Mobil mewah milik Zyano menyapu jalanan yang cukup ramai. Zyano melirik jam tangan mewah bermerek Vacheron Constantin yang melingkar indah ditangan kirinya. Arah jarum jam menunjukkan pukul 17:00 yang berarti sudah sore.
Tiba-tiba senyum tipis terbit di wajah tampan Zyano ketika mengingat momen nya bersama Katerina tadi. Apalagi saat melihat wajah Katerina yang merona merah. Menurutnya itu sangat lucu dan menggemaskan.
Dering ponsel membuyarkan lamunan Zyano. Ada panggilan dari Dave, langsung saja Zyano mengangkatnya.
"Hallo, tuan." sapa Dave.
"Ada apa, Dave?" tanya Zyano to the poin.
"Tuan, saya sudah berhasil menangkapnya. Saat ini dia ada di markas utama."
"Bagus, setengah jam lagi aku sampai." Zyano langsung menutup telpon tanpa menunggu balasan dari Dave.
"Bagaimana Dave? Apa bos akan kemari?" tanya seorang pria berbadan besar dan kekar yang tengah duduk di sofa sambil menghirup sebatang rokok. Pria itu adalah salah satu anggota King Draxler yang bernama Luca Ricardo.
Dave menundukkan pantatnya di sofa empuk. "Hmm, sebentar lagi tuan Zyano akan sampai" jawabnya dingin.
"Hei Dave, kenapa kau masih saja bersikap dingin kepada kami berdua hah?!" tukas seorang pria bernama Lucky Ricardo.
"Maaf tuan, inilah saya." seru Dave memasang wajah datar.
"Haish Lucky, tidak seharusnya kau bertanya seperti itu. Kau tahu sendiri kan Dave ini 24 jam bersama bos kita yang dingin itu. Tentu saja sifatnya yang dingin itu ditularkan langsung oleh bos kita." sahut Luca seraya menyeruput vodka.
"Ah ya, kau benar hahaha." timpal Lucky setuju sambil tertawa mengejek.
Luca dan Lucky adalah salah satu anggota King Draxler. Mereka berdua kembar tetapi mereka punya kehebatan masing-masing.
"Apakah kalian senang sekali mengejekku?" seru seseorang yang tidak lain adalah Zyano.
"Bos." sontak saja ketiga pria tadi langsung berdiri tegak saat melihat Zyan berjalan dengan wajah datarnya.
"Akhirnya, kau datang juga bos." sambut Luca dengan hangat.
"Bagaimana kabarmu bos? Apa harimu menyenangkan?" tanya Lucky.
"Dimana dia?" bukannya menjawab Zyano malah mengajukan pertanyaan.
"Diruang penyiksaan, tuan." sahut Dave cekatan.
Zyano langsung pergi ke ruang penyiksaan yang ada di ruang bawah tanah. Diikuti oleh Dave, Luca dan Lucky dibelakangnya. Begitu sampai di sana terlihat sesosok pria berbaju jas dengan mata tertutup kain hitam dan mulutnya diplester. Kedua tangan dan kakinya terikat dengan rantai besi yang sulit untuk dilepaskan.
Zyano berjongkok di depan pria itu lalu melepaskan kasar penutup mata dan plester yang menempel. Begitu matanya terbuka pria itu terlonjak kaget saat melihat Zyano yang menatapnya dengan tajam.
"S-siapa kalian?" tanyanya.
"Jadi, kau orang yang bermain-main dengan perusahaan cabang ku yang ada dipark city ??" tanya Zyano menatapnya penuh intimidasi.
"Perusahaan mu? apa kau tuan, Zyano?" bukannya menjawab dia malah melontarkan pertanyaan.
Zyano mencengkram rahang pria itu sehingga membuatnya mendongak.
"Aku tidak suka jika aku sedang bertanya kau malah balik bertanya!" tegas Zyano.
"Siapa yang menyuruhmu?" tanya Zyano to the poin.
Pria itu hanya diam sambil meringis karena Zyano semakin mencengkram dagunya. Ia tidak berniat untuk menjawab pertanyaan Zyano.
"Jawab!" bentak Zyano marah. Rahangnya mengeras, sorot matanya tajam dan menakutkan.
"T-tidak ada yang menyuruh saya, tuan." jawabnya terbata-bata.
Zyano berdecih "Cih, tidak mau jujur ya? baiklah, kau ingin hidangan pembuka rupanya." seringai licik menghiasi wajah tampan Zyano.
"Dave." Zyano memberikan kode dan Dave langsung paham apa yang tuannya perintahkan.
Dave membawakan sebuah alat pemotong besi yang baru saja diambilnya dari lemari kayu yang ada di ruangan itu. Dave kemudian memberikannya langsung kepada Zyano.
"A-apa yang ingin kau lakukan?" tanya Pria itu nampak takut saat Zyano dengan lihainya mengutak-atik alat itu.
