Rei pulang ke kediaman Alberto dengan wajah penuh amarah. Bagaimana tidak? Dia diancam untuk menikahi wanita licik seperti Olivia. Rei benar-benar menyesal mengapa dulu ia tergoda dengan tubuh wanita murahan seperti Olivia. Jika saja ia tidak mempedulikan hasratnya, maka sampai saat ini pasti hubungannya dengan Katerina masih berlanjut.
Rei sangat mencintai Katerina tapi karena tergoda dengan Olivia dia sampai buta akan segalanya. Seharusnya dirinya tidak mengkhianati Katerina hanya demi kepuasan yang bersifat sementara.
"Rei, kau sudah pulang nak?"" sambut Ranti ibunya Rei.
"Iya, mah." Rei menjawab dengan lesu.
"Rei, Kau kenapa sayang? mengapa kau begitu lesu?" tanya Ranti bingung.
"Mah, aku ingin berbicara denganmu, ada hal penting yang harus aku katakan padamu."
Kening Ranti mengerut "Apa yang ingin kau bicarakan Rei?" tanyanya.
"Duduk dulu, mah." ajak Rei menundukkan pantatnya di sofa ruang tamu.
"Baiklah, sekarang katakan Rei." seru Ranti menatap putranya itu.
Rei meraih tangan ibunya, lalu menggenggamnya erat.
"Mah, sebelum aku mengatakannya. Aku mohon mama harus percaya padaku." pinta Rei menatap dalam ibunya.
"Iya sayang, mama selalu percaya denganmu."
Rei menarik nafas, lalu menghembuskan nya. Ia sebenarnya takut mengatakan ini tapi ibunya harus tahu mengenai masalah dirinya dengan Olivia.
"Mah... Olivia hamil."
"Olivia? bukankah dia adik tiri Katerina kekasihmu?" tanya Ranti mengingat dulu Katerina pernah memperkenalkan Olivia padanya saat ulang tahun perusahaan Alberto.
Rei mengangguk "Iya, mah."
"Lalu, mengapa kau memberitahukan soal ini?" tanya Ranti bingung.
"Karena aku orang yang menghamili Olivia Mah." jawab Rei.
Jdarrrr
Bagai tersambar geledek Ranti shock mendengar berita ini. Bagaimana bisa anaknya yang dianggapnya baik malah menghamili Olivia adik dari kekasihnya sendiri.
"Apa? k-kau menghamili Olivia?" tanya Ranti terbata-bata saking terkejutnya.
"Iya, mah." jawab Rei menunduk merasa bersalah.
Ranti langsung berdiri "Bagaimana bisa Rei? Bukankah Katerina kekasihmu? Mengapa kau malah menghamili adiknya sendiri. Apa kau sudah gila hah?!" teriak Ranti sangat marah.
"Mah, aku minta maaf. Aku juga tidak tahu wanita itu akan hamil. Kalau tahu seperti ini aku tidak mungkin melakukan itu dengannya."
"Tapi mama tenang saja. Aku tidak percaya jika itu anakku karena aku sangat yakin saat melakukan itu dengannya aku selalu memakai pengaman. Saat ini aku sedang menyelidiki nya mah. Ku mohon percayalah padaku mah."
Plak!
Tamparan keras mendarat begitu saja di wajah tampan Rei. Ranti benar-benar sangat marah bisa-bisanya putranya menghamili anak orang lain. Selama ini Ranti pikir anaknya itu baik tapi ternyata dibelakang sangat bejat.
"Kau sangat keterlaluan Rei. Bisa-bisanya kau mengelak seperti itu? Aku tidak menyangka putraku yang selalu aku banggakan ternyata dia sangat biadab. Aku sangat kecewa dengan mu, Reino Alberto!" ungkap Ranti berlinang air mata.
Rei berlutut dikaki ibunya "Mah, aku minta maaf, ku mohon mah, tolonglah percaya padaku." pinta Rei menangis dikaki Ranti.
"Ada apa ini? mengapa kalian menangis?" tanya Rangga yang baru keluar dari ruang kerjanya.
