Denny merasa tak memiliki selera untuk makan. entah mengapa Ia menginginkan tempe goreng buatan Amyra. rasa gurih tempe goreng kunyit yang pernah dimakannya karena terpaksa, justru begitu terasa dilidahnya.
Ia memanggil Dwi, sang sekretaris cadangan, untuk segera memesankan makanan tradisional yang menghidangkan menu tempe goreng.
sudah entah berapa banyak pesanan yang datang, setiap kali Ia memakannya, selalu tidak sesuai dengan lidahnya.
hingga 20 porsi makanan sia-sia tak tersentuh. Dwi merasa pusing dengan ulah si Bos yang bersikap aneh.
Dwi sangat kesal, Ia membawa ke 20 porsi makanan yang dipesannya secara online ke ruangannya. meletakkannya diatas meja dengan malas.
"Napa Dwi..? koq wajahmu kusut amat.."ucap fhitry, rekan kerjanya.
Dwy dengan bibir manyunnya "Tau ah.. Tu sibos lagi ngidam x ya..?" ucap Dwy dengan kesal.
"emang napa si bos..?" cecar Fhitry
"dari tadi minta tempe goreng, tapi gak ada uang cocok sama lidahnya. semua disuruh bawa balik lagi. pusing tau.." ucap Dwy dengan wajah bersungut.
Fhitry yang mendengar ucapan Dwy juga bingung. "emang tempe goreng yang biasa dimakan si bis gimana sih rasanya..?" ucap fhitry penasaran.
Dwy hanya menggelengkan kepalanya. "ya sudah.. paket yang gak dimakan ini kita bagiin saja sama orang-orang yang diinggir jalanan. lagi pula bukan sisa hanya tempenya doank yang dicicipi. "ucap Dwy, meminta dukungan dari Fhitry.
"oke deh.. ntar jam istirahat kita bagiin deh." ucap Fhitry mendukung temannya.
****
Denny merasa perutnya begitu keroncongan, Ia ingin sekali makan, namun seleranya tak juga menemukan masakan yang pas dilidahnya.
Ia sangat menginginkan tempe goreng kunyit buatan Amyra. Ia ingin meminta Amyra membuatkannya, namun Ia sangat gengsi.
Ia ingin mengambil handphonenya, lalu ingin menghubungi Amyra, tarik ulur keinginannya namun perutnya sudah sangat keroncongan.
akhirnya Ia tak tahan juga "Hallo.." suara Denny dengan sedikit nada tinggi.
"iya mas." terdengar suara lembut Amyra dari seberang telefon.
"heei..kamu ini jadi istri yang becus napa..?" ucap Denny tiba-tiba mengomel.
Amyra yang tidak mengerti dengan ucapan suaminya mengernyitkan keningnya. "memang salah saya apa mas..?" jawab Amyra dengan nada bingung.
Denny menarik nafasnya dengan berat " kamu itu jadi Istri seharusnya masakin suaminya..!!" ucap Denny dengan sedikit kesal.
"haaah..?! sejak kapan mas minta dimasakin oleh saya..? bukannya mas selalu beli makanan..?" ucap Amyra sembari mengemas packing laundry-nya.
"sudah..gak usah banyak tanya, cepeat buruan masakin saya tempe goreng seperti yang kamu biasa masak dirumah..sekarang..!!" ucapnya dengan nada perintah.
Amyra merasa bingung, ada apa dengan suaminya, yang tiba-tiba meminta dimasakin tempe goreng kunyit buatannya.
"iya..iya..myra masakin" ucap Amyra mengalah.
"jangan cuma iya-iya doank..buruan..saya sudah lapar.!" ucap Denny dengan nada berang. lalu menutup telefonnya.
Amyra segera mempercepat packingnya, lalu mencari Ana dibelakang. "Ana.. mbak nitip laundry bentar ya, mbak mau kepasar bentar beli tempe." ucap Amyra sembari melangkah pergi.
Ia berjalan kepasar tradisional yang hanya berjarak 200 meter dari ruko laundrynya.
Ia membeli tahu dan tempe serta bahan kunyit dan ketumbar bubuk serta bubuk kaldu dan garam.
Ia ingin memasak menu yang diminta oleh Denny, suaminya. setelah selesai Ia pulang kembali ke ruko. Ia ingin memasak didapur yang tersedia dilaundry .
Amyra menyiapkan segala bahannya dan mulai memasak. aroma harum gurih dari perpaduan kunyit dan ketumbar saat penggorengan, membuat para karyawan yang lain masuk kedapur.
"masak apaan sih mbak..? harum banget." ucap Yanti.
"ini, masak tempe goreng, suami mbak tiba-tiba pengen dimasakin ini." ucap Amyra dengan ramah.
