Amyra menggeliatkan tubuhnya yang terasa pegal. Ia tersentak mendapati dirinya tidur ditengah ranjang, dan sebuah selimut yang menutupi tubuhnya.
"apakah Mas Denny yang melakukannya..?" Amyra merasa tersanjung, selama pernikahannya, Ia tak pernah mendapatkan perlakuan manis dari Denny. Namun dengan hal kecil tersebut membuatnya begitu berasa bahagia.
Ia memandang wajah Denny yang sedang terlelap "apa yang merasukimu.? Sehingga kau bersikap peduli terhadapku.?" Amyra berguman lirih dalam hatinya.
Ia melihat waktu subuh hampir tiba. Ia beranjak dari ranjangnya, menuju kamar mandi dan bersiap akan melaksanakan shalat subuh.
Tubuhnya terasa gerah. Ia mencoba mandi untuk menyegarkan diri. Semakin tua usia kandungan semakin rasa gerah yang menghinggapinya.
Amyra membersihkan dirinya dengan menggunakan lulur, hanya itu yang dapat Ia lakukan dalam perawatan dirinya, tanpa harus ke salon menghabiskan biaya yang mahal.
Setelah mandi, dan berwudu' Ia melakukan shalat subuh, karena waktunya telah tiba.
Setelah selesai melaksanakan shalat subuh, Amyra yang merasa gerah hanya menggunakan underware saja. Ia mengambil remote control suhu AC, lalu menaikan suhunya.
Jika waktu pertama datang Ia menggigil, kini Ia merasa terbiasa dengan dinginnya.
Ia membalurkan seluruh hanbody ketubuhnya. Aroma wangi handbody yang bersatu dengan Suhu pendingin berbaur menciptakan aroma yang menyegarkan.
Hidung Denny yang sedang tertidur mengendus aroma menyegarkan itu.
matanya tertuju pada Amyra yang hanya menggunakan lingere. Jakunnya naik turun melihat pemandangan itu.
Amyra tidak menyadari jika Denny mencuri pandang padanya.
Denny merasa gelisah. Berulang kali Ia menelan salivanya. Ia menutup seluruh tubuhnya dengan selimut, berpura-pura tidak melihat Amyra yang sedang melakukan perawatan diri.
Setelah selesai, Amyra kembali keranjang. Karena Denny membiarkannya tidur ditengah ranjang, Ia mulai berani tidur ditengah. Selama ini Ia sangat takut jika tidur ditengah ranjang, karena Denny akan mengomelinya.
Ia masuk kedalam selimut dengan sangat sembrono, hingga tanpa sadar Ia menendang benda kenyal milik Denny yang telah mengeras.
"aaww.." rintih Denny meringis menahan sakit.
Amyra kaget melihat Denny berteriak. Ia tidak menyadari jika Denny bersembunyi dibalik selimut.
""maaf Mas gak sengaja.." ucap Amyra ketakutan.
Ternyata pandangannya salah, Ia mengira guling yang berada ditepian itu adalah Denny, namun ternyata Denny bersembunyi dibalik selimut. Karena Ia tidak ingin melihat Amyra sedang membalurkan handbody.
Dan sialnya, Amyra malah masuk satu selimut dengannya dengan aroma wangi yang sangat menggodanya, dan lingere itu.
Padahal Amyra memakai lingere karena merasa gerah saja.
Amyra menarik selimutnya Ia melihat Denny yang sedang memegang benda kenyal miliknya yang terkena tendangan tanpa bayangan.
"Sakit mas..?" ucap Amyra hati-hati dan wajah ketakutan.
Namun sepertinya Denny yang sedang On, memiliki sebuah rencana licik. Ia ingin bercinta namun gengsi.
Maka Denny berpura-pura meringis menahan sakit. "sakit tau.. Kamu itu tidak hati-hati banget jadi orang" Denny berkata dengan sangat keras. Membuat Amyra semakin ketakutan.
"iya.. Maaf mas. Kan Saya gak sengaja. Mana saya tau kalau mas sembunyi dibalik selimut." ucap Amyra membela diri.
Denny menatap tajam pada Amyra yang membuat Amyra ketakutan.
"buruan obati. Kamu harus bertanggung jawab.!" ucap Denny beralibi.
"pakai apa mas..? Apa saya kasih balsem saja ya..?" ucap Amyra polos. Maklum Ia menikah dengan Denny baru seleasai lulus SMA.
Denny melotot kepada Amyra " apa balsem..? Emang apaan ne adikku dikasih balsem..? Yang ada dia malah kepanasan." jawab Denny dengan kesal.
"trus pakai apa..?" ucap Amyra kebingungan karena Denny mulai semakin tinggi suaranya.
"kamu urut sekarang, buruan..!" perintah Denny dengan kasar.
Amyra kebingungan, masa iya cuma ketendang segitu doang sampai terkilir dan harus diurut.
