Chapter 11

Pak Rahman yang baru pulang segera menuju ke kamar mandi untuk bersih-bersih. Masih terbesit di dalam benak ayah apa yang habis dilakukan oleh Pak Rahman sampai tangannya penuh dengan luka goresan dan beberapa ada juga luka bekas gigitannya.

"Ahh mungkin saja Pak Rahman sehabis menyembuhkan orang yang pengguna kekuatan khodam macan putih, dan mungkin cakaran dan gigitan itu berasal dari orang yang pak Rahman sembuhkan!" gumam ayah dalam hati.

Lalu selang 30 menit kemudian pak Rahman selesai membersihkan tubuh. Lalu ia menemui ayah, mamah dan Tirta di ruang tamu. Seperti biasa Pak Rahman langsung duduk dan menyapa mereka.

"Maaf membuat kalian lama menunggu. Saya tadi ada urusan yang genting. Saya habis menetralisir pengguna khodam macan. Syukur alhamdulillah berhasil disembuhkan!" ucap Pak Rahman.

"Oh tidak apa-apa pak Rahman. Kami juga memang sudah tau kalau profesi pak Rahman sebagai paranormal pasti akan banyak pasien!" ucap Ayah.

"Jadi bagaimana pak Rahman, selanjutnya apa yang harus kami lakukan untuk mendapatkan mutiara ular yang anda ceritakan kemarin?" lanjut ayah bertanya.

"Kita akan pergi kesana bersama-sama pak. Saya akan ikut, karena saya ingin berjuang bersama kalian!-

"Nanti kita akan saling berpencar namun tidak terlalu jauh," seraya memberikan kantung yang berisi sesuatu yang berbau amis, "Di dalam kantung ini berisi potongan daging gagak yang sudah saya lumuri darah ayam cemani, kita akan masing-masing memegang satu kantung!" ucap Pak Rahman lalu memberikan masing-masing 1 kantung.

Mamah Maryam yang gampang mual jika mencium bau yang tidak sedap termasuk bau amis darah, mendadak ia mual dan hampir muntah. Namun Ayah langsung segera mengurut-urut kepalanya agar mamah menjadi rileks kembali. Setelah itu ayah memberikan masker yang sudah dibaluri oleh minyak telon agar mamah tidak mencium bau amis yang menyengat dari kantung.

"Terima kasih ayah," ucap mamah kepada ayah.

"Nanti apapun yang terjadi jangan mamah lepas ya maskernya, soalnya bau amis dari kantung ini sangat menyengat!" ucap ayah.

Pak Rahman kembali mengintruksikan apa-apa yang harus dilakukan dalam melaksanakan tugas untuk mengambil mustika ular.

"Daging gagak ini adalah alat untuk memancing ular-ular yang menjaga pintu tempat dimana ratu ular berada. Saat kalian melihat banyak hantu siluman ular yang memakan daging yang di kantung itu, segeralah berkumpul di tengah hutan dimana ada batu besar disana. Disanalah mustika ular tersembunyi!" ucap Pak Rahman.

"Bebatuan itu adanya dimana pak?" tanya ayah.

"Nanti terlebih dahulu saya akan memberitahukan lokasinya kepada kalian, baru setelah itu kita berpencar!" ucap Pak Rahman.

Ayah, mamah dan Tirta mengangguk pertanda kalau mereka sudah mengerti dengan apa yang disampaikan oleh Pak Rahman. Lalu mereka bertiga dan juga Pak Rahman segera bersiap-siap untuk menjalankan misi mengambil mustika ular yang menyimpan energi gaib yang besar.

#### #### #### #### #### #### ####

Sementara di suatu tempat yang tidak diketahui ada dimana. Tempat yang sangat gelap, hanya sedikit cahaya yang ada disana, sehingga suasana disana tampak lebih remang-remang. Terlihat seorang anak perempuan berusia sekitar antara 8 tahun sampai 10 tahun sedang duduk dan menangis tanpa henti. Terdengar kalau ia menyebut banyak nama di dalam tiap tangisannya.

"hiks, hiks, hiks.... Ayah, Mamah, Kakak! Kalian semua pada dimana? Nana disini takut sendirian!" ucap anak perempuan itu.

Rupanya anak perempuan itu adalah Nana, adiknya Tirta yang sudah 4 hari hilang. Rupanya Nana benar masih hidup, namun kini ia sedang tersesat di dimensi yang berbeda dengan dimensi manusia. Ia kini berada di dimensi gaib yang mungkin sama sekali tidak ada akan ada manusia yang akan ia temui disana. Setiap hari Nana hanya berlari dan terus berlari berharap bisa menemukan jalan pulang untuk bertemu dan berkumpul kembali dengan kedua orang tua dan kakaknya di rumah.

