JANGAN PLAGIAT JIKA INGIN HIDUP TENANG😉
______________________________________________
Mobil Mercedes-Benz AMG GT Black Series 720 HP meninggalkan mansion. Zahra melambaikan tangannya sambil tersenyum senang. Zahra merasa Zyano mulai tertarik dengan Katerina karena biasanya putranya itu selalu menolak ketika ada perempuan yang ingin mendekatinya tapi ini malah sebaliknya.
"Aku semakin tidak sabar melihat mereka menikah." gumam Zahra sumringah.
"Sepertinya, kau sangat senang sayang?" tanya Zeano melihat istri nya yang terus saja tersenyum.
"Tentu saja, aku senang Zyano tidak akan jadi bujang lapuk hahaha." jawab Zahra terkikik sendiri.
"Ya sudah, ayo kita masuk." Ajak Zeano mengandeng sang istri masuk kedalam mansion.
Sedangkan dalam mobil Katerina cemberut menahan kesal akibat sikap Zyano diruang makan tadi. Ia heran Zyano memiliki berapa kepribadian? Sebentar-sebentar baik, tapi kemudian dingin lagi seperti saat ini. Pria itu sibuk berkutik dengan iPad nya. Katerina membuang muka tidak ingin melihat wajah Zyano meskipun dia sangat tampan.
Zyano mengulum senyum. Ia tahu wanita disampingnya ini sedang kesal tapi sayangnya dia tidak bisa mengatakan nya. Entah mengapa, Zyano suka melihat wajah kekesalan Katerina yang menurutnya sangat imut.
"Kenapa wajahmu cemberut? Apa kau kesal melihat pertunangan mantan kekasihmu itu? atau jangan-jangan kau masih ada rasa dengannya?" tanya Zyano memancing kemarahan Katerina.
Katerina langsung berbalik menatap Zyano dengan tajam seolah menggambarkan jika dirinya tidak suka dengan perkataan Zyano barusan.
"Maaf tuan, Zyano yang terhormat. Sayangnya anda salah, Saya tidak kesal dengan pertunangan mereka berdua justru saya sangat bahagia." jawabnya.
Dahi Zyano berkerut "Bahagia?" tanyanya.
"Yah, karena itu artinya saya hanya perlu menghancurkan salah satunya saja. Ketika mereka terikat dengan tali pernikahan bukankah akan lebih mudah bagi saya untuk balas dendam? karena saya tidak perlu lelah untuk menghancurkan kedua keluarga berpengaruh itu. Cukup salah satunya saja maka keduanya akan hancur." jawab Katerina tersenyum cerdik.
"Wow, ternyata kau sangat licik ya, Kate." ungkap Zyano tertegun.
Katerina mendengus "Itu bukan licik tuan, tapi cerdik!" bantahnya.
"Apa bedanya licik dengan cerdik?" tanya Zyano.
"Hei tuan, bukankah anda sangat pandai? Mengapa perbedaan licik dan cerdik saja anda tidak tahu." ejek Katerina tersenyum remeh.
"Aku bukan tidak tahu, hanya saja setahuku licik dan cerdik itu sama saja artinya. Licik kau pandai memanipulasi keadaan dan cerdik juga pandai memanfaatkan keadaan, lalu apa bedanya?" seru Zyano.
Katerina menepuk jidatnya "Astaga itu beda tuan, baiklah aku beri tahu ya. Jadi licik itu artinya kau culas dan curang sedangkan cerdik itu artinya kau pintar."
"Licik itu lebih kearah negatif sedangkan cerdik itu lebih ke positif. Namun, ada kalanya dua-duanya bisa dianggap sama tergantung pelakunya saja lagi. Cerdik untuk menyelamatkan dirinya sendiri sedangkan licik bisa merugikan orang lain." jawab Katerina menurut pemikiran nya.
"Menurutku itu sama saja, karena dua-duanya mempunyai makna yang sama artinya jahat, kau cerdik tapi dalam kejahatan bagiku itu sama saja." tukas Zyano.
"Ah sudahlah, aku jadi pusing sendiri. Kau punya pemikiran sendiri begitupun aku. Kalau bagimu itu sama saja, ya sudah, itu terserah dirimu. Tidak semua pendapat itu sama, jadi saling menghargai saja." seru Katerina malas berdebat.
Setelah itu suasana hening kembali tidak ada pembicaraan apapun. Dave sibuk menyetir, Zyano sibuk membaca email perusahaan yang begitu banyak sedangkan Katerina termenung menatap keluar jendela. Hatinya dilanda kebingungan bagaimana caranya menghancurkan keluarga Cristopher sampai saat ini dirinya belum memiliki rencana yang pasti.
Katerina menghembuskan nafas kasar. Terlalu banyak masalah yang dia pikirkan, tidak hanya untuk membalaskan dendam nya saja tetapi juga tentang perjodohan dirinya dengan Zyano. Katerina harus memikirkan itu dengan matang sebelum memberikan jawabannya kepada Zahra.
Zyano yang mendengar Katerina mengembuskan nafas kasar langsung melirik ke samping kirinya dan mendapati Katerina sedang termenung. Zyano tahu pasti wanita itu memikirkan tentang balas dendam.
"Kate.." panggil Zyano namun tidak ada sahutan.
"Katerina." panggil nya namun masih saja tidak ada jawaban.
Zyano mulai kesal karena tidak dihiraukan, tiba-tiba kepalanya ada ide gila.
"Katerina." bisik nya ditelinga membuat gadis itu terlonjak kaget dan langsung berbalik kesamping, sontak saja hidungnya menyentuh hidung Zyano.
Mata mereka saling menatap satu sama lain, deru nafas Zyano terasa di wajah Keterina membuat bulu kuduknya meremang. Jantungnya bahkan berdegup sangat kencang.
"Apa aku boleh mencium mu?" tanya Zyano dengan suara serak.
Katerina hanya diam tidak menjawab pertanyaan Zyano. Tetapi bagi Zyano diam nya Katerina berarti iya. Tangan kanan Zyano memencet sebuah tombol merah sehingga membuat penghalang. Kini Dave yang sedang menyetir tidak bisa melihat mereka berdua.
Zyano memajukan wajahnya lalu mencium lembut bibir Katerina. Satu tangannya menekan kepala Katerina untuk memperdalam ciuman itu. Ia ******* lalu mengesap bibir Katerina yang menurutnya sangat manis. Ciuman itu semakin panas karena nampaknya Katerina juga menikmatinya.
Setelah dirasa kehabisan nafas, Zyano menghentikan ciuman itu. Nafas mereka berdua terengah-engah. Katerina menghirup banyak udara akibat kehabisan nafas setelah berciuman tadi. Lipstik nya pun kini belepotan karena ciuman panas itu.
Katerina menatap Zyano dan tanpa sengaja matanya melihat bibir pria itu terdapat bekas lipstik nya, seketika wajah Katerina langsung merona merah menahan malu. Ternyata dirinya begitu agresif mencium Zyano sampai-sampai lipstik nya berpindah ke bibir pria itu.
"Bibirmu sangat manis Kate, tapi ku rasa kau cepat juga belajar berciuman." seru Zyano menggoda Katerina.
Wajah Katerina semakin memerah seperti kepiting rebus saking malunya dirinya. Ia menutup bibir Zyano dengan tisu.
"Bersihkan bibirmu." kata Katerina langsung memalingkan muka menahan malu, rasanya ia sudah tidak punya muka lagi dihadapan Zyano.
Zyano mengambil cermin lalu melihat bibirnya ada bekas lipstik Katerina, seketika senyum terbit di wajah tampannya itu. Pantas saja wajah Katerina memerah ternyata karena hal ini.
"Kenapa wajahmu memerah Kate? Apa kau sakit?" tangannya menggoda sambil membersihkan bibinya yang terkena lipstik Katerina.
"Tidak." jawabnya cepat masih dengan memalingkan muka tidak berani menatap Zyano.
"Oh ya?hm, tapi kenapa wajahmu seperti kepiting rebus? Apa kau malu?" tanyanya suka sekali menggoda Katerina.
"Diamlah! kau sangat cerewet." jawabnya ketus menahan malu.
"Baiklah, putri malu."
Zyano memencet tombol merah itu sekali lagi hingga penghalang itu tidak ada lagi. Dave melirik dibalik kaca spion ia dapat melihat wajah tuanya Zyano terlihat sangat bahagia sedangkan Katerina pipinya merona merah.
"Jomblo mah bisa apa? hanya bisa melihat kemesraan orang." batin Dave.
Suasana pun hening kembali. Dari mansion Zyano ke perusahaan Cristopher cukup memakan waktu yang lama karena jaraknya yang sangat jauh. Saat ingin sampai Katerina meminta Dave untuk berhenti.
