Part 14 – Bertengkar Hebat!

"Apa-apaan kamu tadi? Kamu itu sudah punya Suami tapi mau-mau aja dirangkul lelaki lain?" tanya Devan dengan amarahnya. Yang dirinya sendiri tidak tahu, darimana asalnya kemarahannya dari apa? Cemburu? Jelas tidak mungkin, ia masih belum merasakan cinta terhadap Hayu, walau hatinya sering goyah terhadap gadis cantik itu.

Hayu membeku dengan amarah di ubun-ubun."Apa maksud kamu? Aku gadis murahan, hah? Jelas-jelas kamu yang udah punya Istri jalan sama cewek lain. Kenapa sedangkan aku enggak bisa! Egois kamu, Van!" teriak Hayu, ia meneteskan air matanya. Sakit? Tentu saja, ia merasa seperti gadis tidak mempunyai harga diri dihadapan Suaminya sendiri.

Kamu tega, banget sama aku... Salah aku apa?' batin Hayu menangis.

Devan melihat tangisan Hayu, hanya diam mematung hingga Hayu meninggalkan dirinya pun. Devan tersadar apa rencananya ini menyakiti hati Istrinya? Tapi... Jika ia memberitahu Hayu maka ini tidak akan berhasil, dengan sikap polos Hayu.

"Arghh! Sialan," umpat Devan, menarik rambutnya kasar.

"Dan, kenapa Aku tiba-tiba marah seperti tadi? Apa masalahnya? Cemburu, tidak mungkin!" Devan berusaha menyangkal perasaannya. "Pasti karena aku merasa harga diriku sebagai Suami terinjak-injak karena melihat Istriku bersama lelaki lain. Iya, pasti itu," gumam Devan menyangkalnya.

Didalam kamar Hayu hanya menangis, meratapi kehidupannya yang sangat menyedihkan. Apa ia harus diam saja? Apa selamanya ia akan tetap membiarkan Luna mengambil semua hal yang dimilikinya lagi, termasuk Devan Suaminya?

Tidak! Jantungnya seolah-olah berhenti memikirkan hal itu. Ia tidak mau kehilangan lagi, terserah jika lelaki itu lebih memilih menyukai Luna daripada dirinya. Ia juga harus memikirkan Ibunya yang pasti hanya menginginkan pernikahan Hayu sekali seumur hidup.

Aku enggak akan lepasin kamu, lihat aja. Aku bakalan berubah, bukan lagi Hayu yang lemah, polos dan tidak tahu apa-apa,' batin Hayu dengan tekad membara.

"Sebaiknya aku mulai menatap emosi terlebih dahulu," gumam Hayu, menatap dirinya ditampilan cermin.

Dirinya terlihat biasa saja, dengan baju daster dan wajah yang tidak terurus. Apa mungkin, karena penampilannya Devan lebih memilih mendekati Luna, yang jelas memakai perawatan pada wajah dan kulitnya.

Jika dibandingkan, Hayu tidak kalah cantik dengan Luna. Luna hanya menang keahlian make up-nya.

"Stop, menandingi diri. Ayo percaya diri," gumam Hayu tersenyum.

...----------------...

Hayu keluar kamar setelah seharian mengunci diri. Melihat Devan yang duduk di kursi sedang menatap dirinya. Hayu dengan acuh, berjalan melewati Devan. Tanpa izin, Hayu pergi meninggalkan rumah yang menjadi tanda tanya besar bagi sang Suami. Kemana perginya Hayu? Kenapa tidak izin seperti biasanya? Marah tong, istri lu marah dasar enggak peka!

"Rasain tuh, aku cuekin," gumam Hayu senyam-senyum sendiri berhasil mengerjai suaminya. Tujuannya saat ini ialah bertemu dengan Pian, untuk meminjam sesuatu dan meminta tolong sesuatu.

Tok! Tok!

"Assalamu'alaikum, Pian!"

"Waalaikumsalam, loh Hayu? Kenapa?" tanya Pian, lalu duduk di teras bersama.

"Emmm... Pian, aku boleh minta tolong enggak?" tanya Hayu dengan malu-malu. Bingung ngomonginnya gimana karena Pian pasti tahu betul Hayu paling bodo amat dengan yang namanya perawatan diri, tetapi sekarang tiba-tiba ingin merawat diri pasti ada sesuatu pikir Hayu.

