Reno sedang mengambil satu paket skincare ternama yang sudah disiapkannya untuk Amyra.
Ia mencuri dengar pembicaraan sekilas antara Ana dan Amyra. Ia melihat sebenarnya tanpa skincare Amyra juga sudah cantik alami. hanya saja Ia kurang memperhatikan penampilannya.
saat bertemu dengan Amyra untuk pertama kalinya, Ia begitu tertarik dengan sisi lain dari wanita yang sudah membuatnya jatuh cinta.
saat Ia memgambil skincare yang diletaknya dilaci bawah, Ia melihat Amyra sudah pergi berjalan sejauh 50 meter dari rukonya.
Ia bergegas mengunci ruko, dengan mengendarai motor matic, Ia mencoba mengejar mira yang sudah berjarak 100 meter dari rukonya.
saat akan keluar dari ruko, Ia mendengar suara cicitan mobil mengerem cakram. Ia sedikit panik, karena tidak melihat Amyra yang sedari tadi berjalan ditepi jalan. Ia bergegas untuk melihat ke lokasi kejadian.
alangkah terkejutnya Ia ketika melihat Amyra sedang pingsan, dan dipangku oleh seorang pria.
dan yang lebih mengagetkan lagi saat pria itu mengatakan jika itu suaminya.
"Amyra sudah menikah..? dan jika benar itu suamimya, apa mungkin suaminya yang berpakaian kantoran, memiliki mobil, namun membiarkan istrinya banting tulang untuk bekerja keras." Reno berguman dalam hatinya.
"saya akan bawa kerumah sakit" ucap pria yang mengaku suaminya.
"gak..gak mungkin. jangan-jangan ini hanya alibinya saja agar terhindar dari ammukan massa.
melihat tubuh Amyra yang dibopong kedalam mobil, Reno diam-diam mengikuti mobil Denny yang membawa Amyra kerumah sakit. Ia ingin memastikan apakah Amyra benar- benar selamat.
alangkah terkejutnya Ia, ketika mendapati Denny yang mengaku suaminya itu ternyata keluar bersama wanita lain didalam mobil itu..
"siapa itu..? mengapa ada wanita lain didalam mobil bersama suami Amyra..?" ucapnya dengan penasaran
Reno melihat tubuh Amyra dibawa kedalam ruangan pasien. Ia masih terus memantau dari kejauhan.
sesaat Ia melihat jika pria yang mengaku suami Amyra keluar dari kamar tempat Amyra dirawat.
mereka keluar dengan pertengkaran. terdengar oleh Reno jika Amyra sedang hamil muda. tetapi suaminyan mengatakan hanya terpaksa membuat kehamilan pada Amyra.
bahkan Ia juga mendengar jika Ia menghamili Amyra karena sebuah rencana besar.
Denny sibuk membujuk selingkuhannya, dibanding harus khawatir dengan sikap istrinya.
melihat Denny yang meninggalkan Amyra begitu saja, membuatnya sangat kesal. "jika kau tak mampu membahagiakannya, lepaskan saja..aku sanggup membahagiakannya..." Reno berguman dalam hatinya.
Reno terus mengintai dua insan yang saling berdebat. saat melihat keduanya pergi..Reno segera keruang administrasi dan menyelesaikan pembiayaan perawatan untuk Amyra.
setelah itu merasa ingin buang air kecil dan terburu-buru ke toilet. tanpa sadar Ia dan Amyra berselisih dikoridor.
setelah selesai dari toilet, Ia menghampiri ruangan dimana tempat Amyra dirawat.
saat membuka rauangan itu, Ia melihat Amyra sudah tidak ada ditempatnya sejak beberapa menit yang lalu.
Ia mencoba mengejar Amyra, dan saat itulah Ia melihat Denny kembali ke rumah sakit. "setelah kau lebih mementingkan selingkuhannmu, kini kau bersikap sok perduli terhadap istrimu" Reno berguman pada dirinya dengan nada sinis.
Reno meninggalkan rumah sakit, karena tak menemukan jejak Amyra, maka Ia memutuskan kembali ke ruko.
sesampainya diruko, tiba-tiba handphonenya berdering..[kriiiiing....kring..]
sebuah panggilan dari seseorang.."hallo...ya...iya..sudah saya kirim.." hanya itu terdengar dari mulut Reno. entah siapa yang menjadi lawan bicaranya.
****
pagi ini, Reno sepertinya sedang bersiap-bersiap untuk berangkat pergi. Ia melihat Amyra sudah datang untuk bekerja. lalu Ia menghampirinya.." mbak...bisa saya minta tolong sama mbak Amyra..?" ucap Reno dengan lembut
Amyra mengangguk, "minta tolong apa mas..?" ucapnya lirih. sepertinya Ia masih lemah, namun dipaksakan bekerja. Ia begitu miris melihat kondisi Amyra. andai saja Amyra itu sudah janda, Ia bersedia menerimanya.