"Tanyakan saja pada anakmu." jawab Ranti terisak. Ia benar-benar kecewa dengan anaknya.
Alis Rangga saling bertautan ia semakin bingung mengapa istri dan putranya menangis? Apa yang sebenarnya terjadi.
Rangga menatap putranya "Rei, apa yang terjadi? mengapa kalian menangis?" tanya Rangga.
Rei tidak menjawab. Ia masih menangis sambil berlutut di kaki Ranti memohon ampunan. Rei sangat takut jika papa nya tahu maka dia pasti akan murka melebihi mama nya. Apalagi Rangga orang yang sangat tempramental.
"Rei, jawab! Katakan apa yang terjadi?!" bentak Rangga marah karena tidak dihiraukan.
"Anakmu itu menghamili Olivia, putri tiri Andi Cristopher!" ungkap Ranti.
"Apaaa?" teriak Rangga terkejut bukan main mendengar nya.
"Apa kau sudah kehabisan akal Rei? kenapa kau menghamili Olivia hah?!" bentaknya sangat marah.
"Pah, maafkan aku. Aku tidak tahu jika wanita itu akan hamil dan aku juga tidak percaya jika anak yang ada dalam kandungannya itu adalah anakku. Olivia wanita yang sangat licik pah, kau harus percaya padaku." ungkap Rei.
"Kurang ajar. Anak tidak tahu diri. Mau ditaruh dimana mukaku hah! Kau benar-benar mempermalukan keluarga Alberto!" teriak Rangga murka.
"Pah, ku mohon percaya padaku." Rei beralih berlutut dikaki Rangga.
Bugh!
Rangga menojok wajah anaknya saking marahnya dirinya dengan perbuatan Rei yang sangat memalukan keluarganya. Ia tidak menyangka anaknya sendiri melakukan hal biadap seperti itu.
"Diam! Aku benar-benar kecewa denganmu Rei. Putraku ternyata sangat bejat. Bagaimana aku bisa bertatap muka dengan Andi nantinya? Aku benar-benar malu sampai tidak punya muka lagi."
"Dengar Rei, kau harus bertanggung jawab. Nikahi Olivia sebelum media mengetahui jika Olivia hamil diluar nikah." perintah Rangga.
Rei menggeleng cepat "Aku tidak mau menikah dengan wanita licik seperti Olivia Pah, wanita itu tidak bisa dipercaya. Mungkin saja dia ingin menjebak kita." tukas Rei.
"Diam! Aku tidak ingin mendengar alasanmu Rei. Intinya kau harus menikah dengan Olivia secepatnya. Aku tidak ingin media mengetahui jika Olivia hamil diluar nikah, bisa rusak citra keluarga ini dimata masyarakat dan ini semua akan sangat mempengaruhi harga saham perusahaan Alberto." sarkas Rangga.
"Tapi pah.."
"Buat Konferensi pers besok pagi. Katakan bahwa kau akan bertunangan dengan Olivia. Kau tidak bisa menolak Rei. Berani berbuat berani bertanggung jawab!" tegas Rangga.
"Baik, pah." Rei hanya bisa pasrah menerima perintah dari Rangga. Ia tidak berkutik saat ini, yang harus ia lakukan adalah mencari bukti kalau itu bukan anaknya.
******
"Bagaimana Olivia? apa kau sudah mengatakannya pada, Rei?" tanya Sera ibunya.
Olivia tersenyum bahagia "Tentu saja bu, semua rencana kita berjalan dengan baik." jawabnya.
"Baguslah kalau begitu, jika kau bisa menikah dengan Rei maka kau bisa menguasai harta keluarga Alberto." seru Sera.
"Iya jelas bu. Aku pasti akan membuat Rei bertekuk lutut dihadapan ku. Sehingga dia tidak akan berani untuk melawanku."
"Olivia, kau memang putri ku yang paling pintar." puji Sera bahagia.
"Aku tidak sabar melihat wajah kekecewaan Katerina karena ternyata lelaki yang paling dia cintai akan menikah dengan adik tirinya sendiri hahaha." Olivia tertawa bahagia membayangkan reaksi Katerina saat tau.
