Esok harinya Ayah dan Tirta memutuskan untuk pergi bersama menuju kediaman Linda temannya Tirta. Mereka ingin menanyakan sesuatu yang ingin mereka ketahui dari ayahnya Linda yang bernama Pak Rahman. Segera bergegas mereka pergi kerumah Linda, dalam waktu 15 menit mereka sudah sampai. Memang rumah Linda dengan rumah Tirta tidaklah begitu jauh. Hanya berbeda Rukun Warganya saja tapi masih satu kelurahan.
"Selamat siang Linda, Linda, apakah Linda belum bangun ya?" ucap Tirta karena sudah hampir 3 kali ia memanggil.
Dengan wajah yang bersahaja ayah nya mencoba untuk gantian memberi salam.
"Permisi selamat siang, assalamualaikum. apakah ada orang di dalam rumah?" ucap Ayah Tirta sambil mengetuk pintu. Namun belum juga ada yang menjawab.
Barulah selang 5 menit kemudian terdengar ada suara dari dalam rumah yang menjawab salam mereka.
"Waalaikumsalam, sebentar" ucap orang yang ada di dalam rumah.
"Ahh, akhirnya ada juga yang menjawab salam kita. Sepertinya tadi kita terlalu pelan mengucapkan salamnya" ucap ayah Tirta yang dijawab oleh Tirta dengan mengangguk.
Ternyata yang menjawab salam mereka adalah Linda. Setelah Linda mengetahui kalau yang datang adalah Tirta dan ayahnya. Linda langsung tau maksud kedatangan mereka, dan Linda pun langsung mempersilahkan Tirta dan ayahnya untuk duduk lalu Linda pergi ke belakang untuk menemui ayah dan ibunya Linda yang sedang merawat tanaman.
"Wah.. Linda itu anak yang baik dan sopan" gumam ayah Tirta sambil mengambil posisi duduk di kursi tamu, lalu kemudian di ikuti oleh Tirta dari belakang.
Sementara di belakang rumahnya Linda tampak ayah dan ibunya sedang sibuk merawat tanaman kesayangan mereka yaitu tanaman-tanaman apotik hijau. Memang keluarga Linda terkenal sebagai keluarga yang paling memperhatikan kesehatan, terlebih lagi ayah Linda berprofesi sebagai tabib di kampung ini. Ayahnya Linda bukan hanya mampu mengobati sakit yang diakibatkan oleh medis, tetapi juga mampu mengobati sakit yang diakibatkan oleh non medis atas izin Tuhan.
"Ayah, Bunda. ada tamu di ruang depan" ucap Linda.
"Siapa nak yang bertamu? Sepertinya hari ini Ayah tidak ada janji dengan pasien?" tanya Ayah.
"Itu loh Ayah, Bunda. Temanku yang aku ceritakan semalam kepada ayah dan bunda. Masih inget dong" jawab Linda.
"Oh iya Ayah inget. Baiklah kalau begitu Ayah mau temui mereka dulu ya Bunda" ucap pak Rahman ayahnya Linda sambil menaruh alat yang digunakan untuk menggunting daun. Lalu Bundanya Linda pun mengikuti dari belakang bersamaan dengan Linda.
"Eh pak Andi gimana kabarnya?" ucap pak Rahman sambil menyodorkan tangan untuk bersalaman. Rupanya pak Rahman sudah lama mengenal Pak Andi ayahnya Tirta. Memang ayahnya Tirta adalah mantan petugas kelurahan yang akhirnya mengajukan pensiun dini dikarenakan ia ingin fokus menjalani usaha yang ia rintis bersama istrinya.
"Saat ini kami sedang tidak baik-baik pak Rahman" jawab ayahnya Tirta dengan suara yang lesu.
"Ya, anak saya Linda sudah menceritakan kepada kami semalam tentang musibah yang menimpa anak Pak Andi yang bernama Nana." ucap pak rahman.
"Saya turut berduka cita dan sekaligus meminta maaf kepada bapak, karena anak saya juga ikut terlibat menjadi saksi dalam kejadian tersebut." lanjut Pak Rahman.
"Kalau berdasarkan yang diceritakan oleh Linda. Besar kemungkinan kalau putri anda itu hilang secara gaib. Atau lebih tepatnya lagi ia di culik oleh makhluk gaib penunggu Danau setu cikaret" tutur pak Rahman.
Mendengar penuturan dari pak rahman, ayah Tirta pun merasa terkejut. Bagaimana mungkin di zaman yang modern ini masih ada cerita tentang manusia yang di culik oleh makhluk gaib. Namun memang terkadang hal gaib itu sebenarnya bisa saja terjadi.
