Chapter 9

"Tugas kalian selanjutnya adalah mengambil mustika ular cobra yang ada di kerajaan ular di hutan dekat danau setu cikaret!-

"Untuk mendapatkannya adalah hal yang sulit!", mencoba berdiri, "Mungkin salah satu dari kalian akan kehilangan nyawa!" ucap Pak Rahman.

"Sebaiknya kalian pikirkan lagi konsekuensinya, aku rasa sebaiknya kalian berhenti sampai disini!" lanjut Pak Rahman.

#########

Mendegar ucapan Pak Rahman yang sangat serius. Ayah, Mamah dan Tirta serta Ibu Maya dan Linda terdiam tanpa kata. Mereka tidak mengerti apa yang dimaksudkan dari kata-kata pak Rahman mengenai konsekuensi yang harus diterima jika keluarga Pak Andi masih bersikukuh ingin menjemput Nana.

"Apa maksud anda pak Rahman? Kenapa tiba-tiba anda menjadi pesimis seperti ini, bukankah dari awal anda yang begitu bersemangat membantu kami pak?" tanya Ayah penasaran.

"Maaf pak Andi. Jujur sebenarnya dari awal saya tidak yakin anda akan berhasil, hantu lembu itu sangat kuat Pak!-

"Tapi karena kalian terlihat sangat bersemangat, jadi saya mencoba membantu anda pak, saya bimbing anda untuk bisa menghadapi hantu lembu, tapi!-

"Saat saya melihat betapa besarnya cinta kalian, saya merasa sangat berdosa telah menjerumuskan kalian kepada keyakinan yang salah!" ucap Pak Rahman panjang.

"Apa maksud perkataan anda pak? Saya semakin tidak mengerti dengan itu semua? Perjelaslah!" ucap Pak Andi.

"Jujur pak Andi, sebelum anda, ada seorang ayah yang lebih dulu melakukan hal ini daripada anda! Dan ia mendapatkan keberhasilan, namun banyak mengorbankan nyawa orang yang dicintainya!" ucap Pak Rahman.

"Lalu apa masalahnya dengan anda pak? Bukankah itu hanyalah mitos zaman dahulu saja?", Ayah menghampiri Pak Rahman, "Yang saya yakini hanyalah Tuhan yang bisa mencabut nyawa manusia pak!" ucap Ayah.

"Sebenarnya itu bukan hanya mitos pak Andi! Tapi itu kenyataan, saya lah saksinya!" kata Pak Rahman seraya menunduk.

"Maksud pak Rahman?" tanya ayah, sementara yang lainnya hanya bisa fokus mendengarkan pembicaraan antara Pak Rahman dengan Pak Andi ayahnya Tirta.

"Saya adalah anak dari orang yang dikisahkan itu pak! Ayah saya telah kehilangan banyak orang yang ia cintai hanya untuk menyelamatkan saya yang diculik oleh hantu lembu 35 tahun yang lalu!" tutur Pak Rahman.

Sungguh mengejutkan, ternyata kisah rumor hantu lembu yang pernah menculik seorang anak kecil itu adalah benar adanya. Dan orang yang diculik itu adalah Pak Rahman semasa kecilnya.

#######

Flashback 32 tahun yang lalu dimana Pak Rahman masih berusia 10 tahun. Kala itu Ayahnya Pak Rahman yang berprofesi sebagai buruh serabutan, hendak ingin menjala ikan di tengah danau untuk nanti dijadikan sebagai lauk buat makan. Pak Rahman kecil adalah anak yang manja dan sangat dekat dengan ayahnya. Ia merengek meminta agar dirinya dibolehkan ikut ayahnya menjala di danau setu cikaret.

Awalnya ayahnya Pak Rahman kecil tidak mau mengajaknya karena dilarang oleh istrinya. Namun karena Pak Rahman kecil terus menangis dan merengek, akhirnya ia pun diperbolehkan ikut.

Awalnya semua berjalan dengan normal dan baik-baik saja. Ikan yang didapatkanpun sangat banyak. Hal itu membuat ayahnya Pak Rahman sangat senang. Namun tiba saat sore menjelang maghrib, awan berubah menjadi mendung. Ayahnya Pak Rahman kecil pun segera bergegas mengayuh perahu rakit untuk menepi dan pulang. Namun, sebelum sampai ke tepi danau, tiba-tiba ada yang menyundul perahu dari dasar danau hingga mengakibatkan perahu terbalik dan Pak Rahman kecilpun hilang bagaikan ditelan danau. Ayahnya Pak Rahman yang kesulitan mencari Pak Rahman kecil, meminta bantuan warga setempat, namun tak juga ditemukannya Pak Rahman kecil baik dalam keadaan hidup ataupun mati.

