Pertanyaan itu tidak dijawab sama sekali oleh Luna. Dia lebih memilih mempercepat pengobatan Devan.
"Kenapa kau hanya diam?" tanya Devan.
"Ti-tidak ada apa-apa. Hanya saja, aku cukup tertarik denganmu," jawab Luna, membuat Devan engah.
Bisa-bisanya dia tertarik dengan Suami orang lain,' batin Devan mengeleng-geleng.
Devan kembali kerumahnya setelah pergi dengan Luna, yang nyatanya tak mendapatkan hasil apapun. Walau begitu, Devan mengetahui seberapa bencinya Luna pada Hayu. Devan juga tahu, bahwa Luna saat ini dalam misi mendekati dirinya, yang entah apa tujuannya.
"Assalamu'alaikum."
Hening!
Keadaan rumah terasa hening, membuat Devan mengernyit heran. Kemana Istrinya?
"Astaga, dimana Hayu? Apa dia terluka?" gumam Devan mengingat kejadian tadi, yang seharusnya ia pergi bersama sang Istri.
"Hayu!"
"Hayu!"
Devan berlari ke kamar dan menadapati gadis itu sedang tertidur dengan mata yang sembab.
"Kenapa dia menangis..." Devan menatap wajah tidur Hayu. Membuat jantungnya merasakan desiran aneh.
"Apa yang terjadi?"
Hayu yang terusik, akhirnya membuka matanya menatap sang suami yang sudah berdiri didepannya. Hayu yang mengingat kembali kejadian tadi seketika terdiam dan mengalihkan pandangannya dari Devan.
"Kenapa menghindar?"
"Enggak! Siapa yang menghindar?" tanya balik Hayu dengan ketus. Bisa-bisanya Devan tidak menyadari kesalahannya.
"Sudahlah... Kamu harus menjauhi Johan, dan menghindar sebisa mungkin," ucap Devan, yang tiba-tiba membuat Hayu emosi.
"Emangnya kenapa harus menghindar? Kamu aja deket-deket sama Luna biasa aja. Padahal jelas-jelas dia dibalik semua ini," ketus Hayu, tak terima. Devan bisa lalu kenapa ia tak bisa.
Devan menatap Hayu. "Dia berbahaya Rahayu... Kau lihat saja tadi dan dari cerita kamu kemarin?" tanya Devan balik. Devan hanya mencemaskan keselamatan Hayu saja, ia tak memiliki niat atau maksud lain.
"Sudahlah! Terserah kamu aja, Dev!"
Hayu dengan segera menutupi dirinya dengan selimut, karena tak habis pikir dengan Devan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Baguslah! Rencana hari ini sudah berhasil. Dan, aku yakin mereka sedang bertengkar saat ini, haha." Luna tertawa terbahak-bahak dengan memikirkan bagaimana menderitanya Hayu, namun tanpa menyebutkan namanya jika ia sebut maka akan ada ayam jantan yang berkokok didepannya. Siapa lagi jika bukan Johan?
"Benar. Dan, aku tidak sabar lagi menunggu perceraian mereka, haha," kekeh Johan, dengan senyuman licik.
Dan, aku akan mendapatkan Devan. Pria itu sangat tampan dan sayang jika melepasnya begitu saja,' batin Luna dengan semangat. Sejak pertama kali melihat Devan ia sudah jatuh cinta dengan rupa Devan yang bak pahatan patung yang begitu sempurna dan mempesona.
Kapan lagi ia akan mendapatkan orang seperti Devan didesa ini, walau banya mungkin diluar sana yang menandingi ketampanan Devan.
"Rencana apa lagi untuk selanjutnya?" tanya Johan, yang dengan siap hanya menerima rencana dari Luna dan Ibunya.
"Itu mudah... Kau hanya perlu....."
Johan dan Luna saling bertatapan lalu tertawa keras. Merasa rencana mereka kali ini akan benar-benar berhasil dan membuahkan hasil yang sangat mereka nanti-nanti kehadirannya. Yaitu perceraian Devan dan Hayu, juga kehancuran Hayu dan Ratna.
...----------------...
Hayu menyiapkan sarapan pagi Devan. Dengan wajah ditekuk. Bahkan saat lelaki itu makan, Hayu tidak mengambil sayur dan nasi sama sekali, membaut Devan bingung dan terdiam karena itu hal yang biasanya dilakukan gadis itu sebagai Istri untuknya.
"Kalian kenapa? Ibu perhatiin diam-diaman saja? Ada masalah?" tanya Ratna yang sudah tak tahan lagi dengan keheningan yang mematikan ini.
Yang ditanya hanya tersenyum canggung sambil memikirkan alasan apa yang tepat.
"Ah, karena Devan menyebalkan dia tidak memakan bekal buatanku!"
"Ah, karena Hayu tiba-tiba marah saja," jawab Devan, membuat Hayu melotot sempurna.
"Hah? Maksud kalian apa sih? Kenapa jawabannya beda gini, hmm?" tanya Ratna makin penasaran.
"Enggak kok, Bu. Maksud aku Devan enggak makan bekalnya makanya aku marah itu aja kok. Ya, kan sayang," ujar Hayu, memeluk tangan Devan dengan manja. Tidak ingin membuat sang Ibu berpikir buruk tentang ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
Grey Mahendra
Karena dia gila devannnnn!
2022-09-02
2