Chapter 12

Namun disaat Nana sedang enak-enaknya melamun, tiba-tiba ada tangan yang berkulit putih pucat menepuk bahunya dari belakang dan membuat Nana terkejut. Karena ketakutan, Nana mencoba menoleh ke belakang secara perlahan-lahan dan.

#### #### #### #### #### #### ####

Scene kembali ke tempat dimana kini Ayah, Mamah, Tirta dan Pak Rahman sudah sampai di pinggir sungai Cilebut yang saat itu airnya sedang tidak dalam. Rupanya ada kebun kecil di pinggiran sungai tersebut yang di dalam kebun itu terdapat batuan besar yang saling tumpang tindih seolah menyusun seperti tempat bernaung suatu hewan.

"Lihatlah tumpukan batu besar itu!", Pak Rahman menunjuk ke arah batu besar yang saling tumpang tindih, "Di dalam batu itulah mustika ular yang kita cari tersembunyi!-

"Mengambilnya sekarang adalah hal yang sangat beresiko, maka dari itu kita harus pancing keluar ular siluman yang menjaga agar kita bisa mengambil mustikanya dengan mudah!" ucap Pak Rahman.

"Ahh aku faham, setelah kita berhasil mengambilnya lalu kita langsung pergi kan? Ini ternyata lebih mudah dari misi pertama kali saat menghadapi hantu krenyem!" ucap Ayah.

"Meskipun penjaganya sudah tidak ada, akan tetapi sang ratu siluman ular akan terus menjaga mustika itu, karena mustika ular itu sebenarnya adalah telur sang ratu!-

"Dimana jika menetas, ia akan menggantikan induknya menjadi ratu!" ucap Pak Rahman.

"Lantas dimana letak berbahayanya Pak?" tanya Mamah.

"Tentu saja seorang ibu tidak akan rela kehilangan anaknya bukan? Saat kalian ambil mustika itu, sang ratu ular akan mengamuk dan membunuh orang yang mengambil mustika itu!" ucap Pak Rahman.

Mendengar perkataan Pak Rahman, semuanya menjadi terdiam. Mamah yang penasaran kembali bertanya.

"Kalau seperti itu, berarti kita tidak mungkin berhasil membawanya, karena ratu akan membunuh kita semua!" ucap Mamah.

"Hmmm, ketahuilah, saat setelah bertelur, sang ratu tidak punya banyak energi, bahkam untuk bergerak pun tidak bisa. Energinya sudah habis untuk mengerami calon anaknya. Jika ia keluar dan mengamuk, maka ia akan menghabiskan seluruh energinya!-

"Dan jika kita bisa melawannya, maka sang ratu akan hancur!" ucap Pak Rahman.

"Karena itu kusarankan sebaiknya mustika itu langsung kalian bawa pergi, biar saya yang menahan ratu sampai akhir!" lanjut Pak Rahman.

"Apakah anda tidak takut kalau nanti anda akan.....!" ucap Ayah terhenti karena Pak Rahman memberikan kode kepada ayah untuk berhenti bicara.

"Aku memang berniat akan mengorbankan nyawaku asalkan kalian berhasil menjemput putri kalian! Tapi aku berharap, kalian juga bisa menghancurkan hantu lembu dengan ini!" ucap Pak Rahman sambil memberikan sebuah senjata seperti kujang.

"Tancapkan kujang itu tepat di jantung hantu Lembu! Maka kalian telah menjadi seorang pahlawan yang menghancurkan iblis!" ucap Pak Rahman dengan ekspresi penuh dendam tiap kali mengingat hantu Lembu.

Ayah menerima senjata kujang pemberian Pak Rahman, lalu menyimpannya di saku celananya. Lalu kini mereka kembali menunggu aba-aba dari Pak Rahman.

Pak Rahman meminta agar Ayah dan yang lainnya berpencar ke 4 arah. Ayah menunu ke utara, Mamah ke arah selatan, Tirta ke arah Timur dan Pak Rahman menunggu di depan batu yang diduga tempat mustika ular berada. Ketiganya mematuhi perintah Pak Rahman sambil membawa kantung berisi daging yang bau amis menyengat.

Setelah masing-masing sampai di tempat, mereka pun mengeluarkan daging gagak yang sudah dilumuri darah ayam cemani. Lalu mereka membaca mantera pemanggilan siluman ular dengan khidmat.

"Santiayaka warahya ashoka, Parimpin kanumalapetaka wicaksa, sarumpuyan kawira angling dharma!" ucap ketiganya saat membaca mantera.

Sementara Pak Rahman yang berada di hadapan batu besar tempat mustika ular berada. Pak Rahman lalu merapal sebuah mantera lalu ditiupkanya ke kantung daging gagak miliknya. Lalu di lemparkan 1 potong daging gagak bercampur darah ayam cemani itu tepat di depan lubang di batu besar tersebut.