"Kau benar sayang, pasti dia akan semakin gila melihatmu menikah dengan Rei." balas Sera juga tertawa.
"Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya seseorang mengejutkan kedua wanita itu.
"Ayah." lirih Olivia terkejut melihat Andi berdiri dibelakangnya dengan bersindekap dada.
"Mas, Andi." lirih Sera juga terkejut melihat suaminya menatapnya dengan tajam.
Andi berjalan mendekati istri dan anak tirinya dengan tatapan tajam.
"Jawab! apa yang sedang kalian lakukan?" bentak Andi.
"Begini mas, sebenarnya Olivia hamil." ungkap Sera membuat Andi melotot.
"Apa? Olivia hamil? siapa yang menghamilinya?"
Olivia memeluk lengan Andi "Ayah, maafkan aku, aku hamil anaknya Rei ayah, dia yang telah menghamili ku ayah." kata Olivia terisak.
"Rei? maksudmu, Reino Alberto?" tanya Andi memastikan, setahunya Rei adalah kekasih Katerina mengapa malah menghamili Olivia? pikir Andi bingung.
"Iya ayah, aku dan Rei melakukan hubungan terlarang sehingga aku mengandung anaknya. Maafkan aku ayah, aku....aku tidak bermaksud untuk mempermalukan keluarga ini tapi aku sangat mencintai Rei ayah." jawab Olivia berlinang air mata palsu.
"Tapi Olivia, bukankah Rei itu kekasih Katerina?" tanyanya.
Olivia mengangguk "Iya ayah, dulunya Rei memang kekasih kaka, tapi mereka sudah putus ayah." jawabnya.
Andi hanya diam. Ia masih terkejut dengan berita ini. Disatu sisi Olivia memang putri kesayangannya tapi disisi lain entah mengapa dia jadi tidak tega dengan Katerina. Apalagi Andi sangat tahu kalau Katerina sangat mencintai Rei begitupun sebaliknya.
"Ayah, apa ayah marah? kenapa ayah hanya diam? kalau ayah marah aku minta maaf. Aku tau ayah pasti kecewa kan?" tanya Olivia terisak dan langsung berlutut dikaki Andi.
Andi tersentak melihat Olivia berlutut dikakinya "Bangunlah, sayang. Ayah tidak marah, mana bisa ayah marah dengan putri kesayangan ayah."
"Benarkah?" tanya Olivia dengan mata berbinar.
"Iya sayang, besok ayah akan bertemu dengan Rei untuk meminta pertanggung jawaban darinya. Biar bagaimanapun pria itu harus mempertanggung jawabkan perbuatannya, beraninya dia menghamili putri ku." geram Andi tersulut emosi.
"Terima kasih ayah, aku sayang ayah." ungkap Olivia memeluk ayahnya manja.
"Sama-sama sayang." Andi mengelus kepala Olivia dengan lembut.
"Mas, kau sangat pengertian." kata Sera tersenyum haru.
"Kemari lah." pinta Andi.
Mereka bertiga saling berpelukan satu sama lain, seakan keluarga bahagia.
"Lihat Katerina, ayah sangat menyayangi ku melebihi dirimu dan bahkan sebentar lagi pria yang paling kau cintai akan jadi milikku. Semua yang menjadi milikmu kini beralih padaku." kata Olivia dalam hati tersenyum bahagia.
*****
Keesokan harinya Rei benar-benar mengadakan konferensi pers bersama Olivia. Kini para wartawan berkerumun memenuhi kantor Alberto Company. Hari ini Rei akan mengumumkan tentang pertunangannya dengan Olivia.
Saat ini banyak pasang kamera memotret Rei yang bergandengan tangan dengan Olivia. Mereka mengadakan siaran langsung sehingga seluruh media menyorot berita mereka.
"Hallo, aku Reino Alberto, CEO Alberto company ingin memberitahukan kepada kalian semua kalau aku akan bertunangan dengan salah satu putri Andi Cristopher yang bernama, Olivia Natasha Cristopher." ungkap Rei kepada semua wartawan.
"Maaf menyela tuan Rei, setahu saya anda dulu berpacaran dengan nona Katerina, kakaknya nona Olivia. Apakah kalian sudah putus?" tanya wartawan lain.