"Jadi menurut Pak Rahman. Anak saya Nana benar telah di culik oleh Jin Lembu penunggu Danau setu cikaret?" tanya pak andi penasaran dan lalu di jawab oleh pak rahman dengan anggukan.
"Lantas apakah ada cara yang bisa saya lakukan untuk menyelamatkan putri saya pak?" tanya pak andi.
"Sebetulnya ada pak. Tetapi itu sangat sulit dikarenakan waktunya hanya sedikit. Kalian harus bisa memanfaatkan waktu seefisien mungkin" jawab pak rahman.
"Maksudnya apa ayahnya Linda?" tiba-tiba Tirta memberanikan diri untuk bertanya karena sangat penasaran.
"Iya Pak apa maksud dari perkataan anda tadi?" Pak Andi pun ikut bertanya.
"Sebab kalian harus bisa menemukan dan menyelamatkan dia sebelum waktu 7 hari. Jika sudah melebihi dari 7 hari, maka kalian tidak akan pernah bisa lagi menyelamatkan Nana!" tutur pak rahman panjang.
"Kenapa hanya 7 hari saja pak, sehebat itu kah jin Lembu ini?" tanya pak andi.
"Hmmm sebenarnya bukan begitu Pak Andi. Ketahuilah, saat bangsa jin dan sejenisnya masuk ke dunia manusia, mereka menggunakan kekuatan penuh yang luar biasa untuk bisa menyentuh dan juga menangkap manusia. Namun dari kekuatan itu mereka telah membuka portal penghubung alam gaib dengan alam kita ini, dan portal itu masih terbuka selama 7 hari. Dan kalian akan memanfaatkan portal itu untuk masuk ke dalam alam gaib" tutur panjang Pak Rahman.
"Jadi selama dalam waktu sebelum 7 hari itulah kalian harus manfaatkan untuk mencari kebutuhan untuk melakukan ritual pencari portal dua alam yang digunakan oleh jin Lembu" lanjut Pak Rahman menjelaskan.
"Oh kalau begitu itu hal yang mudah. Ayahku tinggal masuk dan lalu menyelamatkan Nana. Benar begitu kan ayah?" ucap Tirta dengan penuh percaya diri.
Sementara ayah tidak merespon perkataan yang di ucap oleh Tirta, justru sang ayah malah menanyakan apakah ada konsekuensi atau mungkin syarat lain untuk bisa masuk ke portal gaib tersebut kepada pak rahman.
"Ya, kalian harus mempersiapkan diri dengan menjalankan ritual dan beberapa benda pusaka yang harus kalian dapatkan" ucap Pak Rahman sambil berjalan ke arah pintu.
"Lalu adakah hal yang belum anda sampaikan pak Rahman?" tanya Pak Andi penasaran karena Pak Rahman terdiam selama beberapa detik.
Lalu Pak Rahman pun kembali menerangkan konsekuensi yang harus dihadapi oleh Pak Andi dan Tirta jika ingin menyelamatkan Nana.
"Tidak hanya itu saja. jika kalian sudah berhasil masuk ke dimensi alam gaib. Kalian harus secepatnya menemukan Nana dan membawanya kembali ke dunia. Karena jika kalian terlambat dari 7 hari itu, maka kalian juga akan ikut terperangkap di alam gaib dan mungkin kalian akan menjadi budak para bangsa jin. Atau lebih parahnya kalian akan menjadi santapan yang akan menambah kekuatan mereka" ucap Pak Rahman dengan nada tegas.
Mendengar penuturan dari Pak Rahman membuat Pak Andi, Tirta dan bahkan Linda sendiri pun jadi merasa takut. Apakah mungkin Tirta dan ayahnya bisa melakukan ritual dan syarat tersebut dan lalu menyelamatkan Nana?
Ditengah suasana yang menjadi hening lalu sang ibunya Linda memecah suasana.
"Kalau anak-anak di ganggu oleh jin Lembu, itu berarti anak-anak sudah melakukan kerusakan alam yang membuat jin Lembu marah" ucap Ibunya Linda.
Sambil menunduk Tirta mengaku kepada semuanya kalau dia dan anak-anak lainnya telah melempar seekor kucing ke danau setu cikaret dikarenakan kucing itu menyakar Tirta dan yang lainnya. Namun beruntung kucing itu bisa berenang ke tepi danau dan selamat.
"Sepertinya itu penyebabnya. Meskipun kucing itu selamat, akan tetapi perilaku kalian tetap tidak bisa di ampuni oleh mereka yang tidak terlihat!" ucap ibunya Linda. Sementara Tirta hanya bisa menangis menyesali perbuatanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments