Part 18 – Mengejar Cinta dan Kecemburuan Devan!

Tampil begitu cantik, Hayu berusaha kerasa untuk tidak malu. Karena sepanjang perjalanannya ia selalu dilirik banyak orang, bahkan dengan terang-terangan orang-orang mengatai dirinya. Mulai dari pujian, cacian, bahkan rasa iri karena kecantikannya yang begitu sempurna.

Huh, sabar. Sebentar lagi sampai,' batin Hayu. Hayu menetralkan degup jantungnya, seiring dengan langkah kakinya yang semakin dekat dengan tempat kerja Devan. Yaps... Iya berniat menjemput lelaki itu, karena ia juga lupa mengatar makanan karena terlalu sibuk dengan urusannya.

"Eh, tunggu." Hayu sontak menghentikan langkahnya, padahal ia sudah berusaha cepat agar tidak terjadi hal ini.

"Kamu Hayu, kan?" tanya seorang Ibu-ibu, yang jelas sangat kepo.

"Enggh. Iya, Bu," jawab Hayu malu-malu. Ketiga ibu-ibu itu melongo tak percaya.

"Wah, kamu cantik banget. Udah kaya artis? Tumben kamu dandan, biasa juga kumel?" tanya Ibu-ibu berbaju putih.

"Betul itu. Apa karena Suamimu deket sama cewek lain yang lebih cantik," sindir Ibu berbaju kuning. Membuat Hayu kesal, jantungnya berpacu dengan cepat. Ingin sekali rasanya merobek-robek mulut Ibu-ibu itu, namun sayangnya ia harus menahan emosinya untuk hal itu.

Hayu lalu tersenyum anggun. "Maaf. Tapi saya Istri dari Suami saya, Devan! Sudah sewajarnya seorang istri ingin terlihat cantik didepan Suaminya... Apakah Ibu-ibu juga tidak begitu? Apa jika Ibu-ibu disini dandan itu tandanya Suami Ibu-ibu dekat sama gadis lain," sindir Hayu tanpa takut. Ia bukan hanya sekedar omong kosong untuk berubah, ia benar-benar akan berubah.

Ketiga Ibu-ibu itu terdiam bak pantung, jujur bagi mereka ini pertama kali Hayu menjawab seseorang. Biasanya dia hanya akan diam menahan amarahnya.

"Kamu tidak sopan berbicara dengan orang yang lebih tua," sentak Ibu berbaju biru, dengan wajah sok ganas.

Hayu terkekeh. "Sopan itu harus Ibu-ibu. Kalo orang sopan sama kita, kita balas sopan. Kalo orang jahat, bales jahat dong," jawab Hayu dengan tersenyum puas. Lalu dengan cepat meninggalkan Ibu-ibu yang menahan amarahnya terhadap Hayu, karena tidak dapat berkata apa-apa lagi.

"Kurang ajar."

Hayu semakin melambatkan langkahnya. Jujur ia sangat takut tadinya, tapi ia juga puas bisa mengeluarkan semua emosinya. Hayu terduduk lemas, antaran senang juga takut.

Hah... ini sangat menegangkan, tapi juga menyenangkan. Apa aku akan seberani ini lagi untuk melawan Luna dan Ibunya?' batin Hayu, sambil memeluk kedua kakinya.

"Hayu!" Hayu mendongkrak menatap seorang lelaki yang berlari tergesa-gesa dengan raut wajah khawatir.

Devan? Kenapa ekspresinya---.'

Hap!

Devan memeluk Hayu.

"Kamu kenapa? Kenapa duduk disini?" tanya Devan dengan nada khawatir. Pasalnya ia melihat istrinya dari kejauhan. Tiba-tiba terduduk lemas, dengan ekspresi aneh antara ketakutan juga rasa bahagia disana.

Dia pelu-peluk aku?' Hayu hanya bisa diam, menikmati sejenak perasaan hangat yang mengalir ditubuhnya.

"Hei, kenapa diam?" tanya Devan. Lalu menangkup wajah Hayu lalu menatapnya dalam.

"Kenapa? ada apa?" tanya Devan serius.

Devan seketika tersadar. ada yang berbeda dari Istrinya, penampilannya juga gayanya. Devan meroling matanya menatap tubuh Istrinya, juga wajah Istirnya yang semakin ia lihat semakin cantik juga menggemaskan.

"Mmm... Ak-Aku tadi cuma balas omongan Ibu-ibu disana," jelas Hayu dengan gugup, melihat reaksi Devan yang menatap dirinya.

Devan menghela nafas lega. Tetapi, degup jantungnya kembali berpacu setelah menyadari posisi mereka saat ini, yang membuat siapapun yang melihatnya pasti salah sangka.

Devan mendorong pelan Hayu. "Ah, maaf. Ayo berdiri," ajak Devan mengulur tangannya.

Mereka benar-benar terlihat serasi jika seperti ini, walau dengan keadaan Devan yang saat ini terlihat kumel dan kotor karena pekerjaannya sebagai petani tetapi itu tidak membuat karisma dan aura ketampanannya hilang.