"Iya kaka saya Katerina dan Rei sudah putus." jawab Olivia.
"Tuan Rei, mengapa anda ingin menikah dengan nona Olivia? Apakah kalian saling mencintai?" tanya wartawan.
"Iya tentu saja saya dan Olivia saling mencintai itulah sebabnya saya ingin menikah dengannya." jawab Rei tersenyum paksa.
"Wah, selamat kalau begitu. Semoga hubungan kalian selalu langgeng."
"Iya terima kasih atas doanya, nanti kami akan berikan undangan resmi nya kepada kalian semua, iya kan sayang?" tanya Olivia memeluk lengan Rei dengan manjanya.
"Iya sayang." jawab Rei dengan senyum paksa.
"Angga waktunya sudah habis. Bubarkan para wartawan ini!" perintah Rei sudah muak menampilkan senyum paksa.
"Baik, tuan."
Para Wartawan disuruh bubar karena waktu untuk konferensi pers sudah berakhir. Kini diruangan itu hanya tersisa Olivia dan Reino.
"Sudah puas?" tanya Rei sinis.
"Tentu saja belum. Kau belum menikahi ku bagaimana aku bisa puas hm." jawabnya tersenyum licik.
"Dasar wanita licik. Aku tidak menyangka ternyata kau sangat licik Olivia. Kau bahkan menjerat ku dengan cara seperti ini." tukas Rei marah.
"Ini tidak seberapa Rei sayang. Kau akan lebih terjerat denganku hingga kau tidak bisa terlepas dari genggaman ku." ungkapnya menyeringai.
"Keluar!" perintah Rei dengan wajah datar.
Olivia tidak bergeming dari tempatnya, dia malah mendekat ke arah Rei untuk menggodanya.
"Sayang, mengapa kau begitu dingin padaku? Bukankah dulu kau sangat menyukai pelayanan ku, Reino sayang." goda Olivia ingin membangkitkan gairah Rei. Ia meletakkan tangannya di dada Rei sambil mengelus-elus nya mencoba untuk menggoda Rei dengan pesonanya tapi Rei malah menepis tangan Olivia dengan kasar.
"Jangan pikir aku akan tertarik dengan wanita murahan sepertimu Olivia. Bagiku cukup sekali aku tertipu dengan wajah sok polos mu itu."tukas Rei menyesal.
"Rei sayang, aku tidak menipumu. Aku memang sangat mencintaimu sayang." seru Olivia.
"Diam! Keluar dari ruangan ku sekarang!" bentak Rei sangat marah.
"Baiklah, sampai jumpa lagi Reino ku sayang." Olivia keluar dari ruangan Rei dengan wajah berseri-seri. Sedangkan Rei membanting barang yang ada didekatnya karena marah.
"Arghhhhh, Wanita itu benar-benar licik." geram Rei mengepalkan tangannya kuat.
"Lihat saja Olivia, setelah kita menikah nanti. Aku akan membuat hidupmu terasa di neraka sampai kau sendiri yang ingin berpisah denganku." ucap Rei menyeringai.
******
Sementara Katerina yang tidak sengaja melihat siaran langsung konferensi pers itu tersenyum miring. Mimpinya melihat Rei dan Olivia menikah ternyata benar-benar jadi kenyataan. Ia tidak menduga mereka berdua benar-benar akan menikah.
"Kate, apa kau baik-baik saja?" tanya Zahra khawatir.
Saat ini keluarga Brawitama sedang menikmati sarapan bersama dan mereka semua melihat konferensi pers itu. Zahra jadi khawatir Katerina akan sedih setelah melihat siaran tadi. Biar bagaimanapun Rei itu mantan kekasih Katerina.
"Aku baik-baik saja tante. Mengapa tante bertanya seperti itu?" jawab Katerina balik bertanya.
"Aku hanya takut kau akan sedih setelah melihat siaran tadi Kate. Apalagi dia adalah mantan kekasih mu." ungkap Zahra mengatakan isi hatinya.