"buruan..! Malah bengong lagi.!" teriak Denny, yang kini hasratnya sudah diubun-ubun.
Amyra yang mendengar bentakan Denny segera menghampiri suami juteknya.
"gimana cara ngurutnya..?" tanya Amyra kesal.
Denny menarik tangan Amyra, memasukkan ke dalam celana boxernya. Benda kenyal itu sudah mengeras. "buruan urut.." perintahnya.
Amyra membulatkan matanya, Ia baru menyadari jika benda kenyal mirip sosis itu ternyata sangat besar dalam genggamannya.
Denny mulai menikmati sentuhan halus tangan Amyra. tanpa Sadar Denny mengeluarkan rintihan manja.
Denny yang sudah tak mampu menahan hasratnya, menjadi kelabakan.
Ia mencari cara agar bisa mengelabui Amyra untuk bercinta pagi ini. "sudah..saya tidak mau diurut." ucap Denny kesal.
"apaan sih mas.. Semuanya serba salah." jawab Amyra kesal.
Lalu Ia kembali berbaring dan memunggungi Denny.
Denny semakin tersiksa, Ia terjebak dalam permainannya sendiri.
Ia juga ikut berbaring, gelisah dengan dirinya.
Ia memandangi tubuh Amyra yang memunggunginya.
Ia memberanikan diri menyentuh pundak Amyra. Seketika Amyra yang merasa geli lalu menggeliatkan tubuhnya.
Ia mulai menurukan egonya, menghampiri tubuh Amyra yang mulai membuatnya gila.
Ia menyentuh punggung itu, Amyra hanya diam tak bersuara namun mulai menikmati sentuhan suaminya.
Selama ini, jika Denny menginginkan hanya dengan terburu-buru dan melepaskan hasratnya sendiri saja, tanpa perduli dengan Amyra.
Namun kali ini, Amyra merasakan Denny berbeda. Sentuhan Denny membuatnya melayang. Sesekali Ia merintih.
Denny sepertinya mulai mendapatkan sinyal dari Amyra. Ia mulai menyusuri area dua bola kenyal milik Amyra, dan tanggapan yang sama, Amyra hanya menggeliatkan tubuhnya.
Denny mulai tak sabar. Ia membalikkan tubuh Amyra hingga telentang, Ia menatap mata itu penuh arti. Bulu mata lentik alami tanpa polesan itu membuatnya terpana.
Denny mendekatkan wajahnya kepada Amyra. Ia menginginkan bibir itu. Amyra memejamkan matanya, menyambut sentuhan hangat dari Denny untuk pertama kalinya.
Mereka larut dalam cumbuan mesra yang menghanyutkan. Amyra mulai merasakan kehangatan cinta pada diri Denny. Ia membiarkan Denny melakukan penyatuan tubuh terhadapnya.
Hingga akhirnya Ia meraih puncak surgawinya untuk pertama kali dalam pernikahannya.
Selama pernikahannya yang menginjak usia 10 bulan, baru pertama kali ini Denny memperlakukannya dengn sangat manis.
Amyra melenguh panjang, menyebutkan nama Denny dalam meraih puncaknya.
Kata yang disebut Amyra itu membuat Denny merasa terpana. Ia tidak mengira jika selama ini ternyata Ia telah begitu sangat jahat terhadap istrinya.
Denny lalu menjemput puncaknya. Entah mengapa Ia merasa begitu sangat bahagia saat ini. Meskipun Ia terkadang bercinta denga Rania, namun hanya sebatasnya saja tanpa pernah melakukan penyatuan.
Selama ini, Ia dan Rania selalu melakukan hal yang jauh. Namun Ia hanya meminta Rania untuk memuaskannya melalui karoke saja.
Namun kini Ia menyadari, jika kepuasan itu ternyata ada pada Amyra istrinya. Ia terlalu dibutakan oleh kecantikan Rania, dan kemolekan tubuh Rania tanpa ingin memandang istrinya yang sah.
Apakah Denny mulai menaruh hati pada Amyra setelah subuh ini? Entahlah.. jawabannya mungkin ada diatas langit. Atau pada rumput yang bergoyang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 286 Episodes
Comments
V3
hadeeewww .... mo mnta jatah aja kdu main drama dulu ,, akhirnya mlh bingung sama permainan nya sndri 🤣🤣🤦🏻♀️🤦🏻♀️🤦🏻♀️
2022-09-24
5
⍣⃝ꉣꉣAndini Andana
mungkinkah.. 🎵
kita kan slalu bersama 🎻
walau terbentang jarak antara kita.. 🎶
biarkan.. 🎷
ku peluk erat bayangmu 🎼
tuk melepaskan semua kerinduanku... 🎶
2022-09-24
4
⍣⃝ꉣꉣAndini Andana
wkwkwk...tendangan tanpa bayangan.. 👯 👯
2022-09-24
3