"Kamu kenapa disini?" tanya Devan mengusir kegugupannya.

Hayu cengo. "Ah, emmm... oh. It-itu jemput kamu, karena aku lupa bawa makan siang buat kamu," jelas Hayu dengan malu, ia menunduk tak berani menatap mata Devan.

Sebenarnya apa reaksinya? Apa dia menyukai tampilan ku sekarang? Atau tidak...' Dalam hatinya Hayu terus bertanya-tanya, tentang pendapat Devan namun pria itu hanya diam.

"Oh, baiklah. Kamu tunggu saja, sebentar lagi selesai kok," ujar Devan mengarahkan Hayu ketempat duduk, dan langsung meninggalkan Hayu begitu saja.

Ya, tentu saja itu membuat Hayu kecewa berat. Ternyata perjuangannya dari lagi hingga sore tidak mendapatkan hasil apapun dari Suaminya.

Kalo tau gini, buat apa aku dandan,' batin Hayu, tak dapat menahan air matanya yang mengalir.

"Hai, Sayang."

"Aduh, kenapa nangis? Lagi cantik-cantik gini, kok nangis," godanya.

Hayu tau betul suara siapa itu, dengan cepat menatap tajam Johan. Sepertinya pria itu tidak akan ada habis-habisnya mengusik hidupnya. Hayu muak juga lelah, menghadapi sikap gila lelaki ini. Namun, ia masih berpikir bisa memanfaatkan Johan.

"Ada apa kamu disini?" tanya Hayu dengan ketus. Johan mendekat dan duduk disebelah Hayu tanpa izin dan tanpa malu.

"Hadeh... pake ditanya lagi. Ya mau lihat calon Istri dong," jawab Johan dengan nada rayuan karetnya membaut Hayu merinding geli.

Bisa-bisanya didunia ini ada orang setidak tau malu seperti dia! Tuhan singkirkan makhluk bertulang lunak satu ini!' Hayu hanya dapat mengumpat didalam hatinya, dengan ekspresi senyum terpaksa meladeni Johan.

"Oh," jawab Hayu seadanya.

Devan yang hendak menghampiri Hayu setelah selesai dengan kerjaannya, terhenti saat melihat istrinya sedang berduaan dengan lelaki lain. Bahkan, terlihat akrab. Yang sebenarnya Hayu hanya terpaksa mengakrabkan diri.

Jangan bilang dia berdandan cantik seperti itu untuk menarik perhatian lelaki itu,' batin Devan, sangat marah. Devan tidak dapat menahan debaran didadanya, amarah yang terus meluap melihat hal itu sempat Devan terpikir apa yang membuatnya begitu marah apa ia cemburu! Okelah, saat ini ia akui itu.

Devan langsung berjalan dengan cepat. Lalu, dengan sekali tarikan menarik Hayu pergi tanpa mendengarkan keluhan Hayu yang kesakitan.

"Arghhh. Dev-Devan! Berhenti, apaan sih kamu tiba-tiba narik-narik?" tanya Hayu tidak mengerti. (Aelah, ternyata betina sama ae enggak peka jugakkk 😌)

"Diam." Devan sedikit menekan perkataannya. Dadanya terbakar emosi. Padahal ia sudah berencana akan memberitahu Hayu tentang rencananya dan ia juga sudah mendapatkan bukti kelakukan Luna. Apa lagi setelah melihat Hayu berdandan sangat cantik, yang Devan pikir Hayu berdandan untuknya, nyatanya memang benar namun ia salah paham terhadap Istrinya.

Ego masing-masing membuat hubungan keduanya semakin sulit. Itulah kenapa pentingnya saling terbuka terhadap pasangan kita. Terbuka membuat semuanya menjadi jelas apa lagi dengan banyak kesalahpahaman diantara hubungan harmonis sebuah keluarga.

