Part 11 – Kekecewaan Hayu!

Hayu hanya diam, ia masih trauma akibat kejadian tapi pagi. Ia terus memikirkan masalah Johan yang pastinya akan nekat. Padahal, Hayu sudah bersyukur saat pria itu pergi melanjutkan sekolahnya di luar kota dan dia pun jarang pulang. Malah, Hayu berharap jika Johan tidak perlu pulang-pulang ke Desa lagi.

Hidup Hayu bagaikan neraka saat itu, dimana Johan selalu menghantui dirinya tidak membiarkan dirinya lepas sedikitpun. Itulah kenapa Hayu sangat tidak disukai banyak orang disini, khususnya Ibu-ibu dari anak lelaki yang dibuat babak belur oleh Johan, karena berusaha mendekati Hayu.

"Dasar pembawa sial!"

Deg!

Hayu terbangun dari lamunannya. Ia mengingatkan kembali apa yang terjadi di masa lalu. Hal yang bahkan lebih menyedihkan dan lebih menakutkan dari pada saat ini.

"Huh... Aku jadi tidak pokus melakukan apapun," gumam Hayu, termenung di kasur.

Devan yang melihat tingkah aneh Hayu sejak kemarin, akhirnya berusaha mendekati dan bertanya.

"Apa yang kau pikirkan, sehingga menghela nafas panjang itu?" tanya Devan, membuat Hayu kaget.

"Mas... mengagetkan saja. Ti-tidak ada sih, hanya saja..." Hayu kembali diam, ia berpikir haruskah ia jujur tentang masa lalunya?

Tapi, sebaiknya aku jujur. Bagaimanapun dia sekarang suamiku apa lagi dengan sikap nekat Johan... Aku yakin dia akan berbuat sesuatu pada Devan juga,' batin Hayu setelah memikirkan semuanya dengan matang-matang.

"Sebenarnya..." Hayu menjelaskan semuanya secara detail tanpa ada yang ia sembunyikan. Membuat Devan hanya diam tanpa merespon apapun, menurut Devan ini juga sudah sangat keterlaluan.

"Kau tidak bisa hanya diam! Lagipula, selama ada aku dia tidak akan bisa menyentuhmu. Kau tetap dirumah jangan keluar jika tidak penting," jelas Devan, mendapati anggukan dari Hayu.

"Aku bosan dirumah. Tengah hari, aku menyusul sekalian nganterin kamu bekal ya?" tanya Hayu dengan ekspresi membujuk.

Devan mengangguk. "Tapi, hati-hati."

...****************...

Hayu berjalan dengan cepat, langkah kakinya seolah-olah berjalan biasa.

Bruk!

Hayu memegang jidatnya yang sakit, lalu mendongak.

Deg!

Hayu dengan cepat berbalik dan hendak melangkah pergi, namun pria itu dengan cepat mencengkeram tangan Hayu membuat gadis itu tak bisa apa-apa.

"Lepasin, Jo! Lepasin!" teriak Hayu, ketakutan tubuhnya sangat lemas saat ini.

"Mau kemana kamu... Baru ketemu udah mau kabur aja. Peluk dulu dong," ujar Johan, dengan paksa menarik Hayu dalam pelukannya. Hayu berusaha memberontak namun ia tidak memiliki kekuatan yang cukup.

Bugh!

Devan yang datang tiba-tiba langsung menbogem wajah Johan.

"Brengsek! Jangan sentuh istriku!" bentak Devan kesal. Entahlah, kenapa ia sangat kesal saat melihat Johan memeluk Istrinya.

"Udah... udah, cukup Mas! Aku enggak apa-apa kok, ayo pergi aku gak mau disini, hiks ..." Hayu memeluk tangan Devan dengan gemetar.

Tapi saat hendak pergi, Johan dengan cepat menarik tangan Devan dan memberikan bogeman ke Devan.

"Cih, Lo kira cuma Lo yang bisa," ucap Johan bangga membalas kembali pria yang merebut kekasihnya, ups... calon.

"Akh... Devan!" teriak Hayu kaget, ia menatap Devan yang terjatuh dilantai. Devan mengisyaratkan tangannya bahwa ia tidak apa-apa.

"Mending kamu sama aku aja. Cowok miskin dan gila ini enggak pantes buat kamu... Bahkan, ingatannya saja dia tidak tau. Rumah, keluarga, bahkan pekerjaan gimana bisa dia menafkahi kamu," ujar Johan dengan sombong membanggakan diri.

