setelah suaminya Denny berangkat bekerja, Amyra juga bergegas pergi ke laundry tempatnya bekerja. Ia menaiki angkot agar lebih cepat sampai.
Amyra telah sebulan bekerja di laundry. Ia begitu bersemangat dengan pekerjaannya. Reno sang pemilik laundry juga menyayanginya.
semenjak Amyra bekerja di laundry, kemajuan usahanya semakin meningkat. Reno merasa Amyra sebagai pembawa keberuntungan. maka tak heran jika Ia menyayangi karyawannya itu.
untuk meringankan pekerjaan Amyra, serta memepercepat pekerjaan sesuai pesanan langganan mereka. maka Reno menambah lagi 4 buah mesin cuci. Ia mengambil 8 orang lagi karyawan untuk membantu pekerjaan Amyra.
Selama sebulan bekerja di tempat usahanya, diam-diam Reno sering mencuri pandang pada Amyra.
pria single berwajah tampan itu begitu mengagumi Amyra. dimana selain cekatan dalam bekerja, Ia juga cepat dengan mudah memahami apa yang diajarkan.
Reno melihat jika didalam diri Amyra terdapat jiwa pekerja keras. dan tentunya cantik pula.
"sudah makan mbak ..?" ucap Reno lembut, saat melihat Amyra dengan begitu sibuk dengan pekerjaannya.
"sudah pak.." jawab Amyra dengan sopan. bagaimanapun Reno adalah majikannya.
"jangan panggil bapak, terkesan formal sekali. panggil saja mas atau Reno." ucap Reno sembari tersenyum manis.
Amyra mengangguk."Iya pak..eh..mas.." ucap Amyra kikuk.
Reno tersenyum melihat Amyra yang salah tingkah. "hari ini akan datang 8 orang karyawan, mereka akan meringankan pekerjaan kamu, karena usaha jasa laundry kita semakin meningkat." ucap Reno memberitahu Amyra.
Amyra mengangguk, lalu melanjutkan pekerjaannya.
"ya sudah..saya tinggal dulu ya ..selamat bekerja." ucap Reno sembari berlalu.
Reno memegangi dadanya yang berdetak kencang. Ia tak memahami mengapa Ia begitu gugup jika bertemu Amyra. bola mata indah itu begitu memesonanya. namun sayang, Reno tak memgetahui jika Amyra wanita bersuami. karena Ia merahasiakannya.
bajkan suaminya sendiri juga tidak mengetahui jika Amyra bekerja selama ini. Ia menutupi dari semuanya.
****
Amyra kedatangan teman baru. dari 8 orang karyawan baru, satu orang bernama Ana menjadi sahabatnya dalam sehari saja. mereka begitu dekat dan terlihat akrab, seperti sudah mengenal lama satu sama lain.
Ana bertugas bersama Amyra karena bekerja dalam tim yang sama, membuat keduanya menjalin sahabat karib.
kini Amyra memiliki teman yang bisa berbagi masalah dengannya..Ia tak kesepian lagi. ada tempat curhatnya dalam setiap masalahnya. usia mereka terpaut satu tahun saja.
"mbak tinggal dimna mbak..?" ucap Ana dengan sopan.
Amyra menoleh kearah Ana " dirumah kontrakan milik mertua dik.." ucap Mala sembari tetap bekerja.
Ana manggut-manggut. "berarti gak bayar donk kontrakannnya mbak..?" ucap Ana kepo.
Amyra mengangguk. lalu melanjutkan pekerjaannya.
"berarti mbak sudah menikah ya..? tapi kenapa masih terlihat seperti anak SMA..?" ucap Ana jujur.
Amyrah terkekeh mendengar pujian Ana. "masa sih..kamu gombal deh." ucap Amyra dengan nada manja.
"beneran mbak, Ana jujur. dah gitu mbaknya cantik lagi, pekerja keras pula. pasti suami mbak orang yang sangat beruntung."ucap Ana meluncur begitu saja.
mendengar ucapan Ana, seketika wajahnya berubah sendu. karena apa yang diucapkan Ana adalah sebaliknya. suaminya tak menganggapnya ada.
Amyra tersenyum datar.."dah..yuuk..kita selesaikan pekerjaannya. ntar si bos marah, kita asyik ngobrol mulu.." ucap Amyra, sembari melanjutkan setrikaaannya.
"yuuuk..." ucap Ana sembari melanjutkan packingnya.
****
setelah hari yang melelahkan. hari ini Amyra mendapat gaji 100 ribu rupiah. hatinya begitu sangat senang. Ia dan yang lainnya berpamitan pulang.
saat akan menghentikan angkot "mbak Amyra..ini ada ayam goreng crispy saya pesan online dua boks. 1 boks buat mbak Amyra." ucap Reno sembari menyerajkan satu box paket ayam goreng.