Mengernyit curiga. "Apa dulu, tergantung permintaannya," jawab Pian masih dengan nada curiga.

"M-Mau pinjem hp kamu, buat belanja online perawatan wajah," jelas Hayu gagap, karena terlalu malu.

"Hah?" Pian mengganga tak percaya."Beneran mau perawatan, Yu? Ciee... Demi cuami ya, biar gak lirik cewek lain?" tanya Pian menggoda Hayu. Membuat pipi gadis itu memerah padam.

"Pian!" Hayu menepuk bahu Pian kesal. sudah ia duga pasti lelaki itu akan meledeknya habis-habisan, tapi tidak ada cara lain ia tidak mau meminta tolong orang lain.

Beberapa orang didesa sudah berkecukupan lebih untuk membeli handphone. Walau mencari sinyal didaerah terpencil sulit, mereka masih memiliki tempat-tempat yang mempunyai jaringan sinyal yang kuat.

"Haha... Ya udah sih, wajar dong. Biar cuaminya makin kesem-sem," ujar Pian, lagi-lagi mendapatkan gamparan Hayu.

"Cepet Pian, ih. Malah ngeggodain aku terus," rengek Hayu sebal.

Mereka lalu pergi didaerah persawahan dengan membawa ponsel Pian yang terlihat usang namun masih bisa mengakses dunia luar. Apa bisa kurir datang ke pedesaan? No, jawabnya tentu tidak bisa. Jika memesan sesuatu Pian akan ke pinggiran kota untuk mengambil barang-barang pesanan, dan itu memerlukan waktu sekitar satu jam lebih untuk kepinggir kota.

"Makasih, Pian. Kamu sahabat terbaik aku," ujar Hayu dengan senyum cerah. Tidak sabar rasanya melawan seorang Luna untuk pertama kalinya. Hayu tak ingin terus-menerus dikalahkan oleh Luna. Yang awalnya ia pikir akan berubah lambat laun jika Hayu mengalah, namun semakin hari gadis itu semakin menjadi-jadi dari mengambil perhatian warga, menganggu Hayu disekolah hingga Hayu berhenti sekolah, menjebaknya, bahkan sekarang ingin mengambil Suaminya! Tentu saja ia akan berjuang sampai titik darah penghabisan untuk hal itu.

Episodes
1 Part 01 – Menemukan seorang Pria Tampan
2 Part 02 - Rumor Buruk
3 Part 03 – Siapa Wati dan Luna?
4 Part 04 – Terselamatkan
5 Part 05 – Mendadak Menikah!
6 Part 06 – Edisi Jadi Istri Hari Pertama!
7 Part 07 – Imanku!
8 Part 08 – Hampir di Lecehkan!
9 Part 09 – Ulah Siapa?
10 Part 10 – Ketakutan Rahayu!
11 Part 11 – Kekecewaan Hayu!
12 Part 12 – Kemarahan Hayu!
13 Part 13 – Semakin Jauh!
14 Part 14 – Bertengkar Hebat!
15 Part 15 – Perlawanan Pertama!
16 Part 16 – Kecemburuan Devan!
17 Part 17 – Perubahan Hayu!
18 Part 18 – Mengejar Cinta dan Kecemburuan Devan!
19 Part 19 – Pertengkaran yang tiada habisnya!
20 Part 20 – Keberanian Hayu! Great!
21 Part 21 – Berbaikan!
22 Part 22 – Rencana Sepasang Suami Istri!
23 Part 23 – Kamu Gila!
24 Part 24 – Terungkap!
25 Part 25 – Kamu Jahat!
26 Part 26 – Menjadikannya Milikku!
27 Part 27 – Meminta Hakku!
28 Part 28 – Menyesal!
29 Part 29 – Mencoba untuk Menerima!
30 Part 30 – Devan Vs Johan
31 Part 31 – Sakit!
32 Part 32 – Hayu vs Zara and Johan
33 Part 33 – Emosi yang Meledak-ledak!
34 Part 34 – Membayar Lunas!
35 Part 35 – Kepergian Devan!
36 Part 36 – Hamil?!!!
37 Part 37 – Devan yang Ngidam!!
38 Part 38 – Bayinya Bergerak
39 Part 39 – Mangga Muda untuk Devan!
40 Part 40 – Keanehan yang menjadi-jadi
41 Part 41 – Hayu dan Dafa
42 Part 42 – Dia, Giovano Nagara!
43 Part 43 – Keseharian Gio dan Hayu
44 Part 44 – Ulang Tahun, Gio
45 Part 45 – Lima Tahun!
46 Part 46 – Papa vs Anak
47 Part 47 – Rencana Gio
48 Part 48 – Kenyataan Pahit!
49 Part 49 – Meminta Izin
50 Part 50 – Perjalan Menuju Kota!
51 Part 51 – Pertemuan Pertama yang Menyedihkan
52 Part 52 – Kegalauan Hayu
53 Part 53 – Pertemuan Pertama Gio dan Devan!
54 Part 54 – Menjadi OB di perusahaan Devan!
55 Part 55 – Kejahilan Devan!
56 Part 56 – Aku Istrimu!
57 Part 57 – Yang diSukai Devan?
58 Part 58 – Kecemburuan Devan!
59 Part 59 – Ketegaran Gio
Episodes