Devan yang baru saja berdiri terdiam, benar. Semua ucapan Johan itu benar adanya, untuk apa mempertahankan pernikahan dengan seseorang yang bahkan tidak mengingat siapa nama panjangnya dan nama orang tuanya, tempat tinggal dan lainnya.

"Devan!" Tiba-tiba teriakan seorang perempuan menggelegar di kerumunan orang-orang.

"Luna?" gumam Hayu kaget.

"hah? Kamu kenapa, Dev! Luka ya, sini aku obati," ajak Luna, menarik tangan Devan. Devan yang masih beradu pendapat dengan hatinya, hanya mengikuti saja kemana wanita itu membawanya.

Apa yang direncakan dia? Kau kira aku sebodoh itu..." Devan tersenyum devil, hanya saja ia tidak bisa menjelaskan semuanya sekarang pada istrinya.

Hayu tertegun dengan sakit di hatinya. Bagaimana bisa Devan pergi bersama dengan orang yang jelas-jelas hampir melecehkan dirinya. Istri Devan sendiri? Hayu tak habis pikir! Ia berlari sambil menangis menyesali tentang hatinya yang terlalu cepat merasakan yang namanya cinta.

Cinta? Ia semakin sulit untuk percaya hal itu. Ia kira ia bisa berubah sejak bertemu Devan untuk pertama kalinya. Apa lagi dengan perginya Ayahnya tanpa kabar membaut Hayu terus berpikir apa mungkin Ayahnya tak mencintai Ibunya sehingga memilih meninggalkan dirinya dan Ibunya.

"Dunia enggak adil!"

"Aku benci!"

"Hiks... aku benci, hiks..." Hayu menangis tersedu-sedu di kamarnya tanpa diketahui siapapun. Sedangkan ditempat lain...

Devan mencemaskan Hayu, tapi tidak ingin rencananya gagal untuk menjebak wanita gila disampingnya ini. Yang saat ini mengobati lukanya.

"Sakit yah?" tanyanya dengan suara dibuat-buat.

Membuat Devan serasa ingin muntah.

"Apa yang kau inginkan? Kenapa kau tiba-tiba baik? Padahal jelas-jelas kemarin kau lah yang menjebak kami?" tanya Devan to the point. Membuat Luna gelagapan menjawab apa.

"Itu karena..."

Terpopuler

Comments

Grey Mahendra

Grey Mahendra

Gila si Johan enggak tahu malu bngt dia!!

2022-09-02

1

lihat semua
Episodes
1 Part 01 – Menemukan seorang Pria Tampan
2 Part 02 - Rumor Buruk
3 Part 03 – Siapa Wati dan Luna?
4 Part 04 – Terselamatkan
5 Part 05 – Mendadak Menikah!
6 Part 06 – Edisi Jadi Istri Hari Pertama!
7 Part 07 – Imanku!
8 Part 08 – Hampir di Lecehkan!
9 Part 09 – Ulah Siapa?
10 Part 10 – Ketakutan Rahayu!
11 Part 11 – Kekecewaan Hayu!
12 Part 12 – Kemarahan Hayu!
13 Part 13 – Semakin Jauh!
14 Part 14 – Bertengkar Hebat!
15 Part 15 – Perlawanan Pertama!
16 Part 16 – Kecemburuan Devan!
17 Part 17 – Perubahan Hayu!
18 Part 18 – Mengejar Cinta dan Kecemburuan Devan!
19 Part 19 – Pertengkaran yang tiada habisnya!
20 Part 20 – Keberanian Hayu! Great!
21 Part 21 – Berbaikan!
22 Part 22 – Rencana Sepasang Suami Istri!
23 Part 23 – Kamu Gila!
24 Part 24 – Terungkap!
25 Part 25 – Kamu Jahat!
26 Part 26 – Menjadikannya Milikku!
27 Part 27 – Meminta Hakku!
28 Part 28 – Menyesal!
29 Part 29 – Mencoba untuk Menerima!
30 Part 30 – Devan Vs Johan
31 Part 31 – Sakit!
32 Part 32 – Hayu vs Zara and Johan
33 Part 33 – Emosi yang Meledak-ledak!
34 Part 34 – Membayar Lunas!
35 Part 35 – Kepergian Devan!
36 Part 36 – Hamil?!!!
37 Part 37 – Devan yang Ngidam!!
38 Part 38 – Bayinya Bergerak
39 Part 39 – Mangga Muda untuk Devan!
40 Part 40 – Keanehan yang menjadi-jadi
41 Part 41 – Hayu dan Dafa
42 Part 42 – Dia, Giovano Nagara!
43 Part 43 – Keseharian Gio dan Hayu
44 Part 44 – Ulang Tahun, Gio
45 Part 45 – Lima Tahun!
46 Part 46 – Papa vs Anak
47 Part 47 – Rencana Gio
48 Part 48 – Kenyataan Pahit!
49 Part 49 – Meminta Izin
50 Part 50 – Perjalan Menuju Kota!
51 Part 51 – Pertemuan Pertama yang Menyedihkan
52 Part 52 – Kegalauan Hayu
53 Part 53 – Pertemuan Pertama Gio dan Devan!
54 Part 54 – Menjadi OB di perusahaan Devan!
55 Part 55 – Kejahilan Devan!
56 Part 56 – Aku Istrimu!
57 Part 57 – Yang diSukai Devan?
58 Part 58 – Kecemburuan Devan!
59 Part 59 – Ketegaran Gio
Episodes

Updated 59 Episodes

1
Part 01 – Menemukan seorang Pria Tampan
2
Part 02 - Rumor Buruk
3
Part 03 – Siapa Wati dan Luna?
4
Part 04 – Terselamatkan
5
Part 05 – Mendadak Menikah!
6
Part 06 – Edisi Jadi Istri Hari Pertama!
7
Part 07 – Imanku!
8
Part 08 – Hampir di Lecehkan!
9
Part 09 – Ulah Siapa?
10
Part 10 – Ketakutan Rahayu!
11
Part 11 – Kekecewaan Hayu!
12
Part 12 – Kemarahan Hayu!
13
Part 13 – Semakin Jauh!
14
Part 14 – Bertengkar Hebat!
15
Part 15 – Perlawanan Pertama!
16
Part 16 – Kecemburuan Devan!
17
Part 17 – Perubahan Hayu!
18
Part 18 – Mengejar Cinta dan Kecemburuan Devan!
19
Part 19 – Pertengkaran yang tiada habisnya!
20
Part 20 – Keberanian Hayu! Great!
21
Part 21 – Berbaikan!
22
Part 22 – Rencana Sepasang Suami Istri!
23
Part 23 – Kamu Gila!
24
Part 24 – Terungkap!
25
Part 25 – Kamu Jahat!
26
Part 26 – Menjadikannya Milikku!
27
Part 27 – Meminta Hakku!
28
Part 28 – Menyesal!
29
Part 29 – Mencoba untuk Menerima!
30
Part 30 – Devan Vs Johan
31
Part 31 – Sakit!
32
Part 32 – Hayu vs Zara and Johan
33
Part 33 – Emosi yang Meledak-ledak!
34
Part 34 – Membayar Lunas!
35
Part 35 – Kepergian Devan!
36
Part 36 – Hamil?!!!
37
Part 37 – Devan yang Ngidam!!
38
Part 38 – Bayinya Bergerak
39
Part 39 – Mangga Muda untuk Devan!
40
Part 40 – Keanehan yang menjadi-jadi
41
Part 41 – Hayu dan Dafa
42
Part 42 – Dia, Giovano Nagara!
43
Part 43 – Keseharian Gio dan Hayu
44
Part 44 – Ulang Tahun, Gio
45
Part 45 – Lima Tahun!
46
Part 46 – Papa vs Anak
47
Part 47 – Rencana Gio
48
Part 48 – Kenyataan Pahit!
49
Part 49 – Meminta Izin
50
Part 50 – Perjalan Menuju Kota!
51
Part 51 – Pertemuan Pertama yang Menyedihkan
52
Part 52 – Kegalauan Hayu
53
Part 53 – Pertemuan Pertama Gio dan Devan!
54
Part 54 – Menjadi OB di perusahaan Devan!
55
Part 55 – Kejahilan Devan!
56
Part 56 – Aku Istrimu!
57
Part 57 – Yang diSukai Devan?
58
Part 58 – Kecemburuan Devan!
59
Part 59 – Ketegaran Gio

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!