Tirta dan kawan-kawan masih merasakan syok dan ketakutan. Tirta mencoba menyelam kembali ke dalam danau untuk mencari Nana. Namun Tirta tak mendapatkan apapun. Tirta merasa sangat frustasi karena kehilangan Nana. Entah bagaimana perasaan ayah dan ibu nanti kalau tahu Nana tenggelam dan menghilang, tentu pasti mereka akan sangat sedih dan kehilangan. Tirta merasa sangat berdosa kepada Nana. Ia gagal menjaga adik kesayangannya. Ia gagal menjadi seorang kakak.
Teman-teman yang lain menyarankan agar sebaiknya Tirta mengadukan hal ini kepada orang tuanya agar orang tuanya segera melapor ke pihak yang berwenang untuk dilakukan pencarian. Dengan hati yang sedih Tirta dan teman-temannya menemani Tirta untuk pulang dan mengadukan hal ini kepada orang tuanya Tirta.
Sesampainya dirumah Tirta, Tirta menghampiri ayah dan ibu nya yang sedang resah menanti anaknya yang belum pulang.
"Tirta kemana aja kamu jam segini baru pulang? kemana juga adikmu Nana?" tanya Ayah kepada Tirta.
"Maafkan Tirta bu, maafkan Tirta ayah. Tirta udah nakal, Tirta.. Tirta nggak bisa jagain Nana!" ucap Tirta lalu menangis menyesal karena tidak bisa menjaga adiknya.
"Apa maksud kamu Tirta? jangan bercanda, kemana adik kembarmu Nana?" ayah masih terus bertanya agar Tirta menjawab dengan kepastian.
Lalu salah seorang teman Tirta yang bernama Edo menyela perbincangan lalu berkata, "Nana tenggelam di danau setu cikaret om tante, kami nggak bisa nemuin Nana".
Mendengar ucapan Edo membuat Ibunda Tirta tidak bisa menahan kesedihan dan rasa kaget hingga ia merasakan sulit bernafas dan lalu pingsan. Semua menjadi panik, Tirta pun berulangkali mengucapkan kata maaf kepada ibunya. Sang ayah pun membopong ibunda ke kamar agar segera diberikan pertolongan darurat. Melihat kondisi ibu yang cukup membaik, kini giliran ayah yang mencoba untuk tetap tenang lalu menanyakan kronologi kejadiannya kepada Tirta dan teman-teman yang lain.
"Jadi begini Ayah. awalnya kami semua hanya memancing ikan gabus di tengah danau setu cikaret. Kami semua dapat ikan yang besar sekali. Karena berat lalu kami lepaskan ikan yang paling besar. Tetapi tiba-tiba ada yang menabrak perahu kami sampai terbalik. Kami pun tenggelam, tetapi kami bisa selamat dan menepi. Tetapi kami kehilangan Nana" tutur Tirta menjelaskan kepada Ayahnya.
"Kami semua sudah berusaha mencari Nana lebih keras lagi. Namun kami tidak mendapatkan hasil. Linda bilang kalau Nana diculik hantu Lembu yang menyerupai pusaran air. aku nggak percaya hantu Ayah. aku yakin Nana masih hidup. Dia pasti nunggu aku jemput" Tirta melanjutkan perkataannya.
"Ayo, Yah! Kita harus lapor polisi Yah, biar pak polisi yang mencari Nana" pinta Tirta.
Sang Ayah memang sangat bijak. Mendengar penjelasan anaknya tersebut ia tidak serta merta marah kepada Tirta. Tapi justru ia mencoba menenangkan perasaan Tirta yang kehilangan adiknya.
"Tenang ya Tirta. ayah akan lapor tim SAR. Tim SAR pasti akan menemukan Nana. aamiin" ucap ayah menghibur Tirta.
"ayah janji ya" ucap Tirta. Sang ayah hanya mengangguk dan tersenyum kepada Tirta.
Lalu sang ayah segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian dan tim SAR. Rencananya malam ini juga tim SAR akan segera melakukan penyusuran danau guna menemukan Nana baik dalam keadaan hidup maupun mati. Sementara Ayah, Tirta dan kawan-kawan menunggu kabar baik di pinggir danau. Mereka berharap Tuhan akan menyelamatkan Nana.
Linda menghampiri Tirta yang sedang gelisah menantikan hasil pencarian Nana, mencoba mengatakan sesuatu kepada Tirta.
"Tirta, kalau sampai tim SAR belum bisa menemukan Nana juga. Menurutku benar Nana itu diculik lembu. Buktinya tidak ada satupun benda yang Nana pakai mengapung di air. Kalau memang Nana diculik lembu, kita harus mencarinya dengan kekuatan gaib juga" tutur Linda.