"Tuan Dave. Kau turunkan aku di sini saja." pinta Katerina.
Kening Zyano mengerut "Kenapa? bukankah masih 100 meter lagi?" tanyanya bingung.
"Aku tidak ingin orang berpikir macam-macam jika melihat aku keluar dari mobilmu. Apa kata orang nanti? mereka pasti mengatakan jika aku menjual diriku setelah putus dengan Rei. Aku tidak ingin ada gosip miring yang menyebar." jawabnya.
"Hm, benar juga." balas Zyano setuju.
"Ya sudah, aku keluar dulu. Terima kasih sudah mengantar ku tuan, Zyano." seru Katerina tersenyum lalu keluar dari mobil.
Katerina melambaikan tangan saat mobil Zyano melaju pergi. Katerina menghela nafas kemudian ia berjalan kaki menuju perusahaan.
"Dave, beli saham di perusahaan Cristopher." perintah Zyano tiba-tiba.
"Untuk apa tuan? bukankah perusahaan itu hanyalah perusahaan kecil?" tanya Dave bingung.
"Kau tidak usah banyak bertanya Dave. Jalankan saja apa yang ku perintahkan!" jawabnya datar.
"Baik, tuan."
Senyum licik menghiasi wajah tampan Zyano. Entah mengapa tiba-tiba ia ingin bermain-main dengan keluarga Cristopher. Zyano punya rencana untuk membantu Katerina dalam membalaskan dendam nya tapi tanpa sepengetahuan Katerina sebab Zyano tahu Katerina akan menolak jika ia menawarkan bantuan untuknya.
******
Katerina merapikan hiasannya sebelum masuk kantor. Kini penampilannya sudah cantik kembali layaknya wanita kantoran. Ia melangkahkan kaki jenjangnya memasuki perusahaan Cristopher dengan wajah ceria. Semua karyawan menatapnya heran sambil berbisik-bisik mengenai pertunangan Olivia dan Rei.
Para karyawan tentu tahu kalau Rei dulunya kekasih Katerina tetapi tidak disangka-sangka malah Olivia yang bertunangan dengan Rei. Tentu saja para karyawan heran sekaligus bingung bagaimana bisa mereka bertukar peran seperti ini apalagi setelah melihat wajah Katerina yang biasa-biasa saja, tidak ada kesedihan diwajahnya menambah keanehan dimata para karyawan kantor.
"Hei, apa kau melihat siaran tadi pagi? tuan Rei dan Olivia akan bertunangan."
"Iya, aku melihatnya tadi pagi, tapi aku bingung mengapa jadi Olivia yang bertunangan, bukankah Rei itu kekasih Katerina?"
"Mungkin saja mereka sudah putus."
"Tapi apa secepat itu move on nya? apalagi kan tuan Rei bertunangan dengan Olivia adik tirinya Katerina. Ini sedikit aneh."
"Hm iya sih, aku juga merasa begitu."
"Aku jadi kasihan dengan Katerina, dia pasti sakit hati."
"Iya kau benar, apalagi yang menikung nya ternyata adiknya sendiri."
"Adik tiri memang jahat sampai-sampai kekasih kakaknya sendiri diambil."
Begitulah bisik-bisik para karyawan dengan berita yang saat ini sedang heboh. Tiada hari tanpa bergosip seolah-olah itu sudah jadi makanan mereka sehari-hari.
Katerina tetap berjalan tanpa mempedulikan bisik-bisik karyawan yang bergosip. Ia tidak peduli dan tak mau peduli. Katerina melirik meja kerja Maya yang terlihat kosong.
"Mungkin, Maya masih izin." batin Kate.
Setelah itu Katerina mulai berkutik dengan banyak berkas. Hari ini pekerjaan nya sangat banyak. Proyek pembangunan Mall City dia yang akan mengerjakan proyek itu. Sebagai penanggung jawab Katerina harus kerja ekstra agar hasilnya memuaskan dengan begitu ia akan mendapatkan hati para pemegang saham untuk mendukungnya menjadi direktur di perusahaan ini.
******
"Bagaimana Dave? apa kau sudah mendapatkan saham di perusahaan Cristopher?" tanya Zyano sambil memainkan pulpen.
"Sudah tuan, tetapi saya hanya bisa mendapatkan 20% saja karna banyak para pemegang saham yang tidak mau menjual saham mereka tuan." jawab Dave.
"Tidak apa. bagiku itu sudah lebih dari cukup." tukas Zyano.