"Nana takut disini ayah! Tiap hari Nana dikejar sama monster yang serem. Nana pengen ketemua ayaaaah. hiks.. hiks...!" lagi-lagi Nana menangis dan meracau karena berharap ayahnya akan menjemputnya pulang.

Ditengah-tengah tangisannya, terdengar suara auman yang sangat keras dan menggetarkan hati Nana. Suaranya seperti sangat dekat sekali, Nana langsung buru-buru mencari tempat bersembunyi di atas sebuah pohon besar yang mirip dengan Pohon Darah Naga yang tumbuh di pulau Socotra.

"Doom.. Doom!" suara bebatuan yang seperti tersandung sesuatu yang sangat besar, namun belum tahu itu apa.

Nana yang masih bersembunyi di atas pohon mencoba memberanikan diri untuk mengintip dari atas pohon.

"Rooaaaaaaarrrrrr!" suara auman yang sangat keras hingga menghasilkan dorongan angin yang menggerakkan pohon di sekitar makhluk yang mengaum itu.

Makhluk yang mengaum itu mirip seperti seekor macan raksasa yang bisa berdiri, namun memiliki mata yang menyala serta taring yang panjang. Tak hanya itu makhluk itu juga hanya bermata satu tepat berada ditengah wajahnya.

Namun makhluk itu seperti di rantai dan yang memegang rantainya adalah makhluk yang bertubuh seperti manusia kurus kering, berambut panjang, berkulit hitam busuk dan berwajah rata serta penuh dengan lubang-lubang yang besar mirip sarang lebah. Kemungkinan makhluk raksasa itu adalah senjata atau peliharaan makhluk kecil yang memegang rantai yang membelenggu raksasa.

"Ada apa Maung ireng, kenapa kau berhenti disini?" ucap si pemegang rantai.

"Aku seperti mencium bau manusia di area sini, aku merasa lapar karena menciumnya!" ucap raksasa itu yang ternyata juga bisa berbicara.

Melihat pemandangan yang sangat mengerikan itu, membuat Nana menjadi sangat ketakutan. Akan tetapi ia tidak bisa berbuat banyak, kalau dia turun dan lari, pasti ia akan kena dikejar oleh 2 makhluk aneh itu. Nana pun memutuskan untuk tetap bersembunyi di atas pohon.

Nana masih sambil mengintip dan memantau aktivitas 2 makhluk aneh yang mirip monster dan bahkan lebih seram daripada monster-monster yang ada di film Star wars dan Avengers Infinity Wars. Nana hanya bisa terus membaca ayat-ayat suci yang sering diajarkan oleh ayah dan mamahnya.

Namun seolah harimau raksasa itu mengetahui dimana asal bau manusia yang ia cium itu. Lalu Harimau raksasa itu menoleh tepat ke arah pohon dimana Nana bersembunyi. Sontak Nana yang mengintip langsung terkejut dan menunduk dengan cepat sambil berharap semoga harimau raksasa itu tidak sempat melihat dirinya yang sedang mengintip.

Nana terus membaca ayat-ayat suci. Sementara harimau raksasa itu mulai bergerak mendekati pohon tempat Nana bersembunyi. Terdengar suara dentuman yang menggema saat harimau raksasa itu melangkah. Semakin lama semakin terasa dekat, Nana terus membaca ayat-ayat suci sampai ia menangis.

Bersyukur saat harimau raksasa itu sudah sangat dekat dengan pohon, tiba-tiba langkahnya terhenti karena ia melihat sesuatu. Rupanya harimau itu melihat ada hantu Tuyul yang mencoba membuat portal penghubung antara dunia gaib dengan dunia manusia. Harimau raksasa dan makhluk bermuka rata itu langsung dengan cepat memusnahkan hantu tuyul yang mencoba membuka portal penghubung dua dunia. Rupanya mereka adalah penjaga yang bertugas menghentikan makhluk gaib yang mencoba masuk ke alam dunia manusia. Nana menjadi semakin takut, namun rupanya 2 penjaga itu terus melanjutkan langkahnya menjauhi Nana yang bersembunyi. Nana mulai merasa lebih tenang.

Nana yang sudah merasa sedikit tenang tak henti-hentinya mengucap syukur kepada Tuhan. Ia juga terus berdoa agar ia bisa pulang kerumah. Memang selama berada di dimensi gaib, Nana sama sekali belum merasakan lapar meskipun ia sudah berharu-hari berjalan dan bersembunyi disaat ada makhluk yang seram terlihat oleh matanya. Nana pun melamun dan membayangkan seandainya jika nanti ia berhasil menemukan jalan pulang.

Namun disaat Nana sedang enak-enaknya melamun, tiba-tiba ada tangan yang berkulit putih pucat menepuk bahunya dari belakang dan membuat Nana terkejut. Karena ketakutan, Nana mencoba menoleh ke belakang secara perlahan-lahan dan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!