Katerina terbangun dari tidurnya akibat mimpi buruk yang dialami nya. Dalam mimpi itu, Olivia bersama mantan kekasihnya, Rei menertawakan keadaan dirinya yang sudah memperihatinkan. Tidak hanya itu saja, bahkan Katerina juga bermimpi jika Olivia dan Rei bertunangan.
Deru nafas Katerina tidak beraturan, keringat dingin menjalar ditubuhnya. Mimpi itu terasa sangat nyata baginya. Katerina berusaha menenangkan dirinya dengan menarik nafas lalu menghembuskan nya perlahan, tetapi tetap saja mimpi itu hadir dalam ingatnya seperti sebuah film yang diputar ulang.
Katerina menyandarkan punggung belakang ke Headboard yang empuk, cukup lama dirinya memenangkan diri atas mimpi buruk itu. Ia memijit pelipisnya yang masih terasa sedikit pusing mungkin karena luka jahitan di kepalanya itu sehingga mengakibatkan kepalanya terasa pusing.
"Tenanglah, Kate. Itu hanya mimpi." gumamnya.
Setelah dirasa tenang Katerina merasa haus. Tenggorokan nya terasa kering. Ia menyibak selimut lalu turun dari ranjang king size itu. Begitu keluar matanya terbelalak menatap pemandangan yang amat indah.
Ruangan itu didominasi warna creamy white dengan desain yang elegan dan memukau. Di setiap dinding terdapat ukiran-ukiran yang begitu memanjakan mata dan sedap dipandang.
Ditengah-tengah ruangan ada lampu gantung berlian berbentuk bulat yang terlapisi emas. Lantainya bahkan memakai Granit Essenza yang memiliki kualitas premium tahan lama dan harganya pun sangatlah mahal.
"Oh my good, Ini sih bukan rumah tapi istana." Gumam Katerina terpukau.
Katerina melangkahkan kakinya menyelusuri setiap sudut mansion itu. Lagi-lagi matanya dibuat kaget dengan tangga yang berlapiskan emas di setiap sisinya. Ia menuruni tangga itu dengan mata tertegun.
Entah bagaimana lagi ia bereaksi melihat kemewahan yang ada di mansion ini. Mulutnya tidak bisa berkata-kata lagi saking terpukau nya dengan keindahan yang ada dalam mansion itu. Sejenak Katerina melupakan tujuannya ingin mengambil air putih.
"Nona.." Katerina menoleh, seorang Maid berjalan menghampirinya.
Katerina tersentak "Eh iya."
"Nona mau kemana?" tanya Maid itu ramah.
"Em..itu, tadi saya haus ingin mengambil minuman. Tapi saya tidak tau dimana dapurnya hehehe." Jawab Katerina cengengesan malu.
"Ohh, jadi nona haus? kalau begitu nona tunggu dikamar saja. Nanti saya bawakan minuman ke kamar nona." Balas Maid itu tersenyum.
"Tapi saya bosan dikamar terus hehe. Apa saya boleh ikut ke dapur?" tanya Katerina.
Maid itu terdiam sejenak, nampak berpikir. Ia takut membawa Katerina ke dapur sebab Katerina adalah tamu tidak sepantasnya pergi ke dapur.
"Boleh kan ya? Please." Katerina memohon dengan puppy eyes nya. Sungguh, imut.
"Maaf nona, bukan saya tidak mengizinkan nona ke dapur tapi itu tidak pantas dikunjungi untuk tamu seperti nona. Saya takut dimarahi oleh tuan Zyano nona." Kata Maid itu apa adanya.
Katering berusaha mencari alasan. Ia berpikir keras bagaimana caranya agar maid ini setuju hingga ide cemerlang muncul di kepala nya.
"Aduh-aduh." Rintih Katerina memegangi perutnya pura-pura kesakitan.
"Nona kenapa?" tanya Maid itu langsung panik dan khawatir melihat Katerina yang memegangi perutnya.
"Perut saya sakit mungkin karena saya tidak makan dengan baik." jawab Katerina terlihat menahan sakit. Aktingnya sangat hebat.
"Kalau begitu nona istirahatlah di kamar. Nanti saya buatkan makanan untuk nona."
Katerina menggeleng "Saya ingin makanan Italia apa bisa?" tanyanya.
"Makanan Italia? tapi disini tidak ada koki Italia nona, yang ada hanya koki dari Perancis."
"Yah bagaimana dong, saya mau makan masakan Italia." Ucap Katerina mengerucutkan bibirnya.
"Lalu bagaimana nona? saya tidak bisa memasak makanan Italia. Pergi ke sana saja saya nggak pernah nona." Kata Maid itu tersenyum hambar.
"Emm...begini saja, kalau boleh saya bisa memasak sendiri."
"Nona bisa memasak?" tanya Maid itu cukup terkejut.
Katerina mengangguk cepat "Iya, itu makanan favorit saya. Tentu saja saya pasti bisa memasaknya." jawab Katerina bersemangat.
"Tapi, nona kan tidak boleh ke dapur. Lalu bagaimana nona bisa memasak?" tanya Maid jadi bingung.
