYAN #2
69
69. LIKE FATHER LIKE SON
70
70. SHOPPING BERSAMA IBU MERTUA
71
71. SERANGAN BALIK
72
72. ZAHRA SAKIT
73
73. TIDAK BISA DIREMEHKAN!
74
74. RATU AKTING
75
75. BERBEDA PENDAPAT
76
76. MEMBERI PELAJARAN
77
77. NASEHAT ZEANO
78
78. KENYATAAN PAHIT
79
79. BERSIKAP MANJA
80
80. MENCARI ALASAN UNTUK BERTEMU
81
81. PULANG KE MANSION LAMA
82
82. DIRETAS BALIK
83
83. GAIRAH YANG TERTAHAN
84
84. PENAWARAN BERSYARAT
85
85. KESALAHAN FATAL IRENE
86
86. MENUNTASKAN HAL YANG TERTUNDA
87
87. AJAKAN BULAN MADU
88
88. MEMINTA MAAF
89
89. TIDAK PUNYA PILIHAN LAIN
90
90. KESALAHPAHAMAN
91
91. HILANG KENDALI
92
92. FLASHBACK MASA KECIL ZYANO #1
93
93. FLASHBACK MASA KECIL ZYANO #2
94
94. FLASHBACK MASA KECIL ZYANO #3
95
95. TAK DIANGGAP
96
96. HILANGNYA KERAGUAN
97
97. TERPAKSA MENYETUJUI
98
98. KEGUNDAHAN HATI ZYANO
99
99. KEJUTAN ANNIVERSARY UNTUK ZYANO
100
100. TANTANGAN GILA
101
101. TERJEBAK BERSAMA DI PERUSAHAAN
102
102. BULAN MADU
103
103. SERA MENGUNJUNGI ANDI DI PENJARA
104
104. OLIVIA DI PERMALUKAN
105
105. DINNER ROMANTIS
106
106. SALING CURIGA
107
107. KEPOSESIFAN ZYANO
108
108. TERMAKAN EGO
109
109. CEMBURU
110
110. BERBAIKAN KEMBALI
111
111. BERNIAT MEREBUT
112
112. KEBAHAGIAAN MU ITU TUGASKU
113
113. BERTEMU TEMAN LAMA
114
114. POSITIF HAMIL
115
115. THE END SEASON 1
116
PENGUMUMAN SEASON 2
117
S2: EPISODE 116
118
S2 : EPISODE 117
119
S2 : EPISODE 118
120
S2 : EPISODE 119
121
S2 : EPISODE 120
122
S2 : EPISODE 121
123
S2 : EPISODE 122
124
S2 : EPISODE 123
125
S2 : EPISODE 124
126
S2 : EPISODE 125
127
S2 : EPISODE 126
128
S2 : EPISODE 127
129
S2 : EPISODE 128
130
S2 : EPISODE 129
131
S2 : EPISODE 130
132
S2 : EPISODE 131
133
S2 : EPISODE 132
134
S2 : EPISODE 133
135
S2 : EPISODE 134
136
S2 : EPISODE 135
137
S2 : EPISODE 136
138
S2: EPISODE 137
139
S2 : EPISODE 138
140
S2 : EPISODE 139
141
S2 : EPISODE 140
142
S2 : EPISODE 141
143
S2 : EPISODE 142
144
S2 : EPISODE 143
145
S2 : EPISODE 144
146
S2 : EPISODE 145
147
S2 : EPISODE 146

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!