"kamu ini linda. memangnya kamu tau dari mana soal gaib. kamu kan sama dengan kita, sama-sama anak kecil dan penakut" ucap Tirta.
"Iya, Lin! Kamu ini tau dari mana soal hantu Lembu itu? Jangan-jangan kamu cuma ngarang ya" sindir Dimas.
"Aku pernah diceritain sama orang tua aku kalau di danau setu cikaret itu ada hantu Lembu yang berupa pusaran air. kalau sudah tersedot kedalam maka nggak akan pernah bisa ditemuin, kecuali dengan hal gaib" tutur Linda meyakinkan.
"Baiklah kalau begitu setelah tim SAR melaporkan kabar, aku akan ajak Ayah untuk temuin orang tua kamu. Siapa tau ayahku bisa mengerti apa yang dimaksud sama orang tua kamu" ucap Tirta.
Sudah hampir 2 jam penelusuran danau setu cikaret, namun belum juga ada kabar baik dari Tim SAR. Sang ayah mulai gelisah, ia takut kalau anak perempuannya tidak bisa ditemukan. Ia belum siap untuk mengikhlaskannya. Apalagi jangankan dalam keadaan hidup, bahkan mayatnya pun belum ditemukan. Jadi masih ada kemungkina kalau Nana masih hidup. Entah mungkin Nana terdampar di pinggiran danau lalu ditemukan oleh orang dan dirawat oleh orang yang menemukannya. Sang Ayah selalu berusaha untuk berpikiran positif.
5 jam pencarian berlalu. Tim SAR memutuskan untuk menghentikan pencarian karena sangat gelap dan akan melanjutkannya lagi besok pagi. Tirta yang ingin tahu perkembangan lalu menanyakan kepada ayahnya.
"Bagaimana ayah kabar dari pak tim SAR?" tanya Tirta.
"Nana belum ditemukan. Besok kita akan lanjut mencari Nana. Kamu banyak berdoa untuk adikmu ya nak" ucap ayah sambil mengelus kepala Tirta.
"Bagaimana kalau Nana memang benar diculik Lembu ayah? Apa ayah akan melakukan apapun demi mengembalikan Nana?" tanya Tirta.
"Tentu saja nak. Ayah akan lakukan apapun meski harus melawan hantu" jawab ayah.
"Kalau begitu besok ayah harus ikut aku bertemu orang tua Linda" pinta Tirta. Lalu dijawab dengan anggukan kepala sang ayah.
Waktu sudah larut malam. Tirta dan teman-teman pulang kerumah masing-masing. Tirta dan Ayahnya pulang kerumah lalu masuk ke kamar untuk tidur. Dilihatnya sang ibu oleh ayah dan masih tertidur di kasur. Dalam batin sang ayah merasakan hal yang sama dengan yang dirasakan oleh sang ibu yaitu sama-sama merasakan kehilangan. Karena tidak bisa tidur sang ayah memutuskan untuk meminum teh hangat dan menonton tv. Namun saat sedang menyeduh teh, sang ayah dikejutkan oleh sesuatu.
"Aaaaarrgghhhhhh!" suara teriakan yang mirip dengan suara ibu dan terdengar berasal dari kamar.
Segera sang ayah berlari menuju kamar dan menghampiri sang ibu. Lalu dilihatnya sang ibu sudah tersadar dan duduk dengan nafas yang terengah-engah seperti habis mimpi buruk.
"Kamu baik-baik aja Maryam?" tanya ayah kepada sang ibu dengan memanggil namanya.
"Mas Andi, aku takut mas. Aku takut kehilangan Nana" ucap sang ibu sambil lalu menangis dipelukan sang ayah.
"Tenang Maryam. Semua akan baik-baik saja" ucap ayah untuk menenangkan ibu.
"Tetapi mas aku tadi mimpi mas. Aku mimpi kalau Nana sedang dikejar-kejar makhluk menyeramkan mas. Dia minta tolong sama aku tapi aku nggak bisa tolongin dia mas" tutur sang ibu menceritakan mimpinya.
Mendengar penuturan istrinya itu membuat sang Ayah menjadi sedikit percaya dengan ucapan anak-anak. Sang ayah memutuskan kalau besok dia akan mengajak sang ibu dan Tirta untuk menemui orang tua Linda.
"Apaaaa??? bagaimana bisa anak kalian diculik Lembu? Pasti anak-anak yang lebih dahulu membuat gara-gara dengan hantu Lembu!?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
💎hart👑
masih nyimak
2022-09-23
1