Terpopuler

Comments

murniati cls

murniati cls

jujur aja,masa scewe uga gak tau,knp tak pintar sdkit

2022-11-09

1

lihat semua
Episodes
1 Part 01 – Menemukan seorang Pria Tampan
2 Part 02 - Rumor Buruk
3 Part 03 – Siapa Wati dan Luna?
4 Part 04 – Terselamatkan
5 Part 05 – Mendadak Menikah!
6 Part 06 – Edisi Jadi Istri Hari Pertama!
7 Part 07 – Imanku!
8 Part 08 – Hampir di Lecehkan!
9 Part 09 – Ulah Siapa?
10 Part 10 – Ketakutan Rahayu!
11 Part 11 – Kekecewaan Hayu!
12 Part 12 – Kemarahan Hayu!
13 Part 13 – Semakin Jauh!
14 Part 14 – Bertengkar Hebat!
15 Part 15 – Perlawanan Pertama!
16 Part 16 – Kecemburuan Devan!
17 Part 17 – Perubahan Hayu!
18 Part 18 – Mengejar Cinta dan Kecemburuan Devan!
19 Part 19 – Pertengkaran yang tiada habisnya!
20 Part 20 – Keberanian Hayu! Great!
21 Part 21 – Berbaikan!
22 Part 22 – Rencana Sepasang Suami Istri!
23 Part 23 – Kamu Gila!
24 Part 24 – Terungkap!
25 Part 25 – Kamu Jahat!
26 Part 26 – Menjadikannya Milikku!
27 Part 27 – Meminta Hakku!
28 Part 28 – Menyesal!
29 Part 29 – Mencoba untuk Menerima!
30 Part 30 – Devan Vs Johan
31 Part 31 – Sakit!
32 Part 32 – Hayu vs Zara and Johan
33 Part 33 – Emosi yang Meledak-ledak!
34 Part 34 – Membayar Lunas!
35 Part 35 – Kepergian Devan!
36 Part 36 – Hamil?!!!
37 Part 37 – Devan yang Ngidam!!
38 Part 38 – Bayinya Bergerak
39 Part 39 – Mangga Muda untuk Devan!
40 Part 40 – Keanehan yang menjadi-jadi
41 Part 41 – Hayu dan Dafa
42 Part 42 – Dia, Giovano Nagara!
43 Part 43 – Keseharian Gio dan Hayu
44 Part 44 – Ulang Tahun, Gio
45 Part 45 – Lima Tahun!
46 Part 46 – Papa vs Anak
47 Part 47 – Rencana Gio
48 Part 48 – Kenyataan Pahit!
49 Part 49 – Meminta Izin
50 Part 50 – Perjalan Menuju Kota!
51 Part 51 – Pertemuan Pertama yang Menyedihkan
52 Part 52 – Kegalauan Hayu
53 Part 53 – Pertemuan Pertama Gio dan Devan!
54 Part 54 – Menjadi OB di perusahaan Devan!
55 Part 55 – Kejahilan Devan!
56 Part 56 – Aku Istrimu!
57 Part 57 – Yang diSukai Devan?
58 Part 58 – Kecemburuan Devan!
59 Part 59 – Ketegaran Gio
Episodes

Updated 59 Episodes

1
Part 01 – Menemukan seorang Pria Tampan
2
Part 02 - Rumor Buruk
3
Part 03 – Siapa Wati dan Luna?
4
Part 04 – Terselamatkan
5
Part 05 – Mendadak Menikah!
6
Part 06 – Edisi Jadi Istri Hari Pertama!
7
Part 07 – Imanku!
8
Part 08 – Hampir di Lecehkan!
9
Part 09 – Ulah Siapa?
10
Part 10 – Ketakutan Rahayu!
11
Part 11 – Kekecewaan Hayu!
12
Part 12 – Kemarahan Hayu!
13
Part 13 – Semakin Jauh!
14
Part 14 – Bertengkar Hebat!
15
Part 15 – Perlawanan Pertama!
16
Part 16 – Kecemburuan Devan!
17
Part 17 – Perubahan Hayu!
18
Part 18 – Mengejar Cinta dan Kecemburuan Devan!
19
Part 19 – Pertengkaran yang tiada habisnya!
20
Part 20 – Keberanian Hayu! Great!
21
Part 21 – Berbaikan!
22
Part 22 – Rencana Sepasang Suami Istri!
23
Part 23 – Kamu Gila!
24
Part 24 – Terungkap!
25
Part 25 – Kamu Jahat!
26
Part 26 – Menjadikannya Milikku!
27
Part 27 – Meminta Hakku!
28
Part 28 – Menyesal!
29
Part 29 – Mencoba untuk Menerima!
30
Part 30 – Devan Vs Johan
31
Part 31 – Sakit!
32
Part 32 – Hayu vs Zara and Johan
33
Part 33 – Emosi yang Meledak-ledak!
34
Part 34 – Membayar Lunas!
35
Part 35 – Kepergian Devan!
36
Part 36 – Hamil?!!!
37
Part 37 – Devan yang Ngidam!!
38
Part 38 – Bayinya Bergerak
39
Part 39 – Mangga Muda untuk Devan!
40
Part 40 – Keanehan yang menjadi-jadi
41
Part 41 – Hayu dan Dafa
42
Part 42 – Dia, Giovano Nagara!
43
Part 43 – Keseharian Gio dan Hayu
44
Part 44 – Ulang Tahun, Gio
45
Part 45 – Lima Tahun!
46
Part 46 – Papa vs Anak
47
Part 47 – Rencana Gio
48
Part 48 – Kenyataan Pahit!
49
Part 49 – Meminta Izin
50
Part 50 – Perjalan Menuju Kota!
51
Part 51 – Pertemuan Pertama yang Menyedihkan
52
Part 52 – Kegalauan Hayu
53
Part 53 – Pertemuan Pertama Gio dan Devan!
54
Part 54 – Menjadi OB di perusahaan Devan!
55
Part 55 – Kejahilan Devan!
56
Part 56 – Aku Istrimu!
57
Part 57 – Yang diSukai Devan?
58
Part 58 – Kecemburuan Devan!
59
Part 59 – Ketegaran Gio

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!