Katerina tersenyum "Tante tenang saja, aku sama sekali tidak sedih dan untuk apa juga bersedih? toh aku dan Rei juga sudah putus."
"Kau yakin tidak apa, Kate?" tanya Zahra tidak yakin.
"Iya tante, lagipula untuk apa bersedih. Lelaki brengsek seperti Rei tidak pantas untuk membuatku menangis. Aku juga sudah melupakannya. Tante jangan khawatir, aku hanya tidak menyangka saja ternyata secepat itu mereka akan menikah." jawab Katerina jujur
"Syukurlah, aku lega mendengarnya." seru Zahra tersenyum.
Katerina tersenyum tetapi tidak dengan tangannya yang terkepal kuat dibawah meja. Ia marah bukan karena cemburu melihat Rei menikah dengan Olivia tetapi karena dirinya marah melihat hidup Olivia yang bahagia diatas penderitaannya. Tentu saja Katerina marah melihat kebahagiaan Olivia bersama Rei. Apalagi setelah membuat nya diusir dari rumahnya sendiri.
Zyano yang duduk disamping Katerina melihat tangan wanita itu terkepal kuat. Zyano paham bahwa Katerina sedang menahan marah.
Tanpa diduga-duga Zyano malah menggenggam tangan Katerina yang terkepal tadi membuat wanita itu tersentak dan langsung menatap kearah Zyano yang masih santai sarapan.
Katerina berusaha melepaskan genggaman tangan Zyano dari tangannya tapi usahanya nihil karena pria itu malah semakin menggenggamnya erat seolah tidak ingin melepaskan nya.
"Lepaskan tanganku." bisik Katerina pelan.
"Tidak mau." balas Zyano membuat Katerina semakin geram.
Katerina masih berusaha keras melepaskan tangannya tapi tetap saja susah, tenaganya tidak sekuat itu. Ia menghela nafas pelan menatap Zyano dengan penuh kekesalan.
"Zyan, nanti kamu antarkan Katerina ke kantornya ya." pinta Zahra pada putranya itu.
"Iya mom, aku pasti akan mengantarkan nya." jawab Zyano dengan senang hati.
"Tidak perlu tante, aku bisa naik taksi sendiri. Aku tidak ingin merepotkan tuan, Zyano." tolak Katerina.
"Kata siapa kau merepotkan ku? aku tidak merasa begitu." sarkas Zyano membantah.
"Tapi tuan, jarak kantorku dengan kantormu jauh. Jika kau mengantarkan ku, kau akan lama sampai ke kantormu" tukas Katerina.
"Kau tidak usah khawatir. Aku tidak ada rapat pagi ini. Jadi aku bisa mengantarkan mu dengan selamat sampai kantor." ungkap Zyano semakin membuat Katerina kesal.
"Ya sudah, kalau begitu sebaiknya kalian segera berangkat, hati-hati dijalan ya, Zyan." kata Zahra.
"Iya mom, aku berangkat dulu, dah mom, dad."
Bersambung 😎
______________________________________________
Zyano kayaknya udah mulai tertarik nih 😚
JANGAN LUPA LIKE, VOTE, KOMEN DAN SHARE CERITA INI DUNG BIAR RAME HEHEHE
MAAF KALAU CERITANYA TIDAK SESUAI DENGAN EKSPEKTASI KALIAN KARENA INILAH YANG SAYA PIKIRKAN.
JIKA TIDAK SUKA MAKA TIDAK USAH DIBACA
CERITA INI HASIL DARI BUAH PEMIKIRAN SAYA
SAYA YG SUKA HALU 😭😂
SEKIAN TERIMA GAJIH💰💰💰
^^^Coretan Senja ✍️^^^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
febby fadila
ciiieeeee yg udah mulai perhatian nieee
2024-12-30
1
Rara Kusumadewi
cie udah mulai perhatian zyan
2023-08-13
2
Dede
jgn cpt merasa puas dl km Olivia. km dan ibu km akan kena seranggan jantung kl tahu siapa yg akan menikahi Kate. zyani lebih segala gala nya dr Rei. lepas teri Kate dapat kakap. nyahoo km Olivia.
2023-03-28
3