"Kalau begitu saya permisi dulu tuan." ucap Dave pamit undur diri.
"Tunggu Dave." tahan Zyano tiba-tiba membuat langkah Dave terhenti.
"Ya ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya Dave.
"Aku ingin kau menyelidiki tentang seseorang yang bernama, Ghina Agrawihana." jawab Zyano.
"Maaf tuan setahu saya marga Agrawihana itu bukankah dari keluarga bangsawan?" tanya Dave.
"Ya, benar."
"Kenapa tuan tiba-tiba ingin menyelidiki seseorang dari keluarga Agrawihana tuan?" tanya Dave bingung. Tidak ada angin tidak ada hujan mengapa tiba-tiba tuannya menyuruh untuk menyelidiki seseorang yang berasal dari keluarga bangsawan.
"Ibuku mengatakan jika Katerina itu putri dari salah satu sahabatnya yang bernama Ghina Agrawihana dari keluarga bangsawan, secara tidak langsung itu artinya Katerina juga berasal dari keluarga bangsawan. Aku hanya ingin memastikan apakah Katerina benar-benar keturunan dari keluarga itu ataukah tidak." ungkap Zyano penasaran.
"Aku ingin kau menyelidiki nya sejelas-jelasnya Dave. Jangan sampai ada satupun yang terlewatkan dan berikan laporannya secepatnya padaku. Ku rasa identitas Katerina tidak sembarangan." perintah Zyano.
"Baik tuan, jika tidak ada lagi saya permisi." Dave membungkukkan badan lalu keluar dari ruangan Zyano.
*****
Ditempat lain disebuah kamar mewah bernuansa klasik ada seorang pria tua yang sedang terbaring lemah dengan infus dihidungnya. Disampingnya ada wanita cantik yang setia mendampingi pria tua itu.
"Maya." panggilnya lemah.
"Iya ada apa tuan? Apa jantung anda sakit lagi?" tanya Maya terlihat sangat khawatir.
Pria tua itu menggeleng lemah "Maya, sebaiknya kau kembali. Kau harus menjaga Katerina."
Maya menggeleng tidak setuju "Tidak tuan, mana bisa saya pergi di saat anda sedang sakit seperti ini." tolak Maya.
"Maya, aku sudah tua dan tubuhku pasti lah sering sakit. Kau tidak usah mengkhawatirkan keadaan ku. Aku hanya ingin kau menjaga Katerina saja."
"Tapi tuan.."
"Maya, tugasmu saat ini hanyalah menjaga Katerina. Aku tidak ingin Hendri mengetahui jika keponakannya masih hidup. Kau harus menjaga cucuku agar tetap aman dari jangkauan Hendri."
"Saya tau tuan, saya pasti akan menjaga Katerina dengan baik. Tuan tidak perlu khawatir." tukas Maya.
"Aku sangat takut jika Hendri tahu keponakannya masih hidup. Dia pasti akan melakukan segala cara untuk membunuh cucuku, Katerina." ungkap Erland.
Perlu diketahui Erland Agrawihana adalah ayah kandung dari Ghina. Sebenarnya Erland hanya mempunyai satu anak tetapi istrinya tiba-tiba berkeinginan untuk mengadopsi seorang anak lelaki dari panti asuhan dia adalah Hendri.
Awalnya Hendri bersikap baik tetapi ternyata dia mempunyai rencana jahat untuk menguasai harta kekayaan keluarga Agrawihana. Setelah kematian Ghina, Hendri semakin gencar untuk menggapai tujuannya tetapi sayangnya Erland belum mengeluarkan surat perintah tentang hak waris.
Hendri merasa hanya dirinya yang tersisa dalam keluarga Agrawihana. Ia tidak tahu jika Ghina memiliki seorang putri yang akan menjadi pewaris tunggal kekayaan keluarga Agrawihana. Itulah sebabnya Erland menutup rapat-rapat bahkan menyuruh Maya untuk menjaga cucunya dari jangkauan Hendri.
Maya sebenarnya adalah salah satu orang kepercayaan keluarga Agrawihana. Ia diperintahkan oleh Erland untuk menjaga Katerina, itulah sebabnya Maya menyamar menjadi sahabat Katerina demi melancarkan tugasnya.
"Tuan, sampai kapan anda tidak mengungkapkan kebenaran ini? Katerina berhak tahu jika dia akan menjadi pewaris tunggal kekayaan keluarga, Agrawihana." seru Maya.