Amyra begitu senang menerimanya. "waaah...terimakasih sekali mas..Reno.." ucap Amyra sumringah, sembari menerima 1 box paket ayam goreng.
angkot yang ditunggu datang, " saya pulang dulu ya mas.." ucap Amyra sembari menaiki angkot.
hari ini Ia sangat bahagia. mendapat gajih lebih, mendapat teman baru bahkan 1 paket ayam goreng crispy. Ia sudah membayangkan makan malamnya akan nikmat.
karena selama ini Ia selalu makan dengan lauk tempe dan ikan asin.
***
Amyra sampai dirumah mulai senja. Ia bergegas masuk kerumah. membersihkan dirinya lalu mengganti pakaiannya. Ia melirik jam dinding, jarum jam menunjukkan pukul 6 sore. namun Denny suaminya belum pulang juga.
perutnya sudah keroncongan, Ia mengambil satu potong ayam crispy, rasanya begitu nikmat sekali.
seumur hidupnya baru kali ini Ia merasakan ayam goreng selezat itu. karena selama tinggal bersama orang tuannya Ia selalu makan apa adanya.
Ia menyisakan 5 potong lagi. menunggu makan malam bersama dengan suaminya.
pukul 8 malam, Denny sampai dirumah. Ia begitu terlihat sangat kusut. sudah 2 hari ini Ia pulang dan pergi menggunakan taxi online. karena Rania sedang cuti untuk acara keluarganya.
sesampainya dirumah, Ia melihat Amyra sedang memainkan gadgetnya. melihat kedatangan suaminya, Ia menghentikannya. "sudah pulang mas..? " Amyra mengambil tas kerja suaminya, meletakkannya diatas nakas.
"Amyra buatin teh ya...?" ucap Amyra lembut. namun Reza hanya diam saja.
Amyra segera beranjak kedapur, membuatkan secangkir teh jntuk suaminya. Ia mengmbil air panas dari despenser. menyeduhnya dengan sekantong kecil teh bubuk.
Ia menghidangkannya diatas meja makan. menunggu Denny, suaminya.
tak lama kemudian, Denny muncul dengan dengan menggunakan celana boxer dan baju kaos berwarna putih polos.
Amyra tak menyangkal, jika suaminya memang tampan, tapi apa dayanya, Ia hanya mampu sebatas memujanya.
"ini tehnya mas.. ntar keburu dingin." ucap Amyra dengan tulus.
Denny hanya diam tanpa memberi jawaban, selalu bersikap dingin. Ia menuju meja makan, mengambil teh buatan Amyra, namun tak sepatah katapun yang keluar dari mulutnya. meski hanya kata ucapan terimakasih.
Mata Denny tertuju pada boks diatas meja, sebuah merk dagang terkenal yang bergerak dibidang olahan makan cepat saji.
"tumben, Amyra membeli ayam goreng crispy merk terkenal.? punya uang dari mana dia..?" Denny berguman dalam hatinya.
Amyra menyendokkan nasi kepiring Denny lalu meletakkan dua potong ayam goreng beserta saos sambal dipiring tersebut.
Denny yang semula jaga image, akhirnya makan juga. "darimana kamu beli ayam goreng ini..?" ucap Denny.
Amyra menghentikan suapannya, "dari bos tempat Amyra bekerja." uvap Amyra jujur.
"apa..? kamu bekerja..? sejak kapan..?" ucap Denny penasaran. sudah sebulan yang lalu. dan Alhamdulillah mas Reno, bos Amyra baik banget. Dia yang beliin yam goreng ini." ucap Amyra dengan polosnya.
[uhuuuk...] Denny seketika tersedak. Ia buru-buru mengambil air minumnya. lalu menenggaknya hingga habis.
"jadi yang beri auam goreng kekamu cowok..? alias bos mu laki-laki..?" ucap Denny dengan selidik..
Amyra mengangguk.." iya..orangnya baik banget." ucap Amyra jujur.
Denny menghentikan suapannya, meludahkan makanan yang sudah dikunyahnya ke dalm piring. "kenapa mas..? ayam gorengnya gak enak..?"
"nggak..." jawab Denny ketus lalu pergi meninggalkan Amyra yang sedang menikmati Ayam gorengnya.
"siapa pula laki-laki yangbsok perhatian sama Amyra..?" ucap Denny ketus dengan lirih.
Ia membaringkan tubuhnya di ranjang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 286 Episodes
Comments
Irawati Soetojo
kok Reza?
2024-12-29
0
suharwati jeni
rasain lho deni.
istrimu ada yg taksir
2024-06-25
0
ghina amd
hahahahaha...kebakaran jenggot tu deny madit, cemburu dia
2024-06-25
0