Updated 59 Episodes

1
Part 01 – Menemukan seorang Pria Tampan
2
Part 02 - Rumor Buruk
3
Part 03 – Siapa Wati dan Luna?
4
Part 04 – Terselamatkan
5
Part 05 – Mendadak Menikah!
6
Part 06 – Edisi Jadi Istri Hari Pertama!
7
Part 07 – Imanku!
8
Part 08 – Hampir di Lecehkan!
9
Part 09 – Ulah Siapa?
10
Part 10 – Ketakutan Rahayu!
11
Part 11 – Kekecewaan Hayu!
12
Part 12 – Kemarahan Hayu!
13
Part 13 – Semakin Jauh!
14
Part 14 – Bertengkar Hebat!
15
Part 15 – Perlawanan Pertama!
16
Part 16 – Kecemburuan Devan!
17
Part 17 – Perubahan Hayu!
18
Part 18 – Mengejar Cinta dan Kecemburuan Devan!
19
Part 19 – Pertengkaran yang tiada habisnya!
20
Part 20 – Keberanian Hayu! Great!
21
Part 21 – Berbaikan!
22
Part 22 – Rencana Sepasang Suami Istri!
23
Part 23 – Kamu Gila!
24
Part 24 – Terungkap!
25
Part 25 – Kamu Jahat!
26
Part 26 – Menjadikannya Milikku!
27
Part 27 – Meminta Hakku!
28
Part 28 – Menyesal!
29
Part 29 – Mencoba untuk Menerima!
30
Part 30 – Devan Vs Johan
31
Part 31 – Sakit!
32
Part 32 – Hayu vs Zara and Johan
33
Part 33 – Emosi yang Meledak-ledak!
34
Part 34 – Membayar Lunas!
35
Part 35 – Kepergian Devan!
36
Part 36 – Hamil?!!!
37
Part 37 – Devan yang Ngidam!!
38
Part 38 – Bayinya Bergerak
39
Part 39 – Mangga Muda untuk Devan!
40
Part 40 – Keanehan yang menjadi-jadi
41
Part 41 – Hayu dan Dafa
42
Part 42 – Dia, Giovano Nagara!
43
Part 43 – Keseharian Gio dan Hayu
44
Part 44 – Ulang Tahun, Gio
45
Part 45 – Lima Tahun!
46
Part 46 – Papa vs Anak
47
Part 47 – Rencana Gio
48
Part 48 – Kenyataan Pahit!
49
Part 49 – Meminta Izin
50
Part 50 – Perjalan Menuju Kota!
51
Part 51 – Pertemuan Pertama yang Menyedihkan
52
Part 52 – Kegalauan Hayu
53
Part 53 – Pertemuan Pertama Gio dan Devan!
54
Part 54 – Menjadi OB di perusahaan Devan!
55
Part 55 – Kejahilan Devan!
56
Part 56 – Aku Istrimu!
57
Part 57 – Yang diSukai Devan?
58
Part 58 – Kecemburuan Devan!
59
Part 59 – Ketegaran Gio

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!