"Tentu saja membuat mu buka mulut. Kau tidak jujur padaku, itu artinya ada sedikit hukuman untukmu." seru Zyano.
Zyano membuka satu pengikat rantai tangan pria itu. Lalu ia meraih tangan kanan pria itu dan memotong jari telunjuk pria itu.
Krek!
"Arghhhhh."
Suara jeritan kesakitan menggema di ruangan itu. Satu jari telunjuk pria itu terpotong hingga membuat darahnya bercucuran kemana-mana.
"Katakan, siapa yang menyuruhmu?" tanya Zyano.
Pria itu masih diam sambil menahan sakit yang begitu perih, nafasnya menderu bersamaan dengan keringat yang terus bercucuran di dahinya.
"JAWAB! siapa yang menyuruhmu?!" bentak Zyano penuh amarah.
"Sudah saya bilang tuan, tidak ada yang menyuruh saya." jawabnya masih berbohong.
Zyano tertawa sarkas "Kau benar-benar membuat batas kesabaran ku habis. Jangan salahkan aku jika aku tidak akan sungkan padamu."
Zyano kembali melanjutkan aktivitasnya. Satu persatu jari pria itu terlepas dari tangannya. Jeritan dan teriakan putus asa menggema dengan hebatnya diruangan itu. Dave, Luca dan Lucky hanya diam menyaksikan penyiksaan yang Zyano berikan dengan pria itu tanpa rasa ampun.
Mereka sudah biasa melihat Zyano menyiksa bahkan membunuh tanpa rasa ampun. Itulah Zyano manusia dingin dan kejam. Dalam dunia mafia Zyano tidak kenal ampun dengan musuhnya apalagi pengkhianat. Zyano akan menyiksanya sampai merasakan neraka dunia.
Tinggal satu jari tengah pria itu yang tersisa. Darah terus mengalir dengan derasnya sampai-sampai kemeja Zyano penuh dengan darah. Pria itu sudah banyak kehabisan darah, nafasnya bahkan sudah melemah.
"Katakan, siapa yang menyuruhmu?" tanya Zyano sekali lagi.
"T-tidak ada yang menyuruh saya, tuan." jawabnya terbata-bata menahan sakit.
Zyano kembali mencengkeram dagu pria itu dengan kasarnya. Sorot matanya sangat tajam, pria ini benar-benar membuat batas kesabaran Zyano habis.
"Jangan coba-coba berbohong padaku atau kau akan tahu akibatnya." geram Zyano.
"Dave.."
Dave mengangguk paham lalu merogoh ponsel yang ada di saku jasnya. Dave menelepon orang suruhannya, setelah tersambung Dave langsung memberikan ponselnya kepada Zyano.
Zyano menekan tombol load speaker sehingga terdengarlah suara jeritan seorang wanita minta dilepaskan.
Zyano kemudian mengalihkan panggilan itu menjadi video call sehingga dapat terlihat jelas seorang wanita dan kedua putri mereka terikat dengan tali. Mata Pria itu langsung melotot, bagaimana tidak wanita itu adalah istri serta anak-anaknya.
"Kau sudah lihat bukan?" tanya Zyano langsung mematikan panggilan itu.
"A-apa yang ingin kau lakukan dengan mereka? Lepaskan istri dan anak-anak ku brengsek!" teriak pria itu marah.
Bugh!
Satu pukulan Zyano layangkan ke wajah pria tua itu hingga membuat wajahnya oleng kesamping. Darah segar mulai keluar dari sudut bibirnya.
"Beraninya kau berteriak didepan wajahku. Kau ingin mati hah?!" bentak Zyano urat-urat lehernya terlihat menandakan Zyano sangat marah.
Zyano mencengkeram wajah pria itu, menatapnya dengan tatapan tajam.
"Jika kau ingin anak dan istrimu selamat, maka katakan siapa yang menyuruhmu untuk bermain-main dengan perusahaan ku!" sungut Zyano.
"Black Shadow." jawabnya tidak punya pilihan selain buka suara.
"Mereka menyuruh ku untuk mengambil dana perusahaan karena perusahaan tuan berada dalam wilayah kekuasaan mereka. Aku tidak berdaya selain menuruti keinginan mereka tuan. Mereka mengancam ingin mencelakai keluarga ku, jadi mau tidak mau, aku harus mengikuti keinginan mereka untuk mengambil dana perusahaan, lalu memberikannya kepada Black Shadow."
Zyano terdiam, wajahnya datar tidak ada ekspresi apapun.
"Maafkan saya tuan, saya terpaksa melakukan itu semua. Saya mohon bebaskan anak dan istri saya tuan. Mereka tidak salah."
"Perusahaan ku mengalami kerugian sebesar 30 miliyar dan itu semua karena kau dan Black Shadow! Apa kau pikir aku akan memaafkan kesalahan mu begitu saja? sayangnya aku tidak sebaik itu." tukas Zyano tersenyum kecut.