Pak Rahman kecil yang saat tenggelam seperti sedang memasuki sebuah lorong yang gelap. Ia melihat sekujur tubuhnya sedang di cengkeram kuat oleh tangan monster raksasa yang bertanduk seperti kerbau tapi berbulu seperti serigala. Ia sebenarnya bisa melihat ayahnya, namun sepertinya tak ada seorangpun yang melihatnya dan mendengar suaranya.

Saat terjebak di dunia gaib tersebut, Pak Rahman kecil bisa melihat segala aktivitas yang dilakukan oleh ayahnya untuk bisa menyelamatkan dirinya. Dari mulai bertarung dengan hantu krenyem untuk mendapatkan anggrek hitam, bertarung dengan hantu kolong wewe sampai hampir mengorbankan ibunya Pak Rahman kecil, lalu mengalahkan Hantu Ular Hitam untuk mengambil mustika ular yang mengakibatkan ibunya Pak Rahman kecil tewas karena terjatuh dari atas pohon yang tinggi dalam posisi kepala di bawah. Barulah Ayahnya Pak Rahman kecil bisa masuk ke dunia gaib dan menuju istana hantu Lembu untuk membawa kabur Pak Rahman kecil.

Meskipun Pak Rahman dan ayahnya senang karena bisa bertemu kembali. Namun musibah itu telah menanamkan luka yang teramat dalam karena telah merenggut nyawa ibunya Pak Rahman kecil. Selama hidupnya, Pak Rahman kecil tidak tega melihat ayahnya yang stres dan sering mengurung diri. Puncaknya adalah setelah 7 tahun kemudian, Pak Rahman kecil menemukan ayahnya tewas karena gantung diri di pohon dekat danau setu cikaret. Hidup Pak Rahman semakin kacau, akhirnya ia memutuskan untuk merantau kerja di ibukota dan melupakan masa lalunya yang kelam.

Lalu barulah 24 tahun kemudia ia kembali ke tempat asalnya di Cikaret bersama keluarga barunya. Kini tempat itu menjadi ramai dan peradabannya berubah. Danau setu cikaret yang dahulunya angker, kini menjadi tempat wisata yang asyik bagi orang-orang. Setidaknya hal itu tidak membuat Pak Rahman teringat kembali dengan masa lalunya.

Namun masa lalunya kembali terngiang saat ia mendapat kabar dari putrinya bahwa ada seorang bocah perempuan yang tenggelam di danau setu cikaret, namun tidak ditemukan jasadnya baik hidup ataupun mati. Karena saat putrinya kecil, Pak Rahman sering menceritakan rumor tentang hantu Lembu kepada putrinya yang bernama Linda. Tujuannya agar putrinya tidak pernah berani bermain di dekat danau. Namun kini ia mendapat kabar kalau hantu Lembu kembali memakan korban.

Tadinya Pak Rahman bernit memberitahukan Pak Andi ayahnya Tirta agar mengikhlaskan saja putrinya yang bernama Nana. Namun karena ia melihat Pak Andi, Istrinya dan Putranya sangat merasa kehilangan, sehingga Pak Rahman tidak tega untuk mengatakan apa yang sebenarnya ingin ia katakan. Jadilah Pak Rahman membawa mereka ke permasalahan yang lebih rumit.

Scene berpindah kembali dimasa kini, dimana Pak Rahman sudah selesai bercerita tentang masa lalunya yang pernah diculik hantu lembu.

"Andaikan saya dari awal tidak bilang kalau putri kalian itu masih bisa ditolong sebelum 7 hari, pasti kalian akan pasrah namun akan selalu dirundung kesedihan,"-

"Maka dari itu saya coba memberitahu anda cara untuk masuk dunia gaib. Lalu kalian merasakan kesulitan saat melaksanakannya, tapi rupanya kalian bukannya putus asa, justru kalian semakin berani dan yakin! Aku menjadi semakin bersalah!" ucap Pak Rahman.

"Tidak pak Rahman, apa yang terjadi dengan keluarga anda di masa lalu bukanlah karena kesalahan anda. Itu semua sudah takdir Pak Rahman!" ucap ayah mencoba menghibur Pak Rahman.

"Tidak Pak Andi! Andai saja saat itu saya tidak memaksa untuk ikut, mungkin ayah saya tidak akan terus menjala ikan sampai menjelang malam dan hal itu tidak akan terjadi!" ucap Pak Rahman yang lalu kembali mengambil pisau yang jatuh ke lantai.

"Hei Pak Rahman apa yang mau anda lakukan? Janganlah melakukan sesuatu dalam keadaan hati yang galau!" ucap Ayah mencoba menenangkan suasana yang mulai runyam.

Entah apa yang ingin Pak Rahman lakukan sekarang. Ia tetap mengambil pisau itu, kini ia bahkan memandangi pisau itu sambil meliuk-liukannya di depan wajahnya sendiri.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!