"Tidak sampai waktunya tiba. Aku tidak ingin tergesa-gesa dalam hal ini apalagi saat ini Hendri sedang berusaha keras menjadi ahli waris. Aku tidak ingin Katerina dalam bahaya. Aku harus mencari seseorang yang bisa menjaga Katerina agar hatiku tenang." ungkap Erland.
"Tapi siapa tuan?" tanya Maya.
"Itulah masalahnya, aku tidak tahu."
"Maya, omong-omong bagaimana penyelidikan mu tentang kematian menantuku Gavin?" tanya Erland.
"Maaf tuan, sampai saat ini saya tidak bisa menemukan bukti akurat kalau Andi Cristopher dalangnya. Sepertinya, Andi meminta bantuan kepada Black Shadow. Mafia kelas kakap untuk menghapus semua jejak dan bukti jika dirinya terlibat dalam kematian tuan Gavin."
"Dari mana kau tahu kalau Black Shadow terlibat?" tanya Erland.
"Mereka ceroboh tuan, saya menemukan gelang dengan simbol serigala tepat di samping jasad tuan Gavin. Saat itu saya menuju lokasi kecelakaan tuan Gavin dan saya menemukan ada gelang berlambangkan serigala dan itu adalah lambang kebanggaan dari Black Shadow."
"Apa kau masih menyimpan gelang itu, Maya?" tanyanya.
"Tentu saja tuan, ini." Maya memberikan gelang itu kepada Erland. Dan benar disana terdapat lambang serigala yang dikenal sebagai lambang anggota Black Shadow.
"Jadi..ini semua perbuatan Black Shadow? Pantas saja jika kita tidak bisa menemukan bukti kalau Andi bersalah. Ternyata pria itu meminta bantuan dengan mafia kelas kakap."
"Benar tuan."
"Maya, aku jadi semakin khawatir dengan Katerina apalagi setelah mengetahui kalau Andi berhubungan dengan Black Shadow. Bisa saja pria itu membunuh Katerina." kata Erland resah.
"Tuan, aku punya usul." seru Maya.
"Apa?" tanya Erland.
"Apa sebaiknya kita meminta bantuan kepada King Draxler, mafia paling berpengaruh di dunia. Setahuku kekuasaan Black Shadow tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan King Draxler."
"Hm, aku pernah mendengar organisasi itu, tapi setahuku sampai saat ini tidak ada yang tahu siapa ketuanya. Mereka menutup rapat identitasnya."
"Iya sih tuan, King Draxler tidak mudah untuk ditemui. Tapi aku akan berusaha keras tuan, kau tenang saja. Percayakan semuanya padaku" seru Maya yakin.
Erland tersenyum "Maya, terima kasih kau sangat berjasa dalam keluarga Agrawihana."
"Itu sudah menjadi sumpahku tuan. Jika kau tidak menyelematkan ku dari kejaran penjahat saat itu, mungkin aku sudah mati ditangan mereka. Semua orang bahkan tidak ada yang mau menolongku tapi kau malah berbaik hati menyelamatkan dan menampung ku di rumah ini tuan. Sejak hari itu aku berjanji akan setia dan mengabdi kepada keluarga ini."
"Kau masih saja mengingat itu Maya. Aku ikhlas menolong mu."
"Tentu saja tuan, aku tidak akan pernah melupakan jasamu dalam hidupku."
"Ya sudah, sebaiknya kau segera pergi menjalankan misi mu Maya. Hendri sebentar lagi akan kemari dan aku tidak ingin dia melihat mu."
Maya mengangguk "Baik tuan, jaga dirimu baik-baik, aku pergi dulu." pamit Maya undur diri.
"Aku harus mencari siapa ketua King Draxler agar aku bisa meminta bantuannya untuk menjaga Katerina." batin Erland bertekad.
Bersambung 😎
______________________________________________
Nggak perlu dicari Erland ketuanya calon suami Katerina sendiri 😆😆😌
Jangan lupa Like, Vote, komen and Share ya teman-teman :)
Terima kasih 🥰
^^^Coretan Senja ✍️^^^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
febby fadila
untung masih ada maya yg mau membantu keluarga katerina
2024-12-30
2
Shepty Ani
tenang kate kamu tidak sendirian bahkan sekarang kamu py pelindung yg kuat yaitu calon suamimu sama sahabatmu maya juga kakekmu aman
2023-09-11
0
Rara Kusumadewi
king....itu apa zyano
2023-08-13
1