Awalnya tidak terjadi sesuatu pada daging itu, hingga selang beberapa menit tiba-tiba ada sesuatu yang menarik daging itu ke dalam lubang batu. Melihat kejadian itu Pak Rahman pun tersenyum, lalu ia melemparkan kembali 1 potong daging sedikit lebib jauh dari lubang. Maka keluarlah ular yang berukuran besar dari lubang berukuran kira-kira 1 meter. Bentuknya seperti ular cobra hitam dengan lidahnya yang menjulur. Lalu ular itu menyantap daging gagak dengan lahapnya.

Tak lama kemudian kembali keluar Siluman Ular dengan jumlah yang banyak dari lubang tersebut. Kira-kira hampir 10 Ular Siluman yang keluar. Mereka bisa berbicara seperti manusia, mereka sepertinya terkena jebakan. Mereka mencium bau daging amis dari 3 penjuru angin dan 1 dari depan istana mereka. Melihat misinya berhasil, Pak Rahman segera memberikan kode kepada Ayah, Mamah dan Tirta dengan melakukan panggilan tidak terjawab.

Ayah, Mamah dan Tirta yang menerima panggilan tidak terjawab dari Pak Rahman, segera bergegas menuju tempat Pak Rahman berada. Sesuai yang di intruksikan oleh Pak Rahman, sebelum pergi kembali ke tempat awal dan berkumpul dengan Pak Rahmman, mereka lebih dulu melempar kantung berisi daging gagak bercampur darah cemani itu tanpa disebar. Tujuannya adalah agar nanti siluman ular menjadi saling berebut kantung dan itu kan memberikan mereka waktu yang cukup untuk mencuri mustika ular. Selang beberapa menit mereka pun melihat Siluman Ular yang bergerak mendekati kantung yang mereka lempar. Segera mereka bertiga lari dari tempat mereka masing-masing menuju tempat Pak Rahman yang kini sudah ada di depan Batu besar istana Ratu Ular.

#### #### #### #### #### #### ####

Scene kembali ke dimensi gaib dimana Nana berada.

Rupanya sosok tangan putih pucat yang menepuk punda Nana dari belakang adalah sosok makhluk seperti anak kecil dengan kepala botak plontosnya dan bulu alis mata yang tebal. Makhluk itu terlihat hanya seperti mengenakan koteka berwarna putih dan nyaris seperti popok untuk bayi. Melihat perawakan makhluk tersebut, Nana yakin kalau itu adalah sosok hantu tuyul.

Rupanya hantu Tuyul tidak jahat. Justru ia ingin mengajak Nana pergi ke tempat yang lebih aman agar tidak ditemukan oleh makhluk gaib lain yang rata-rata kejam. Nana yang merasa kalau hantu Tuyul itu tidak jahat, lalu menerima ajakannya untuk ikut ke tempat dimana hantu Tuyul tinggal.

Rupanya hantu Tuyul tinggal di tempat yang sedikit lebih terang. Banyak sekali arena permainan di tempat Tuyul tinggal. Ada juga semacam danau kecil yang menjadi tempat para Tuyul bermain. Rupanya para Tuyul sangat hobi bermain air sambil memainkan seekor kepiting yuyu kecil. Nana terlihat mudah akrab dengan hantu Tuyul. Bahkan ia memanggil hantu Tuyul yang membantunya itu dengan sebutan nama Kak Dino. Hantu Tuyul hanya mengangguk menerima panggilan yang diberikan oleh Nana.

"Oh iya kak Dino, sebenarnya kalian ini Hantu Dari jenis apa?" tanya Nana.

"Kami itu adalah hantu dari jenis Linsang. Leluhur kami bernama Ifrit memberikan kami kemampuan menjadi wujud yang selalu tampak seperti anak-anak, padahal usia kami semua disini rata-rata sudah 300 tahun!" ucap hantu Tuyul yang selalu seperti bocah cengengesan.

"Wow oh ya, berarti kalian ini para hantu yang kecil tapi tua ya. hehehe!" ucap Nana menyindir. Karena sepertinya bangsa gaib tidak faham humor bangsa manusia, jadi Tuyul itu hanya mengeluarkan ekspresi yang biasa-biasa saja.

Lalu hantu Tuyul pun mengajak Nana ke tempat yang berada di atas pohon yang sangat besar. Hantu Tuyul bilang kalau di atas sana adalah tempat ibu mereka. Hantu Tuyul mengatakan kalau ibunya Tuyul itu lah yang memerintahkannya untuk menyelamatkan Nana agar tidak dimangsa oleh Hantu lain.

"Wah kalian juga punya ibu rupanya? Kalau begitu sama dengan aku, aku juga punya mamah yang baik dan sangat sayang sama aku!" ucap Nana.

"Kami juga tahu kalau mamah kamu sekarang lagi kangen banget sama kamu, makanya ibu kami ingin bertemu sama kamu, sebab katanya ibu kami pernah bertemu dengan ibu kamu!" ucap hantu Tuyul.

Mendengar ucapan hantu tuyul itu, Nana pun jadi penasaran juga ingin bertemu dengan ibunya Tuyul dan menanyakan kabar tentang Mamahnya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!