"sepertinya enak banget mbak..? bolehlah mijta dikit.." ucap Ana dengan wajah menghiba.
"boleh.. ne coba.."ucap Amyra memberikan sepotong tempe yang telah siap digoreng oleh Amyra.
Ana meraihnya, lalu menggigitnya, "wiiiihh..enak banget mbak..pantesan suami mbak minta dibuatin.." ucap Ana.
lalu Yanti ikutan mencomot satu potong tempe, dan mencicipinya " eeeemmm..emang enak mbak.." lalu mereka memakannya dengan lahab.
"eeeiiits..jangan dihabisin.. ini buat suami mbak" ucap Amyra menahan tangan mereka yang ketagihan.
Ana dan Yanti memanyunkan bibirnya.
[kriiiiinnnggg...] suara dering telefon masuk.
"hallo..iya mas .?" ucap Amyra lembut.
"sudah masak belum sih tempe gorengnya..?! lama banget masak gitu doank.." hardik Denny dari seberang telefon.
"iya sudah mas.." jawab Amyra lembut.
Ana dan Yanti saling tata, mereka mencuri dengar pembicaraan Anyra dengan suaminya.
"ya sudah..! kalau gitu paketkan sekarang, telfon kurir buat nganterin ke tempat kerja saya." ucap Denny, masih dengan nada ketus.
"iya Mas.. ini Myra carikan kurir dulu." jawab Amyrra, sembari keluar dari ruko untuk menunggu kurir yang akan mengantar paketnya.
Denny memutuskan sambungan telefon.
****
seorang kurir menelfon Denny, Ia mengatakan jika Ia mengantar paket dari Amyra, dan ongkosnya belum diantar.
"Dwy..tolong temui kurir didepan kantor, dia bawa paket makanan buat saya." ucap Dennya dari panggilan telefon.
"Iya pak..segera." jawabnya.
"ehh...jangan lupa, sekalian ongkosny belum dibayar." Denny mengingatkan.
"iya pak..iya.." ucap Dwy dengan kesal, karena seharian sudah capek mondar mandir mengantar pesanan makanan yang akhirnya disuruh bawa pulang lagi.
Denny memutuskan sambungan telefonnya.
Fhitry yang melihat wajah mada Dwy menjadi kepo "napa lu Dwy..? masem banget tu muka.." ucap Fhitry menggoda temannya.
"itunsi bos..minta saya nemui kurir didepan, katanya bawa paket makanan." ucap Dwi sembari melangkah keluar ruangan.
"eeeiits..awas Dwy... ntar disuruh bawa pulang balik.." ucap Fhitry dengan terkekeh.
Dwy berjalan dengan menghentak kakinya, menandakan Ia sedang sebal.
sesampainya didepan pintu utama kantor, Dwy menemui sang kurir yang menyodorkan sebuah kantong kresek berwarna hitam.
"ini mas..? paket makananannya..? " ucap Dwi bingung. karena paket itu hanya terbungkus dengan kantong plastik kresek saja.
"iya mbak..sekalian ongkosnya mbak, 30 ribu" ucap sang kurir.
Dwy menyodorkan sejumlah uang yang diminta sang kurir.
lalu masuk kedalam ruangan kantor menuju ruangan si bos.
Dwy mengetuk pintu. [tok..tok..tok..] suara ketukan pintu.
"masuk " suara Denny dari dalam.
Dwy masuk kedalam ruangan, lalu menyerahkan kantong kresek tersebut.
Denny meraihnya. lalu membuka isi paket tersebut.
tempe goreng kunyit yang dibungkus dalam plastik transparan ukuran setengah kilo gula pasir. Denny membukanya lalu memakannya dengan lahabnya.
Dwy yang melihatnya geleng-geleng kepala. Ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. dimana si bos memakan tempe goreng hanya dari kantong plastik.
sedangkan makanan yang dipesannya tadi dari restaurant mahal dan tentunya berkualitas..
si Bos memakannya dengan begitu lahabnya, tanpa tersisa sediktpun. setelah selesai, Ia memberikan sisa kantongbkreseknyangbsudah tidak bersisa isinya kepada Dwy.
"nah..buang ke tong sampah."ucap Denny dengan nada perintah.
hati Dwy nelangsa hanya dapat plastik kosong tanpa isi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 286 Episodes
Comments
suharwati jeni
sukurin lho.
butuh amyra kan.
bikin lebih lagi thor.
biar deny lupa sama rania
2024-06-26
0
ghina amd
hahahaha...kualat tu si dennoy
2024-06-25
0
Vina Pasaribu
ngakak banget deh,lebih mahal ongkosnya dari pada harga tempenya
2023-04-12
2