"Tuan..saya sudah mengatakan semuanya dengan jujur. Mengapa anda tidak membebaskan saya!" sungut Pria itu.
"Apa aku pernah mengatakan akan membebaskan mu jika kau jujur? aku hanya mengatakan akan membebaskan anak dan istrimu saja."
"Dasar pria licik."teriak pria itu kasar.
Dor!
Timah panas meluncur begitu saja mengenai jantung pria itu. Pria itu langsung tewas ditempat dengan mata melotot.
"Dave, penggal kepalanya dan berikan kepada Black Shadow sebagai salam perkenalan" perintah Zyano menyeringai.
"Baik tuan." Dave mengangguk paham.
"Luca dan kau Lucky! Awasi Black Shadow, laporkan setiap pergerakan mereka padaku. Aku ingin mereka mengetahui siapa itu King Draxler. Beraninya mereka berkuasa di wilayah kekuasaan ku!" Geram Zyano menggertak giginya.
"Kau tenang saja bos, aku dan Lucky akan mengawasi mereka" sahut Luca sambil mengirup asap rokoknya.
"Bos, apa tugas kami hanya mengawasi saja?" tanya Lucky.
"Ya, jangan lakukan apapun tanpa perintah dari ku!" tegas Zyano.
"Oke bos." sahut keduanya bersamaan.
"Baiklah, jika begitu aku pulang dulu."
"Tunggu bos, apa kau akan pulang dengan kemeja penuh darah seperti itu?" tanya Lucky menahan Zyano.
Zyano langsung melihat kemejanya memang penuh dengan bercak darah. Tidak mungkin dia pulang dalam keadaan begini, bisa-bisa Zahra marah besar.
"Ah ya kau benar, aku akan mandi dulu." jawab Zyano.
Zyano ingin melangkahkan kakinya tapi tiba-tiba saja terhenti.
"Ada apa bos? mengapa berhenti?" tanya Luca.
"Seminggu lagi aku akan menikah. Kalian semua harus menyiapkan pengawal terbaik untuk pernikahan ku nanti. Aku tidak ingin ada gangguan apapun."
"Whatttt?" Luca dan Lucky memekik bersamaan saking terkejutnya. Tapi tidak dengan Dave, dia sudah tahu.
"Apa aku tidak salah dengar? kau ingin menikah bos?" tanya Lucky tidak percaya.
"Ya, kenapa kalian berdua terkejut begitu?" tanya Zyano mengerutkan keningnya.
"Apa ini mimpi, Lucky, Dave coba cubit tanganku." pinta Luca.
"Aduh. Sakit bego." pekik Luca kesakitan karena Dave dan Lucky mencubit nya dengan keras.
"Ini nyata? apa kau benar-benar akan menikah bos? Siapa wanita yang bisa menaklukkan manusia dingin dan arrogant sepertimu?" cecar Luca melayangkan berbagai pertanyaan kepada Zyano.
"Kau tidak usah banyak bertanya. Jalankan saja apa yang ku perintahkan!" tukas Zyano langsung pergi begitu saja.
"Dave, apa kau tahu siapa wanita yang akan menikah dengan bos?" tanya Luca sangat penasaran.
"Tahu."
"Siapa?"
"Aku tidak berkewajiban untuk menjawabnya. Tuan Zyano saja tidak memberitahu kenapa aku harus memberitahukan pada kalian." seru Dave.
Luca mengalungkan tangannya dileher Dave. "Haish Dave, kita kan teman, ayolah beritahu saja jangan buat kami penasaran." pinta Luca.
"Lepaskan, kalian akan tahu saat pernikahan tuan Zyano nanti." Dave melepaskan paksa tangan Luca dari lehernya lalu pergi begitu saja.
Luca mendengus kesal menatap kepergian Dave.
"Sabarlah Luca, kita akan tahu nanti." ucap Lucky menepuk pundak saudara kembarnya.
"Tapi aku sudah sangat penasaran." balasnya.
"Apa perlu kita cari tahu?" ide Luca.
Lucky menggeleng "Jangan, kalau sampai bos tahu habis riwayat kita." tolak Lucky.
"Hm, lalu kita harus bagaimana??"
"Tidak perlu melakukan apapun, jalankan saja tugas dari bos."
"Baiklah." ucap Luca terdengar kecewa.
"Jangan salahkan aku bos jika aku mencari tau sendiri. Kau yang sudah membuatku penasaran." Batin Luca menyeringai tipis.
Bersambung 😎
______________________________________________
Hohoho Luca kepo🤣🤣
Ayoo dong Vote. Ramein cerita ini. Sepi amat😭😭😭
Terima kasih sudah membaca
Maaf kalau ada kesalahan kata 🙏
^^^Coretan Senja ✍️^^^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
Rara Kusumadewi
jangan " ketua black shadow paman Kate...yg ingin menguasai harga kakek Kate
2023-08-13
1
Ratu Colection
sadis
2023-07-02
1
Ratu Colection
sadis
2023-07-02
1