"mulai saat ini, Laundry saya percayakan kepada mbak, tolong mbak handle semuanya ya..saya ada urusan yang sangat mendesak, dan saya belum tau kapan waktunya untuk bisa kembali dengan cepat. uang hasil Laundry mbak simpan dalam buku rekening saya saja. ini sudah saya siapkan buku rekeningnya dan ATM juga silahkan mbak yang pegang. nanti setelah saya kembali akan saya ambil" ucap Reno panjang lebar.
"dan untuk gaji mbak Amyra, silahkan ambil sesuai keinginan mbak saj**a." Reno kembali menjelaskan.
Amyra yang melongo dengan semua penjelasan Reno, membuat Pria itu bertambah gemas."ah...kamu...seandainya saja kamu bukan istri orang.." Ia berguman dalam hatinya.
"maksud mas Reno..? saya tidak perlu lagi nyetrika dan mencuci lagi..?" ucapnya masih tak percaya..
Reno mengangguk.."iya mbak..saya harap mbak dapat menjaga kepercayaan dari saya." ucapnya lagi..
"ta..tapi mas....?" sebelum Amyra melanjutkan ucapannya. handphone Reno berdering..[kriiiiing...].
Reno mengangkat panggilan telefonnya. "ya..saya segera berngkat.." hanya itu yang Amyra dengar.
Amyra merasa heran dengan sikap Reno, tak seperti biasanya.
"sudah dulu ya mbak...saya sedang terburu-buru.. dan satu lagi, ruko ini milik saya, jadi gak perlu bayar sewa ruko.." ucapnya, sembari menaiki sepeda motor maticnya.
Amyra hanya melongo mendengar penjelasan Reno.
****
ditengah perjalanan yang sepi, Reno menghentikan motornya, lalu sebuah mobil berwarna hitam sedang berhenti disisinya. Reno masuk kedalam mobil tersebut, lalu mobil itu melaju membawa Reno kearah bandara.
setelah kepergia Reno, dua orang berboncengan menggunakan sepeda motor menghampiri motor matic yang ditinggalkan Reno ditepi jalan. salah seorang mengambilnya dan melaju membelah jalanaan sepi.
"setelah mobil hitam sampai di bandara, Reno berjalan terburu-buru yang diikuti oleh dua orang pria berbadan tegap dan kekar yang selalu berada disisinya setiap saat.
****
Reno melakukan penerbangan ke Los Angeles, California, Amerika selatan.
disana Ia bertemu dengan seseorang, melakukan transaksi bisnis dagang disebuah club crawl Hollywood. setelah melakukan semua transaksi bisnis, Ia berniat ingin beristirahat. saat itu seorang gadis cantik menyapanya."hai Reno..how are u today..?" ucap sang gadis sembari memberikan kecupan dipipi kiri Reno. ditangan kirinya memegang sebuah gelas berisikan minuman keras yang bercampur dengan lemon, atau biasa disebut coktail.
"fine..thanks.. Merry" jawabnya kepada gadis bernama Merry. Merry sedang minikmati suasana club yang gegap gempita.
Reno hanya membalas dengan senyum datar.."sorry merry, ada sesuatu yang ingin saya kerjakanny" ucapnya memberikan tolakan secara halus.
entah apa yang ada dibenaknya, semenjak bertemu dengan Amyra, Ia bersikap aneh. bayangan wajah Amyra selalu hadir didalam ingatannya.
Reno kembali ke mansion miliknya, yang sudah lama Ia tinggalkan.
ini Mansion si Reno..author mencoba nge halu..
Ia memandangi kamarnya, mencoba mengingat masa dimana Ia pernah bersama dikamar ini bersama Dinda Istrinya.
namun semua itu hanyalah tinggal kenangan saja, dimana istrinya telah meninggal dunia karena mengalami kecelakaan saat pulang ke Indonesai.
Reno yang terpukukul dengan kabar itu, mencoba terbang ke Indonesaia untuk menyelidiki kasus istrinya. Ia merasa ada kejanggalan dalam kematian Istrinya.
Ia lalu berpura-pura membuka Laundry untuk melakukan penyamarannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 286 Episodes
Comments
ghina amd
oooo...reno
2024-06-25
0
Bzaa
ooooh bgtu ternyata.....
Alhamdulillah ketemu sama amira
2024-04-20
0
linamaulina18
ternyata Reno orang sugih ..
2023-05-31
0