"Aduh, gimana ya. Saya pengen banget makan masakan Italia, sekali ini aja bolehin ya, Please." Katerina memohon dengan wajah memelas.
"Bolehkah saja, Lyla." sahut seseorang yang tidak lain adalah Bi Asri, kepala pelayan mansion itu.
Kedua wanita itu menoleh ke belakang dan mendapati ada Bi Asri yang tengah menatap mereka dengan senyuman. Bi Asri berjalan menghampiri keduanya.
"Nona ingin memasak makanan Italia?" tanya Bi Asri.
Katerina mengangguk "Iya bi, apa boleh saya memasaknya?" jawab Katerina.
Bi Asri tersenyum "Tentu saja boleh nona, asalkan keadaan nona sudah membaik."
"Bibi tenang saja. Saya sudah merasa baikan dan kepala saya juga sudah tidak terlalu pusing lagi." balas Katerina tersenyum.
"Baiklah, jika begitu ayo ikut bibi ke dapur." ajak Bi Asri namun saat ingin melangkah ditahan oleh Maid yang bernama Lyla.
"Tapi bi.."
"Tenang saja Lyla, tuan Zyano tidak akan marah, bibi akan menjelaskannya." kata Bi Asri mengerti kekhawatiran yang dirasakan oleh maid Lyla.
"Ayo Nona." Katerina mengangguk mengikuti Bi Asri ke dapur.
Begitu sampai di dapur lagi-lagi Katerina dibuat bungkam dengan keindahan yang ada di dapur itu. Mungkin sebagian orang berpikir dapur itu tempatnya kotor dan tidak sedap dipandang mata tetapi ini sangat berbeda.
Interior design dapur itu sangat luar biasa. Semua peralatan nya tertata dengan rapi bahkan tidak terlihat ada kotoran yang menempel di setiap meja dan lantai.
Kombinasi desain dapur itu simpel dengan kombinasi monokromatik dekoratif. Tampak inspiratif dengan sentuhan penggunaan lampu hiasnya serta bermotif seni dengan kualitas tinggi.
"Wow, amazing." gumam Katerina. Bi Asri hanya tersenyum mendengar nya.
"Hallo selamat siang nona" sapa para Maid dan koki yang ada di dapur itu.
"Siang" Katerina membalas dengan senyum manisnya.
"Perkenalkan ini semua para maid dan koki. Mereka semua dari Perancis. Tuan Zyano sangat menyukai makanan Perancis sehingga dia mempekerjakan banyak koki dari Perancis di mansion ini nona."
"Sebanyak ini?" tanya Katerina terkejut melihat ada 3 koki dari Perancis.
Bi Asri mengangguk "Iya nona, mereka punya tugasnya masing-masing, ada yang menyiapkan Appetizer, main course, dan dessert untuk tuan Zyano. Ketiganya harus cekatan dalam membuat makanan dan tidak boleh terlambat sedikit pun. Itulah sebabnya ada 3 koki di mansion ini." jawab Bi Asri membuat Katerina tercengang.
"Wow luar biasa, this is crazy, I don't know what else to say." Ungkap Katerina begitu terpukau.
Bi Asri hanya tersenyum "Baiklah, nona ingin membuat apa? biar bibi siapkan terlebih dahulu bahan-bahannya." tanya Bi Asri.
"Emm..Saya mau buat Bruschetta." jawab Katerina sedang ingin makan itu.
"Apa itu nona? maaf sebelumnya, karena saya belum pernah mendengar makanan itu nona hehe." sahut Lyla cengengesan malu.
Katerina terkekeh "Tidak apa Lyla. Bruschetta itu masakan khas Italia yang terbuat dari roti panggang renyah yang dibumbui dengan bawang putih, garam, kemangi, minyak zaitun, dan diberi tomat di atasnya. Untuk topping nya seiris tipis grilled steak, daun arugula, serutan keju parmiggiano dan gorgonzola, serta irisan tomat dan fennel yang renyah serta harum." jawab Katerina menjelaskan.
"Wah kedengarannya sangat enak nona." sambung Lyla jadi tergiur.
Katerina tersenyum "Tentu saja, mari kita buat." ajaknya.
Katerina membuka kulkas. Disana sudah tersedia seluruh bahan yang ia perlukan untuk membuat Bruschetta.
Katerina mengiris roti secara diagonal, lalu memotong semua bahan untuk topping yang diperlukan. Selanjutnya, ia memasukkan Roti tadi kedalam Oven dengan api bawah suhu 180 derajat celsius dengan 10 menit sampai matang.
Para maid dan Bi Asri hanya melihat cara Katerina yang sangat telaten dalam memasak bahkan sepertinya sangat ahli dalam hal itu. Tentu saja karena saat tinggal di Keluarga Cristopher Katerina harus bisa memasak untuk ayah, ibu serta adik tirinya itulah sebabnya Katerina sangat jago memasak.
Waktu bergulir 10 menit akhirnya Bruschetta siap dihidangkan. Begitu dikeluarkan dari Oven tercium bau harum yang memenuhi dapur itu bahkan tampilannya nya sangat elegan dan toppingnya tertata dengan rapi dan indah. Semua menelan saliva menatap makanan Italia yang sudah tersaji.
"Wow apa ini namanya Bruschetta nona?" tanya Lyla menatap tidak percaya.
"Iyaa ini makanan kesukaanku." jawab Katerina tersenyum.
"Cobalah jika kalian mau."
"Apakah kami boleh mencicipinya nona?" tanya Lyla hati-hati.
Katerina tersenyum "Tentu saja boleh, aku sengaja membuatnya banyak agar kalian juga bisa mencicipi nya, Ambillah sesuka hati kalian."
Para maid mengambilnya lalu memasukkan nya ke dalam mulut dan ternyata sangat rasanya sangat nikmat dan renyah dimulut. Benar-benar enak.
"Astaga, ini sangat lezat nona." Ucap Lyla.
"Iya benar aku sampai ingin terus memakannya." Sahut lainnya.
"Ini makanan Italia yang luar biasa, aku sangat menyukainya."
"Kali ini saya setuju nona, makanan ini benar-benar enak." sahut Bi Asri sampai buka suara.
Katerina tersenyum bahagia ketika semua orang menyukai masakan nya.
******
Mobil Mercedes Benz Cars 207 memasuki mansion. Para penjaga tentu sangat mengenal mobil siapa itu. Tak perlu waktu lama mereka membukakan gerbang dengan lebarnya.
Begitu sampai di depan mansion para penjaga membukakan pintu mobil lalu keluarlah wanita yang terlihat sedikit tua. Namun, wajahnya masih sangat cantik bahkan terlihat awet muda.
Disampingnya ada pria dengan setelan kemeja hitam menggandeng tangan wanita cantik itu. Dan satu lagi seorang pria tampan dia adalah Sean.
Kedua pasangan itu adalah Ibu dan Ayahnya Zyano. Mereka akhirnya sampai di mansion anak nya.
"Selamat datang tuan Zeano, nyonya Zahra dan tuan Sean." Ucap para penjaga membungkukkan badan.
Mereka melangkah kaki memasuki mansion itu. Namun, anehnya tidak ada maid yang berjaga. Biasanya akan selalu ada maid yang menyambut kedatangan mereka tetapi mengapa hari ini tidak ada.
Kening Zahra berkerut "Kemana para maid? mengapa tidak ada satupun yang berjaga di sini?" tanya Zahra heran.
"Entahlah sayang aku juga tidak tahu" jawab Zeano.
"Aneh."
"Apa mungkin mereka sedang libur bibi?" tanya Sean.
"Tidak mungkin Sean, ini bukan hari libur, lagipula kalaupun libur pasti tetap akan ada penggantinya." bantah Zahra.
Semakin mereka memasuki mansion itu Zahra mencium harum makanan yang masuk dalam panca inderanya.
"Tunggu." sentak Zahra membuat langkah kedua pria itu terhenti.
"Kenapa sayang?" tanya Zeano.
"Apakah kalian mencium sesuatu?" tanyanya mengendus-ngendus.
Zeano dan Sean saling pandang sesaat lalu mereka mengendus-ngendus dan benar saja tercium sangat jelas harum makanan.
"Iya bibi ini bau makanan." jawab Sean.
"Hm benar, mungkin para maid saat ini sedang memasak tetapi untuk siapa? bukankah Zyano belum pulang?" tanya Zeano bingung.
"Sebaiknya kita segera ke dapur untuk memastikannya." Zahra bergegas ke dapur untuk memastikan siapa yang tengah memasak.
Begitu tiba di dapur Zahra melongo bersama kedua pria itu. Mereka bertiga menatap tidak percaya para maid dan koki tengah menikmati makanan dengan sangat lahapnya dan ada seorang wanita yang tersenyum melihat mereka semua yang sedang menikmati makanannya.
Pemandangan yang baru pertama kali mereka lihat semua maid dan koki terlihat sangat menikmati hidangan yang ada didepan mereka. Zahra, Zeano dan Sean menerjapkan kedua mata mereka apakah ini mimpi atau tidak. Ini aneh tapi nyata.
Ekhem
"Apa yang sedang kalian lakukan?" Tanya Zahra meninggikan suaranya.
Bi Asri dan para maid menoleh ke arah suara seketika mata mereka langsung melotot mendapati kedua bos besar mereka berdiri menatap kearah mereka dengan tangan bersindekap diatas dada.
Bi Asri langsung menghampiri Zahra dan Zeano dengan wajah penuh bersalah. Bahkan kini seluruh maid berdiri rapi dengan kepala menunduk.
"T-tuan, Nyonya."
Bersambung 😎
______________________________________________
Hayooo apa yang akan terjadi selanjutnya?
Jika kalian suka maka jangan lupa LIKE, VOTE KOMEN :)
TERIMAKASIH :)
^^^Coretan Senja✍️^^^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
febby fadila
jangan lama2 mama zahra lagsung kawinin aja mereka/Facepalm/
2024-12-30
1
Ana
katerina akan mengubah segalanya 😁😁😁
2025-01-23
0
Ana
katering/katerin 😢hampir mirip
2025-01-22
0